NovelToon NovelToon
Galaxio

Galaxio

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:720
Nilai: 5
Nama Author: Itachi Wife

Ganteng ✔️
Kaya Raya ✔️
Pintar ✔️
Jago Olahraga ✔️
Jago Bela Diri ✔️
Orangtua Cakep ✔️
Kesayangan Semua Orang ✔️

Fajarendra Galaxio Nayanka, putra sulung dari pengusaha kaya raya, Aksara Langit Nalendra, dan mantan model terkenal, Wulandari Camelia Yovanka. Lahir & tumbuh dikeluarga konglomerat dengan segala kelimpahan harta & kasih sayang dari semua orang, membuat lelaki yg akrab disapa Galaxio itu merasa kehidupannya sudah sangat sempurna.

Namun siapa yg mengira bahwa semua sketsa-sketsa indah yg sudah ia rancang untuk masa depannya, harus hancur dalam sekejap. Dan yg lebih parahnya lagi, yang menjadi penyebab dari kehancuran itu adalah satu-satunya wanita yg berhasil menarik perhatiannya, bahkan menumbuhkan cinta dalam hatinya. Wanita yg ia kira akan menemaninya membangun kisah cinta romantis, justru memberinya luka yg amat tragis. Akankah kisah Galaxio berakhir bahagia seperti kisah orangtuanya dulu? Atau justru berujung pilu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itachi Wife, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Beberapa minggu kemudian...

Ujian tes masuk SMA sudah dilaksanakan, dan hasilnya pun sudah keluar beberapa hari yang lalu. Bahkan Gala berhasil mendapatkan peringkat pertama diantara semua peserta tes dengan mendapatkan hasil tes tertinggi, disusul Arnav dan Skylar di 10 besar. Dan sesuai janji Langit, setelah ujian tes masuk SMA selesai, mereka akan pergi berlibur bersama. Seperti malam ini, mereka tengah berkumpul di sebuah mansion atau lebih tepatnya kantor utama GK, di Jepang. Bukannya Langit tak mampu untuk membawa keluarganya menginap di hotel berbintang, tapi itu adalah permintaan sang putra semata wayang yang ingin mengenal lebih dalam sosok Grandpa dan Grandma-nya.

"Pi, ruangan itu kenapa gak bisa dibuka?" tanya Gala saat berkeliling dengan Papinya, Arnav dan juga Skylar. "Lo gak liat itu kuncinya pake sidik jari" ujar Skylar. "Ya maksud gua sidik jari si..." Klik... Pintu tersebut terbuka saat Maminya tiba-tiba datang dan membuka kunci ruangan itu dengan sidik jarinya. "Selesai" ujar Wulan tersenyum. "Thanks Mom" ujar Gala tersenyum dan membuka lebar pintu ruangan itu. Mereka semua, kecuali Wulan, tampak tercengang melihat ruangan yang begitu besar, mewah, canggih dan jangan lupakan senjata-senjata yang tersusun rapi dalam lemari kaca di setiap sudut ruangan. "Wow, keren banget" ujar Skylar. "Gilak, kek di film-film Hollywood" sahut Arnav.

"Mi, ini ruangan apa?" tanya Gala menoleh pada sang ibu yang sudah duduk di sofa ruangan tersebut. "Oh, ini ruangan Grandpa Hiro sayang. Tapi juga digunain sebagai ruang kerjanya Om Fajar" ujar Wulan. "Berarti cuman 3 orang yang bisa buka ruangan ini ya Mi?" tanya Gala yang digelengi oleh Wulan. "6, eh 7 maksudnya,,, iya, ada 7 orang yang bisa buka ruangan ini" ujar Wulan. "Siapa aja tuh Mi?" tanya Arnav turut kepo. "Mami, Om Fajar, Grandpa Hiro, Grandma Nara, Opa Zhen, Oma Zheva, sama Uncle Bian" ujar  Wulan. "Ini foto Grandpa Hiro ya, Mi?" tanya Skylar menunjuk salah satu foto yang berjejer di dinding, yang diangguki oleh Wulan.

"Ganteng banget gilak. Pantes aja Mami bisa secantik itu, Grandpa Hiro sama Grandma Nara aja cakep gini" ujar Skylar. "Opa Zhen sama Oma Nara juga gak kalah cakep ya" ujar Arnav. "Om Fajar juga ganteng banget. Keren,,, andai Gala bisa ketemu sama Om Fajar" ujar Gala pelan. "Kamu tuh kenapa ngefans banget sama Bang Fajar sih? Papi ikutan kepo jadinya" ujar Langit. "Gak tau juga sih, penasaran aja gitu rasanya. Kalo dari cerita Om-Om DK, Om Fajar tuh keren banget orangnya" ujar Gala memperhatikan foto Fajar tersebut.

"Mi, ini ruangan apa lagi?" tanya Gala menunjuk sebuah pintu. "Eh? Hm, itu,,, ng,,, gak usah diliat ya sayang" ujar Wulan tergagap, membuat Langit justru mengernyit. Lelaki itu bangkit dan hendak membuka pintu, namun Wulan menahan pergelangan tangan Langit. "Kak, gak usah ya, aku,,, aku gak enak sama kakak" ujar Wulan. "Emang ada apa di dalam sampe kamu setakut itu?" tanya Langit. "Hm, itu,,, itu..." Ceklek... Langit dengan cepat membuka ruangan tersebut dan masuk, membuat Wulan dan yang lain turut menyusul. Mereka semua tampak tertegun melihat ruangan yang disetiap dindingnya penuh dengan foto Fajar dan Wulan. Yap, ruangan itu penuh dengan foto Fajar dan Wulan mulai dari kecil hingga foto prewedding mereka dulu.

Pada ruangan itu juga terdapat pakaian pernikahan yang seharusnya digunakan oleh Wulan dan Fajar. Dibeberapa lemari kaca juga terdapat barang-barang pemberian Fajar hingga perhiasan dan juga cincin pernikahan yang belum sempat dipakai. Semuanya disusun rapi bak museum. "Aku baru tau ada ruangan ini" ujar Langit menelisik seisi ruangan. "Boys, lanjutin tour kalian sendiri ya" ujar Langit lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. "Mas... Mas tunggu dulu..." ujar Wulan. "Anak-anak, kalian lanjut liat-liat sendiri bisa kan? Kalo ada yang pake sistem keamanan, password-nya 0612. Semuanya sama kok" ujar Wulan lalu mengejar Langit. "Lo sih Gal. Pake segala nunjuk nih kamar. Papi sama Mami jadi berantem tuh" ujar Arnav. "Ya mana gua tau ini ruangan spesial khusus Om Fajar sama Mami" ujar Gala.

Sementara di tempat lain...

"Mas dengerin aku dulu" ujar Wulan menyusul Langit ke kamar. "Apa? Denger apa lagi? Bisa-bisanya kamu nyembunyiin ruangan itu dari aku. Buat apa? Supaya kamu bisa ngenang masa-masa indah kamu sama Bang Fajar dulu sendirian? Iya?!" bentak Langit membuat Wulan terdiam. "Aku,,, gak pernah ke sana" ujar Wulan membuat Langit tersentak. "Cuma sekali,,, itu pun untuk letakin semua barang-barang yang berkaitan dengan Kak Ganen. Karena,,, aku gak mungkin nyimpen semua itu di rumah kita. Aku menghargai Mas sebagai suamiku, makanya aku berniat untuk mengubur semua tentang Kak Ganen" ujar Wulan pelan. "Sa..." "Mas ingat saat kita honeymoon ke Jepang dulu?" potong Wulan yang diangguki kaku oleh Langit. "Itu pertama dan terakhir kalinya aku ke ruangan itu" ujar Wulan.

"Kalo Mas gak percaya, Mas bisa tanya ke Om Nicholas, dia yang ngurus semua itu bareng Ivo" lanjutnya. "Aku tau Mas mungkin berpikir aku masih cinta sama Kak Ganen kan? Haha,,, awalnya iya Mas" ujar Wulan membuat Langit menatap lekat. "Tapi sejak Gala hadir, aku udah bunuh semua perasaan aku ke Kak Ganen. Karena bagi aku, Gala bukan hanya sekedar anak, tapi dia hadir sebagai bukti cinta kita. Nyawaku yang aku pertaruhkan untuk bawa dia ke dunia ini" ujar Wulan. "Lagi pula,,, aku gak mau menodai pernikahan kita dengan perasaan terlarang itu" lanjutnya lirih dengan airmata yang terus mengalir dikedua pipinya. "Sayang,,, aku min..." "Maaf kalo kesannya aku boongin Mas" potong Wulan lebih dulu.

"Tapi Mas... Jangan paksa aku untuk musnahin semua itu ya" ujar Wulan. "Cuman itu yang aku punya. Aku gak bisa ketemu Kak Ganen lagi, gak bisa nyentuh dia, sedangkan sejak kecil,,, aku tumbuh sama dia, bahkan dia yang jaga aku selama ini. Kalo aku gak bisa pertahanin cintaku ke dia, setidaknya izinin aku pertahanin kenangan kami, karena cuman itu yang aku punya" isak Wulan membuat Langit langsung memeluk sang istri. "Ssttt, iya sayang iya. Maafin aku,,, aku kebawa emosi" ujar Langit. "Aku gak larang kamu kok, aku juga gak nyuruh kamu bakar semua itu. Maafin aku, gak seharusnya aku bersikap kekanak-kanakan" ujar Langit mengelus rambut sang istri. "Langit brengsek! Bisa-bisanya lo gak tau malu gini! Kalo bukan karena Bang Fajar, lo gak akan bisa hidup bahagia gini" ujar Langit dalam hati.

1
Maya Sari
gala slalu bilang maaf n takut kehilangan Luna tp gk peka masih aja pacaran sama Aruna Maruk gala ini ya.
pihak sekolah nya gmna ada tauran di sekolah kok gk panggil polisi sampai ada kasus penusukan bgtu kok anteng aja 🤦
Shadow Girl: pukul aja Gala-nya pukul 😌😌
total 1 replies
Max >w<
Characternya bikin terikat! 😊
paulina
Wajib dibaca!
Mưa buồn
Gila PPnya cakep bangeeet, cepetan thor update lagi please!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!