NovelToon NovelToon
Kontrak Dendam

Kontrak Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak / Cinta Paksa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Iris Prabowo

(Novel ini mengandung unsur sensual dan adegan kekerasan)

"Kamu milikku. Aku akan melakukan apapun yang kuinginkan, denganmu. I will give you heaven and i will give you hell"

Setelah bangun dari koma karena percobaan bunuh diri, aku terkejut karena statusku menjadi menikah. Ternyata sebuah rahasia yang disembunyikan suamiku bahwa dia seorang profesional pembunuh bayaran.

Aku tak menyangka lelaki yang ku ketahui sebagai Vice President adalah anggota elite organisasi hitam yang menjadi buronan negara.

Teror demi teror datang. Beberapa pihak punya rencana jahat untuk menyingkirkan ku demi harta dan cinta, termasuk ibu tiri dan adikku.

Aku bersedia menukar tubuhku pada lelaki yang menjadi suami kontrak itu untuk sebuah komitmen balas dendam kematian sang ibu.

Akankah kebenaran tentang masa lalu menghancurkan rumah tangga kami? Penuh ketegangan berbalut kisah romansa yang sensual, ikuti cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iris Prabowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gangster Masuk Angin

What did i mess up, God?

Sepertinya sejak kemarin ada pandangan sniper selalu menyoroti. Kin mengabaikan aku, tapi tatapannya sangat tajam setiap kali berpapasan. Matanya berucap 'i am gonna kill you'.

Dia marah dengan kejadian kemarin? But why, seharusnya aku yang marah dengan perbuatan biadabnya. Kelakuannya seperti binatang, jangan-jangan dia menghajar brutal orang itu sampai tewas.

Lalu apakah aku hidup berdampingan dengan seorang pembunuh?

Sebulan sekali ada meeting direksi dan manajemen di perusahaan. Biasanya membahas tentang perfomance review, operational, sales marketing, financial, human resources, dan lainnya. Aura mencekam ini akan berlangsung dua jam ke depan karena aku harus satu ruangan dengan Kin

Dia duduk tepat di meja seberang, telinganya menyimak diskusi sementara tangannya memutar-mutar pena. Padahal pandangannya ke layar proyektor tapi kenapa aku selalu merasa dia sedang terus memperhatikanku?

Papa hadir tapi semua pasti merasa kalau kendali rapat ada pada Kin. Public speaking yang bagus, he's able to communicate complex ideas in a spesific way. Fasih bahasa mandarin karena komunikasinya dengan klien Taiwan via zoom meeting begitu lancar. Aku masih tidak percaya kalau preman tempo hari adalah orang yang saat ini menjadi pusat atensi perusahaan.

Lelaki ini punya dua kepribadian, sebagai Vice President yang highly intelligent and charismatic, juga sebagai tukang tattoo yang kasar dan berandalan.

Di ujung rapat bagian Human Resources izin memperkenalkan staff baru untuk tim manajemen. Guess who she is? Luisa sebagai Communication Manager. Tanggung jawab pengelolaan komunikasi internal dan eksternal akan dipegang kendalinya.

Posisi yang biasa saja tidak membuat iri. Manajer hierarkinya beberapa tingkat di bawah jabatanku dulu sebagai Vice President. Seorang putri pemilik perusahaan hanya ditempatkan sebagai manajer seharusnya sebuah pertanyaan, pasti ada kualifikasi dan penilaian yang kurang di mata papa untuk memberinya jabatan lebih tinggi. Tapi aku kesal karena bertambah lagi satu orang menyebalkan yang akan kutemui di kantor.

Dia bahkan tidak menyapaku malah langsung mencari atensi Kin sampai membuntuti ke ruangannya. Did she take this job to get closer to him?

"Kak, boleh pinjem Kin kan? Mobilku ban nya bocor, jadi mau minta tolong dia mengantarkan aku pulang nanti" kata Luisa menghampiriku, yang sibuk memantau serving makan siang karyawan.

Aku hanya mengangkat bahu, whatever i dont care. Kin tidak merespon apa-apa. Dia berjalan mendahului Luisa tanpa memandangku sama sekali.

"Kalian berdua berantem ya?"

"Tidak,"

"Oops, okay. Aku ambil dua ya!" ucapnya berlalu, sambil mengambil dua susu kotak rasa pisang. Ia menghampiri Kin yang sudah duduk untuk makan siang. Melihatnya tersenyum saat menerima pemberian Luisa membuatku benci.

Am i being jealous?

***

Kenapa sih harus pakai alasan ban mobil bocor? Supir banyak, dia bisa minta jemput atau pulang naik taksi. Aku bahkan belum pernah minta bantuan lelaki itu untuk kepentingan personal, walau satu rumah tapi tetap urusan hidup masing-masing.

Ah, aku gusar.

Apa sebaiknya mencari cara untuk mencairkan kebekuan kami ya? Tapi gimana caranya?

Men's preferences in a relationship. Effort banget ya Tuhan aku sampai beli ebook demi mencari tips bagaimana memperbaiki kerenggangan antara aku dan Kin.

Menurut buku beberapa aktivitas simple yang bisa mendekatkan hubungan diantaranya main game atau menonton film bersama. Aku tidak tertarik game, skip. Menonton film? Aku hanya tahu kalau Kin tertarik pada anime dan donghua. Lantas apa aku harus ikut membuka topik tentang itu?

Suara mobil masuk ke garasi menandakan kalau dia sudah pulang. Ini sudah jam sembilan malam, jangan-jangan mereka berdua sudah mencuri waktu untuk dating, cih! Aku menyiapkan makanan kecil mini market sebagai pemanis untuk membuka obrolan.

"Kin!"

Aku memanggilnya begitu ia membuka pintu kamar. Aku menyodorkan cola dingin. Dua detik dia menggantung pemberianku tapi akhirnya diterima juga.

"Thanks"

"Busy now?"

"Sedikit, kenapa?"

Dia membuka lebih lebar pintu kamar menyuruhku masuk. I've never been in his room before. Modern maskulin dengan interior serba warna navy cream. Untuk kerapihan dan kebersihan kamar seorang lelaki nilainya A+.

"Kamar kamu nyaman juga," ujarku masih mengagumi tiap detail sudut. Aroma peppermint dan tobacco cukup kuat memberi kesan elegan.

"Want something?"

"Aku minta rekomendasi donghua,"

"Hah?"

"Aku lagi suka nonton donghua, kamu punya rekomendasi judul oke kah? Lagi bosan drakor soalnya,"

"Tuh cek aja di laptop. Di aplikasi, buka aja history nya."

Soul Land, Renegade Immortal, Jade Dynasty, Throne of Seal, Swallowed Star, dan agh... banyak sekali!

"Donghua itu sedikit romance lebih banyak action"

"Romance oke juga tuh,"

"Mau yang MC nya monogami atau poligami?"

"Kok poligami?"

"Ya namanya manusia abadi hidupnya ratusan tahun, apalagi spek calon dewa. Bininya bisa lima. Memangnya kamu tidak suka harem?"

"Nggak sukalah, sukanya reverse harem"

"Ada sih tapi biasanya hentai. Mau?"

Bloody idiot!

Kembali melihat lagi senyum Kin dan tawa usilnya membuatku senang. Dia duduk di samping merebut laptop di pangkuanku. Aroma parfum di kemejanya bercampur keringat korporat.

I'm losing control tiba-tiba menghamburkan diri ke tubuhnya. Spontan aku mengendus dalam, menikmati aroma kemejanya terutama di lipatan ketiak. This dude's scent is super sensual.

HAH?!

Sepuluh detik kemudian aku sadar kelakuanku ini mirip kucing yang sakau keenakan mengendus catnip. Lelaki itu mematung, dia pasti tidak percaya kalau perempuan di sampingnya bisa berbuat sangat tolol. Aku mendongak, mengintip ekspresi kakunya, lalu menelan ludah.

"You're in the mood, huh?"

Dia berpikir kalau aku horny. Sekarang dia pasti berpikir kalau aku perempuan pervert dengan fetish mengendus keringat.

"Maaf aku tidak mood untuk making love, lelah."

Kin langsung berbaring telungkup.

"Ih bangsat, siapa yang horny? Otakmu itu yang mesum! Aku hanya suka wangi parfummu, tidak berpikir yang aneh-aneh."

"Iya iya..."

Energinya tidak ada untuk berdebat, sepertinya dia beneran capek. Tone suaranya lebih lemas dari biasanya.

"Aku tidak enak badan..." ucapnya pelan dengan mata terpejam.

"Kamu sakit?"

"Might have a cold"

Kucoba mengecek suhu tubuhnya dengan telapak tangan. Dahinya memang panas, wajahnya lebih memerah. Nafas dari hidungnya pendek dan terasa lebih hangat. Dia tidak sedang akting ternyata benar-benar sakit.

Aku menyiapkan baskom air hangat dan waslap. Kin yang setengah ngantuk terkejut saat aku mendorong tubuhnya agar pindah posisi baring.

"Aku kompres, sekalian bersihkan badanmu yang bau bensin ya! Buka kemejanya, sabuknya buka, copot celananya juga. Kamu pake boxer kan?"

Preman berandal di depanku berubah jadi balita lima tahun, menurut tanpa banyak tanya. Dia duduk di sisi kasur dengan mata setengah kantuk.

Ini benar-benar aku yang harus buka semua bajunya kah?

Tangan ini gemetar sedikit takut. Kemejanya sudah setengah terbuka jadi aku hanya melucuti kancing sisanya. Kujambak rambutnya agar segera bangun lalu menyuruhnya melepas pakaian bawah.

I've never taken care of a sick person before, apalagi sampai mengelap tubuhnya. Biasanya asistenku melakukan seperti ini kalau aku sakit, mengompres tubuh dengan rempah-rempah khusus pereda pegal linu. Tapi aku tidak punya stok rempah, hanya punya minyak gosok cina. Aku membalurkan lalu memberikan sedikit pijatan di punggungnya. Berkali-kali dia bersendawa.

"Pijatannya kurang keras,"

"Just massage it youself, dude!"

"Galaknya..."

"Kamu dan Luisa darimana, sampai masuk angin begini?"

"Tidak kemana-mana, tidak dengan siapa-siapa. Lembur di kantor."

"Berlebihan,"

"Apa yang kamu lakukan selama jadi Vice President? Kerjaanmu lebih banyak dikerjakan papa. Tiap hari hanya tanda tangan dokumen kan, terus pulang?"

Benar juga sih aku merasa punya kursi istimewa di kantor. Setiap approval project apapun hanya ada pada President Director, aku hanya diperlihatkan hasil akhir lalu tanda tangan jika papa memang sudah setuju sebelumnya. Tapi sekarang setiap keputusan papa bergantung pada Kin. Kin oke, maka papa oke. Jangan-jangan dia salah satu pewaris tambahan yang diam-diam disiapkan setelah sadar anaknya belum berkapabilitas dalam mengelola perusahaan.

I get point, she got rejected. Mendadak pengen senyum sedikit.

"Sejak kapan kamu jadi gangster?"

"What?"

"I can keep a secret, dont worry!"

"Aku tidak suka keributan, tapi kalau ada bangsat yang perlu dihabisi, bisa aku hajar sampai mati!"

"What's his sin?"

"Pencabulan anak-anak kecil"

"Okay he deserves that!"

Kalau tahu seperti itu mungkin kemarin lebih baik keluar mobil, ambil batu lalu kuhantam kepalanya sampai pecah.

Tidak ada pembahasan sama sekali tentang lelaki di dalam mobil yang bersamaku. Ternyata kegalauanku dari kemarin hanya bagian dari overthinking, dia tidak peduli apapun tentangku.

"Beristirahatlah, aku kembali ke kamar ya?"

"Thanks for looking after me"

Lembut dan sedikit basah, sebuah rasa yang membuatku bergidik saat ia tiba-tiba mengecup leherku. Damn, kesekian kalinya dia berhasil membuat jantungku mau lepas.

1
ForestCream
Kea visualnya disini kayak mbak mbak spg
Iris: /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
erzzzyy
seruu banget, ntar kin kenal gak ya
Iris: gimn yaa
total 1 replies
crownangel
ASTAGAAAAA
Iris: /CoolGuy//CoolGuy/
total 1 replies
Kayden
Ini ce malah masuk ke jurang maut sendiri, nekatt
Iris: /Cry//Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Sabrina
Badasss jadi anggota specter
Iris: /Angry//Angry//Angry/
total 1 replies
Iris
betuuul
Iris
hahahha
Iris
betul bullsyeeet
Iris
makasih kakkk
Iris
Tapi bodoh ya /Scream/
Sabrina
rania busuk banget mau gw racunin rasanya
Iris: Sabaaar pemirsa
total 1 replies
ForestCream
Jangan ikut jahat keaa
Iris: justru biar seru gak sih?
total 1 replies
gina
wkwkwkwk 😭
Iris: /Awkward//Awkward/
total 1 replies
gina
kea kamu sampe se effort ituu. gaenak ya dicuekin kin kan. 😭
Iris: Iyaa effort sendiri
total 1 replies
gina
btw thorrrr, ini kinnya kok ganteng juga ya. tolong bilangin kea. kayanya kin lagi liatin aku juga dah.😊
Iris: emang kin ganteng bangett
total 1 replies
gina
gawat nih kalo kin sampe tahu pasti bakal marah besar. duhhh🤣
Iris: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
gina
busettt squadnya. kea masuk squad mana nih 😊
Iris: Squad pemberantas ani-ani hehe
total 1 replies
gina
wkkwkwkkwkw kin harus banyak sabar juga
Iris: betuuul
total 1 replies
gina
kalo disuruh memutar waktu. pengin dah balik ke masa kecil. seru banget yaa
Iris: Bangeettt
total 1 replies
gina
fotonya sangat serasiii thorr bagus🥰
Iris: Visual ganteng dan cantik /Angry//Joyful/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!