NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Di Antara Dua Kakakku.

Terjebak Cinta Di Antara Dua Kakakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:227
Nilai: 5
Nama Author: Andinirhein

Aku hanya ingin memiliki keluarga. Namun, takdir justru menyeretku ke dalam cinta yang mustahil. Terjebak di antara pria yang kucintai dan kakak angkat yang diam-diam menginginkanku, aku dipaksa menghadapi rahasia kelam yang selama bertahun-tahun disembunyikan. Saat kebenaran terungkap, bukan hanya hatiku yang hancur, tetapi seluruh hidupku ikut berubah. Akankah cinta menjadi penyelamat... atau justru awal dari kehancuranku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andinirhein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Sebuah Kesalahan.

“Seolhwa...”

Panggilannya terdengar sesaat setelah ia tiba di rumah.

Hwi Sol oppa bergegas menuju kamarku. Ia bahkan tidak sempat mengganti pakaiannya. Kekhawatiran jelas terlihat di wajahnya saat membuka pintu kamar dan memastikan aku sudah sampai dengan selamat.

Aku yang pulang lebih dulu hanya bisa terbaring lemah di atas ranjang. Selimut tebal menutupi tubuhku yang terus menggigil sejak kehujanan.

“Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit?”

Nada panik langsung terdengar dari suaranya. Ia berjalan cepat menghampiriku lalu menempelkan telapak tangannya ke dahiku.

“Seolhwa, badanmu dingin sekali. Wajahmu juga pucat. Ayo kita ke rumah sakit.”

Aku menggeleng pelan.

“Ti-tidak, Oppa. Aku tidak apa-apa. Aku hanya sempat kehujanan tadi. Aku juga sudah minum obat. Aku hanya ingin istirahat di rumah.”

“Seol—”

Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, aku sudah lebih dulu memotong.

Perlahan aku bangkit dari tempat tidur. Selimut yang tadi membungkus tubuhku kulepaskan, lalu tanpa berkata apa-apa aku memeluk tubuhnya erat.

Sangat erat.

Saat itu juga seluruh pertahanan yang selama ini kubangun runtuh begitu saja.

Air mata yang sejak tadi kutahan akhirnya jatuh.

Tangisku pecah.

Sekuat apa pun aku mencoba terlihat baik-baik saja setelah kehilangan Eun Dam, nyatanya aku tetap rapuh. Aku hanya berpura-pura kuat selama ini.

“Oppa...”

Suaraku bergetar.

Pelukanku semakin erat.

Air mata yang terus mengalir membasahi pipi serta kemeja yang dikenakan Hwi Sol oppa.

“Ada apa, sayang? Kenapa?”

Nada khawatir dalam suaranya membuat dadaku semakin sesak.

Untuk pertama kalinya aku menceritakan semuanya.

Tentang perasaanku.

Tentang hubunganku dengan Eun Dam.

Tentang luka yang selama ini kusimpan sendirian.

Hwi Sol oppa mendengarkan tanpa menyela sedikit pun.

Namun di dalam hatinya, amarah perlahan tumbuh.

Brengsek.

Begitulah kata yang bergema dalam pikirannya ketika mendengar bagaimana aku terluka.

“Oppa, aku mohon jangan membenci Eun Dam.”

Aku mengangkat wajahku dan menatapnya.

“Aku tahu pasti dia memiliki alasannya sendiri. Meskipun sampai sekarang aku belum tahu apa alasan sebenarnya. Bagaimanapun juga, dia adalah pria yang sangat baik padaku. Dia juga pria yang dicintai adik perempuanmu.”

Aku menarik napas panjang.

“Aku menceritakan semua ini bukan agar Oppa membencinya. Aku hanya sudah tidak sanggup memendam semuanya sendiri. Awalnya aku pikir aku bisa menanggungnya sendiri, tapi ternyata aku salah.”

Hwi Sol oppa perlahan mengendurkan pelukannya.

Tatapannya begitu dalam.

Begitu hangat.

Kedua tangannya menangkup pipiku dengan lembut.

“Seolhwa, sayang... Oppa sudah berkali-kali bilang padamu, bukan?”

Ia mengusap air mataku dengan ibu jarinya.

“Kalau ada masalah apa pun, tolong ceritakan pada Oppa. Jangan menanggung rasa sakit itu sendirian.”

Suaranya terdengar sangat tulus.

“Karena kesedihanmu adalah kesedihan Oppa juga.”

Dadaku kembali terasa hangat.

“Oppa tidak akan membencinya. Jadi kamu tidak perlu khawatir, ya?”

Aku tersenyum tipis di tengah tangis yang masih tersisa.

“Terima kasih, Oppa...”

Aku kembali memeluknya.

“Terima kasih karena selalu menjadi orang pertama yang menghadirkan pelangi saat air mataku jatuh. Terima kasih karena sudah hadir dalam hidupku. Seolhwa sangat menyayangi Oppa.”

Pelukan Hwi Sol oppa semakin erat.

“Oppa jauh lebih menyayangimu, sayang.”

Malam itu terasa begitu emosional.

Udara dingin dari rintik hujan yang masih turun di luar jendela membuat suasana semakin sendu.

Namun tiba-tiba aku teringat sesuatu.

Tentang Bora eonnie.

Tentang pertemuan yang sengaja kuatur untuknya dan Hwi Sol oppa.

Karena penasaran, aku langsung menanyakannya.

Dan Hwi Sol oppa mulai menceritakan apa yang terjadi sore tadi.

“Oppa hanya memandang Bora sebagai teman. Tidak lebih.”

Aku terdiam mendengarkannya.

“Oppa tahu Bora wanita yang baik. Tapi sayangnya, Oppa masih mencintai wanita lain.”

Tatapannya berubah.

Ada sedikit kekecewaan di sana.

“Lain kali jangan melakukan hal seperti itu lagi.”

Aku langsung merasa bersalah.

“Kamu sengaja mengatur pertemuan itu, kan?”

Aku tidak bisa menjawab.

“Seolhwa... kamu tidak bisa memaksa hati seseorang dalam urusan mencintai. Dan kamu juga tidak bisa membuat Oppa berhenti mencintai.”

Aku hanya bisa menunduk.

Rasa bersalah perlahan memenuhi hatiku.

“Memangnya Oppa sangat menyukai wanita yang selama ini Oppa rahasiakan itu?”

tanyaku penasaran.

“Iya.”

Jawabannya singkat.

Namun tatapan matanya mengatakan jauh lebih banyak.

“Oppa sangat menyukai dan mencintainya.”

Jantungku berdegup lebih cepat.

Kini aku semakin yakin.

Perasaan Hwi Sol oppa padaku bukanlah sesuatu yang sementara.

Bukan pula sekadar rasa sayang seorang kakak.

Aku bisa melihat ketulusannya.

Aku bisa merasakan betapa dalam perasaan yang ia simpan.

Namun satu pertanyaan terus menggangguku.

Bagaimana jika suatu hari Oppa tahu bahwa sebenarnya aku sudah mengetahui semua perasaannya?

“Lalu kapan Oppa akan menyatakan perasaannya pada wanita itu?”

“Hanya menunggu waktu yang tepat.”

Ia tersenyum tipis.

“Suatu hari nanti Oppa pasti akan memberitahunya.”

“Tapi bagaimana kalau dia tidak memiliki perasaan yang sama?”

Hening sejenak.

Lalu Hwi Sol oppa menjawab dengan tenang.

“Meski Oppa tahu dia tidak memiliki perasaan apa pun pada Oppa, Oppa akan tetap mencintainya.”

Aku menatapnya bingung.

“Karena cinta tidak selalu harus dimiliki, Seolhwa.”

Matanya menatap jauh ke arah jendela.

“Ada kalanya kita hidup dalam cerita yang bukan menjadikan kita tokoh utama. Kita hanya tokoh tambahan. Bahkan terkadang hanya pengganti yang tidak terlalu terlihat.”

Senyumnya terasa pahit.

“Sekalipun rasa yang kita miliki jauh lebih besar.”

Aku terdiam.

“Menerima dengan lapang meskipun hati terluka juga merupakan bagian dari mencintai.”

Aku tidak mampu membalas perkataannya.

“Sama seperti kisahmu dan Eun Dam.”

Suaranya terdengar lembut.

“Mungkin Tuhan hanya menghadirkan Eun Dam sebagai kebahagiaan yang singkat. Bukan sebagai teman hidup yang akan selalu menemanimu.”

Aku merasakan mataku kembali memanas.

“Cinta bukan hanya tentang siapa yang paling mencintai atau paling dicintai.”

Ia tersenyum tipis.

“Tetapi juga tentang siapa yang mampu memahami bahwa luka pasti ada dalam setiap hubungan.”

Aku menunduk.

“Dan orang yang tetap memilih menerima dengan hati yang bijaksana adalah orang yang benar-benar tulus dalam mencintai.”

Hening kembali memenuhi kamar.

“Biasanya, orang yang paling terluka oleh cinta adalah orang yang memiliki perasaan paling dalam.”

Aku menatapnya takjub.

Entah kenapa, tubuhku yang tadi terasa dingin kini justru terasa hangat.

Aku tidak pernah menyangka.

Hwi Sol oppa yang bahkan belum pernah berpacaran ternyata mampu memandang cinta sedalam itu.

Seolah-olah ia adalah seseorang yang telah mengalami banyak hal dalam hidupnya.

Aku selalu merasa aman ketika berada di dekatnya.

Selalu merasa nyaman.

Dan malam itu, kehadirannya berhasil menghangatkan hati yang sempat membeku karena kesedihan.

Namun di tempat lain...

Di sebuah kamar yang gelap.

Seorang pria duduk sendirian di tepi ranjang.

Tatapannya tertuju pada jendela yang terbuka.

Angin malam berembus masuk membawa hawa dingin.

“Aku merindukanmu, Seolhwa...”

Suara itu terdengar lirih.

Eun Dam.

Pria yang diam-diam memandangi Seolhwa di halte bus tadi siang.

Itulah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk mengobati rindunya.

Namun dibandingkan rasa rindunya, rasa bersalah jauh lebih besar memenuhi hatinya.

Tiba-tiba ponselnya berdering.

Lamunannya langsung buyar.

“Datang ke tempat biasa sekarang. Bos ingin bertemu denganmu.”

Suara seseorang terdengar dari balik telepon.

“Iya. Aku akan ke sana.”

Eun Dam menjawab dengan wajah kesal.

Dua puluh menit kemudian, ia tiba di sebuah gedung tua yang sudah lama tidak digunakan.

Bangunan itu tampak menyeramkan.

Cat dindingnya mengelupas.

Suasana di sekitarnya sunyi.

Tiga pria bertubuh besar langsung menyambut kedatangannya dengan tatapan meremehkan.

Tak lama kemudian, seorang pria berusia sekitar empat puluh lima tahun muncul bersama dua pengawal di belakangnya.

Seketika semua orang menundukkan kepala.

Ya.

Pria kaya yang selama ini dipanggil tuan Seok itu akhirnya datang.

Pria yang sangat disegani Eun Dam.

Pria yang berjasa besar dalam hidupnya.

Ia yang membantu Eun Dam mewujudkan mimpinya menjadi atlet.

Ia pula yang membiayai kehidupannya selama tinggal di Seoul.

Bahkan seluruh utang keluarganya telah dilunasi oleh pria itu.

Namun semua bantuan itu tidak pernah gratis.

Sebagai gantinya, Eun Dam harus melakukan apa pun yang diperintahkan.

Apa pun.

Bahkan jika harus melukai seseorang.

Atau lebih buruk dari itu.

“Eun Dam kusayang...”

Pria itu berjalan mendekat.

Lalu menepuk pipi Eun Dam beberapa kali dengan cukup keras.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?”

Eun Dam tetap diam.

Tatapannya tertunduk.

Tidak berani menjawab.

Namun tiba-tiba—

Bugh!

Sebuah tendangan keras menghantam perutnya.

“Dasar bodoh!”

Tubuh Eun Dam terpental ke belakang lalu jatuh tersungkur di lantai.

“Sebelum menyukai seorang gadis, seharusnya kau mencari tahu dulu siapa dia!”

Pria itu tertawa keras.

“Tapi tidak apa-apa.”

Tatapannya berubah tajam.

“Sekarang kau juga yang harus menanggung akibatnya.”

Tawa pria itu kembali menggema memenuhi ruangan tua yang suram tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!