NovelToon NovelToon
Kesalahan Semalam Menjadi Takdir

Kesalahan Semalam Menjadi Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

Raina, wanita mandiri yang sudah bercerai, mencari pelarian di malam yang kelam. Di tengah kebingungan karena mabuk, ia tanpa sengaja menghabiskan malam bersama Dika—seorang mahasiswa muda tampan yang ternyata merupakan pewaris tunggal keluarga kaya raya.

Perbedaan usia, masa lalu yang kelam, serta penolakan keras dari orang tua Dika menjadi tembok tinggi yang memisahkan mereka. Namun takdir seolah punya rencana lain, menumbuhkan cinta tulus di antara dua dunia yang berbeda.

Mampukah sebuah kesalahan semalam, berubah menjadi takdir cinta yang abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

 

Bab 21: Tiga Malaikat Kecil

Ruangan persalinan yang awalnya penuh dengan suara napas berat dan rasa sakit, perlahan berubah menjadi penuh dengan suara tangisan mungil yang menyejukkan hati. Cahaya lampu yang terang kini terasa begitu hangat, seolah menyambut kehadiran tiga nyawa baru yang datang membawa kebahagiaan tak terduga.

Raina terbaring lemah di atas tempat tidur, keringat masih membasahi dahi dan wajahnya yang pucat, namun senyum terindah yang pernah ada terpampang di bibirnya. Rasa lelah yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhnya, namun seketika lenyap saat ia mendengar suara tangisan pertama itu.

"Selamat ya, Bu," ucap dokter dengan senyum tulus. "Anda melahirkan tiga bayi yang sehat dan kuat."

Di sudut ruangan, Dika berdiri mematung. Tangannya gemetar hebat, matanya berkaca-kaca tak percaya. Selama berjam-jam ia menunggu di luar, berdoa sekuat tenaga agar istri dan anak-anaknya selamat. Kini saat keajaiban itu terjadi, ia tak mampu berkata apa-apa. Kakinya terasa berat melangkah, seolah ia takut ini hanyalah mimpi yang akan hilang jika ia terbangun.

Dokter membawa bayi pertama yang sudah dibersihkan dan dibalut kain lembut, lalu menyerahkannya ke dalam pelukan Dika.

"Ini putra pertama Anda," ucap dokter pelan.

Dika menatap bungkusan kecil di lengannya. Wajah mungil itu masih merah muda, matanya terpejam rapat, dan mulutnya sedikit bergerak seolah sedang mencari sesuatu. Hati Dika terasa terbelah menjadi dua: bahagia luar biasa karena memiliki penerus, namun juga takut tak sanggup membesarkan makhluk sekecil dan selembut ini. Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya tumpah membasahi pipinya.

"Anakku..." suaranya bergetar parau, tangannya yang besar dan kasar mengelus lembut kepala bayi itu seolah takut melukainya. "Ayah ada di sini, Nak."

Tak lama kemudian, bayi kedua diserahkan kepadanya. Seorang putri kecil yang wajahnya persis sekali seperti Raina. Lalu yang terakhir, seorang putra lagi yang memiliki hidung dan rahang tegas persis seperti dirinya. Tiga nyawa, tiga anugerah yang tak pernah ia sanggup minta sebesar ini.

Dika berjalan perlahan mendekati tempat tidur Raina. Ia menunduk, menatap wajah istrinya yang pucat namun berseri. Ia meletakkan punggung tangannya di kening Raina, lalu menggenggam erat tangan istrinya yang terasa dingin namun masih hangat menyentuh hatinya.

"Terima kasih..." bisik Dika, air mata jatuh menetes di punggung tangan Raina. "Terima kasih telah memberikan dunia yang paling indah untukku. Kamu hebat sekali, Sayang. Kamu sungguh hebat."

Raina tersenyum lemah, jari-jarinya yang lemas berusaha meremas balik genggaman suaminya.

"Mereka... cantik sekali ya, Dik..." suaranya terdengar pelan dan lemah.

"Ya," Dika mengangguk cepat, menahan isak tangis bahagia. "Mereka sempurna. Sama seperti ibunya."

Ia meletakkan ketiga bayi itu perlahan di sisi kiri dan kanan Raina, membiarkan sang ibu bisa menyentuh dan merasakan kehangatan buah hatinya. Raina menatap satu per satu wajah mungil itu dengan mata berbinar penuh cinta. Semua rasa sakit, semua kekhawatiran, dan semua cobaan yang mereka lalui selama mengandung seketika lenyap tak berbekas. Semua itu terbayar lunas dengan pemandangan indah di hadapannya ini.

"Kita punya tiga anak, Dik..." bisik Raina tak percaya.

"Kita punya keluarga yang lengkap," balas Dika lembut, lalu ia duduk di tepi tempat tidur, tidak berani beranjak sedikitpun dari sisi wanita yang paling ia cintai di dunia ini.

Beberapa saat berlalu dalam keheningan yang penuh kasih sayang. Hanya terdengar suara napas halus bayi-bayi itu dan detak jantung mereka yang saling bersahutan. Dika tak pernah melepaskan pandangannya dari Raina dan ketiga anaknya. Ia menyadari betapa besar tanggung jawab yang kini dipikulnya, namun ia tidak merasa takut lagi. Selama ada Raina di sisinya, ia siap menghadapi apa pun demi menjaga kebahagiaan keluarga kecil mereka.

Malam itu, di ruangan rumah sakit yang sederhana namun penuh kehangatan, Dika berjanji dalam hatinya. Ia akan menjadi ayah yang baik, suami yang setia, dan pelindung yang tak akan pernah membiarkan satu pun orang menyakiti istri dan anak-anaknya.

Mereka telah melewati badai yang hebat, dan kini di depan mata mereka terbentur masa depan yang cerah, ditemani oleh tiga malaikat kecil yang membawa cinta tanpa batas ke dalam rumah mereka yang sederhana.

 

!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!