Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang sukses terpaksa harus menikahi Rea Anastasya gadis cantik dan manja. Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah tapi kesalah pahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.
Hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba, Rea dan Raka membuat satu perjanjian diawal pernikahan mereka.
Setelah satu tahun ternyata mereka menjadi saling mencintai.
Saat Rea hamil Lisa mantan kekasihnya Raka mendorong Rea ke jurang yang menyebabkan Rea keguguran dan harus kehilangan rahimnya.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Apakah Raka akan meninggalkan Rea karena Rea tak bisa memberinya keturunan dan Raka akan kembali kepada sang mantan kekasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lena Laiha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 menunggu Rea berpacaran
Raka duduk dibawah pohon besar sambil memandangi hamparan rerumputan yang hijau dengan dihiasi bunga-bunga yang tumbuh disekitarnya.
Raka mengambil ponselnya dari saku celananya lalu menelpon sang kekasih.
Tanpa menunggu lama, Lisa sudah menerima telepon dari Raka.
📞 "Halo, sayang," ucap Lisa dari sebrang telepon.
📞 "Sayang, kamu lagi apa?" ucap Raka.
📞 "Aku lagi tiduran aja di rumah. Sayang kapan kamu pulang? aku sudah kangen banget," ucap Lisa manja.
📞 "Aku juga kangen, sayang. Urusanku belum selesai disini," sahut Raka.
📞 "Sayang, besok aku kesitu ya nyusul kamu," ucap Lisa lagi.
📞 "Yaudah, kamu kesini aja soalnya aku gak bisa pulang sebelum urusanku selesai," sahut Raka.
📞 "Besok pagi aku berangkat ya. I love you sayang," ucap Lisa.
📞 "Love you to." Raka mematikan sambungan teleponnya.
Raka menoleh kearah Rea dan Riko, terlihat mereka sedang duduk membelakanginya entah apa yang sedang mereka bicarakan hingga dua sejoli itu terdengar tertawa bahagia.
Raka terus memperhatikan dua orang yang sedang berpacaran itu tak ada tindakan ataupun perlakuan diluar batas antara Rea dan Riko.
"Gaya pacaran yang sangat aneh, tidak ada pelukan ataupun ciuman hanya ada pegangan tangan yang tidak mengasyikkan," gumam Raka sembari terus memandangi mereka.
Hampir dua jam Raka menunggu Rea dan Riko, akhirnya ia menyerah karena tak betah hanya duduk sambil menonton orang pacaran.
Raka menghampiri Rea dan Riko sambil menggerutu kesal!
"Pacarannya udah dong, udah jam berapa nih?" ucap Raka sembari melihat jam ditangannya.
"Ahh gak asyik kalau pacaran bawa bodyguard mah," ucap Riko kesal.
"Udahlah, segini juga kita beruntung bisa berduaan," ucap Rea pada Riko.
"Rea pulang sama gue, lo pulang sendiri aja," ucap Raka pada Riko.
"Gak bisa gitu dong tadi kan Rea berangkatnya sama gue," ucap Riko protes dengan pernyataan Raka.
"Kalau gue bilang Rea pulang sama gue ya pulang sama gue jangan coba membantah kalau gak, gue laporin sama tante Tika," ucap Raka penuh kemenangan.
Riko berdecak kesal karena Raka mengatur dan mengancamnya seenaknya.
"Ayo kita pulang jangan berdebat terus," ucap Rea sembari meraih tangan Raka!
"Riko, aku pulang sama kak Raka ya. Lain kali kita minta waktu lagi sama Kak Raka jangan bikin dia marah karena kalau dia marah kita gak bisa jalan bareng lagi," jelas Rea pada kekasihnya.
Raka tersenyum kegirangan.
"Ayo kita pulang!" ucap Raka sembari menarik tangan Rea.
Rea menurut saja apa kata suaminya itu, ia mengikuti langkah sang suami dengan sedikit menggerutu.
Riko masih berdiri ditempat semula sambil menatap kepergian kekasihnya.
"Belum apa-apa udah ada bodyguard yang terus memantau gue sama Rea," gumam Riko.
"Aha gue punya ide," ucap Riko menjentikkan jarinya.
Riko tersenyum licik lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Diperjalanan pulang, Rea terus diam karena ia kesal kepada suaminya itu.
"Kenapa cemberut terus?" ucap Raka.
"Gak," ucap Rea ketus.
"Besok pacar kakak datang," ucap Raka sembari menatap Rea sekilas.
"Apa hubungannya dengan aku?" ucap Rea masih dengan nada judesnya.
"Ya, kakak minta gantian. Besok kamu yang temenin kakak ketemuan sama Lisa," jelas Raka.
"Oh, pacar kakak namanya Lisa?" ucap Rea, "kalau aku gak mau gimana?" sambung Rea lagi.
"Kalau kamu gak mau gakpapa sih. Tinggal aku laporin kejadian hari ini sama tante Tika," ucap Raka dengan senyuman yang sulit diartikan.
Rea mengerucutkan bibirnya.
"Iya, aku mau," ucap Rea singkat.
"Istri shalehah," ucap Raka sembari membelai rambut Rea.
Rea yang kesal hanya diam tak menghiraukan perlakuan Raka padanya.
Bersambung