NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OBOR

...----------------...

Sambil bersedekap berdiri di depan rumahku, masih mengagumi perubahan setelah menjadi rumah solid.

Pondasi batu. Kokoh.

Lantai yang ditinggikan. Aman.

Terdapat undakan di depan pintu.

Dinding dan tiang penyangga terbuat dari campuran batu, tanah liat dan kayu keras.

Daun jendela, meski tanpa kaca, jendela memiliki jeruji besi pengamanan.

Pintu dari bahan kayu keras. Akan sulit didobrak. Terdapat palang besar di bagian dalamnya.

Atap terbuat dari genteng tanah liat. Ditopang rangka kayu keras dan logam.

Tinggal di cat, pasti cantik deh nih rumah.

Trus ditanemin tanaman mutan warna warni.  Lucu kali ah.

Aku berbicara pada system ku di dalam kepala.

"Celia, rumah ini bisa di upgrade lagi?"

"Bisa Naya. Tapi ada material tertentu yang gak dijual di market system, harus nyari sendiri ke tempat lain."

"Jadi kalau aku udah bisa berkunjung ke pulau lain, baru bisa dapat materialnya?"

"Bener. Tapi bisa juga dengan transaksi jika ada penyintas lain yang memiliki materialnya. Saat ini kemungkinan itu masih rendah, karena belum tentu juga penyintas di pulau itu bisa nemu materialnya. Karena berkaitan dengan hewan dan tumbuhan mutan."

"Masih lama gak ya kira kira?"

"Paling cepat, dengan kemampuanmu sekarang, kamu bisa dapat dalam 3 bulan ke depan."

"Hhmm.. Not bad. Semoga udah sama mas ben. Jadi lebih ringan kan?!"

"Bisa jadi. Mas ben memang berpotensi tinggi untuk mendukungmu, sama seperti kamu mendukung dia."

"Ya kan itu lah gunanya pacar, celia. Makanya kamu cari pacar dong. Masa jomblo."

"Naya, aku ini system yang hadir buat nemenin kamu. Gak ada pacaran di system."

"Ih, kasian deh kamu. Hahaha.."

Aku berbicara ke arah langit.

"Celia kusuma! System ku yang namanya celia gak bisa punya pacar. Kamu dong yang manusia kudu punya pacar. Masa jomblo! Hahaha...."

...----------------...

Di bumi.

"Ah! Siwalan naya! Bikin malu gw versi global!" Celia sungut sungut.

"Hahaha.. Jahad emang sobat plus calon kakak iparmu itu!" Dami terbahak sambil guling guling.

...----------------...

Back to naya.

"Celia, obor yang aku dapatkan, apa berpotensi jadi obor abadi?"

"Potensi selalu ada naya. Untuk saat ini material belum tersedia."

"Kalo sekarang gimana kualitasnya?"

"Obor yang kamu terima adalah obor biasa dengan kualitas menengah. Dapat menyala selama 6 jam sejak dinyalakan. Radius cahaya 10 meter. Jika dinaikkan kualitasnya akan menjadi obor yang menyala selama 12 jam dan jarak penerangannya mencapai 20 meter."

"Gimana dengan bahan bakarnya? Kan belum nemu minyak di sini."

"Obor dari system ini tidak membutuhkan bahan bakar minyak."

"Apakah materialnya buat upgrade tersedia di system?"

"Tersedia. Apa kamu mau upgrade? Poin system akan -800."

"No probs. Just do it. Tapi bagaimana dengan dudukan obor? Apa aku bisa membuatnya di bengkel?"

"Tentu naya. Kamu bisa mendesain dudukan obor. Material yang dibutuhkan akan muncul."

"Ok. Upgrade obornya sekarang. Aku mau ke bengkel."

Di bengkel kerjaku, terdapat satu meja, seperti meja untuk desain arsitektur.

Aku mengingat meja yang serupa saat mama masih ada, karena profesinya.

Aku mengelus permukaan meja.

"Yangti, yangkung. Inget kan, dulu ada meja seperti ini di rumah, waktu mama masih ada. Seinget nay, dulu suka minta pangku pas mama lagi sibuk di mejanya. Nay suka aroma mama."

Mataku berkaca kaca.

Ada ingatan masa kecil yang tak kulupa.

...----------------...

Di bumi.

"Yangti inget sayang. Inget banget. Kamu selalu nempel ke mama kamu kalo dia lagi sibuk. Kamu tuh anak mama banget."

Ucap yangti lirih, sementara yangkung memeluknya.

...----------------...

Back to naya.

Ok. Udahan melownya.

Aku menepuk kedua tanganku.

Mulai serius, menghadap ke meja kerja.

Selembar kertas dan pensil tersedia di atasnya.

Aku mengetuk ngetuk pensil di dahiku, memikirkan desain untuk dudukan obor.

Lalu tanganku mulai bergerak aktif, menggambar dudukan obor yang kuingin kan.

Harus menancap kokoh dan stabil.

Setelah 15 menit, aku menelitinya, apa yang perlu diperbaiki dari gambarku.

"Celia, visualkan 4 dimensinya dalam ukuran nyata."

Gambar berubah jadi hologram biru 4 dimensi.

Kuamati bolak balik, memeriksa panjang kaki kaki nya.

Dan mengangguk puas.

"Ok. Next step. Material apa saja yang diperlukan."

Systemku menyebutkan material pembuatan dudukan obor. Dan material tersebut tersedia di inventory ku.

"Ok. Buat 4. Sesuai kebutuhan. Pakai poin system."

Di depan meja kerja bengkel, keempat dudukan obor berdiri.

Aku memandanginya sambil tersenyum puas.

Kumasukkan ke inventory lalu berjalan keluar bengkel.

Aku berjalan ke empat titik sekeliling wilayahku, menancapkan dudukan obor, dan memasang obornya.

Begitu dinyalakan, cahaya obor benar benar menerangi hingga jarak 20 meter.

Sekarang sekitar ku tak gelap gulita lagi.

Meski aku punya kemampuan night vision. Tapi dengan cahaya di malam hari, bisa memberi rasa nyaman.

"Celia, jika di dalam rumah, penonton di bumi gak bisa liat kan?"

"Jika kamu gak kasih ijin, mereka gak bisa liat."

"Ok. Bagusnya begitu."

Aku melihat waktu di smart watch, 20.21 wib waktu setempat kota Jaya.

Aku mulai melakukan olah raga ringan di luar rumah. Sudah cukup untuk tontonan manusia di bumi.

Kuambil handuk di jemuran dan masuk ke rumah.

Meski malamku masih panjang, akan kulakukan di dalam ruang tertutup. Bukan untuk konsumsi publik. Banyak rahasia yang masih harus kusimpan, bahkan dari mas ben saat ini.

Di dalam rumah, berdiri di tengah rumah, aku kembali melatih dan menguatkan skill ku.

Memadu padankan dua, tiga, hingga beberapa skill.

Memadu padankan skill yang tepat dengan senjata.

Tanpa banyak gerakan, harus efektif dan efisien.

Aku selesai setelah lewat tengah malam, jika mengikuti waktu kota jaya.

Tak ada waktu berleha leha.

Waktu sangat berharga untuk sekedar dihabiskan dengan tidur.

Setelah mandi, aku mengeluarkan jurnalku, dan mulai mencatat kegiatan hari ini serta pencapaianku, bertanda 7/1.825, subiru, tropis25.

"Celia, hadiah hari ini ada berapa?"

"Kamu dapat 4 hadiah."

"Ok. Tahan dulu. Sekarang, naikkan semua skill tambahan ke tingkat 4. Pakai poin system."

"Siap naya. Poin system terpakai -1.280."

Dengan level dasarku di level 4, kenaikan skill tambahan tak berpengaruh banyak di tubuhku saat proses berlangsung. Secara pondasi, tubuhku makin kokoh.

Meski aku merasa kram dan kesemutan di beberapa bagian tubuhku. Masih dapat ditahan.

Bahkan dentuman kecil di kepalaku. Masih bisa kuabaikan.

Aku cukup memejamkan mata, menjaga tubuhku tetap relax, menjaga pernafasan tetap stabil.

...----------------...

Setelah semua berhenti, aku membuka mata.

"Tadi berapa lama?"

"Durasi proses kenaikan 6 skill tambahan ke tingkat 4 selama 1 jam 27 menit."

"Tiap naik tingkat, makin panjang ya durasinya."

"Sudah pasti. Karena itulah ketahanan tubuh dibutuhkan."

"Oke, gandakan semua hadiahnya."

"Siap naya. Setelah digandakan kamu mendapatkan 20 hadiah. Buka sekarang?"

Aku mengangguk sambil menyengir. Senangnya dalam hati, punya banyak hadiah..

Hadiah yang kuterima :

*6.000 poin system.

*2 box obat kualitas menengah untuk 100x pemakaian.

*2 desain pistol isi 200 peluru.

*2 gulung kawat baja 100m.

*2 botol penyedap serbaguna 200x pemakaian.

"Celia, jika isi dari items habis, apakah aku bisa mengisi ulang?"

"Bisa naya, setiap isi ulang items akan membutuhkan setidaknya 5.000 poin system di market system."

"Mahal ya."

"Market system memang disediakan untuk menyediakan items khusus dan langka, tapi dengan nilai bayar yang tinggi. Setidaknya kamu jangan sampai boros dan sia sia dalam pemakaian."

"Ok. Noted, celia."

Aku baru tertidur saat waktu di jamku 03.23 wib sambil memeluk bantal pisang hadiah amelia, didalam sleeping bagku.

Alarm hp berbunyi seperti biasanya, jam 05.30 wib.

Hitungannya aku baru tidur selama 2 jam.

Aku bangun, ngulet ngulet dan meregangkan badan.

...----------------...

1
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!