Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya.
Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.
" Meski aku tak bisa melawan restu sang semesta, setidaknya kamu adalah langitku dan satu-satunya wanita yang aku cintai sampai akhir nafas ini."
" Aku tak pernah tahu bagaimana semesta dalam menuliskan kisah cintaku. Alih-alih bisa melupakan masa lalu, aku justru terus terjerat di dalam belenggu cinta masa lalu. "
Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?
Follow ig author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MR Bab 8 : Masuk ke dalam lubang buaya
"Semalam kamu kemana? Kenapa tiba-tiba menghilang dan nomornya tidak aktif? "
"Oh, kalau itu___pikir aja sendiri!" Anne langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
" Dasar Anneta!" keluh Brian seraya menatap kamar Anne yang masih tertutup. Dikarenakan tak bisa masuk ke dalam kamar itu, Brian memilih kembali ke kamarnya karena ada pekerjaan yanb harus ia selesaikan sebelum kembali ke NY.
Di dalam kamar, sang maid masih bingung harus mengobati luka Anne dengan apa. Sedangkan gadis itu, mencoba mencari informasi lewat google.
" Kira-kira, informasi ini benar nggak ya?" gumam Anne yang masih ragu-ragu untuk mempraktekkannya. Pasalnya, Ia takut kalau kakinya semakin parah jika salah penanganan.
Ingin tanya Kakak sendiri takut di omeli, tanya google takut informasinya gak valid. Terpaksa Anne mencoba bertanya pada Abi, sahabat Lean.
" Sepertinya itu ... lebih valid!"gumamnya yang langsung mencoba menghubungi Abi.
Melihat ada notifikasi pesan dari Anne tentu saja membuat Abi merasa sangat senang, bagaikan ketiban keberuntungan di pagi hari. Pasalnya, selama ini Anne tidak pernah menghubunginya terlebih dulu. Jangankan itu, di hubungi saja Anne jarang balas.
Abimanyu
[ Ada apa Anneta cantik? Tumben mau menghubungi Kak Abi duluan? ]
Anne langsung membalas dengan mengirimkan foto kakinya yang sudah membengkak. Hal itu tentu saja membuat Abi terkejut, dan langsung menghubungi Anne.
" Halo, Anne. Itu Kaki siapa?" tanya Abi yang terdengar khawatir.
"Tentu saja kaki Anne."
" Iya, Kak Abi tahu dan hafal betul jika itu Kaki kamu tapi, kenapa bisa bengkak seperti itu? Di sengat lebah atau ___"
" Terkilir!" potong Anne sebelum Abi berbicara lebih panjang lagi.
" Terkilir? Kok bisa? Terus, udah di obatin belum? Lean udah tahu?" begitulah Abi yang terus memberikan beberapa pertanyaan, membuat Anne kesal.
" Bisa nggak, kalau Kak Abi itu jangan banyak bicara?" kesal Anne yang sedikit menyesal karena memilih untuk menghubungi pria yang sama crewetnya dengan Lean.
" Oke, Kak Abi diam."
Setelahnya, Anne baru menceritakan apa yang telah terjadi sehingga membuat kakinya membengkak. Abi pun diam, dan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Anne. Dikarenakan Abi masih ada jadwal jaga, dan Anne juga tak mau ke rumah sakit, terpaksa Ia mengarahkan untuk melakukan penanganan mandiri sementara.
" Yaudah, gini aja. Sekarang, ada orang nggak di samping kamu?" tanya Abi yang mulai serius.
" Ada, mbak."
Setelahnya, Abi memberikan petunjuk agar sang maid membantu mengompres atau merendam kaki Anne yang bengkak dengan es batu. Kemudian, bebat pergelangan kaki dengan perban elastis untuk meredakan bengkak, mengurangi pergerakan, dan menopang pergelangan kaki. Namun, jangan membebat terlalu kencang agar sirkulasi darah tetap lancar.
Di lanjutkan dengan menaikkan pergelangan kaki pada saat berbaring, atau posisikan kaki lebih tinggi dari dada.
" Sudah, paham?" tanya Abi memastikan.
" Em."
" Terus, ada obat peredam nyeri nggak?"
" Sepertinya ...." Anne tiba-tiba teringat kembali dengan obat yang di suruh minum oleh Lean kemarin.
" Anne ...," panggil Abi ketika tak mendapatkan jawaban dari Anne.
" Pantes aja Kakiku sakit, orang obatnya lupa keminum! "gumam Anne yang ternyata di dengar oleh Abi. Abi pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Andai Lean yang mendengar ini, pasti__"
" Jangan sampai Kak Lean tahu, bisa di omeli abis-abisan aku!" sela Anne yang terdengar takut jika Lean sampai tahu kondisinya saat ini, apalagi kalau tahu ia lupa meminum obat.
Abi hanya bisa tergelak mendengar hal itu, pasalnya Lean dan Anne itu sering adu mulut jika bersama. Tapi, ternyata Anne masih memiliki rasa takut dengan Kakaknya yang berprofesi sebagai Dokter.
" Oke, kalau gitu. Udah dulu, ya. Nanti, setelah jam kerja Kak Abi selesai, Kakak akan ke sana untuk membantu mengecek kondisi kamu."
" Nggak usah, Kak!" tolak Anne yang malas bertemu dengan Abi.
" Kenapa?"
" Ya ..." Anne jadi bingung sendiri mencari alasan apa agar Abi tidak datang ke rumah.
" Kalau gitu, biar Lean aja yang... "
" Jangan ...!!! Oke, Kak Abi boleh datang, tapi ingat! Jangan sampai bilang-bilang ke Kak Lean."
" Oke cantik, sampai ketemu nanti."
Setelahnya, panggilan pun terputus. raut wajah Abi langsung bersinar karena sedikit gertakan darinya, mampu membuat Anne memperbolehkannya untuk datang.
Sedangkan Anne, justru menghembuskan nafas panjangnya. Ia sangat menyesal sekali dengan pilihan yang membuatnya berhasil keluar dari lubang singa, justru masuk ke dalam lubang buaya.
Lean itu memang suka bercanda dan jahil, tapi dia juga bisa berubah menjadi cukup menakutkan sekaligus menjengkelkan.
***
Ketika jam jaganya selesai, Abi segera pulang karena hari ini ia akan bertemu dengan gadis pujaannya yang tak berhasil-berhasil ia dapatkan. Seulas senyum, terus terpancar dari wajahnya sampai membuat para perawat lainnya merasa heran dengan sikapnya hari ini.
" *Eh, kalian merasa nggak, kalau hari ini tuh, Dokter Abi keliatan berbeda dari biasanya."
Para perawat lainnya pun, mengangguk setuju.
" Apa jangan-jangan Dokter Abi sedang kesambet?" ujar seorang perawat berambut pendek*.
" Kesambet apaan?" tanya perawat lainnya.
" Kesambet pelet cinta!" sambungnya yang langsung mengundang gelak tawa.
Sebelum, pergi ke kediaman Fabio. Abi pulang dulu ke apartemen miliknya untuk mandi dan bersiap-siap. Biasanya, ketika pulang dari rumah sakit, Abi akan langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, dan bermalas-malasan. Tapi, berhubung mau bertemu dengan pujaan hati, sifat malas itu seketika hilang begitu saja.
Selesai mandi, Abi segera menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya agar tubuhnya harum semerbak.
" Em ... Harum sekali, pasti Anne akan suka dengan aroma wanginya," gumam Abi yang memuji aroma parfum yang sudah melekat pada tubuhnya. Setelahnya, Ia segera memakai pakaian terbaik yang ia punya. Bertemu dengan gadis pujaan, memang harus tampil perfeck agar dia terpincut.
Selesai bersiap-siap, Abi segera keluar dari apartemen menuju basement.
***
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat puluh menit, mobil Abi pun sampai di depan gerbang kediaman Fabio. Melihat siapa yang datang, membuat sang security pun langsung membukakan pintu gerbang karena mereka sudah mengenal siapa Abi.
Ketika sudah memasuki rumah, Abi langsung di sambut oleh seorang maid.
" Dokter Abi kok tumben ke sini ketika Tuan Lean nggak ada di rumah?" tanya maid itu.
" Oh, saya ke sini memang bukan mau ketemu Lean, tapi Anne," jawab Abi dengan tersenyum ramah.
"Oh, mau ketemu non Anne. Tapi, Non___"
" Dokter Abi sudah datang?" seru seorang maid yang seharian ini merawat Anne.
" Iya, apa kondisi Anne sudah lebih membaik?" tanya Abi basa basi.
"Em, alhamdulillah bengkak ya sudah sedikit mengempis. Mau saya antar ke kamar non Anne?" tawar sang maid, dan diangguki oleh Abi.
Ketika hampir sampai di depan kamar Anne, tanpa di sengaja Abi berpapasan dengan seorang yang menurutnya tak asing.
" Siapa pria tampan ini? "gumam Abi dalam hati sembari mengingat-ingat kembali.
Sama halnya dengan Brian, yang cukup terkejut saat melihat ada seorang pria yang datang ke rumah ini.
" Kamu ..., "
...****************...
Halo guys, maaf kalau updatenya lama karena beberapa hari ini anak novi sedang sakit. Jadi, updatenya lumayan slow. Tapi, semoga kalian tetap suka dengan cerita yang baru, oke 👌.
smoga Di Novel Anne Yg Slanjutnya Tdak Mnguras Air mata ku lagi.
Capek tau kak nangis trus.
Tpi ya. gomana ya. gk Nangis Jgk Gk Bisa. airmata klao Udah Kluar Gk Bisa di Tahan.🥺
Qm memang prlu mnenangkan Hati Dan Pikiran mu Lbih dulu.
.
Kalo Pangeran Stia Dan Tulus mncintaimu.
dia Pasti akn Mnunggu mu smpai Qm kmbali. Ntah Itu Kpan. aq jgk tdk tau
sana pergi cari kamar lain🙄
smoga Allah mnempatkn Mu Di Syurganya.
Bahagia lah Qm Di Sana.
Skrang qm sdah tdak sakit lagi.
.
.
Bner bner mnghabiskan Tisu🥺
tpi knpa Mampu Mmbuat Air mata ini Trus Mngalir.
Dan Dada Ini Jgk Bgitu merasa sngt sesak sekali.😭😭😭😭😭😭😭