"Kamu bisa memasak?" tanya Ayuma melirik Alin.
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Alin
Alin mengangguk antusias. "Bisa, Ma. Tapi hanya menu sederhana, masakan rumahan".
"Kapan-kapan mama mau coba masakan kamu ya, pasti sangat enak".
"Iya, Ma"
'Duhh gimana nih' Alin hanya melirik sepotong beef yang berada di hadapan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Kini Luna, Arka dan pak Anton sudah berada di sebuah rumah sakit, mereka bertiga bergegas mencari ruangan UGD dan ternyata buk Amel sudah di pindahkan di kamar rawat inap VIP.
"Mama" teriak Luna saat melihat buk Amel terbaring lemah "mama kenapa bisa kek gini" ucap Luna lagi sambil memeluk buk Amel
"permisi apakah anda ada hubungan keluarga dengan dia" ucap Megha dan membuat luna terkejut karena Luna ngak sadar sedari tadi ibu Megha memperhatikan nya
"saya anak nya" ucap Naura "Anda siapa" tanya Luna
"Nama saya Megha" ucap ibu Mega sambil mengulurkan tangannya "maaf, saya benar benar tidak sengaja menabrak ibu ini tapi tenang saja saya akan bertanggung jawab" ucap Mega
"ngak papa buk, saya ngerti kok" ucap Luna dengan pasrah, menurut Luna buat apa marah kan udah terlanjur, mau marah pun ngak membalikkan keadaan "oh iya apa kata dokter" tanya Luna lagi
"kata dokter untuk sementara tangan mama kamu ngak bisa di gerakan" ucap Mega sambil menunduk dan merasa bersalah karena telah ceroboh dalam berkendara "saya berjanji akan memberikan perawatan terbaik untuk mama kamu dan ini kartu nama saya" ucap ibu Mega dan memberikan kartu nama nya ke Luna tapi langsung di rampas oleh Anton
"Biar saya yang urus nak, kamu jaga mama kamu aja" ucap Anton dan tersenyum manis di hadapan orang lain
"kalau begitu saya permisi karena ada urusan penting, kalo ada apa apa silahkan hub saya pak atau langsung datang ke perusahaan itu aja" ucap ibu Mega sambil mengulurkan tangan dan di balas senyum kemenangan oleh Anton
"kek nya dia orang kaya deh, bisa gue manfaatin nih" batin Anton dan tersenyum licik.
beberapa menit kemudian Amel pun sadar dan betapa terkejut nya Amel saat mendengar berita bahwa untuk sementara tangan nya tidak bisa di gerak kan
"Mama ngak mau cacat pa" ucap Amel sambil menangis histeris "apa kata teman teman mama nanti kalo mama cacat, mereka pasti jauhin mama" ucap Amel lagi
"mama tenang dulu" ucap Arka menenangkan Amel
"iya ma kata dokter kan hanya Sementara" lanjut Luna
"apa kamu bilang, hanya sementara" ucap Amel dengan sangat jutek dan sinis "kenapa bukan kamu aja yang kecelakaan, kenapa mesti mama Hah ," kata Amel lagi sambil terisak
"bukan gitu ma maksud luna" ucap Luna dan ingin memeluk Amel
"mau apa kamu" ucap Amel saat melihat Luna mendekati nya "jangan pernah kamu sentuh saya" ucap Amel lagi
"emang apa salah nya kak Naura peluk mama"
"Mama nggak mau di peluk sama dia" ucap Amel dengan jutek
"kak Luna kan anak mama juga"
"siapa bilang dia anak mama" ucap Amel membuat Arka begitu terkejut hingga diam membisu
bagaikan petir di malam hari Luna mendengar ucapan Amel yang sangat menusuk hati tapi Luna tetap berusaha tenang dan tersenyum.
"Aku memang bukan anak mama tapi aku anak papa, iya kan pa" ucap luna dengan senyum manis nya dan melihat ke arah Anton yang sedang tertidur pulas.
"Cih, dasar ngak tau diri" lirih amel tapi Masi bisa di dengar oleh Luna karena jarak mereka hanya 1 meter
"dek kaka ke luar dulu ya, kamu jagain mama di sini" ucap Luna sambil berjalan menuju pintu
"kak luna"
"Kenapa dek"
"Arka temani yah, Arka malas di sini"
"kalo kamu ikut siapa yang jagain mama dek, kamu di sini aja" ucap Luna dan pergi meninggal Arka
alasan luna tidak mau di temani oleh Arka karena luna ingin berjalan sendiri dengan tujuan yang entah kemana kaki nya melangkah, di sepanjang jalan Luna terus berfikir apakah dia memang bukan anak kandung amel, tampa terasa Luna terus berjalan menuju sungai yang sangat sepi dan duduk di pinggir sungai sambil menangis meratapi nasibnya.
beberapa menit kemudian Luna melihat ada seorang gadis yang dikejar oleh 2 preman, gadis itu terus berlari dan berteriak minta tolong Tampa pikir panjang luna langsung menolong gadis tersebut dengan menelfon polisi setelah menelfon polisi Luna menghampiri gadis tersebut yang sedang di kepung oleh preman tadi
"lepaskan gadis itu" ucap Luna
"Cih, ternyata ada pahlawan kemalaman di sini" ucap preman itu sambil tertawa mengejek
"ini mah beli satu gratis satu bos" ucap preman yang lain nya dengan tersenyum licik
"kalian jangan macam macam ya, saya sudah menelfon polisi dan dalam 5 menit mereka akan tiba" ucap Luna
"kamu pikir kita bodoh ya, jalanan sepi kek gini mana mau polisi ke sini" ucap preman itu
dan tiba tiba saja suara ponsel Luna berbunyi dengan nada dering cekikikan kuntilanak dan membuat preman itu lari ketakutan mendengar suara ketawa kuntilanak bahkan gadis itu pun ikut berlari karena ketakutan.
Ya Luna sengaja memberikan nada dering cekikikan kuntilanak karena ingin menakuti Arka, bagaimana tidak Arka suka meminjam hp Luna Tampa sepengetahuan Luna dan kini nada dering itu ternyata berguna untuk menyelamatkan hidup orang lain
"Astaga gue lupa ganti nada dering hp gue" ucap Luna "tapi bagus juga si karena mereka langsung lari terbirit birit" ucap Luna tertawa puas "tapi gadis itu juga ikutan lari, padahal belum kenalan tapi ngak papa lah yang penting dia selamat dari preman tadi" lanjut Luna dengan tertawa seperti kuntilanak.
kini Luna pun berjalan kembali menuju rumah sakit tapi sebelum pulang Luna membeli makan malam buat keluarga nya.
💕💕💕💕
BERSAMBUNG