NovelToon NovelToon
LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Duda / Komedi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:185.9k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.

Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.

Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.

Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.

Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. BERMAIN LICIK

Setelah berhasil dalam fashion show perdananya, Michael mengajak Baby dan keluarganya untuk merayakan hal tersebut dengan sebuah acara makan malam. Mereka pergi ke sebuah restauran terapung.

"Gimana, viewnya?"

"Waw, bagus banget dan sangat romantis."

Mata Baby berbinar melihat pemandangan yang indah dan memanjakan matanya malam itu. Hembusan angin malam yang menyapa, tak membuat Baby kedinginan. Sebuah dress yang dipakai Baby mampu menutupi kekurangan fisiknya. Tapi tidak dengan hatinya yang masih kosong sejak kepergian Lucky.

Dengan bersandar di salah satu deck, ia menikmati semilirnya angin malam. Sementara itu, dengan setia Michael berdiri di samping Baby.

Kali ini Michael memang sengaja memesan masakan tradisional Prancis yang elegan dan bercita rasa tinggi ini. Dimasak oleh chef profesional menggunakan bahan-bahan yang segar berdasarkan musimnya, dan dinikmati di sebuah restaurant ternama yaitu Restaurant Cruises Bateaux Parisiens.

Sajian makan malam spesial yang bisa dinikmati di atas sebuah kapal yang mengapung di atas Sungai Seine dan dinikmati bersama orang-orang terkasih. Kala perut dimanjakan makanan yang menggugah selera, mata pun dimanjakan pemandangan mempesona dari atas kapal. Kerlap-kerlip lampu kota Paris menambah aura keromantisan malam itu.

"Kamu suka?"

"Suka banget, Bang, makasih, ya. Sayang banget deh sama abang gue satu ini."

Baby memeluk erat tubuh Michael. Meski ada sesak yang terasa, tapi Baby menyembunyikannya. Ia takut Michael tak jadi kembali ke tanah air hanya karena dirinya yang masih rapuh.

Makan malam ini sungguh pengalaman yang luar biasa, tapi sayang, tidak ada kekasih yang mengisi hati kedua putra-putrinya saat ini. Daddy Oreo dan Mama Marrie memandang sedih anak-anaknya karena hal itu.

"Semoga Michael segera menemukan tambatan hatinya begitu pula dengan Baby, berikan mereka kebagiaan, Tuhan, Aamiin," doa Mama Marrie pada putranya.

Jauh-jauh hari, Michael sudah mereservasi tempat yang sangat spesial ini untuk merayakan kesuksesan Baby. Demi memberikan support maksimalnya kepada adik tercinta, ia rela merogoh kocek yang lumayan. Tetapi ia tidak kecewa, asalkan adiknya bahagia.

Uang bisa dicari tetapi kebahagiaan sangat mahal harganya. Hari ini juga merupakan moment terahirnya di Paris, karena esok hari ia harus kembali ke tanah air.

Makan malam berjalan lancar. Sekitar jam sebelas malam mereka kembali ke mansion. Keesokan harinya, Michael benar-benar terbang ke Indonesia.

"Papayo abang, semoga segera dapat jodoh, ehek!"

"Dih bengek, di negara orang masih aja bengek. Ingat woi, kamu calon superstar."

"Aamiin."

Michael mengusap gemas rambut Baby Corn lalu segera pergi.

"Dia benar-benar pergi."

Baby segera berbalik dan tak sengaja menabrak punggung dr. Maxime.

"Duce?" pekik Baby.

"Duce? Apa itu, Baby?" dr. Maxime menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Duda kece, ehek," ucapnya sambil meringis.

Setelah itu ia berjalan cepat untuk menghindari dr. Maxime dan bergabung dengan Mama Marrie dan Daddy Oreo.

"Kamu kenapa, Sayang. Ketemu hantu?" tanya Daddy Oreo dengan polosnya.

"Idih, bukan kali, Daddy."

Baby berjinjit lalu berbisik," Habis ketemu "duce" duda kece."

"What's, di mana?"

"Tuh!" Tunjuk Baby pada sosok dr. Maxime yang berjalan mendekatinya.

Sontak Daddy Oreo tergelak. Sementara Mama Marrie hanya menurunkan kaca matanya.

.

.

🍂Di sebuah apartement.

Cherry sedang asyik menenggak bir miliknya sambil menyesap rokok di tangan kirinya. Matanya menatap tajam film yang sedang di tontonnya.

"Hm, sepertinya cara itu cocok untuk aku gunakan nanti," ucapnya sambil menyeringai.

.

.

🍂Ke-esokan harinya.

Hari ini Baby bersiap untuk ke galery bersama para model lainnya termasuk Cherry. Acara kali ini dilakukan untuk menentukan baju mana yang akan mereka pakai di akhir pekan, ketika mini show akan dilakukan oleh designer tersebut.

Meski acara kecil tapi akan diliput oleh beberapa majalah ternama. Oleh karena itu, persiapan kali ini harus dimatangkan. Designer memilih sendiri para model dengan baju rancangannya. Hingga sampailah pada Baby.

"Vous ne plaisantez pas, n'est-ce pas ? Pourquoi une fille handicapée est-elle votre top model?"

(Kalian tidak sedang bercanda, bukan? Kenapa gadis cacat jadi model unggulan kalian?)

"Non madame, c'est effectivement l'une des mannequins les plus talentueuses de notre agence, si elle ne vous plaît pas, j'en trouverai une autre."

(Bukan Nyonya, dia memang salah satu model paling berbakat di agenci kami, kalau Nyonya tidak suka, saya akan carikan yang lain)

Meski memandang remeh Baby, tapi designer itu masih memberikannya satu kesempatan. Tapi jika ia bersikap lalai, maka kesempatan itu akan dicabut.

Cherry tertawa senang di belakang Baby. Sementara Baby tidak merasa sakit hari karena ucapan designer itu.

"Merci madame, pour votre gentillesse," ucap Baby dengan hormat.

(Terima kasih Nyonya, untuk kebaikan hati Anda)

🍂Beberapa hari kemudian.

Beberapa hari ini, Baby benar-benar menunjukan profesional kerjanya. Baby tampak lihai dalam memamerkan baju yang ia kenakan saat latihan. Pose dan mimik wajah Baby sangat pas, hanya saja kaki palsunya kurang enak dipandang. Akhirnya di ujung latihan, designer itu memanggil Baby.

"Baby, si ça ne te dérange pas, au prochain événement, porte des leggings, d'accord ?"

(Baby, jika kamu tidak keberatan, dalam event nanti, tolong pakai leging, ya)

Baby melihat arah pandang designer itu lalu mengangguk karena tahu maksud dari perkataannya barusan.

"Pas de problème madame, si ça peut faire plaisir à quelqu'un."

(Tidak masalah Nyonya, jika itu bisa membuat ada senang)

"Merci," ucap designer itu sambil tersenyum.

Saat melihat interaksi Baby dengan designer itu, Cherry paham apa yang harus ia lakukan saat ini. Kebetulan makan siang kali ini adalah nasi kotak. Sebelum ia memberikan kotak itu pada Baby, Cherry sudah menaburkan obat pencahar diatas makanan itu.

Lalu setelahnya, Cherry berjalan manja dan mengantarkan makanan itu pada Baby.

"Makan siangnya, Baby."

Baby menoleh ke arah sumber suara.

"Terima kasih, Kak. Maaf sudah merepotkan, ya."

"Sama-sama, ayo makan siang bareng," ajak Cherry.

Dengan lahap Baby menikmati makan siangnya. Sesekali obrolan ringan menyelingi acara makan siangnya.

Setelah itu mereka akan latihan kembali. Saat Baby hendak maju, tiba-tiba perutnya terasa mulas. Ia memegangi perutnya yang kesakitan.

"Kamu kenapa, Baby," ucap Cherry setengah berteriak agar pandangan orang-orang beralih padanya.

Benar saja, semua orang mendekati Baby dan menanyakan kondisinya.

"Bawa Baby ke Rumah Sakit," titah mentor Baby.

Tak lama kemudian, Baby segera dilarikan ke Rumah Sakit. Sementara itu, di rumah mode designer tersebut ia langsung meminta model pengganti Baby.

"Dites à bébé, il n'y a pas besoin de se précipiter, il peut toujours participer à d'autres événements s'il est guéri."

(Katakan pada Baby, tidak usah buru-buru, ia masih bisa ikut event yang lainnya jika ia sudah sembuh)

"Ok merci beaucoup madame."

(Baik, terimakasih banyak Nyonya)

Setelah mendapat telepon dari pihak Rumah Sakit karena Baby harus dirawat intens, membuat mentornya harus mencari pengganti Baby. Satu-satunya yang berpotensi hanya Cherry. Sehingga tak butuh waktu lama, posisi Baby digantikan oleh Cherry."

"Rasakan gadis jagung, bagaimana rasanya jika kamu mengetahui posisimu aku gantikan, ha ha ha .... "

.

.

...🌹Bersambung🌹...

Othor lagi berusaha crazy up nih, gimana, mau nggak? Komen yak😘

1
Jolanda Lengkey
/Kiss//Kiss//Kiss/
Jolanda Lengkey
congrats baby/Heart//Rose//Kiss/
👑
lanjut 🔥🔥🔥
👑
💕💕
👑 Keluarga author
keren
👑Meylani Putri Putti
⭐⭐⭐⭐⭐ u mu
👑Meylani Putri Putti
hadir funny
🦢 DARAH BIRU
semangat sayang 😘
Sakura_Merah
bayi jangung imut bener,, yang pastinya bakal jadi bucin 🥰🥰
Sakura_Merah
ngakak aku pas tahu nama mom dan dady baby marrie dan oreo 😅😅
Sakura_Merah
mulai tercium aromannya nih
Sakura_Merah
benar beb tampar mereka dengan prestasi mu
Sakura_Merah
mulai mewek aku😭😭
Lucyna
akhirnya baby mendapatkan hati baru lagi
👑Meylani Putri Putti
akak mey dtng lg funny
👑Meylani Putri Putti
hadir lg yani
👑Keluarga author
fav and rate
👑Keluarga author
keren 😘
👑keluarga author
rate 🌟🌟🌟🌟🌟
👑keluarga author
jejak dukungan 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!