♡Sebelumnya membaca Pernikahan kontrak dengan Ceoku karena cerita ini diambil dari salah satu karakter disana.♡
Rara gadis desa yang tinggal dipinggiran pantai Yogjakarta terpaksa menikah dengan pengusaha kaya asal London.
Keinginan untuk menyembuhkan si mboknya membuat dia menyetujui pernikahan itu.
Yang Rara fikirkan adalah bagaimana dia mendapatkan uang untuk perawatan si mboknya.
Mike adalah calon suami Rara, Mike ingin menikahi Rara karena tidak mau di jodohkan oleh keluarganya, dia lebih memilih untuk menikah dengan orang lain siapunpun itu asal bukan Kimberly gadis pilihan orangtuanya yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
Ternyata tak semudah yang mereka bayangkan,setelah pernikahan mereka akan ada banyak rintangan yang akan mereka hadapi terutama dari keluarga besar Mike yang sudah menentukan calon istri untuk Mike.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaun Pengantin
Aldo melajukan mobilnya sesuai dengan arahan Mike, Rara hanya terdiam di dalam mobil sambil menatap Mike.
"Kita mau kemana?" tanya Rara
"Butik .." jawab Mike
"Butik itu apa mas?"
"Astaga Rara, sudah diem duduk manis aja ya, nanti juga kamu akan tahu" jelas Mike.
Rara terdiam dan mulai memainkan ponselnya, Mike masih saja sibuk dengan jalanan di depannya sambil memberi arahan ke Aldo. Mike belum pernah ke butik milik tantenya Devan itu walaupun dia sudah kenal dengan pemilik butik yaitu tante Elsya.
Mike melihat ke ponselnya, benar sekali dia sudah berada di depan butik, Rara melihat keluar dan tersenyum.
"Ini toko baju mas, kok bilang butik"
Mike hanya menggeleng pelan mendengar ucapan Rara, kenapa calon istrinya ini benar- benar polos. Mike menggandeng tangan Rara dan masuk ke butik.
"Selamat datang..."
Sapa salah satu pegawai butik, Mike berbicara sebentar dengan pegawai itu, kemudian mereka di arahkan naik ke lantai dua. Mike mengajak Rara untuk naik , di lantai dua tampak tante Elsya sedang memberikan pengarahan pada salah satu pegawainya.
Begitu tante Elsya menoleh dia mendapati Mike dan seorang gadis.
"Mikee...lama gak ketemu"
"Iyaa tante"
"Bener kamu akan menikah, tadi Clara menghubungi tante katanya kamu mau kesini mau pesen gaun pengantin" ucap tante Elsya.
"Benar tante, lebih tepatnya saya mau gaunnya hari ini juga, karena besok acara pernikahannya" jawab Mike.
"Appaaa? mendadak sekali"
"Lebih cepet, lebih baik tante"
"Ini calon istrimu Mike?" tanya tante Elsya.
" iyaa tante" jawab Mike
"Saya Rara tante" ucap Rara lirih
"Cantik sekali kamu sayang"
Rara tersenyum mendengar perkataan tante Elsya, Rara tidak bisa memilih gaun pengantinnya karena kebinggungan, gaun disana cantik- cantik semua.Akhirnya Mike yang memilihkan gaun pengantin untuk Rara.
Rara mencoba gaun yang di pilihkan Mike untuknya, sejenak Mike tertegun dan menelan ludah kasarnya, Rara terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang dia pilihkan untuknya.
"Cantik sekali kamu sayang" ucap tante Elsya
Rara hanya tersenyum dan kembali ke ruang ganti saat Mike sudah menentukan gaun yang dia pakai tadi sebagai gaun pernikahannya. Tante Elsya menatap tajam wajah Mike.
"Mike..kalau kamu sudah memutuskan untuk menikah, jangan pernah kamu tinggalkan istrimu" ucap Tante Elsya.
"Jangan khawatir tante, aku akan menjaga istriku dengan baik" jawan Mike.
"Ohh..ya Mike gimana kabar Farah istri Devan?"
"Menurut bi Asih Farah ada di rumah kakeknya, aku juga belum sempat kesana mencari Farah tante"
"Ya sudah, tante hanya kasihan sama dia, gak nyangka Devan mengambil keputusan meninggalkan Farah" jelas tante Elsya.
Setelah Rara keluar dari ruang ganti dan menghapiri mereka, tante Elsya menyuruh Rara duduk di sebelahnya.
"Sayang, semoga pernikahanmu lancar dan bahagia selalu" ucap tante Elsya
"Iyaa tante makasih"
Mike meninggalkan butik tante Elsya dan kembali ke kantor karena ada meeting, sebelum kekantor Mike lebih dulu menyuruh Aldo mengantarkan Rara pulang.
Saat Rara sampai dirumah dia melihat bi Asih dan mang Diman ada disana, Rara sangat senang karena dia sangat kesepian di rumah sebesar itu sendirian, sedangkan Mike selalu pulang larut malam saat dia sudah terlelap.
"Bi kok datang gak bilang Rara" ucap Rara sambil memeluk bibinya.
"Tadi tuan Mike minta kami kesini nemenin kamu Ra" jawab bi Asih.
"Gimana tadi pilih gaun pengantinnya?"
"Udah bi, mas Mike yang milihin, abis Rara binggung bajunya bagus-bagus semua" jawab Rara.
"Gimana keadaan si mbok mu Ra?"
"Si mbok baik bi, gimana kalau kita jenguk si mbok bi?"
"Tapi apa tuan Mike gak marah Ra?"
Rara mengambil ponselnya dan menghubungi Mike, dering ke tiga Mike mengangkat panggilannya.
"Hallo Mas"
"Iyaa ada apa Ra?"
"Aku boleh gak jenguk si mbok sama bi Asih?"
"Ya, disana ada mang Diman kan?"
"Iyaaa, makasih mas"
Rara tersenyum senang, mereka akhirnya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk mbok Darmi, dalam perjalanan Rara tak henti-hentinya bercerita tentang kebaikan Mike pada bibinya.
Sampai di rumah sakit Rara dan bi Asih bergegas masuk ke ruang perawatan mbok Darmi, di dalam kamar mbok Darmi sedang makan di temani suster, mbok Darmi sangat senang saat melihat Rara dan bi Asih datang mengunjunginya.
Melihat kakaknya mendapat perawatan terbaik bi Asih merasa sangat bersyukur.
"Asih sue ora ketemu,awakmu tambah lemu ae? (Asih lama gak ketemu, badanmu tambah gemuk aja )" ucap mbok Darmi
"Sepurane mbak, Asih ora iso muleh ngendangi sampean ( maaf kak, Asih gak bisa pulang nengok kakak )" jawab bi Asih.
Mereka berbincang dan saling melepas kangen, lama bi Asih tidak pulang ke Yogya membuat dia merasa bersalah pada kakaknya.
Bi Asih memberi tahu mbok Darmi bahwa besok Rara akan menikah dengan Mike, acara pernikahannya hanya di adakan di Gereja dengan di saksikan saudara dan teman dekat saja, berhubung Rara hanya sendiri maka dia dan mang Diman yang akan ikut ke Gereja.
Mbok Darmi menanyakan tenang orang tua Mike, Rara kebinggungan karena jujur dia belum pernah bertemu ataupun berbicara pada calon mertuanya itu, Bi Asih mengambil alih pembicaraan dan menjelaskan kepada Mbok Darmi bahwa keluarga Mike ada di London dan tidak bisa pulang.
Mbok Darmi akhirnya mengerti, membuat bi Asih sedikit merasa lega, mbok Darmi tau alasan Mike menikahi Rara karena tidak ingin di jodohkan oleh orang tuanya yang ada di London, bi Asih hanya berharap Rara tetap kuat dan Mike benar- benar bisa melindungi dan menyayangi keponakannya itu.
Setelah hari berubah menjadi malam, bi Asih dan Rara meninggalkan rumah sakit, dia ingin Rara beristirahat lebih awal, soalnya besok pagi dia harus menikah, bi Asih sangat sayang pada Rara walaupun dia bukan keponakan kandungnya.
Setelah sampai di rumah, bi Asih menyuruh Rara segera mandi dan istirahat di kamar, sedangkan dia sedang berbicara serius dengan suaminya.
"Mas apakah ini yang terbaik buat Rara, aku sangat takut" kata bi Asih.
"Sudahlah mungkin ini sudah takdir Rara, semoga saja keluarga tuan Mike bisa menerima Rara" jawab mang Diman.
Akhirnya mereka hanya bisa menyerahkan semua pada takdir,semoga Rara mendapatkan kebahagian hanya itu harapan bi Asih.
Mike selesai dengan pekerjaannya, dia memutuskan untuk tidur di ruang istirahat kantornya karena sudah larut malam, dia juga gak khawatir karena dirumah Rara sudah di temani bi Asih dan mang Diman.
Sengaja Mike menyuruh Aldo menyiapkan jas nya di kantor, besok pagi Mike berangkat dari kantor dan menjemput Rara di rumah.
Pernikahan itu hanya akan di adakan di Gereja yang tak jauh dari rumah, hanya akan ada bi Asih, mang Diman, Aldo dan juga Agus yang akan datang kesana.
♡♡♡
To be continue...