NovelToon NovelToon
Diary Kayla

Diary Kayla

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Romansa Modern
Popularitas:124k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devon

Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.

Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.

Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.08. Buku Komik.

"Kenapa harus takut gelap kalau banyak hal indah yang hanya bisa dilihat pada waktu gelap?"

"Tapi kalau aku lihat mukanya itu komik banget deh!! Mungkin dia suka baca-baca buku komik kali ya!!" tambah Kayla menjelaskan kepada Deni.

" Komik? Obat batuk dong? Memang dia sakit hi..hi..hi.." balas Deni bercanda kepada Kayla.

"Itu Komix!" sahut Kayla jutek.

"Kira-kira dia bakalan bisa suka sama aku tidak ya, Den kalau aku deketin!!" tanya Kayla.

"Bisalah."

"Yang benar kamu? Apakah kamu bisa menjamin?"

"Sini, deket-an!!" Deni menghentikan bermain gamenya.

Kemudian Deni pun menunjukkan sebuah tulisan yang ada di tembok dalam kosan.tulisan yang Deni buat ketika ia susah tidur.

Sebuah tulisan yang tertulis di tembok itu bertuliskan...

"Selalu ada kemungkinan di atas ketidakmungkinan."

"Kamu mengerti kan maksud kalimat tersebut?" tanya Deni kepada Kayla.

"Kayla langsung mengangguk paham."

"Maksudnya. Apa sih yang tidak mungkin di dunia ini, itu kan?" ucap Kayla.

"Betul banget, 100 buat elu!"

"Jadi kalau Raka tidak suka sama kamu itu salah satu kemungkinannya." ledek Deni kepada Kayla.

"Ah kamu, Den!! Belum apa-apa kamu sudah menjatuhkan mental aku saja." ucap Kayla sebel.

"Deni hanya tertawa."

Kayla pun mencoba merenungi kata-kata yang ditunjukkan oleh Deni tadi.

"Selalu ada kemungkinan di atas ketidakmungkinan."

Kayla pun mantap ingin pedekate dengan Raka.

Ketika malam tiba. Kayla mencoba memberanikan diri untuk menelpon Raka dengan alasan ingin menghabiskan pulsa karena masa aktif kartunya akan habis juga hari ini.

"Tapi bohong"

Padahal Kayla bela-belain membeli pulsa hanya untuk bisa menelpon Raka lama-lama.

Setelah Kayla bertelepon dengan Raka, dari situ Kayla tau kalau ternyata Raka tidak se-cuek dan sedingin yang ia bayangkan seperti ketika saat berada di kampus.

Kayla dan Raka pun menghabiskan malam mereka dengan berbagai banyak cerita. Mereka berdua kelihatan sangat menikmati malam itu sambil bertelepon. Sesekali mereka bersenda gurau canda tawa menyelingi telepon mereka.

Mereka bertelepon hingga larut malam karena saking asiknya tanpa memperhatikan waktu.

Selepas bertelepon dengan Raka, Kayla pun merebahkan tubuhnya di kasur sembari membayangkan wajah Raka sambil berdoa agar bertemu dengan Raka di dalam mimpi nantinya.

Kayla terlelap tidur pulas.

****

Hari itu Kayla mengenakan kaos oblong berwarna hitam yang baru ia beli 2 hari yang lalu untuk pergi ke kampus.

Si cewek tomboy itu, kini sedang duduk di taman kampus yang lumayan nyaman dan juga sejuk untuk mendinginkan kepala yang terpanggang panas sinar matahari hari itu.

Masih seperti biasa, dimana ada Kayla di situ pasti ada pula Desi, karena mereka kemana-mana selalu pergi berdua,

"Sudah kayak orang pacaran ya."

Kayla hanya duduk-duduk saja di taman kampus, sedangkan Desi masih sibuk dengan buku novelnya yang sudah ia baca sejak seminggu yang lalu bahkan sampai sekarang belum kelar-kelar juga.

"La, lihat ni!! Dia nembak!! Dia bilang cintanya!!" ucap Desi kepada Kayla sambil menunjukkan kalimat yang tadi ia ucapkan.

"Apaan sih kamu, Des!! heboh banget!!"

"Memang siapa yang menembak." ucap Kayla menanggapi Desi tanpa semangat.

"Ini, dia akhirnya bilang cintanya." balas Desi kembali melanjutkan membaca novelnya.

Tiba-tiba saja, Kayla melihat Raka yang tengah masuk ke gedung jurusan bahasa inggris dari tempatnya duduk sekarang. Kayla pun mencolek Desi yang sedari tadi sedang sibuk sendiri dengan novel yang ia baca.

"Des, lihat tuh ada Raka!"

Desi langsung menghentikan membacanya.

"Memang kalau jodoh tidak bakalan kemana." ucap Kayla.

"Jodoh dari Hongkong?" sahut Desi.

"Memang kamu sudah bilang cinta sama Raka?" tanya Desi.

"Yah..belum juga, baru sampai tahap pedekate saja." balas Kayla.

"Aku rasa, aku memang jodoh deh sama Raka."

Desi menatap Kayla dengan penuh tanda tanya..

"Memang kamu yakin kalau Raka juga suka sama kamu."

"Yakin!" ucap Kayla meyakinkan diri sendiri.

"Yakin banget kamu. Memangnya kamu yakin dari mananya." ucap Desi yang sedikit meragukan.

"Ya kan percaya diri harus Des, kalau tidak yakin ya mending mundur saja aku."

"Ngapain aku terusin kalau aku tidak yakin!!"

"Ya memang bener juga apa kamu kata, tapi jangan sampai keyakinan kamu berlebihan." ucap Desi kepada Kayla mengingatkan.

"Nanti kamu yang ada malah sakit hati." tambah Desi.

"Tapi kayaknya aku sama Raka sehati deh Des".

"Sehati dari mananya, memang?"

"Aku lihat dia tadi memakai baju hitam, dan kamu lihat sekarang aku memakai baju warna apa?"

"Aku lihat kemarin dia memakai baju putih, dan kamu juga masih ingat kan aku kemarin memakai baju warna apa?"

"Putih kan? Jadi bagaimana kita tidak jodoh."

Kayla me'nggerak-gerakkan kedua alisnya kepada Desi.

La, aku rasa tanpa ada unsur hati dan perasaan pun kamu dan aku juga sudah pasti tau baju apa yang akan dipakai Raka hari ini dan juga besok.

Baju yang dipakai Raka kan cuma putih dan hitam terus, jadi kalau hari ini hitam sudah pasti besok putih. Kalau hari ini putih sudah pasti besok hitam. Kecuali kalau cucian Raka menumpuk dan kaos yang tersisa di lemari hanya warna hitam pasti besok memakai hitam lagi.

Kayla pun tertawa ngakak ketika melihat Desi yang menjelaskan dengan bibir yang monyong-monyong karena sedikit kesal dengan Kayla.

"Tambahan lagi dari aku, La!!"

"Kok kamu sekarang menjadi suka memakai baju warna hitam-putih sih!!"

"Jangan bilang ini semua karena, Raka?"

Kayla pun hanya tertawa, sedangkan Desi kembali melanjutkan membaca novelnya yang tadi sempat terhenti sebentar karena berdebat masalah baju yang di pakai Raka dengan Kayla.

"Eh Des, habis kuliah nanti pergi ke toko buku yuk!!" ajak Kayla kepada Desi sekaligus mengganggu Desi lagi yang tengah melanjutkan membaca novelnya.

Desi menatap Kayla tidak percaya.

"Sumpah kamu, La!!"

"Kamu tidak salah ngomong kan?"

"Sejak kapan kamu menjadi suka buku?" Desi terheran-heran dengan Kayla.

"Sudah tidak usah banyak protes, mau tidak?" balas Kayla.

"Memang kamu mau ngapain sih La, mengajak aku ke toko buku." ucap Desi

"Aku mau beli buku komik, anterin yah!" sahut Kayla.

Kemasukkan setan dari mana ya, ni anak!! kok tiba-tiba jadi suka baca buku komik.

"Apa jangan-jangan kamu diam-diam ngecengin si penjaga toko buku ya La?" ucap Desi ngaco karena tidak percaya Kayla jadi suka baca buku komik

Karena Desi sangat paham dengan Kayla, kalau sobatnya itu paling tidak suka baca apalagi tentang buku komik.

Tiba-tiba Kayla menjitak kepala Desi.

"Enak saja kamu ngomong." ucap Kayla sambil menjitak kepala Desi.

Kayla pun mengeluarkan beberapa buku komik dari tas ranselnya.

Desi terbelalak kaget melihat buku komik Kayla.

"Punya siapa nih, La? Banyak benar, kamu dapat dari mana?" tanya Desi sambil melihat komik yang di keluarkan Kayla satu per satu.

"Kok tidak ada serial drama cantiknya, La?" tanya Desi.

"Tidak ada lah, itu semua kan komik cowok. Ceritanya juga cowok semua, mana ada serial cengeng-cengeng yang kayak kamu suka."

"Terus kamu dapat ini semua komik dari mana, La? Kamu nyewa?"..tanya Desi kepada Kayla.

"Tidak kok, yang dua ini aku pinjam dari Bagus." ucap Kayla sambil menunjukkan dua komik yang ia pinjam dari Bagus.

"Dan sisanya aku pinjam dari Raka." bibir Kayla tersenyum lebar setelah nama Raka meluncur dari bibirnya.

Apalagi kalau ingat obrolan meraka di telepon ketika waktu malam itu.

"Ka, apa sih yang paling kamu suka?" tanya Kayla waktu telepon malam-malam itu.

Sudah seminggu lebih Kayla mempunyai jadwal khusus untuk menelpon Raka tiap pukul jam delapan malam.

"Yang aku suka, komik Jepang. Tapi aku paling tidak suka baca novel yang boring."

"Namanya juga novel, Ka."

"Dari dulu aku memang suka banget sama yang namanya komik."

"Setiap ada keluaran komik terbaru aku pasti beli!!"

"Kamu suka komik juga La?" tanya Raka di telepon pada watu malam itu.

Jangan lupa dukungannya ya sobat.

Berikan like dan komentarnya.

1
@Princes halu"
up
Maya●●●
halo kak salam kenal.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊
Yulianti Pesek
lama nich lanjutan nya
anggita
ok smoga sukses trus.👏
anggita
mpir ng👍like aja..
Fenti
semangat kak 💪💪
Fenti
gatak atau gatal kak?🙏
Senajudifa
kutukan cinta mampir
Senajudifa
kira2 nantix desi sama kayla ribut gara2 rebutan raka y thor...kutukan cinta mampir y
Nurul Shahida
maaf sambungnya mna? ..dah lama..
Juwandi: maaf kak,,malas mau nerusin,,
total 1 replies
Risa Istifa
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Risa Istifa
🤗🤗🤗🤗
Risa Istifa
pernah juga ada diposisi kayla ... nyesek ..... 😭😭😭😭😭
Risa Istifa
😭😭😭😭😭😭😭
Risa Istifa
duh ... 😭😭😭😭😭😭
Yanti
mampir lagi
Risa Istifa
mantap kay ..aq dulu jg gitu ..lebih enak berteman sama cowok ,g suda julid ..
Risa Istifa
kamu mendingan des .. 1 bulan ,aq baru ditembak dikasih jawaban eh ..sdh tdk berlaku ...🤭🤭🤭🤭💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Risa Istifa
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Zhree
salam kenal dari Dikira Janda sama si Duda kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!