Zuyyina Al Humaira seorang gadis cantik nan imut yang terlahir dari keluaga sederhana.
Sang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang petani hanya mengandalkan dari hasil kebunnya untuk kehidupan sehari-hari.
Dia mempunyai tekat yang kuat untuk memperdalam ilmu agamanya di pesantren DARUL QUR'AN.
Dengan kebaikan sang ummi mau menerima Zuyyina di pesantrennya.
Akankah Zuyyina mampu menjalani hari-harinya sang sangat di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan pesantren.
Bagaimanakah kisah cinta Zuyyin yang jatuh hati dengan seorang anak dari putra yai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐀❣️𝐅, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
🍂🍂🍂🍂🍂
Kini ahirnya Zuyyin bisa merasakan ranjang empuk yang telah lama ia tinggalkan.
Karena di pesantren Zuyyin tidur beralaskan kasur lantai dan berbagi tempat dengan yang lainnya.
Dengan kamar ukuran 4x5 m², itu di huni oleh 15 santri. Sudah seperti ikan tongkol yang berjajar rapi yang siap di pasarkan.
"Alhamdulillah nyamannya." Zuyyin merebahkan tubuhnya.
Tak lupa dia mengambil benda pipihnya yang telah lama dia tinggalkan dan membuka selembar kertas yang berisikan nomer telepon teman-temannya.
Kini mulai satu persatu memasukkan nomer tersebut agar mudah tuk berkomunikasi dengan kawan senasip seperjuangannya.
Kemudian membuat grup chat dengan nama "generasi Qur'ani dengan profil Gus Atha."
📩Zuyyin, " Assalamualaikum." Zuyyin mengawali chat di grup yang baru di buatnya.
📩Adzkiya : "waalaikumsalam."
📩 Maydina : "waalaikumsalam, hai gaesss aku datang." Ratu kepo.
📩Mayra : "udah pada nyampe rumah yach." Ucap Mayra yang slalu heboh dalam hal apapun.
Udah pada heboh dengan apa yg di bahas dari ustadz nya sampe Gus Atha pun tak akan pernah ketinggalan dari breaking news.
Siapa lagi kalau bukan Maydina, sang ratu update terkini tentang gusse yang gas'ah tiada Tara.
📩Zahra : " astaghfirullah, kalian udah rame ajah, udah sampe 300an chat di aku kalian bahas apa sih." Kepo Zahra.
Zahra memang tidak pulang tapi dia meminta orang tuanya meninggalkan gawainya biar tak gabut di pesantren waktu liburan.
Memang waktu liburan para santri yang di bolehkan membawa hape di hususkan untuk para abdi ndalem dan pengurus.
📩 Zuyyin : "Biasalah mbak, siapa lagi kalo tidak gusse dan ustadz Zidan yang jadi bahan gibah." Jawab Zuyyin 🙈🏃🏼♀️🏃🏼♀️
📩Zahra : "awas ya ku adukan ke gusse loh." 🤭
📩 Zuyyin: "Hili……. mentang-mentang yang ada di pondok, berani kah ngadu sama guse 🙄
📩 Adzkiya : "Sok pasti, enggak lah." 🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️
📩 Zahra : "haisss kalian mah, tak ada yang caiya sama aku, potek lah.😕🚶🏼♀️🚶🏼♀️🚶🏼♀️
📩 Zuyyin: "Tidur dulu yack dah ngantuk berat, assalamualaikum." 🥱 Ucap Zuyyin sambil di kasi emot menguap.
Zuyyin merasakan kantuk yang amat sangat, karena semalam juga pada gadang membantu persiapan mulai dari panggung dan seksi dapur kotor untuk membantu Mak Zar dan juga mbok Yem untuk mempersiapkan acaranya. Kini Zuyyin pun telah mengarungi alam mimpinya dan berkelana entah kemana.
Selama dua jam Zuyyin tidur di dalam kamar tanpa ada yang mengusiknya.
Zuyyin pun bangun melihat jam yang menggantung di dinding kamar dan ternyata sudah pukul setengah lima sore.
kegiatan
"Lama amat yack aku tidur. Kalau di pondok mah udah di bangunin buat ini itu." Gumam Zuyyin sambil meregangkan otot-otot tubuhnya dan beranjak dari kamarnya menuju kamar mandi dekat dapur.
Sekalian membawa baju untuk membersihkan diri dan juga melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Bund bikin apa." Ucap Zuyyin langsung menghampiri bunda.
"Bikin udang asam manis sama capcay." Ucap bunda sambil membersihkan kotoran udang.
Dengan cekatan Zuyyin pun mengiris bahan buat capcay.
Tak butuh waktu lama kini sudah tertata rapih di meja makan.
"Alhamdulillah, udah siap semua." Ucap Zuyyin dan 4menutup makanannya dengan tudung saji.
Zuyyin pun kembali ke kamarnya mengambil benda pipih dan di bawa ke ruang tamu sambil menunggu adzan magrib tiba.
Sedangkan Bunda pun membersihkan peralatan dapur ya ke tempat semula.
Sambil rebahan di depan televisi Zuyyin pun berselancar di dunia Maya.
.
.
.
🍂🍂🍂🍂
Zahra yang berada di pesantren pun merasa kesepian Karena di tinggal Zuyyin liburan.
"Hemmm kangen deh ma tuh anak." Gumam Zahra di ruangan tempat dia menyetrika baju-baju keluarga Abah.
Tiba-tiba saja Gus Atha datang membawa baju kokonya dan menitipkan untuk di setrika.
"Mbak duluin ya, soalnya saya mau keluar." Ucap Gus Atha sambil menyodorkan bajunya.
"Nggih Gus, bade teng pundi?"
( Iya Gus, mau kemana).
"Mau badalin Abah ngaji nanti sama Zidan." Jawab Gus Atha sambil menunggu bajunya selesai di setrika.
Tak berapa lama kini Zahra mengembalikan baju kokonya yang sudah rapi.
"Niki Gus, biar makin gas'ah." Zahra yang mencandai gusnya.
"Heleh ada-ada aja kamu ini mbak." Ucap Gus Atha sambil beranjak pergi dari ruangan tersebut.
Sambil menanti adzan magrib tiba Gus Atha pun menghubungi Zidan untuk menyiapkan mobilnya. Kemudian membersihkan diri nya terlebih dahulu untuk bersiap ke musholla berjamaah dengan santri yang masih tinggal di pesantren guna mempersiapkan kedatangan para santri yang akan kembali untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Tak butuh waktu lama untuk mengganti pakaiannya, kini Gus Atha pun sudah rapi dengan Koko dan sarung yang senada untuk menggantikan Abah mengaji di kampung sebelah.
"Dan yuk berangkat biar nanti gak kemaleman pulangnya."
"Nggih Gus."
Zidan pun memposisikan diri di balik kemudinya.
Perlahan tapi pasti Zidan pun menjalankan kendaraannya menuju ke kampung sebelah.
Tak butuh waktu lama kini Zidan dan Gus Atha pun langsung menuju lokasi tempat pengajian tersebut.
Gus Atha pun turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Zidan yang langsung di kawal oleh para panitia pengajian.
Tiga Puluh menit pun telah berlalu dengan sambutan-sambutan para panitia dan kepala desa kini telah usai.
Telah sampai puncak acara isro' mi'roj sekalian menyongsong bulan suci Ramadhan, Gus Atha langsung naik ke panggung.
Gus Atha pun menceritakan tentang perjalan nabi yang mendapat perintah sholat lima waktu.
Sebelum nabi melakukan perjalanan malaikat Jibril mengoperasi nabi Muhammad dan mencuci hatinya dengan air yang diambil dari surga dengan cawan yang indah, agar bersih dari sifat yang jelek-jelek.
Kemudian malaikat Jibril pun mengambil buroq dimana para buroq itu berada.
Malaikat Jibril pun merasa heran kenapa ada satu buroq yang sangat kurus padahal yang lainnya pun segar bugar.
"Wahai buroq, kenapa kamu sangat kurus sekali."
"Aku sangat memikirkan sang nabi khotmil anbiya' aku ingin bertemu dengannya."
"Ya sudah kalo begitu mari ikut aku, untuk kujadikan kendaraan nabi khatamul anbiya', yang sangat-sangat engkau harapkan."
Keduanya pun menuju dimana nabi berada. Sang buroq pun menangis bahagia karena telah bisa menemani perjalanan nabi sampai langit ke tujuh.
Nabi pun langsung menerima apa yang di perintahkan kepada Allah. Kemudian turun dan bertemu kepada nabi Musa.
Terjadi pun beberapa pertanyaan karena nabi Musa tak langsung begitu mempercayainya. Pasti ada sesuatu yang telah di berikan perintah kepada nabi Muhammad.
Ahirnya nabi pun langsung berkata bahwa beliau mendapat perintah untuk ummatnya melakukan sholat 50 kali.
"Kalo ummat mu mendapat perintah solat sebanyak itu gak akan mampu Muhammad, kembalilah dan minta keringanan lagi sama Allah."
Nabi pun kembali naik dan Allah pun mengurangi hanya 5 sakti saja kemudian nabi pun turun kembali dan di tanya lagi sampai ahirnya nabi Muhammad mendapat diskon sampai tinggal sholat lima waktu.
Nabi yang di suruh kembali lagi sama nabi Musa pun sudah malu kepada Allah karena mulai dari 50 sudah di korting sampai 5 waktu.
Satu jam lamanya kini Gus Atha menceritakan tentang perjalanan nabi Muhammad yang sebelum mendapatkan tugas untuk sholat lima waktu.
Para masyarakat yang mendengarkan ceramah Gus Atha pun kagum dan sangat senang dengan penjelasan yang sangat sederhana namun bisa memikat hati para jamaah.
Gus Atha pun turun dari panggung kemudian para panitia pun mengajak Gus Atha makan bersama para kiyai dan kepala desa beserta perangkatnya.