Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Pilihan!
"Halley, kau harus bersabar. Pasti Mamamu akan kembali!" Caitlin mengelus pundak Halley untuk menenangkan diri temannya itu. "Apa kau mau ke taman belakang untuk menenangkan diri?" Halley mengangguk. Kemudian mereka berjalan ke taman belakang.
Taman belakang itu tidak berpagar, jadi mereka langsung melihat jalan yang cukup ramai. "Halley, apa kau mau susu dingin untuk mendinginkan pikiranmu?" Lagi-lagi Halley hanya mengangguk. Pikirannya terpenuhi oleh kalimat teror dan hilangnya Mama Zherra. "Mungkinkah itu ada kaitannya?"
Tiba-tiba seseorang pria bertubuh besar dan berpakaian serba hitam mendekati Halley, membuat Halley menoleh ke arahnya. Pria itu langsung membekap mulut Halley dengan kain. Halley memejamkan matanya, pengaruh obat tidur itu.
***
"Dimana Halley?" Tanya James datar saat Caitlin melewatinya. "Sedang di taman belakang, Kak! Ini aku mau membuat susu dingin untuknya." Kata Caitlin tersenyum manis, lalu berjalan ke dapur.
"Bi, tolong bantu buatkan dua gelas susu dingin!" Pinta Caitlin pada salah satu pelayan. Sambil membawa susu dingin untuk Halley dan dirinya, Caitlin berjalan ke teman belakang.
Drtt. Drtt. Handphone Vera bergetar, ia mengangkat panggilan itu. "Iya, aku akan segera ke sana!" Kata Vera lalu menutup panggilan teleponnya. "Harchan, maaf aku harus pergi, ada urusan yang sangat penting, semoga Halley segera ketemu!" Vera berdiri untuk menghampiri Caitlin di taman belakang.
Baru saja satu meter ia melangkah, tiba-tiba Caitlin berteriak, "Om Harchan! Halley tidak ada di taman belakang!" Teriakan Caitlin membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut, mereka semakin khawatir dengan kabar terbaru kali ini. Baru saja Zherra menghilang, disusul oleh Halley. Apa mereka membuat magic terbaru kali ini? Apakah keluarga Renaga harus mengikuti aksi magic ini?
"APA! APA LAGI INI! CARI HALLEY DI SELURUH RUMAH INI!!!" Harchan berteriak meminta bantuan pada para pelayan dan satpam. Ia menjambak rambutnya frustrasi. Begitu juga dengan James.
"Astaga!" Vera menutup mulutnya yang terbuka karena kaget itu. "Ya ampun... Ehm. Tapi... Aku harus pergi. Maaf tidak bisa menemanimu dalam keadaan seperti ini.." Kata Vera sok baik. "Ayo Caitlin, Mama ada urusan penting."
"Kami pamit, Om, Kak!" Caitlin mengikuti langkah Mamanya. Harchan dan James hanya mengangguk.
Saat berada di taksi, "Apa Halley sudah dibawa ke sana, Ma?" Tanya Caitlin tersenyum pada Mamanya. "Tentu saja, sayang!" Vera memeluk anak satu-satunya itu.
Mereka turun di sebuah toko yang berjarak tiga rumah dari bangunan tempat Zherra disekap. Lalu mereka berjalan menuju bangunan itu.
***
"Maaf, Tuan. Tapi kami benar-benar sudah mencari Nona Halley di setiap sudut rumah." Kata salah satu pelayan sambil menunduk ketakutan. Lagi-lagi para pelayan tidak bisa menemukan keberadaan Zherra dan Halley di mansion itu. Hal itu membuat Harchan dan James semakin khawatir dan takut.
Dengan segera Harchan mengambil handphonenya dan menelepon seseorang. "APA KAU SUDAH MENEMUKAN ZHERRA!" Bentaknya membuat semua pelayan yang ada di ruangan itu bergidik ngeri. Pasalnya Harchan tidak pernah sekalipun berkata dengan nada tinggi selama ini.
"Maaf, Tuan. Tapi kami sudah menelusuri kota ini, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Nyonya dan Nona Halley." Kata orang dibalik telepon. Harchan langsung membanting handphonenya ke atas sofa.
"CARI MEREKA LAGI DI RUMAH INI!"
***
Di bangunan itu. "HALLEY!!!" Teriak Zherra histeris, air matanya mulai mengalir saat melihat anaknya sedang tertidur di atas meja dengan beberapa pisau tajam di sekitarnya.
"Selamat sore, Zherra!" Vera dan Caitlin berjalan mendekati Zherra. Vera menatap sinis padanya dengan senyum meremehkan. "KAU BENAR-BENAR PENJAHAT, VERA! KENAPA KAU BAWA-BAWA ANAKKU!" Air mata Zherra mengalir semakin deras. Caitlin hanya tersenyum sinis dan duduk tenang melihat drama di depannya.
Langkah kaki Vera membawanya mendekati Halley yang nampak tertidur pulas akibat obat tidur. Ia mengambil salah satu pisau di dekatnya, lalu diarahkan ke leher Halley.
"JANGAN! JANGAN LAKUKAN ITU!!!" Zherra mencoba melepas ikatan tali di tangan dan kakinya. Namun, apalah daya jika ikatan tali itu sangat kencang. "Apa kau mau anakmu selamat, Zherra?" Kata Vera santai dengan tatapan dinginnya menatap Zherra.
"TENTU SAJA! ORANGTUA MANA YANG MAU ANAKNYA CELAKA!" Vera tersenyum tipis. Ia kembali mendekatkan pisaunya di leher Halley. "VERA! JANGAN LAKUKAN ITU!!!"
Vera sangat muak dengan teriakan Zherra, ia melempar keras pisau di tangannya itu pada dinding. "PILIHANMU ADA DUA, ZHERRA!"
"CERAIKAN HARCHAN ATAU TINGGALKAN KOTA INI DAN MERUBAH IDENTITASMU!"
.
.
.
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃