Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Bermacam perjuangan yang tak pernah lelah sekuat apa pun wanita bisa menyimpan dalam kesakitan melihat orang yang kita sayangi dan cintai bahagia bersama wanita lain hatinya pasti hancur.
KANTOR, Tak..Tak...Tak. nada sepatu Haihils berjalan di atas keramik dengan nada nyaring berlenggak-lenggok semua mata terpana oleh kecantikan putri sang pemilik perusahaan cabang terbesar di Amerika.
Seseorang menyambut nya dengan ramah.
"Selamat siang.., Nona Vio?" kata si pria berjas hitam berdasi putih.
"Selamat siang, apa saya bisa bertemu dengan manager perusahaan ini?"
"Tentu.., Nona sudah di tunggu oleh bapak wijaya di ruangannya, mari saya hantar Nona."
Vio pun menganggukkan kepala tanda setuju.
Astaga Dady pegawai macam ini kenapa tubuh nya bau badan sekali. gumam nya dalam hati Vio.
Siapa yang tak mengenal putri pengusaha pemilik perusahaan yang kerap di sapa Robertson. Dia memiliki putri cantik yang mengubah seluruh wajah nya dengan Alasan sengaja untuk menyamar, sekarang Vio menuju ruangan manager untuk melamar di perusahaan besar yang di pimpin oleh Salim wijaya.
Tok...Tok...Tok.
"Silahkan masuk"
"Selamat siang pak, ada ingin bertemu bapak"
"Iya Silahkan suruh masuk saja."
Seorang staf yang menduduki jabatan staf keluar dari ruangan dan mempersilahkan Vio untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Silahkan masuk Nona sudah di tunggu"
Setelah itu Vio memasuki ruangan besar yang telah tersusun rapih oleh berbagai macam pajangan.
"Silahkan duduk Nona" kata Salim wijaya yang menduduki jabatan tertinggi di perusahaan miliknya.
"Terimakasih" ucap Vio.
Vio pun mulai bercakap-cakap dengan pria tersebut tak lama pria itu menghantar Vio ke sebuah ruangan kerja yang lumayan besar yang akan di duduki oleh Vio.
"Kalau sudah tidak ada yang butuh kan lagi saya permisi tinggal dulu ya Non"
Vio pun menganggukkan kepala tanpa menjawab nya.
Sebesar apa pun cinta seorang wanita yang telah lama mencintai pria, jika! cinta tak terbalaskan berbagai macam dia akan lakukan termasuk.., akan menghancurkan pria tersebut dengan caranya sendiri.
MALAM, itu Alva sedang makan malam bersama istri tercintanya ruang makan pun terasa hening, Alva fokus dengan makanan yang di piring, sedangkan Shakila gelisah tanpa teguran dari Alva.
Hemmm "Sayang kamu kenapa?, tidak biasanya seharian ini diam terus?" tanya Shakila
Alvarendra pun meletakan sendok dan garpu nya di atas piring, kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Shakila di meja makan.
Shakila menarik nafas panjang lalu mengikuti Alvarendra ke kamar.
"Kamu kenapa sih?" tanya lagi Shakila setelah melihat Alva membuka pakaian tubuh nya yang kekar di tumbuhi bulu-bulu halus. Shakila memeluk dari belakang namun Alva segera menghindar, Shakila makin penasaran dengan sikap Alva yang mendiamkan Shakila.
"Kamu ada apa sih?" tanya lagi Shakila.
"Kamu bisa diam tidak?" ucap Alva kemudian Alva memeluk bantal guling membelakangi Shakila.
Shakila merampas bantal yang ada di dekapan Alvarendra.
"Aku tidak akan diam!, selama kamu belum mau bicara mengatakan kenapa kamu diamkan aku satu harian ini?"
Alva pun segera beranjak pergi dari kamar nya Lalu iya tidur di sofa ruang tamu.
Entah Aku bisa memaafkan kamu atau tidak kesalahan mu terlalu fatal buat Aku. Diam adalah cara terbaik.
Di atas sofa Alvarendra berbaring di tengah- tengah kesedihan, selama berjalan dua tahun lamanya Shakila bermain cinta dengan pria lain. Itu pun Alva awal mula tidak percaya apa yang di katakan oleh Aurel.
Flashback.
SIANG.., itu Aurel sedang berada di suatu tempat yang sama di sebuah kafe kecil dengan pengunjung yang tak begitu ramai.
Sepertinya itu Shakila tapi..., itu pria bukan si.. Alvarendra siapa pria itu. ucap Aurel dalam hatinya.
Diam-diam Aurel memotret Shakila bersama pria asing yang tak dia kenal nya, kemudian Aurel mengirim foto Shakila bersama pria itu ke nomor WhatsApp Alvarendra.
Sori Alva bukan nya gue mau hancurkan hubungan loe tapi gue nggak mau loe itu di sakiti sama mak lampir .
"Alva....!" Teriak Shakila di telinga Alva yang sedang tidur di tengah malam .
"Kamu bisa nggak panggil Aku nggak teriak ini sudah malam dan saya bukan kacung kamu yang harus turuti semua perintah kamu paham!" Alva pun tak mau kalah membentak Shakila balik.
"Sepatutnya kamu saya perlakukan seperti ini kamu hanya suami pengangguran yang tidak harus di hormati."
"Apa kamu bilang pengangguran? walaupun aku pengangguran tapi aku penuhi semua kebutuhan kamu!" timpal Alva kesal.
"Itu semua milik orang tua mu, kalau saja orang tua mu tidak meminta ku untuk mendekatimu Aku tidak sudi hidup bersama pria seperti mu!"
Flashback On
Pada saat itu kedua orang tua Alvarendra meminta Shakila untuk mendekati Alva, di sebab kan Alva sangat dekat dengan Vio, orang tua angkat Alva mencegah agar Alva tidak dekat dengan Vio . Orang tua angkat Alva memisahkan Alvarendra dan Vio, karena memiliki alasan rasa sakit hatinya terhadap Robertson yang telah mengalahkan tender besar dari perusahaan Asing yang memiliki kualitas yang begitu menggiurkan.
Plak....!
Shakila menggenggam tangan nya erat.
"Selama ini kamu telah membohongi ku, kau memiliki pria lain di luaran sana"
"Apa kamu bilang pria lain?, dia bukan pria lain di pacarku sebelum mengenal mu aku lebih dulu mengenal nya, kamu sudah tau kan sekarang alasan ku menikah dengan mu tanpa cinta sedikit pun..., dan kamu tau juga kenapa aku harus menggunakan KB karena aku tidak mau memiliki anak dari kamu" Ucap Shakila penuh dengan tekanan dan ujung tangan di wajah Alvarendra.
Hati Alvarendra seketika hancur berkeping-keping mendengar kejujuranya Shakila.
Aku begitu menyayangi mu tapi semua kau anggap semu. batin Alva menangis ia menahan Air matanya agar tidak jatuh di pelupuk nya.
"Ok mau kamu apa sekarang?" tanya Alva dengan suara serak menahan tangis nya.
"Kita berpisah.., tapi kamu tidak boleh membawa apa pun dari rumah ini! termasuk Rumah ini akan menjadi milikku.
"Baik kalau itu mau kamu permintaan mu akan segera ku kabul kan" timpal Alva dan segera melangkah kan kaki ke kamar mengemas pakaian ke dalam koper. Kemudian Alva keluar dari rumah menarik koper, di luar cuaca sangat dingin bahakan Alva menyelusuri jalan berharap akan ada taksi melewati jalan hingga berjalan jauh taksi pun tak ada satu pun melintasi tubuh Alva menggigil karena dinginnya udara di luar sangat dingin. Hari itu pun Alva hanya memakan satu helai roti sehingga tubuh Alva lemah.
Alvarendra di tengah jalan tubuh nya terasa lemas dan tak bertenaga, seketika ia tergeletak di jalan.., sebuah mobil mewah melintasi jalan itu, ia melihat Alva tergeletak di jalan ia pun menghentikan mobilnya.
"Tolong angkat ke dalam mobil pak"
"Baik non.." Supir pun membantu menggotong Alva ke dalam mobil.
Seorang gadis berwajah cantik berhijab sangat anggun.Anatasya Maherson gadis ini berasal dari Turki taat dengan Agama.
"Kita bawa ke mension saja biar nanti dokter keluarga yang akan menanganinya.
"Baik Non."
Mobil pun melaju dengan cepat..sesekali Natasya menengok ke belakang melihat kondisi Alva.
Satu minggu sudah Alva terbaring lemah di kediaman Natasya.
Siapa dia kemana keluarga nya apa tidak ada yang mencarinya berulang kali aku memposting di akun sosial mediaku tapi sepertinya tidak ada yang mengenalinya. Kasihan sekali dia. gumam dalam hati Natasya.
...----------------...
Terimakasih All yang sudah memberikan like dan komentar nya jangan lupa Rate ya All.