NovelToon NovelToon
Suami Super Cool Berseragam Loreng

Suami Super Cool Berseragam Loreng

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Menikahi tentara
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sarif adalah lelaki yang diajukan sebagai calon suami Ratna dalam perjodohan keluarga, tetapi karena ia menolak, akhirnya dialihkan pada sepupunya Tara.

Gadis yang baru satu tahun lulus SMA itu menerima dengan suka cita sebab ia menghindari dikirim keluar kota untuk kuliah.

Tara: Jodoh itu misterius, dia yang tenang untuk aku yang darderdor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Namun, suasana berbeda tampak di sisi lain ruangan. Ratna terdiam dengan wajah yang sulit dibaca. Di sampingnya, Bibi Ani juga tampak kehilangan senyum. Mereka saling berpandangan tanpa berkata-kata. Dalam hati, rasa iri kembali muncul.

Dulu mereka menganggap Tara hanya akan menikah dengan seorang tentara biasa. Kini, kenyataannya jauh berbeda. Sarif bukan hanya seorang perwira dan dokter militer, tetapi juga berasal dari keluarga yang berkecukupan. Meski demikian, ia tidak pernah memamerkan kekayaan itu sedikit pun.

Yang paling membuat Ratna sesak bukanlah nilai ruko tersebut. Melainkan melihat cara Sarif memperlakukan Tara dan keluarganya dengan penuh hormat.

Saat itulah Ratna kembali sadar bahwa harta hanyalah pelengkap. Yang membuat Tara begitu bahagia adalah karena ia mendapatkan seorang suami yang tidak hanya mapan, tetapi juga dermawan, rendah hati, dan tulus mencintai keluarganya.

***

Malam itu Ratna duduk sendirian di kamarnya. Lampu kamar sengaja tidak dinyalakan terlalu terang. Ia memandangi langit dari balik jendela sambil memeluk lututnya sendiri..Sudah berkali-kali ia mencoba menasihati dirinya.

"Sudahlah, Ratna."

"Jangan iri."

"Ikhlaskan."

Namun, setiap kali tekad itu mulai tumbuh, selalu saja ada kabar baru tentang Tara. Kemarin, Sarif ternyata seorang dokter militer. Hari ini, ia membangunkan ruko untuk Bu Nina. Besok entah kejutan apa lagi.

Ratna mengembuskan napas panjang. Lalu bergumam lirih kepada dirinya sendiri, "Ya Allah...Bagaimana aku bisa sembuh dari iri hati...kalau yang kulihat semuanya benar-benar darderdor?".Ia tertawa kecil, tetapi tawanya terasa pahit. "Tara diperlakukan seperti ratu. Dimuliakan. Dimanjakan..Dicintai. Bahkan keluarganya juga ikut dibahagiakan."

Ratna menyandarkan kepalanya ke dinding.."Dulu aku pikir Tara hanya sedang beruntung. Ternyata bukan. Dia benar-benar mendapatkan laki-laki yang mencintainya dengan cara yang benar."

Air matanya perlahan jatuh..Ia teringat bagaimana dulu dirinya menolak bahkan sebelum memberi kesempatan Sarif untuk memperkenalkan dirinya. Semua hanya karena prasangka. Karena gengsi. Karena merasa pendidikan dan status sosial adalah ukuran utama.

Kini, setiap kali melihat Tara tersenyum, Ratna seperti diingatkan pada keputusan yang pernah ia buat sendiri. Ia tidak bisa menyalahkan siapa pun. Bukan Tara..Bukan Nenek. Apalagi Sarif. Semua berawal dari pilihannya sendiri.

Ratna menatap bayangannya di kaca.."Aku iri...Tapi kalau dipikir-pikir....yang paling membuatku iri bukan rukonya. Bukan hotel bintang limanya. Bukan ATM prioritasnya. Bukan juga pangkatnya." Ratna tersenyum getir.."Aku iri karena setiap kali Sarif melihat Tara...tatapan matanya selalu penuh kasih. Dan setiap kali Tara melihat Sarif...matanya selalu berbinar seperti menemukan rumah."

Ia mengusap air matanya pelan. Untuk pertama kalinya, Ratna mulai memahami bahwa kebahagiaan Tara tidak dibangun oleh kemewahan semata. Semua hadiah, perhatian, dan kemudahan itu hanyalah pelengkap. Yang paling berharga adalah kenyataan bahwa ia memiliki suami yang menghormatinya, mempercayainya, menyayangi ibunya, dan menjadikannya partner dalam hidup.

Ratna menarik napas panjang.."Ya Allah...Kalau memang bukan Sarif jodohku...tolong sembuhkan dulu hatiku. Karena aku lelah terus membandingkan hidupku dengan hidup Tara."

Di luar kamar, terdengar suara tawa Tara yang baru pulang bersama Sarif. Ratna menutup matanya sejenak. Kali ini, ia tidak lagi marah mendengar tawa itu. Yang tersisa hanyalah harapan kecil, semoga suatu hari nanti ia juga dipertemukan dengan seseorang yang membuatnya merasa dicintai tanpa harus lebih dulu iri pada kebahagiaan orang lain.

Ratna mulai mengakui dalan hatunya, berapa beruntungnya Tara. Semenjak kecil ia selalu dikalahkan oleh sepupunya itu. Untuk urusan wajah, Tara benar-benar cantik. Wajahnya imut-imut menggemaskan. Siapapun yang memandang akan mengatakan Tara cantik, hanya Ratna yang tidak menyukainya.

Begitu juga dengan karakter. Tara itu gadis ceria yang menyenangkan. Meskipun ia berisik, siapapun yang disekitarnya akan bahagia. Energinya itu selalu terasa positif. Beda dengan Ratna yang lebih suka menyendiri dan terkesan sombong.

"Kenapa ... Kenapa aku nggak bisa mengalahkan Tara?" Ratna mengepalkan tangannya. Bahkan meski Nenek terus membelanya, ia selalu yakin hati Nenek lebih tertuju pada Tara.

***

Saat Tara sedang membantu Bu Nina membuat list belanjaan untuk keperluan di ruko baru mereka. Ratna yang sejak tadi memperhatikan dari kejauhan akhirnya menghampiri. Wajahnya tampak tenang, tetapi nada bicaranya masih menyimpan sedikit rasa iri.."Tara. Menurut informasi yang aku terima... Kalau suaminya perwira, istrinya biasanya sarjana."

Tara mengangguk santai. "Oh."

Ratna melanjutkan, "Kamu nggak malu?"

Tara berhenti menulis, lalu menoleh dengan wajah polos. "Kenapa harus malu, Kak?"

Ratna sedikit terdiam. "Ya... kamu kan cuma lulusan SMA."

Tara malah tertawa kecil.."Lho, justru aku beruntung, dong."

"Beruntung?" Ratna mengernyit. "Gimana maksudnya?"

Tara nyengir lebar. "Lulusan SMA aja bisa dapat perwira. Wkwkwkwk."

Ratna langsung memijat pelipis. "Kamu ini....Nggak ada malunya sama sekali."

Tara menggeleng. "Nggak. Karena yang dinikahi Bang Sarif itu aku. Bukan ijazahku."

Ratna terdiam.

Tara melanjutkan sambil tersenyum. "Lagian, aku juga nggak pernah bilang pendidikan itu nggak penting. Kalau nanti ada kesempatan, aku tetap pengin kuliah. Aku suka belajar. Tapi nilai seseorang nggak selesai ditentukan oleh selembar ijazah."

Tara kemudian mengambil kardus lain sambil berkata ringan, "Bang Sarif juga nggak pernah sekali pun bikin aku merasa rendah karena pendidikanku. Beliau malah selalu nyemangatin. Katanya, belajar itu bisa dilakukan kapan saja."

Ucapan itu membuat Ratna kehilangan bahan untuk menyindir.

Tara lalu menepuk bahu sepupunya pelan. "Kak. Kalau nanti aku kuliah...berarti aku bonus. Udah dapat suami dulu, baru dapat gelar."

Akmal yang baru datang membawa minuman langsung tertawa terbahak-bahak. "Kak Tara menang lagi!"

Ratna hanya bisa mengembuskan napas panjang. Ia sadar, berdebat dengan Tara hampir selalu berakhir sama. Sindiran yang ia lontarkan justru dipatahkan dengan candaan dan rasa syukur yang membuatnya sulit untuk terus marah.

***

Pagi itu akhirnya tiba juga. Mobil dinas yang akan membawa Sarif dan Tara menuju kota tempat penugasannya sudah terparkir di depan rumah. Koper-koper mereka telah tersusun rapi di bagasi. Setelah beberapa hari menikmati suasana sebagai pengantin baru dan berkumpul dengan keluarga besar, kini saatnya Tara mengikuti suaminya memulai kehidupan yang baru.

Satu per satu anggota keluarga ia salami. Taufan memeluk kakaknya erat. "Jaga diri ya, Kak."

"Iya. Kamu juga jaga Ibu."

Akmal yang biasanya paling cerewet justru berkali-kali mengusap matanya. "Kak...Kalau nanti kangen....video call ya."

Tara langsung mencubit pelan pipi adiknya.."Iya. Nanti Kakak spam video call sampai kamu bosan."

Akmal akhirnya tertawa sambil tetap menyembunyikan matanya yang memerah. Kemudian Tara berjalan menghampiri Bu Nina. Begitu melihat ibunya berdiri di depannya, senyum Tara perlahan menghilang. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung memeluk perempuan yang telah membesarkannya seorang diri itu. Pelukan itu begitu erat. "Bu,"

"Iya, Nak."

"Terima kasih." Hanya dua kata itu yang mampu keluar. Air mata Tara langsung mengalir.

1
Inde Hara
Inde Hara
InshaAllah ✓
Inde Hara
🤣🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!