Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Tari harus tinggal di asrama kampus.
Tapi saat itu dia adalah yang paling terkahir datang dan tak bisa memilih kamar.
201 adalah kamar tari, kamar yang paling dihindari oleh semua orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 - Telepon Dari Arum
Sepanjang bimbingannya dengan Basuki, Tari terlihat sekali tidak fokusnya. Berulang kali dia menghapus peluh yang membanjiri dahi. Padahal, ruangan itu menggunakan AC, tapi Tari terus merasa panas.
"Cukup Ri, lanjut besok lagi saja," ucap pak Basuki, dia merasa pertemuan mereka kali ini tidak berjalan dengan kondusif.
"Kamu istirahat saja dulu, seminggu lagi kita bahas bab ini," putus Basuki, sementara Tari yang mendengar keputusan itu merasa berat hati untuk menerima.
Pasalnya, dia ingin hari ini semua pembahasan di bab 3 selesai. Tapi apalah daya, akhirnya malah di undur lagi.
"Tapi Pak__"
"Sudah, kita sambung minggu depan saja," potong Basuki, membuat Tari kembali menelan semua kata-kata yang telah siap diucapkan.
Akhirnya, Tari keluar. Saat dia telah menutup pintu dan berdiri di luar ruangan, seketika beban berat di pundaknya pun terasa menghilang. Seolah-olah ada sesuatu yang memang sengaja membuat pertemuannya dengan pak Basuki kali ini tidak berjalan dengan baik.
Dengan langkah lesu, Tari menuruni tangga. Semangatnya sudah pudar setelah pak Basuki menunda pembahasan. Sangat membuang waktu menurutnya.
Sambil memijak satu per satu anak tangga, pikiran Tari kembali kepada Arum. Dia sangat yakin yang menyambutnya kemarin adalah sahabatnya itu, tapi mengingat ucapan Siska dan Doni membuatnya berpikir ulang.
"Ada apa dengan Arum? Bagaimana kabarnya saat ini? Kenapa susah banget dihubungi?" gumam Tari sambil mengembuskan nafas kasar.
Setelah cukup lama berjalan, akhirnya Tari tiba di anak tangga yang terakhir. Meski di sekitar sana banyak teman-teman yang berlalu lalang, tapi Tari tetap murung. Tidak ada niat untuk menyapa, apalagi bercanda. Dia terlalu lelah hari ini.
Tak lama kemudian, ponsel Tari bergetar. Dengan cepat dia mengambilnya, ternyata nomor Arum yang tertera di sana.
Tari tersenyum senang dan langsung menerima panggilan itu. Dia harap, kali ini benar-benar bisa bicara dengan Arum.
"Hallo," sapa Tari.
Belum ada jawaban dari seberang sana. Namun, juga tidak ada suara aneh atau hembusan angin dingin seperti tadi.
"Hallo," sapa Tari untuk kedua kali.
"Hallo Tari."
Tari mengernyit heran, lalu menatap kembali ponselnya. Yang menelepon memang Arum, tapi suara itu jelas bukan suara Arum. Ada apa lagi ini? Pikir Tari.
"Arum, kamu___"
"Ini Tante, Tari. Tante mau ngasih kabar ke kamu," pungkas ibunya Arum.
"Oh, ternyata Tante. Kabar apa ya Tante?" tanya Tari.
Cukup lama tidak ada jawaban dari ibunya Arum. Hanya hembusan nafas berat yang sesekali terdengar di telinga Tari.
"Tante!"
"Tari, kamu doakan Arum ya, semoga dia cepat sembuh. Tante sedih melihatnya seperti ini," jawab ibunya Arum sambil menangis.
"Sembuh? Memangnya Arum kenapa Tante?" tanya Tari dengan cepat.
"Arum koma Tari."
Deg! Jantung Tari seakan berhenti berdetak. Jawaban singkat yang diucapkan ibunya Arum membuat tubuhnya lemas dan limbung. Beruntung, ada dinding yang menopangnya, jadi tidak sampai terjatuh.
"Sejak kapan Tante?" tanya Tari dengan pelan, nyaris seperti bisikan.
"Sejak tiga hari yang lalu," jawab ibunya Arum masih dengan isakan.
Tari semakin gemetaran, tenggorokannya tercekat dan dia kesulitan menelan ludah.
"Sudah seminggu dia pulang karena sakit tipes. Awalnya hanya dirawat biasa, tapi sejak tiga hari yang lalu keadaannya semakin memburuk dan berakhir koma." Ibunya Arum kembali bicara karena Tari masih diam. Dia tidak tahu jika di sini Tari sangat panik.
"Jika Arum koma, lalu siapa yang menyambutku kemarin?" batin Tari.
Perlahan, bulu kuduknya meremang. Dia menoleh ke sana kemari, mencari sosok yang sepertinya mengamati. Namun, tak ada apa-apa. Yang terlihat hanya teman-teman yang sibuk dengan aktivitas masing-masing.
tari, pindah kamar aja!
tp klu panik lupa smua👻
Aplgi saat tari bertemu bapak yg menyuruhnya nginap asrama.
Dn hantu bayangan putih itu jngan roh nya arum..diterkurung disana..