Update hari Senin, Rabu & Jumat pukul 15.00 WIB.
Sebagai satu - satunya laki - laki keturunan keluarga White,Samuel akan di nobatkan sebagai Duke yang baru.Sebenarnya Samuel tidak menginginkan gelar itu ,tetapi keadaan memaksanya.
Claudia ,putri bangsawan desa ,memutuskan pergi ke sana untuk menemani Samuel dengan alasan untuk belajar tata krama.Ternyata keluarga White dan bangsawan lainnya meremehkan Claudia.
Dengan dalih demi kebaikan Samuel ,Dino memaksa Claudia untuk mengingkari janjinya untuk selalu mendampingi Samuel.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya ? Ikuti saja di karya terbaru ku
Jangan lupa kalau kalian suka Like ,Favorit ,Rate dan Komentar positif ya so Vote.Makasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8.
Claudia pun terpaksa mengikuti pembantu yang di tunjuk Putri Miya White untuk mengantarkannya ke kamar tamu khusus untuknya tempati selama Ia menemani Samuel di Kediaman Keluarga Duke White.
" Rumah ini besar sekali...Kamarnya ada berapa , ya..?" Pikir Claudia di sepanjang koridor menuju ke kamar tamu.
Dan , Claudia di kejutkan dengan kamar yang amat tak layak itu.
" Eh ? Kamar tamu ...? Tak mungkin ," Kata Claudia menemukan kamar itu persis kandang sapi.
" A...Anu..." Claudia ingin bertanya kepada pelayan itu namun pelayan sudah pergi.
" Ruang tamu yang spesial...Anak itu ..Apa sih maksudnya !?"
Braakk
Claudia tak terima perlakukan Putri Miya White kepadanya.Ia segera pergi untuk mencari Putri Miya White namun Ia terpana karena Putri Miya White dan adiknya tengah bercengkrama dengan Dino Baskoro di ruangan lain.
" Paman Dino.."
" Iihhh Sepertinya ada bau yang tak enak ," Ejek Putri Miya White menemuinya di luar ruangan itu tanpa di lihat Dino Baskoro.
" Bangsawan kampungan seperti kamu tentunya sangat cocok dengan kamar seperti itu." Kata anak itu lagi dengan menghina Claudia.
Brakk
" Miya.." Claudia kaget pintu ruangan itu telah di tutup begitu saja oleh Miya White di depan wajah Claudia.
" Psssst pssssttt hihihihihi ,"
Desisan orang -orang di sekitar luar ruangan itu terdengar dingin dan merendahkan Claudia.
" Apa ini...Kenapa dengan orang -orang di sini ?"
Di balik ruangan lain atau lebih tepatnya di arah lain dari ruangan itu ada Samuel yang menatap Claudia dari kaca jendela ruangan yang berbeda di sekitar ruangan itu.
" Bangsawan kampungan seperti kamu tentunya sangat cocok dengan kamar seperti itu, " Teringat kata penghinaan Miya itu membuat Claudia kesal namun Ia tak bisa melakukan apa -apa selain Ia harus kembali ke kamar tamu tak layak itu.
" Dasaaaaar!! Apa sih maunya ? Biar begini Aku ' Kan tamu ! Masa ' di beri kamar yang seperti ini..!? " Kata Claudia kesal sendiri.
" Anak -anak itu memang menyebalkan ! Pakai dekat -dekat dengan Paman Dino segala ! Huh ! Paman Dino itu 'kan pamanku! Bukan Paman milik kalian !" Claudia marah -marah sendiri.
Bang
" Kyaa.." Claudia kaget pintu kamar terbuka dan Ia melihat Samuel masuk ke kamar itu.
" Samuel !"
" Sedang apa kamu di kamar ini ?" Tanya Samuel.
" A...A..Itu.."
Claudia bingung menjelaskan kepada Samuel. Ia tak ingin merepotkan Samuel.
" Ikut aku ! " Samuel menyambar tangan Claudia.
" Eh..Sam..Kamu baik -baik saja ? Ray titip salam buatmu di suruh cepat pulang ! Aku.."
" Rumah seperti ini harusnya kamu tidak datang ke rumah seperti ini..Tahu !" Tutur Samuel kepada Claudia begitu mereka tiba di taman.
" Samuel..."
" Semua orang ...Bahkan sampai pembantu juga banyak tingkah ! Melihatku dengan pandangan mata merendahkan ! Kalau saja kamu.."Kata Samuel yang membelakangi Claudia.
" Kalau saja Kamu tidak kesini , tentu Aku sudah kabur dari rumah ini ! Kalau saja.." Sambung anak itu.
" Samuel..!"
Samuel berbalik dan memeluk Claudia dengan perasaan rindu.
" S..Samu.."
" Untung Kamu datang , Clau..Aku ingin sekali Aku bisa bertemu denganmu.." Ucap Samuel bergetar.
" Aku juga..Aku juga , Samuel." Batin Claudia.
" Bagaimana Bukit Pelangi? " Tanya Samuel usai melepas rindu dengan Claudia.
" Hihihi ...Kamu ' Kan pergi dari sana baru saja dua minggu." Jawab Claudia lari dari Samuel.
" Ingin rasanya cepat pulang , ingin memancing ikan bersama Ray dan yang lainnya , berlari -lari di sana.." Ucap Samuel begitu rindu dengan bukit pelangi.
" Sebentar lagi Kita akan pulang..Tiga bulan itu tak lama.." Hibur Claudia.
Kresek..
Kesenangan mereka terusik dengan munculnya adik perempuan Putri Miya White dari semak -semak bunga taman.
" Ng , Kamu Sonya , ' Kan ? Ada apa ? " Sapa Clau ramah.
" Ada urusan apa Kamu ! " Bentak Samuel kasar.
Anak itu ketakutan lalu lari meninggalkan mereka di taman.
" Ah.." Claudia merasa iba kepada Sonya White.
" Samuel ! Apa Kamu selalu begitu pada setiap orang ? " Tegur Claudia kepada Samuel.
" Huh ! Aku benci dengan orang -orang sini ! " Kata Samuel masam.
" Itu sih Aku tahu..Tapi.."
" Clau ! Bagiku , asalkan Kamu ada di sisiku..Itu cukup." Kata Samuel lembut kepada Claudia lalu memberikan kecupan lembut di pipi kanan Claudia yang seketika itu jua terdiam dan merona.
" Samuel..Kamu kesepian ,ya ? Tentunya begitu , ya..Di sini Kamu sendirian." Kata Claudia merasa kasihan kepada Samuel.
" Tapi..Kelihatannya banyak sekali pelayannya.... Ya , entah kenapa..Ada yang.." Tutur Samuel yang menceritakan kehidupannya selama tinggal dua minggu di Keluarga Duke White kepada Claudia.
Dong..
Dong...
Dong...
Waktu tak terasa sudah menunjukkan waktunya bagi Claudia untuk makan malam bersama- sama dengan Nyonya White.
" Putri Claudia saatnya makan malam ,"
" Iyaaaa ! " Sahut Claudia.
Tap
Tap
Tap
Tap
Claudia berjalan begitu cepat untuk sampai di ruang makan dengan tepat waktu.
" Cepat ! Yang lain sudah menunggu ," Kata salah satu pembantu rumah Kediaman Duke White pada Claudia.
" Selamat malam semuanya ! " Sapa Claudia nada riang gembira.
Claudia terkesiap melihat suasana ruang makan itu begitu dingin sekali.
" Eh..."
" Silahkan , " Kata pembantu pria yang membantu Claudia duduk di kursi yang sudah di siapkan.
" Lho...Samuel dan Paman Dino belum datang.." Ia tak melihat adanya Samuel dan Dino Baskoro di ruang makan.
" Kalau Kak Sam.." Kata Sonya.
" Sonya ! Jangan pernah panggil Dia Kakak ! " Tegur Miya kepada Adiknya.
" Mereka selalu makan di ruangan yang berbeda ," Jawab Nyonya Duke White angkuh.
"Lho, bukankah kalau makan itu lebih banyak orang lebih menyenangkan..Makanan di sini begitu berlebihan , sayang kalau di buanh begitu saja . Di rumahku , kami selalu makan bersama - sa.."
" Claudia ! Waktu makan tidak boleh bicara !" Kata Nyonya Duke White nada ketus kepada Claudia.
" Hihihi beginilah kalau bangsawan kampung...!" Sindir Miya kepada Claudia.
" Silakan.,"
Sraat..
" Eii.."
Seet
Criing
" Hmmm "
" Hihihi "
Begitulah acara makan malam pertama Claudia dengan Keluarga White yang memperlakukannya semena -mena bahkan para pembantu pun tak menghiraukan Claudia yang kesulitan beradaptasi dengan Keluarga Duke White yang sengaja sekali merendahkannya.
" O..Orang -orang ini..." Batin Claudia.
" Nyonya White boleh Saya tahu dimana kamar Samuel ? Setelah makan , Saya berjanji akan pergi bermain ke tempatnya. Saya ini temannya..." Pinta Claudia sesudah makan malam bersama Keluarga Duke White.
" Claudia ! Kamu datang kesini untuk belajar tata krama ,bukan ? Malam -malam pergi ke kamar anak laki -laki...Apa Kamu tidak tahu kalau hal itu perbuatan yang melanggar etika ? Kampungan ! Besok pagi Guru tata krama akan datang untuk menemui mu ! Jadi , cepat kembali ke kamar mu dan tidur ! " Kata Nyonya Duke White tegas sekali melarang Claudia melanggar peraturan rumahnya.
" Aah..Jangan mengikuti ibu terus , Sonya ! Ibu saat ini sedang sibuk! " Kata Nyonya Duke White kepada putri bungsunya yang mengekorinya terus -menerus dan mereka mengacuhkan Claudia yang muram di tempatnya berdiri di pintu luar ruangan makan keluarga Duke White.
Bersambung..!!