Ami adalah sahabat Diva. Merka berteman sudah dari semenjak SMP hingga sekarang. Diva mempunyai seorang kakak laki - laki yang sangat tampan membuat Ami jatuh cinta.
Wisnu nama kakak laki - laki Diva tengah galau dengan nasib rumah tangganya merasa terhibur dengan kehadiran Ami. Mereka mulai sering bertemu dan jalan bareng.
Hubungan keduanya semakin jauh dan tidak terkendali sehingga membuat Ami hamil. Semua keluarga Wisnu jelas saja kaget dan tidak terima. Tapi berkat perjuangan Wisnu yang menjelaskan keadaan rumah tangganya yang sebenarnya membuat kedua orang tuanya memberi restu,asalkan Wisnu terlebih dahulu menceraikan istrinya yang tertangkap basah berselingkuh dengan atasannya dikantor.
Takdir berkat lain saat Wisnu akan meminang kekasihnya tiba - tiba ia mengalami kecelakaan dan membuat memorynya tentang Ami hilang. Ami yang sudah lelah berusah memulihkan ingatan Wisnu memilih pergi.
Akankah ingatan Wisnu kembali?Bagaiman nasib Ami? Akankah cinta mereka bisa bersatu ke
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Ami masih berusaha menetralkan detak jantungnya yang berpacu lebih cepat dari biasanya. Kata - kata dari Wisnu barusan membuat badan Ami panas dingin.
Wisnu berpindah duduknya ke samping Ami. Tangannya perlahan melingkar ke pinggang ramping Ami. Merasa tidak ada penolakan Wisnu semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Ami.
"Bagaimana, mi? Maukan?" bisik Wisnu di telinga Ami membuat bulu kuduk Ami meremang terkena sapuan deru nafas Wisnu. Ami memutar wajahnya dan wajah mereka saling berdekatan, tanpa aba - aba bibir Wisnu langsung mengulum bibir Ami yang sedari tadi menggoda dirinya.
Ami merasa terhipnotis dan tidak menolak saat Wisnu membimbing tangannya memeluk leher Wisnu. Wisnu merengkuh tubuh Ami merapat ke tubuhnya, Ami merasakan sensasi yang aneh.
Ami jelas saja gugup karna ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya. Jantung Ami berdebar sangat kencang .
Ami mempererat pelukan pada leher Wisnu,tubuhnya gemetar. Wisnu membuatnya terengah - rengah saat bibirnya di kulum Wisnu dengan rakus. Wisnu merasa candu dengan bibir manis Ami. Ciuman mereka semakin panas tangan Wisnu meremas bokong Ami yang terasa empuk.
Gadis itu kaget mendapat serangan tiba - tiba dari Wisnu tapi tidak berusaha menolak. Wisnu melepas pagutannya saat Ami mulai kehabisan nafas.
"Maaf,mas ga tahan dari tadi melihat bibir kamu." Ujar Wisnu dengan nafas yang masih naik turun.
Ami menunduk karna malu dan berusaha mengatur nafasnya kembali.
Tangan Wisnu mengangkat wajah Ami agar melihat kearah wajahnya. Mata keduanya saling bertemu, Ami tidak bisa menyembunyikan rasa sukanya pada Wisnu terbukti tidak menolak saat Wisnu mengulum bibirnya.
"Kamu maukan jadi pacar,mas Wisnu?" tanya Wisnu dengan sorot mata sayu.
"Tapi mas kan sudah punya istri,bagaimana jika istri mas Wisnu tau hubungan kita." entah kenapa Ami malah menjawab seakan ia tidak menolak keinginan Wisnu.
"Mas janji istri mas tidak akan pernah tau hubungan kita. Selama kamu tutup mulut,mas pun akan melakukan hal yang sama. " Rayu Wisnu sambil menggenggam kedua tangan Ami berusaha meyakinkan Ami.
Ami terdiam sesaat,ia berpikir apakah ia harus menerima ajakan laki - laki ini yang jelas - jelas adalah orang yang sangat ia cintai ataukah ia harus menolaknya.
"Mi,Ami..." Wisnu mencium tangan Ami lembut ,Ami memejamkan matanya menikmati sentuhan itu.
"Baiklah,mas aku menerima ajakan mas Wisnu." akhirnya Ami membuat keputusan yang konyol menerima Wisnu yang jelas - jelas sudah beristeri.
Binar bahagia terbit dimata Wisnu,ia langsung memeluk gadis itu dan menciumi pipinya karna bahagia.
"Mulai sekarang mas janji akan sering ajak kamu jalan - jalan,terserah kemana saja yang kamu mau." Wisnu mulai melancarkan rayuanya pada gadis polos yang ada dihadapanya.
Ami cuma tersenyum melihat tingkah Wisnu yang baru saja resmi menjadi kekasihnya." Mas sudah mau magrib. Pulang yuk." ajak Ami menyudahi kebersamaan mereka.
Wisnu langsung mengiyakan dan mengantarkan kekasihnya sampai ke rumahnya. Selama dalam perjalanan tangan Wisnu sebelah menggenggam tangan Ami. Rasanya tak rela waktu cepat berlalu. Ingin rasanya waktu berjalan lambat.
Wisnu sesekali menciumi punggung tangan Ami, membuat Ami tersipu malu. Mereka sesekali tertawa saat bercerita. Senyum selalu terbit di sudut bibi Ami maupun Wisnu. Perjalan terasa singkat bagi mereka,tau tau sudah sampai saja di rumah Ami. Rasanya Wisnu dan Ami sama - sama tidak rela berpisah.