NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: Salahkah Aku Mencintaimu?

Berbagi Cinta: Salahkah Aku Mencintaimu?

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: L2080617

Felisia harus menerima nasibnya. Menikah disaat dia tidak menginginkannya. Dan setelah dia menerimanya, apa yang terjadi? Suaminya malah membawa seorang wanita dengan anak berusia tiga tahun kerumah.

"Mulai sekarang Wilona dan anak kami akan tinggal dirumah ini."

Anak kami?

Selanjutnya, bisakah Felisia menerima Wilona dan anak dari suaminya bersama wanita lain? Mampukah hatinya bertahan di rumah itu? Membagi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L2080617, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BC:SAM? #8

Felisia pergi dari rumah sakit. Ia bingung harus pergi kemana untuk mencari uang. Jika ke bank, dia ragu karena tabungannya di bank sangatlah sedikit. Mungkin hanya dua juta saja.

Walaupun begitu, Felisia masih tetap mencoba. Dia pergi ke bank dengan ojek agar lebih cepat.

Tiba di bank, Felisia menuju meja informasi.

"Siang Bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang wanita yang ada di sana.

"Ya, saya mau meminjam uang" jawab Felisia langsung to the point.

"Untuk meminjam uang ada beberapa syarat yang harus Ibu patuhi. Fotokopi identitas diri seperti KTP dan Kartu Keluarga. Fotokopi penghasilan atau slip gaji. Fotokopi NPWP. Fotokopi buku tabungan. Dokumen kepemilikan agunan seperti BPKB, sertifikat, jika Ibu ingin mengambil pinjaman beragunan," ucap wanita itu.

Rumit sekali

Batin Felisia yang baru pertama kali ingin meminjam uang.

"Maaf, apa bisa saya melakukan syaratnya setelah mendapat uang?" Tanya Felisia pesimis.

"Maaf Bu, sebelum mengambil uang Ibu harus mematuhi syarat syarat itu. Karena begitulah peraturan yang berlaku disini," ucap wanita itu sopan.

Felisia menunduk. Sangat kecewa! Dia membuka tasnya dan mencari dompetnya.

"Saya membawa KTP, apa bisa dengan ini?" Tanya Felisia.

"Coba saya lihat," wanita itu meminta KTP Felisia.

Felisia menyerahkan KTP nya. Dia berkeringat dingin, takut jika diriya ditolak.

"Ibu mau meminjam uang berapa banyak?" Tanya wanita itu.

"Tiga puluh juta," jawab Felisia agak semangat karena berpikir dia memiliki harapan.

"Untuk apa Bu? Apa untuk membuka usaha?" Tanya wanita itu.

"Tidak, adik saya mengalami kecelakaan dan saya tidak punya uang untuk operasi nya. Jadi saya mau meminjam," jawab Felisia terlalu jujur.

"Kira kira apa jaminan yang bisa Ibu berikan kepada kami atas pinjaman yang besar ini?" Tanya wanita itu.

Felisia terdiam. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia tidak mempunyai barang barang berharga atau properti yang bisa dia jadikan jaminan.

Barang berharganya satu satunya sudah dia berikan kepada dokter tadi.

"Tidak ada," jawab Felisia kembali putus asa.

"Maaf Bu, tapi kami tidak bisa memberikan anda uang pinjaman apapun," ucap wanita itu menolak dengan halus.

"Tolong bantu saya," ucap Felisia memohon.

"Maaf Bu, tolong pergilah. Masih banyak tamu yang harus saya layani," ucap wanita itu mengusir Felisia dengan cara halus.

Akhirnya dengan terpaksa Felisia berbalik dan pergi. Setiap langkahnya sangat berat dan dipenuhi dengan keputusasaan.

Felisia pergi ke berbagai bank untuk mencari pinjaman. Namun semua bank menolaknya. Mereka tidak percaya Felisia yang tidak bekerja bisa membayar pinjaman beserta bunga.

Astaga Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa hanya melihat Nina tanpa menolongnya. Aku kakak Nina Tuhan, tolong bantu aku mencari uang untuk adikku

ucap Felisia dalam hati.

Felisia berjalan tanpa arah. Dia sudah menyerah. Dia sudah putus asa. Semua bank menolaknya. Sama seperti suaminya yang menolak dirinya demi wanita yang merupakan istrinya dan anak mereka.

Felisia berjalan kaki dan tanpa sadar dia tiba disebuah taman yang sepi pengunjung. Felisia duduk di atas rumput dengan didepannya ada sebuah danau.

Tuhan, tolong berikan siapapun kepadaku untuk menolongku. Aku akan sangat berterima kasih kepadamu jika Engkau menolongku kali ini. Nina harus hidup Tuhan

ucap Felisia sambil melipat kedua tangannya dan menundukkan kepalanya sangat dalam.

"Permisi Nona," seorang pria menepuk pundak Felisia pelan.

Felisia langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pria itu.

Sedetik kemudian, Felisia tersadar kalau ada air mata di wajahnya. Dengan cepat Felisia langsung memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya.

"Anda menangis nona?" Tanya pemuda itu sedikit prihatin.

Felisia hanya tersenyum.

"Jika saya boleh tahu, apa alasan anda menangis?" Tanya pemuda itu.

"Bisakah aku mengatakannya kepadamu?" Tanya Felisia balik.

"Saya pernah mendengar bahwa jika kita bercerita dengan orang asing itu akan lebih menyenangkan daripada bercerita dengan orang yang kita kenal. Karena orang asing itu tidak akan mengerti apapun yang kita ceritakan," jawab pemuda itu menjelaskan.

Felisia hanya tersenyum mendengar itu.

"Aku memiliki seorang pembantu yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Dia baru saja mengalami kecelakaan dan diharuskan melakukan operasi. Tapi aku tidak punya uang," ucap Felisia sambil menatap lurus ke arah danau.

"Aku menghubungi suamiku untuk meminta uang darinya. Namun dia sedang sibuk dan tidak bisa membantuku," Felisia menghapus air matanya yang turun begitu saja saat mengingat Dafi.

"Aku memutuskan untuk meminjam ke bank. Tapi semua bank menolakku karena tidak yakin aku bisa membayar pinjaman dan bunganya," sambung Felisia.

"Sebenarnya adikku ini sudah dioperasi. Tapi dokternya menyuruhku untuk membayar administrasi sebelum operasi selesai. Dan aku takut jika aku tidak membayar, maka adikku tidak akan dirawat dengan benar," ucap Felisia jujur.

"Hati anda sangat mulia Nona. Orang yang anda anggap adik itu sebenarnya adalah pembantu dan tidak memiliki hubungan darah dengan anda, namun tetap saja anda sangat peduli dengannya. Saya bangga ternyata masih ada orang baik seperti anda," puji pria itu.

"Jika boleh tahu, berapa yang anda butuhkan untuk membayar administrasi rumah sakit, Nona?" Tanya pria itu.

"Tiga puluh juta," jawab Felisia.

"Wah kebetulan Nona. Tadi saya baru saja menarik uang dari bank untuk dibagikan ke orang yang tidak mampu. Kebetulan anda membutuhkan uang, anda bisa mengambil uang itu Nona" tawar pria itu.

"Betulkah Tuan, anda akan memberikan saya yang sebanyak itu?" Tanya Felisia bahagia.

"Iya Nona. Dengan anda mengambil uangnya saya juga akan untung. Saya tidak akan capek capek mencari orang yang membutuhkan lagi," jawab pria itu.

"Terima kasih Tuan, terima kasih. Saya berjanji suatu saat nanti saya akan membalas kebaikan anda," ucap Felisia sangat bahagia.

"Tidak perlu dibalas juga tidak apa apa, nona" ucap pria itu.

"Begini saja, bagaimana jika saya mengantar anda ke rumah sakit itu sekalian saya bantu anda membayar biaya administrasi," tawar pria itu.

"Terima kasih Tuan, semua yang anda lakukan sangat berharga dan sangat banyak," ucap Felisia terharu.

"Tidak masalah, Nona. Ayuk" pria itu membawa Felisia pergi dari taman menuju parkiran.

Saat itu Felisia tidak ada memikirkan kejahatan dalam diri orang ini. Dia sangat percaya kepada orang yang baru dia kenal namun bisa menolongnya. Berbeda dengan suaminya yang sudah dia kenal selama 3 tahun dan hidup bersamanya selama 3 tahun pula. Namun pria itu tidak pernah memberikan sebanyak ini kepadanya. Tidak pernah ada disisinya saat dia sangat membutuhkan kehadiran pria itu. Tidak pernah mengulurkan tangannya saat Felisia sedang terpuruk dalam masalah hidupnya.

***

Jangan lupa like dan komen 🤗🤗🤗.

1
Siti Masitah
apa belum bercerai ama dafi
Siti Masitah
lha tidurnya sekàmar ama wilona...dafi dafi cucak rowo
Siti Masitah
gitu pun masih dipertahankn pernikahannya dasar felicia botol
Dewi Dama
bingung baca novel ini malas baca nya...langsung di baca nya yg terakhir ajjja
Siti Masitah
namanya felisia ganti jdi surti..aja
Dewi Dama
bingung sama cerita ini...Felisa atau Wilona...y...
evi carolin
awas ya kalo smp balikan lg
Heriyani Lawi
katanya terpaksa tp bisa menghamili wanita itu dan terlihat bahagia. laki2 dimana2 sama aja TDK ada yg setia
Tri Wulandari
padahal gak perlu dijelaskan sedetail itu...sipembaca sudah tau loh author.kesannya agak ganjal dibaca,jika dijelaskan secara detail Thor
Rismawati Damhoeri
masih lama bodohnya si felisia ya thor?
Plasida Rita
suka
Aghitsna Agis
terlaku panjang mukadimahnya jd isinya sedikit
Aghitsna Agis
kalau.memang dafi terpaksa mrnikahi wilona demi menyelamatkan falesia sm nina nga mungkin fiacuhkan debelum bawa wilona kerumah
Aghitsna Agis
aneh kenapa bukan dicefaikan saja jadi aman dgn alasan selingkuh kalau nga ngurus ceari ya selamanya dafi ngejar terus gimama ini verita
Giselle Belline
kalau ICU adalah tempat pasien yg sudah tindakan tapi msih dalam keadaan ktitis..
beda dgn IGD, pasien baru akan menerima tindakan, apakah itu mau di oprasi, atau tindakan lainnya, sesuai dgn keadaan pasien, apakah dia gawat, atau luka ringan..
Yong Chel
cerita yang sangat memuaskan hati dan saya sangat menyukai🥰
Mice Maizarni
Luar biasa
anikbunda lala
ruwet
anikbunda lala
bingungke ini critane
Dewi Dama
jln cerita nya kacau...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!