Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 : Akulah suamimu
Prang
Fokus Pangeran dan Anne berubah beralih pada sebuah pigura foto yang terjatuh di lantai. Pupil mata Pangeran seketika melebar saat melihat foto yang ada di dalam pigura itu.
Pangeran dan Anne sama-sama ingin mengambil foto itu tetapi, tetap Pangeran yang berhasil mengambilnya lebih dulu.
Hati Pangeran terasa sangat perih saat melihat Anne memanjang foto-fotonya saat bersama Brian di rumahnya.
" Berikan fotonya," pinta Anne dingin.
Namun, Pangeran tak memberikannya pada Anne, dan kini tatapannya berubah kearah almari di belakang Anne. Diatas almari itu terlihat begitu banyak kenangan kebersamaan Anne dan juga Brian. Pantas saja jika orang di sini tak akan percaya jika Pangeran mengatakan bahwa ia adalah suami Anne. Karena yang dipasang di rumah ini, adalah foto-foto Anne saat bersama Brian, bukan dirinya.
" Apa maksud dari semua foto ini, Anne?" tanya Pangeran dengan suara sedikit bergetar menahan amarah dan rasa sakit.
" Seperti apa yang kamu lihat," jawab Anne seadanya.
Pangeran mengalihkan wajahnya sejenak, mencoba untuk kembali menahan emosinya agar tak meluap-luap. Bagaimana seorang suami tak emosi jika melihat istrinya justru memanjang foto-fotonya saat masih bersama mantan kekasihnya dulu di rumahnya.
Meski Anne tak menyukainya, tapi apakah harus seperti ini?
" Anne ... Suamimu itu adalah aku, tapi kenapa kamu justru memanjang foto saat bersama pria lain ?"
Anne mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah Pangeran. " Karena dia adalah pria yang aku cinta, pria yang ingin aku nikahi dan akan selalu ada di hati ini," jawab Anne sambil menunjuk kearah tempat hatinya berada.
" Tapi aku suamimu Anne, bisakah__"
" Tidak bisa!" potong Anne yang seakan tahu apa kelanjutan dari ucapan Pangeran.
" Kenapa tak bisa? Aku ini suamimu loh Anne bukan hanya sekedar kekasih yang belum halal. Jadi, sudah seharusnya seorang istri mencintai dan menghormati suaminya bukan pria lain. "
" Apa Kamu yakin jika pernikahan itu masih berlaku?" Anne justru kembali bertanya.
" Maksudnya?"
" Pernikahan kita itu hanya sah secara agama, dan ... Kita juga tidak____" Anne jadi bingung harus berkata apa.
" Kita tidak apa?" Pangeran kembali mendekatkan wajahnya.
Sementara Anne mencoba menahan tubuh Pangeran agar tak terlalu dekat dengannya.
" Bi-sakah berbicara dengan posisi yang lebih normal?" tanya Anne yang terdengar sangat gugup.
" Tapi aku lebih suka posisi seperti ini, lebih romantis dan memperlihatkan bahwa kita itu suami istri," tukas Pangeran yang membuat Anne merasa semakin kesal. Anne mencoba memalingkan wajahnya agar tak terus menatap wajah Pangeran.
" Kamu membenciku, Anne? "tanya Pangeran seraya memegang dagu Anne agar Ia tak berpaling.
" Ya, "jawab Anne singkat.
Sementara Pangeran tersenyum kecut tatkala mendengar Anne mengatakan kalau dia membencinya." Kalau begitu, bencilah aku sampai rasa benci itu berubah menjadi cinta. Karena rasa benci dan Cinta itu hanya beda tipis. "
" Tapi aku tidak akan__"
Haching
Akibat habis kehujanan serta suhu yang semakin dingin membuat Pangeran bersin-bersin. Tapi untungnya Pangeran sudah menjauh saat hidungnya terasa gatal.
" Kamu flu?" tanya Anne yang kini tiba-tiba berubah perhatian.
" Kamu khawatir sayang?" goda Pangeran.
" Gak usah Gr deh! Aku bertanya karena takut kalau kamu akan membuat aku semakin susah nantinya," terang Anne yang tak mau Pangeran salah paham.
" Baiklah. "
Setelahnya, Anne berjalan pergi meninggalkan Pangeran untuk menyalakan perapian agar ruangan itu lebih terasa hangat. Melihat Pangeran yang hanya membawa tas ransel kecil, Anne sudah dapat memastikan bahwa ia tak memiliki baju ganti. Jadi, Ia terpaksa mengambilkan kaos oversize, sweater dan selimut hangat miliknya.
" Di sini tidak ada baju laki-laki, jadi pakailah itu dulu. Sepertinya, ukurannya cukup muat," ucap Anne dengan wajah datar dan sedikit dingin.
" Terimakasih sayang," ucap Pangeran seraya mengambil tumbukan selimut, kaos dan sweater dari Anne.
" Jangan memanggilku seperti itu! "kesal Anne yang membuat Pangeran semakin ingin menjahilinya.
" Sayang, kamar mandinya di mana? " tanya Pangeran.
" Disana, "Anne menunjuk ke sebelah kanan.
" Makasih sayang. "
Menyadari Pangeran yang terus memanggilnya sayang membuat Anne berbalik dengan memasang wajah kesal.
" Bukankah sudah__"
" Kenapa sayang? Kamu mau gantiin bajuku?" ujar Pangeran yang semakin menggoda Anne.
Raut wajah Anne terlihat sangat kesal, bahkan ingin rasanya Ia mencabik-cabik mulut Pangeran yang terus memanggilnya sayang. Tapi, kalau Anne terus meladeni, pria itu akan semakin menjadi. Jadi, Ia lebih memilih pergi ke dapur untuk membuat Teh hangat. Pasalnya, Ia juga merasa sangat dingin dan butuh sesuatu yang hangat.
Saat berada di dalam kamar mandi, Pangeran menatap penampilannya dari Pantulan kamar mandi.
" Untung warnanya bukan pink," gumam Pangeran menatap sweater warna krem milik Anne.
Hanya memakai baju Anne saja, sudah membuat Pangeran serasa di peluk oleh orangnya. Pasalnya, aroma pakaian itu sangat khas.
Ketika Pangeran keluar dari kamar mandi, Anne sudah menyiapkan teh hangat dan juga camilan pendamping. Wanita cantik itu terlihat duduk di depan perapian sambil menggesek-gesekan tangannya agar lebih hangat.
Sementara Pangeran mencoba melangkahkan kakinya dengan sangat pelan agar tak menimbulkan suara. Setelah sudah berada di belakang tubuh Anne, Pangeran langsung memeluknya.
Anne yang mendapatkan pelukan secara mendadak pun cukup terkejut.
" Terimakasih sayang," lirih Pangeran dengan kepala yang ia letakkan di pundak Anne.
" Ran, bisakah jangan___"
" Hanya sebentar saja Anne, izinkan aku bisa mendapatkan pelukan sebagai seorang suami yang sudah lama berpisah dan sedang kedinginan," sela Pangeran.
...****************...
penasaran sama lnjtn nya