NovelToon NovelToon
Mutiara Di Balik Lumpur

Mutiara Di Balik Lumpur

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:268.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Season 1

Di sebuah Kota yang dimana banyak para penjudi, pemabuk, bahkan prostitusi bertebaran, hidup seorang gadis bernama Bian Almeta yang harus menjaga dirinya dan juga kehormatannya dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan arang hitam supaya Pamannya tidak menjadikan wanita bayaran.



Season 2
Mengisahkan sahabatnya Bian yang juga di jadikan jaminan atas kekalahan judi oleh ayahnya dengan menjadikannya wanita pelayan pria hidung belang.

Apakah gadis itu mampu menjaga kehormatannya? atau, dia akan melakukan apapun demi orang yang mereka sayangi?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.

Ig : @ai.sah562
FB : Mmah Abidah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Bian beserta Ibunya mulai membereskan barang-barang bawaan mereka di kamar mereka masing-masing. Tidak banyak yang di bawa hanya pakaian dan beberapa tas serta sepatu saja.

Bian membuka kopernya kemudian mulai menyusun pakaian di simpan di bagian atas, tas di bagian tengah, dan sepatu di bagian bawah lemari kayu pintu dua.

Untuk perabotan rumah, mereka tidak perlu membeli apapun di karenakan isi rumah tersebut sudah lengkap hanya tinggal meninggalinya saja. Rumah tersebut terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu menyatu dengan ruang keluarga, dapur, dan gudang di bagian belakangan rumah.

Huffhh...

Bian menghela nafas panjang, dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tubuhnya terlentang menatap langit-langit kamar. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?" gumam dalam hati memikirkan kembali kehidupan yang sekarang.

Karena kelelahan, Bian memilih memejamkan mata untuk beristirahat.

***********

Pria bad boy bertato di lengan kiri itu melangkah gontai memasuki mansion. Pikirannya semerawut kesana kemari memikirkan cara untuk kembali menolak pernikahan. Dia masih belum bisa menerima perjodohan tersebut apalagi mengkhianati kekasihnya. Tapi, kekasihnya sendiri malah tidak keberatan akan pernikahan dirinya.

"Nathan, Mama mau bicara?" suara seseorang dari ruang tamu memberhentikan langkah Nathan. Pria itu menoleh membalikan badannya menghadap perempuan yang sedang duduk

"Bicara apa?" tanya Nathan dingin dan juga ketus. Dia tidak suka pada wanita itu, padahal wanita itu tidak memiliki kesalahan apapun.

"Duduk! Tidak sopan bicara sama orang tua sambil berdiri seperti itu." Katanya tak kalah dingin. Wanita itu melipatkan kedua tangannya di dada menyenderkan punggungnya menatap serius pria berkulit putih, memiliki hidung mancung, alis tebal, mata enamel yang tajam, hidung di anting dan kuping di anting.

Nathan menghelakan nafasnya, dia duduk sesuai yang di perintahkan wanita di hadapannya. "Ada apa? buruan bicara! Saya tidak punya banyak waktu," katanya enggan melihat wanita itu.

"Besok kau harus menemui calon istrimu di butik langganan Mama untuk melakukan fitting baju. Papa sudah menyerahkan segalanya pada Mama dan kau harus mengikuti keinginan Papa!"

"What? secepat itu? kalian benar-benar gila, sudah ku katakan kalau aku tidak mau menikah dengan cara di jodohkan seperti ini. Biarpun Papa mau mencoretku dari kartu keluarga pun aku tak peduli!" Dengan kesal Nathan berdiri meninggalkan tempat itu. Namun, baru saja beberapa melangkah dirinya sudah di kejutkan dengan perkataan wanita itu.

"Kalau kau menolak, karir kekasihmu akan hancur!" ujarnya santai lalu, mengambil buku majalah dewasa yang dimana di sana memperlihatkan beberapa potret kekasih Nathan yang menjadi model bikini. Wanita itu membuka satu persatu buku tersebut.

"Kau..! Jangan mentang-mentang kau menikah dengan Papaku kau seenaknya ikut mengatur dan mengancam ku!" sergahnya meninggi menoleh menatap tajam wanita itu serta mengepalkan tangannya.

Wanita itu mendongak menutup majalahnya menyimpan kembali di atas meja. "Bukan aku, melainkan Papamu. Papamu bisa melakukan apapun asalkan keinginannya tercapai termasuk menjadikan kekasihmu model terkenal. Dan, dengan sekejap mata, Papamu juga akan menghancurkan kekasihmu itu."

Nathan semakin di selimuti amarah. Sekarang dia mengerti kalau yang mengendalikan semuanya adalah Abraham. Semakin benci saja Nathan kepada wanita yang akan di jodohkan dengannya. Dia berpikir wanita itu sudah memberikan pengaruh buruk pada Papanya dan dia yakin wanita pilihan Papanya hanya menginginkan harta.

"Temui dia atau karir kekasihmu hancur?" sambung Meta, istri kedua Abraham adik mendiang Ibunya Nathan.

Nathan tak menggubris ucapan Ibu sambungnya. Pria bad boy itu melangkah menuju kamarnya. Sedangkan Meta membuang nafasnya secara kasar merasa bersalah telah berlaku kasar pada keponakannya sekaligus anak tirinya. "Aku dan Papamu hanya menginginkan yang terbaik untukmu, Nathan. Wanita yang kau cintai tidak sepolos, sebaik yang kau kira."

Meta mengambil ponselnya menghubungi seseorang. "Besok kau jemput Bian, ajak dia ke butik langganan saya!"

"Siap, Bu."

***********

Dalam kamar, Nathan melemparkan jaketnya ke sembarang arah. Saking kesal dan marah kepada orang tua itu, dia sampai membanting handphonenya ke atas ranjang. Tangannya terkepal meninju dinding tembok.

"Sh*it..! Mereka keterlaluan. Brengsekkk... ini semua gara-gara wanita itu. Akan ku buat dia menderita sudah membuatku berjauhan dengan kekasihku!" Nathan menyeringai, dia sudah merencanakan sesuatu untuk wanita yang akan menjadi calon istrinya.

***********

Pagipun telah tiba, seperti biasanya, seorang Bian Almeta akan mengerjakan pekerjaan dapur yaitu menyiapkan sarapan. Dia terlahir dari keluarga sederhana dan tidak memungkinkan orang tuanya menyewa pelayan sehingga Ibu atau dirinyalah yang langsung turun tangan ke dapur. Dia juga bukan orang kaya banyak uang ketika ingin makan harus pesan.

"Nak, Ibu merasa tidak betah tinggal di sini. Ibu juga bosan jika terus menerus berdiam diri tanpa melakukan pekerjaan." Rebecca sebenarnya lebih betah tinggal di Las Vegas tempat dimana dirinya di besarkan. Meski sederhana namun tempat itu lebih nyaman.

Bian memberikan sepiring Biscuits 'n' gravy pada Ibunya. Dia juga ikutan duduk di samping Rebecca. Ternyata, semua bahan dapur juga sudah lengkap sehingga bisa memudahkan Bian untuk memasak.

Biscuits 'n' gravy merupakan santapan ringan yang memiliki bentuk penyajian yang terlihat cukup sederhana. Hidangan ini sangat populer di kalangan masyarakat Amerika terutama di wilayah asalnya yaitu Amerika bagian selatan.

Pada dasarnya, biscuits 'n' gravy terdiri dari biskuit yang memiliki tekstur yang lembut dan empuk kemudian disiram dengan kuah kental yang terbuat dari tepung, susu, dan irisan sosis.

"Bu, bagaimana kalau kita bikin hotdog, sandwich tuna, dan kentang goreng. Kemudian kita jajakan ke tempat-tempat sekitar sini atau kita jualan di depan sana." Bian mengusulkan sebuah ide membuka jajanan supaya mereka bisa sedikit ada kegiatan. Tangannya menyendok hidangan di depannya kemudian ia masukkan kemulut.

"Kau benar, Bian. Di depan sana jalannya sangat ramai dan juga banyak yang jualan. Kita bisa memperoleh peruntungan di sana." Rebecca menyutujui ide Putrinya sambil mengunyah mengangguk.

Tok.. tok.. tok..

"Sepertinya ada tamu, siapa ya?" ujar Rebecca bertanya-tanya. Lalu, dia beranjak membukakan pintunya.

Ceklek...

"Kau..." Rupanya dia adalah pria yang menjadi supir mereka.

"Saya datang kesini atas perintah Bu Meta untuk mengajak Bian fitting baju pengantin," kata supir berdiri di hadapan Rebecca.

Rebecca mengangguk. "Tunggu sebentar, kami bersiap dulu!" Rebecca kembali masuk membiarkan supirnya menunggu di depan rumah.

"Siapa, Bu?" tanya Bian penasaran seraya membereskan piring bekas mereka makan.

Rebecca mendekati putrinya menatap lekat-lekat wajah sang Putri yang sudah tertutup warna hitam. "Supir jemputan. Bian, apa kamu yakin akan menerima pernikahan ini?"

Bian menoleh memberhentikan aktivitas nya untuk sejenak. "Aku yakin Bu. Hatiku sudah mantap memilih jalan ini dan aku tidak bisa mundur lagi. Aku sudah terikat janji dan kontrak kepada Tuan Abraham, ku tidak mungkin membatalkannya, Bu." Jawabnya mantap penuh keyakinan. Meski dia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, Bian tetap percayakan semuanya kepada Tuhannya.

Bersambung.....

1
Devi Novita
kyk dr Indonesia ke Amerika aja 19 jam 😂 kyknya pesawatnya bolak balik berhenti deh mknya 19 jam
juwita
mampir
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
lah daddy sendiri datang k pusat pelacuran... bagaimana ngak memberi contoh... 🤭
Yanti Yanti
Luar biasa
Indah Maya Sari
orang tia serakah .. seperri hartax dia bawa mati saja, 🤭
Putri Minwa
Dibalik kesetiaan Nayla mampir ya thor
Def-rehanQu
lanjut
Daniela Whu
jangan" bapkx kandung x bian ini
Unknown
Nevada itu Amerika Thor hahaha, lu kira Nevada itu Meksiko
Unknown
apa bedanya las Vegas sama Amerika serikat Thor 🥴🥴🤣🤣 soalnya las Vegas juga USA
Ashraf Syafikah
wow banyaknyaaaa
Novianti Ratnasari
harus nya Anggelia jangan.mau melakukan hubungan suami istri klw blum nikah
Novianti Ratnasari
kaya nya kekasih nya Sean lg hamil ank orang
Novianti Ratnasari
cinta belum kelar
Novianti Ratnasari
knp ya laki2 pd takut am kecoa ketimbang tikus.
Novianti Ratnasari
tinggal Sean yg nikah am Mila
Novianti Ratnasari
Billi keren
Novianti Ratnasari
jangan2 Aiden mantan nya Nathan
Novianti Ratnasari
gila si Austin.bukan nya menjaga dn melindungi istri ini malah di jadikan pelacur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!