NovelToon NovelToon
GODJEK

GODJEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lihazel

Seorang driver ojol tampan tapi bernasib sial mendapatkan sistem aplikasi "Godjek" misterius, di mana setiap orderan absurd dari pelanggan cantik memberinya hadiah kekuatan aneh yang bikin geleng-geleng kepala.

Bertahun-tahun lalu, sebelum jadi ojol, Raka memiliki seorang adik perempuan yang sangat dia sayangi. Suatu hari, adiknya memesan ojek online malam-malam untuk pulang. Raka yang saat itu sibuk, tidak bisa menjemputnya sendiri.

Malam itu, ojol yang ditumpangi adiknya mengalami kecelakaan fatal.
Kata-kata terakhir adiknya di telepon sebelum kecelakaan adalah: "Mas, aku udah jalan ya, ojolnya baik banget." Raka tidak pernah memaafkan dirinya sendiri. Dia menjadi ojol yang baik untuk "menebus Dosa" dan penyesalan di dasar hatinya setelah adiknya pergi untuk selama-lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lihazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Preman Elite

Angin siang di sepanjang jalan protokol Jenderal Sudirman berembus cukup kencang, membawa hawa panas yang membakar aspal ibu kota. Di atas motor Supra Fit-nya yang melaju dengan kestabilan mekanis tingkat tinggi akibat sinkronisasi sistem gaib, Arya Prasetya baru saja menyelesaikan pengantaran dokumen rahasia milik seorang kurator seni di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Setelan jaket ojol hijau-peraknya yang memancarkan kilau premium yang halus kontras dengan lalu lintas padat di sekitarnya.

Namun, ketenangan Arya pasca-berkendara langsung terganggu ketika ponsel gaib di dalam saku kirinya bergetar dengan pola ritmis yang tidak biasa. Getaran ini tidak memancarkan warna merah tanda darurat sistem, melainkan pendaran warna ungu keperakan yang menandakan adanya manipulasi jaringan sosial kasta atas yang sedang terjadi secara masif di sekitarnya.

TING-TONG!

[NOTIFIKASI SISTEM: OPERASI "KADIN HORE" DI DETEKSI!]

Dua target VIP (Citra Kirana & Nadia Anastasia) telah meninggalkan kediaman Unit Matriarkal Tertinggi (Ibu Aminah) dengan tingkat kepuasan emosional mencapai 95%. Efek restu tidak tertulis telah membuka gerbang kolaborasi bawah tanah di antara keduanya untuk menaikkan peringkat sosial ekonomi Driver ke level tertinggi di mata publik Jakarta.

Indikator Pergerakan Taktis:

Pihak Grand Indonesia Group (Citra Kirana) sedang memproses penerbitan kartu kemitraan logistik eksklusif tingkat nasional yang menempatkan Driver sebagai Chief Operations Navigator untuk lini pengiriman VIP Retail.

Pihak High-Fashion Syndicate (Nadia Anastasia) sedang merancang kampanye visual berskala besar yang menunjuk Driver sebagai The Face of Urban Mobility untuk koleksi busana musim gugur pria di Asia Tenggara.

Peringatan Sistem: Manuver ini memicu lonjakan kecemburuan sosial dan alarm kewaspadaan di kalangan putra-putra konglomerat yang tergabung dalam faksi Segitiga Emas Jakarta. Target musuh potensial baru terdeteksi sedang menyusun perimeter pembalasan!

Arya hanya bisa mendesah panjang di balik kaca helm premiumnya, memarkirkan motornya di area khusus ojol di depan salah satu gedung perkantoran megah. “Aduh, Gusti... ini dua dewi abis pulang dari rumah emak gua bukannya pada tobat atau fokus sama bisnis masing-masing, malah makin menjadi-jadi bikin konspirasi! Yang satu mau bikin gua jadi kepala navigator logistik, yang satu lagi mau pasang muka gua di baliho sepanjang jalan Sudirman pake baju model musim gugur! Muka ojol Tambora kayak gua mau dipajang di majalah fashion? Bisa-bisa pas gua narik besoknya, penumpang pada minta foto bareng bukan minta buru-buru sampai tujuan!”

Monolog batin Arya terputus ketika sebuah tepukan keras mendarat di bahu kanannya. Ia menoleh dan mendapati sesama driver ojol pangkalan Tambora, seorang pria bertubuh gempal bernama Riko, sedang menatapnya dengan mata melotot dan napas terengah-engah seperti orang yang baru saja dikejar anjing pelacak.

"Arya! Lu gila ya, Ya?! Lu bener-bener punya khodam penglaris dari pesugihan mana sih?!" seru Riko dengan suara tertahan agar tidak didengar oleh satpam gedung.

"Santai, Rik, santai. Ada apa emangnya? Tarik napas dulu, jangan heboh kayak komandan pangkalan habis dapet orderan fiktif seratus porsi," sahut Arya dengan ketenangan seorang pendekar aspal.

"Fiktif matamu peyang! Lu belum buka grup WhatsApp pangkalan?!" Riko langsung menyodorkan ponsel pintarnya yang layarnya retak seribu tepat di depan wajah Arya. "Lihat ini! Si Bang Jay baru aja nge-share foto di grup. Pangkalan kita... pangkalan Tambora yang tadinya cuma tanah becek atap seng karatan, subuh tadi dirombak total jadi kayak ruang tunggu bandara bintang lima! Ada AC-nya dua unit, kursinya pakai kursi refleksi kulit premium yang harganya puluhan juta, terus warkop Mbak Sri berubah jadi warkop estetik marmer sintetis yang semua makanannya digratisin buat kita seumur hidup! Bang Jay bilang ini semua gara-gara lu bawa dua cewek elit makan soto tangkar semalam! Seluruh anak pangkalan Tambora sekarang lagi syukuran makan mie instan pake telur gratis sambil muji-muji nama lu kayak pahlawan nasional!"

Arya hanya bisa tersenyum pasrah, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah, itu... cuma bonus ulasan bintang lima dari pelanggan VIP semalam, Rik. Mereka cuma pengen pangkalan kita lebih layak aja."

"Layak apanya?! Itu mah bukan layak lagi, itu namanya pemanjaan kasta proletar oleh kasta borjuis tingkat dewa!" Riko menggeleng-gelengkan kepalanya penuh kekaguman yang sarat akan rasa iri yang sehat. "Tapi denger-denger dari Mbak Sri, siang ini dua cewek itu juga datang ke rumah emak lu bawa kue apem sama kue talam organik. Wah, Ya... kalau emak lu udah merestui, fix lu tinggal pilih mau jadi menantu konglomerat retail atau menantu agensi model Paris. Jangan lupain gua ya kalau lu udah jadi pemilik Grand Indonesia!"

Sebelum Arya sempat menanggapi gurauan Riko, atmosfer di sekitar lobi gedung perkantoran megah tersebut mendadak berubah drastis. Tiga buah mobil sport mewah ber-cc tinggi dengan raungan mesin yang memekakkan telinga—sebuah Ferrari merah, Lamborghini hitam, dan Porsche kuning—berhenti dengan posisi arogan tepat di depan lobi utama, memotong jalur masuk kendaraan lainnya.

Dari dalam mobil-mobil tersebut, turunlah tiga orang pemuda berpenampilan sangat necis dengan pakaian desainer bermerek dari ujung kepala hingga ujung kaki. Jam tangan mewah senilai miliaran rupiah melingkar di pergelangan tangan mereka, memancarkan aura arogansi kasta elit yang terbiasa menyelesaikan segala masalah dengan kekuatan finansial orang tua mereka.

Pemimpin dari kelompok tersebut adalah seorang pria berambut klimis dengan tatapan mata yang sangat angkuh bernama Reynald Pratama—sepupu jauh dari Dewa Pratama yang tempo hari basis operasinya di Grand Indonesia diobrak-abrik oleh intervensi taktis Arya dan Citra Kirana. Di kanan dan kirinya berdiri dua anak konglomerat anggota faksi Segitiga Emas yang dikenal sebagai penguasa sirkuit balap liar elit Jakarta.

Mata tajam Reynald langsung menyapu area parkir ojol dan tertuju tepat pada sosok Arya Prasetya yang sedang berdiri di samping motor Supra Fit-nya. Dengan langkah kaki yang dihentakkan sengaja, Reynald dan kelompoknya berjalan mendekati Arya, mengabaikan tatapan ketakutan dari para pekerja kantoran dan satpam yang berjaga.

"Jadi... ini dia makhluknya?" sindir Reynald dengan nada suara yang sengaja ditinggikan, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Arya dari atas ke bawah dengan pandangan menjijikkan. "Seorang driver ojol miskin dari gang kumuh Tambora yang belakangan ini berani bikin kekacauan di lingkaran sosial Citra Kirana dan Nadia Anastasia? Pria yang bikin sepupu gua, Dewa, kehilangan reputasinya di manajemen mall?"

Riko yang berada di samping Arya langsung menciut, mundur beberapa langkah ke belakang dengan wajah pucat, menyadari bahwa pria-pria di depan mereka adalah jenis manusia yang bisa membuat orang menghilang dari Jakarta hanya dengan satu panggilan telepon. Namun, Arya Prasetya tetap berdiri tegap. Postur tubuhnya yang kokoh akibat bertahun-tahun mengangkat galon air isi ulang milik ibunya memberikan kesan intimidasi balik yang sangat alami. Tatapan matanya yang setajam elang menatap lurus ke dalam manik mata Reynald tanpa ada rasa gentar sedikit pun.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan-tuan?" tanya Arya dengan suara baritonnya yang tenang dan penuh wibawa maskulin, sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan kasta sosial mereka. "Kalau mau pesan ojek, silakan gunakan aplikasi. Di sini saya sedang tidak menerima orderan manual, apalagi orderan yang diawali dengan arogansi jalanan."

Mendengar jawaban tenang namun menusuk dari Arya, salah satu teman Reynald yang berambut dicat perak langsung mendengus geram. "Heh, ojol sialan! Lu gak tahu lu lagi ngomong sama siapa?! Ini Reynald Pratama, pewaris tunggal Pratama Logistics. Jangan mentang-mentang lu dapet perhatian sesaat dari Citra sama Nadia karena mereka lagi bosan sama cowok elit, lu bisa belagu di kawasan Sudirman ini! Tempat lu itu di gang becek, bukan di sini!"

Reynald mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat agar temannya diam. Ia melangkah satu langkah lebih dekat ke arah Arya, menampilkan senyuman sinis yang sarat akan ancaman korporat. "Gua tahu taktik lu, Arya. Lu sengaja pura-pura jadi pria miskin yang tulus buat menarik simpati Citra yang kaku dan Nadia yang haus perhatian publik. Taktik manipulasi psikologis kelas teri. Tapi lu harus tahu batas, ojol. Subuh tadi, orang-orang gua ngeliat tim Grand Indonesia dan agensi mode Nadia ngerombak pangkalan kumuh lu di Tambora. Lu udah memanfaatkan kebaikan mereka buat memperkaya komunitas miskin lu."

Reynald mengeluarkan sebuah cek tunai dari dompet kulit buayanya, lalu menuliskan sebuah angka dengan pena emasnya sebelum melemparkan kertas cek tersebut tepat ke arah dada Arya. Kertas itu melayang jatuh di atas jok motor Supra Fit.

"Di situ tertulis satu miliar rupiah," ucap Reynald dengan nada meremehkan yang sangat kental. "Ambil uang itu. Beli motor baru yang layak, pindah dari Tambora, dan yang paling penting... hapus kontak Citra Kirana dan Nadia Anastasia dari ponsel murahmu. Jangan pernah muncul lagi di depan mereka atau di kawasan bisnis ini seumur hidupmu. Kalau lu menolak... gua bisa mastiin besok pagi seluruh aplikasi ojek online lu diblokir massal secara permanen di seluruh Indonesia, dan pangkalan mewah baru lu di Tambora itu akan diratakan dengan tanah oleh buldoser dinas tata kota atas perintah jaringan legal perusahaan gua. Pilihan yang sangat rasional untuk orang miskin seperti lu, kan?"

Arya menatap kertas cek satu miliar yang tergeletak di atas jok motornya selama beberapa detik. Di dalam hatinya, sebuah monolog batin yang dipenuhi oleh rasa geli sekaligus kepuasan taktis berputar cepat. “Satu miliar rupiah? Wah... si Reynald ini kayaknya kurang jauh mainnya. Dia gak tahu kalau di saldo Go-Pay gaib sistem gua aja udah ada puluhan juta yang bisa gua cairin kapan aja, belum lagi aset pangkalan gua yang nilainya udah miliaran berkat dua dewi itu. Uang segini mau dipake buat beli harga diri ojol Tambora? Murah banget taruhannya!”

Tepat pada detik keheningan tersebut, ponsel gaib di saku Arya kembali memancarkan getaran kuat yang kali ini memancarkan cahaya keemasan murni ke dalam benaknya.

TING-TONG!

[NOTIFIKASI SISTEM: TANTANGAN PRESTISE KASTA ELIT DIAKTIFKAN!]

Target Musuh (Reynald Pratama) mencoba melakukan intimidasi finansial dan ancaman eksistensi terhadap Driver serta komunitas pangkalan Tambora. Sistem menolak penghinaan ini secara mutlak!

Pilihan Aksi Sistem:

[Tolak dan Permalukan]: Gunakan item gaib “Kartu Pembalik Likuiditas Korporat” untuk membekukan rekening utama Pratama Logistics dalam waktu tiga menit melalui kegagalan sistem perbankan massal. (Hadiah: Ulasan Bintang 5 Mutlak dari Citra Kirana yang mendeteksi sabotase hukum).

[Diplomasi Aspal Jalanan]: Gunakan skill “Ego Crusher Baritone” untuk menghancurkan mentalitas Reynald di depan publik, diikuti dengan kedatangan armada perlindungan taktis dari dua target VIP secara simultan. (Hadiah: Peningkatan Poin Ojol +500.000 dan pembukaan kunci item “Parfum Pemikat Otoritas Matriarkal”).

Driver diwajibkan memilih Opsi 2 untuk menciptakan efek dramatisasi sosial tingkat tinggi yang akan memperkuat posisi Driver sebagai pusat perhatian di wilayah Segitiga Emas!

Arya tersenyum tipis—sebuah senyuman yang memancarkan daya tarik maskulin yang sangat berbahaya dan penuh dengan misteri. Ia mengambil kertas cek satu miliar tersebut menggunakan dua jarinya, lalu tanpa ragu sedikit pun, ia melipat kertas itu menjadi dua bagian, empat bagian, hingga menjadi sebuah lipatan kecil berbentuk pesawat kertas darurat.

"Tuan Reynald Pratama," ucap Arya dengan suara baritonnya yang mendadak bergaung dengan frekuensi Ego Crusher yang disuntikkan sistem. Suara itu begitu berat, berwibawa, dan memancarkan tekanan mental yang begitu tebal hingga membuat Reynald dan kedua temannya mendadak merasakan lutut mereka agak lemas tanpa alasan yang jelas. "Uang satu miliar ini mungkin sangat besar untuk membeli harga diri orang-orang di lingkaran bisnis Anda yang selalu diukur dengan angka saham. Tapi bagi saya, harga diri keluarga saya di Tambora dan ketulusan hubungan saya dengan Nona Citra maupun Nona Nadia tidak memiliki label harga di pasar retail mana pun."

Arya melemparkan pesawat kertas cek tersebut tepat ke arah lubang angin kap mesin Ferrari merah milik Reynald dengan presisi gerakan tangan yang luar biasa.

"Mengenai ancaman Anda untuk meratakan pangkalan kami atau memblokir aplikasi saya," lanjut Arya, matanya menatap tajam ke dalam bola mata Reynald yang mulai memancarkan keraguan emosional. "Silakan dicoba. Mari kita lihat apakah jaringan hukum korporasi Anda bisa bergerak lebih cepat daripada kemarahan seorang Citra Kirana yang mendapati investasi CSR-nya diganggu, atau kecepatan publikasi media internasional milik agensi Nadia Anastasia yang siap menghancurkan reputasi keluarga Pratama dalam waktu satu malam akibat tindakan premanisme jalanan."

"Lu... lu berani nantang gua?!" bentak Reynald, wajah klimisnya memerah padam karena murka yang luar biasa akibat dipermalukan oleh seorang driver ojol di depan tempat umum. Ia mengepalkan tangan kanannya, bersiap untuk maju melakukan tindakan fisik.

Namun, sebelum tangan Reynald sempat bergerak lebih jauh, sebuah suara deru ban mobil yang mengerem dengan sangat tajam dan presisi terdengar dari arah pintu masuk lobi. Bukan hanya satu, melainkan dua armada kendaraan kelas tertinggi yang luar biasa megah datang membelah jalanan dengan formasi taktis yang mematikan.

Sebuah mobil Rolls-Royce Phantom hitam eksklusif dengan plat nomor khusus korporat Grand Indonesia Group berhenti di sisi kanan, sementara sebuah mobil SUV premium Range Rover SV Autobiography berwarna abu-abu satin milik agensi mode internasional Nadia Anastasia berhenti di sisi kiri, mengunci posisi tiga mobil sport milik Reynald di tengah-tengah seperti jepitan benteng besi.

Pintu Rolls-Royce terbuka, dan melangkah keluar sosok Citra Kirana dengan blazer premium navy blue-nya yang memancarkan aura wibawa penguasa yang sangat dingin dan menakutkan. Di saat yang sama, dari dalam Range Rover, Nadia Anastasia turun dengan kacamata hitam besarnya yang ia turunkan sedikit ke hidung, memancarkan pesona angkuh seorang supermodel papan atas yang siap menghancurkan karier siapa pun yang mengganggunya.

Kehadiran dua dewi ibu kota secara simultan di kawasan Sudirman siang itu seketika membuat seluruh atmosfer tempat tersebut menjadi sangat padat akan ketegangan kasta tertinggi. Para pekerja kantoran yang menonton dari balik jendela kaca gedung langsung menahan napas berjamaah.

"Reynald Pratama," panggil Citra Kirana dengan nada suara yang tenang namun bergaung sedalam es kutub utara yang sanggup membekukan aliran darah siapa pun yang mendengarnya. Ia berjalan mendekat dengan langkah kaki yang tegas, berdiri tepat di samping kiri Arya Prasetya. "Sejak kapan divisi hukum Pratama Logistics memiliki otoritas untuk mengganggu mitra navigasi utama eksekutif Grand Indonesia? Apakah ayahmu perlu saya ingatkan kembali tentang kontrak distribusi retail senilai empat ratus miliar yang akan diperbarui akhir bulan ini di meja rapat saya?"

Reynald seketika menelan ludahnya dengan susah payah, wajah arogannya mendadak pucat pasi mendengar ancaman finansial langsung dari sang ratu retail Jakarta. "Ci-Citra... ini gak seperti yang lu lihat... gua cuma..."

"Gak seperti apa, Reynald?" potong Nadia Anastasia dengan nada suara yang sarkastik dan penuh penekanan yang sensual namun mematikan. Ia melangkah maju dengan keanggunan mutlak, mengambil posisi tepat di samping kanan Arya, dengan posesif menyandarkan lengan kirinya pada bahu kokoh sang driver ojol. "Orang-orang gua baru saja merekam seluruh tindakan intimidasi dan pelemparan cek yang lu lakukan terhadap Arya melalui kamera dasbor mobil saya. Bagaimana menurutmu jika video ini menjadi konsumsi utama berita utama media fesyen dan bisnis internasional sore ini? 'Pewaris Pratama Logistics Melakukan Premanisme Terhadap Icon Urban Mobility Terbaru Asia'. Saham perusahaan keluargamu bisa merosot ke titik terendah sebelum jam penutupan bursa saham hari ini."

Teman-teman Reynald yang tadi bergaya angkuh langsung buru-buru mundur masuk ke dalam mobil sport mereka, meninggalkan Reynald sendirian yang kini berdiri gemetar di antara kepungan intimidasi dua dewi terbesar Jakarta dan tekanan baritone dari Arya Prasetya.

"Arya adalah pria yang dilindungi oleh seluruh ekosistem hukum Grand Indonesia," tegas Citra Kirana, matanya menatap tajam ke arah Reynald sebelum beralih menatap profil samping wajah Arya dengan kelembutan yang tersembunyi.

"Dan Arya adalah masa depan kampanye visual kreatif saya yang tidak bisa diganggu oleh bocah sirkuit seperti lu, Reynald," tambah Nadia Anastasia, mempererat sandaran tangannya di bahu Arya, sengaja memperlihatkan kedekatan intim mereka di depan mata publik.

Reynald Pratama yang menyadari bahwa posisinya telah kalah secara mutlak baik dari segi hukum, finansial, maupun tekanan sosial, tidak memiliki pilihan lain selain menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Ma-maaf, Citra... Nadia... gua gak bakal ganggu dia lagi. Gua permisi." Dengan langkah tergesa-gesa yang dipenuhi oleh rasa malu yang luar biasa ekstrem, Reynald masuk ke dalam Ferrarinya dan segera memacu mobilnya pergi dari area tersebut, diikuti oleh kedua temannya dengan suara raungan mesin yang kini terdengar seperti lolongan kekalahan.

Setelah kelompok pengganggu itu pergi, keheningan romantis yang sarat akan intrik kembali menyelimuti area parkir ojol tersebut. Arya Prasetya melepaskan helm premiumnya perlahan, menatap Citra di sebelah kirinya dan Nadia di sebelah kanannya dengan senyuman tulus yang sangat menawan di bibirnya.

"Terima kasih atas bantuan navigasi hukum dan medianya, Nona-nona," ucap Arya dengan nada bercanda yang santai untuk mencairkan suasana es di antara mereka. "Padahal tadi saya baru mau melipat cek satu miliar itu jadi bentuk kapal-kapalan buat mainan anak pangkalan."

Nadia Anastasia langsung melepaskan kacamata hitamnya, menatap Arya dengan kerlingan mata yang penuh dengan rasa keterikatan emosional yang semakin menebal pasca-kunjungan ke rumah Ibu Aminah siang tadi. "Satu miliar itu terlalu murah untuk pria sepertimu, Arya. Ibu Aminah tadi sudah bilang padaku... kamu itu berharga banget. Jadi, sudah menjadi tugasku untuk memastikan tidak ada satu pun serangga kota yang berani mengganggu ketenangan hidupmu."

Citra Kirana membetulkan letak blazer navy blue-nya, namun matanya tetap menatap lurus ke dalam manik mata Arya dengan kehangatan seorang wanita biasa yang telah menyerahkan rasa percayanya seutuhnya. "Tindakanmu tadi sangat taktis, Arya. Kamu tidak menggunakan kekerasan fisik, melainkan tekanan psikologis yang solid. Keputusanmu menolak cek itu membuktikan bahwa penilaian saya terhadap karaktermu berada dalam kalkulasi kebenaran yang mutlak. Mulai sore ini... tim hukum saya akan ditempatkan secara permanen untuk memantau perimeter pangkalan Tambora demi kenyamanan Ibu Aminah."

Arya hanya bisa mengembuskan napas panjang sambil tersenyum pasrah, melihat bagaimana kedua wanita kasta tertinggi ini kini berdiri berdampingan di samping motor Supra Fit-nya yang sederhana. Di dalam benaknya, ponsel gaib kembali bergetar halus memberikan laporan akhir turnamen asmara siang itu.

TING-TONG!

[EVALUASI AKSI SELESAI: PRESTISE DRIVER MENINGKAT MASIF!]

Driver sukses menavigasi intimidasi faksi Segitiga Emas melalui Opsi 2. Kehadiran ganda dari kedua target VIP telah memperkuat status Driver sebagai The Ultimate VIP Driver di wilayah hukum Jakarta Pusat.

Hasil Operasi:

Poin Ojol Bertambah: +500.000 (Total Saldo God-Pay Gaib Meningkat)

Item Terbuka: “Parfum Pemikat Otoritas Matriarkal” (Siap digunakan untuk kunjungan keluarga berikutnya).

Status Hubungan Citra & Nadia: Aliansi Kompetisi Sehat Tingkat 2 (Keduanya kini sepakat melindungi ekosistem Tambora secara bersamaan).

Arya Prasetya menaiki motor Supra Fit-nya kembali, memasang helm premiumnya dengan gerakan yang sangat mantap dan penuh karisma seorang pria sejati. Ia menoleh ke arah Citra dan Nadia bergantian sebelum menarik tuas gasnya.

"Baiklah, karena urusan serangga kota sudah selesai, saya harus kembali narik orderan sore ini agar performa harian saya tetap stabil 100 persen. Sampai jumpa di rute navigasi berikutnya, Nona-nona," pamit Arya dengan senyum terbaiknya yang memikat batin.

Dengan satu tarikan gas yang presisi, Arya memacu motor Supra Fit-nya meninggalkan lobi gedung megah SCBD, membelah jalur protokol Jakarta di bawah tatapan mata penuh rasa kagum, cinta, dan komitmen perlindungan dari dua wanita paling berpengaruh di ibu kota yang kini hatinya telah terkunci rapat oleh pesona sang driver ojol Tambora. Pertempuran di Segitiga Emas telah berakhir, namun riak kemakmuran dan intrik asmara baru saja dimulai menuju puncak takdir yang lebih tinggi.

1
Panggil Zain Aja
bolelah, karakter sampingan aja punya nuansa yang hidup👍
Lihazel: makasih ka, kalo berkenan boleh kasih review nya juga ka, supaya makin semangat updatenya ☺️
total 1 replies
Panggil Zain Aja
ganti nama jir
Panggil Zain Aja
asli, kalau lo nahan biar ga keluar dari ni novel. SERU BANGET ANJER😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!