NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Gesekan Logam dan Senandung Kematian yang Sunyi

Pembersihan lapangan pasca pertarungan pertama berlangsung dengan sangat cepat. Noda darah tipis dari mulut Yoroi dihapus dengan kain pel basah oleh petugas menara, meninggalkan aroma antiseptik yang semakin pekat di udara. Layar elektronik di atas dinding kembali berputar, memunculkan suara klik-klik mekanis yang ritmis, memotong sisa-sisa kegembiraan dari kemenangan Sasuke.

Lee masih berdiri di posisi yang sama di balkon atas, kedua tangannya tenggelam di dalam saku celana jubah hijaunya. Di dalam kepalanya, dia sedang melakukan simulasi mandiri. Tanpa adanya pop-up sistem yang memberikan arahan taktis, dia melatih fokus mentalnya dengan cara memprediksi pergerakan angin yang masuk dari celah jendela menara.

Pertarungan selanjutnya harus menjadi pembuktian efisiensi, batin Reymond. Setiap gerakan yang tidak perlu adalah pemborosan energi yang bisa berakibat fatal pada babak utama nanti.

Klik!

Layar elektronik berhenti berputar untuk kedua kalinya. Dua nama baru muncul di layar, memicu reaksi spontan dari beberapa sudut ruangan.

[ TENTEN vs TEMARI ]

Tenten mendongak, matanya menatap namanya sendiri yang bersanding dengan nama kuno gadis berkuncir empat dari Sunagakure tersebut. Dia menarik napas panjang, mencoba mengusir rasa tegang yang mendadak menyerang rongga dadanya. "Ah, akhirnya giliranku juga. Suna, ya? Gadis dengan kipas raksasa itu..."

"Jangan meremehkannya, Tenten," Neji memperingatkan, suaranya terdengar datar namun mengandung penekanan yang serius. "Gadis itu tidak pernah memperlihatkan kemampuan aslinya selama di hutan. Aliran chakra di sekitar punggungnya menunjukkan bahwa kipas besi itu bukan sekadar senjata jarak dekat, melainkan media pelepasan elemen angin berskala besar."

Tenten tersenyum percaya diri, menepuk dua gulungan segel besar yang terikat di pinggang belakangnya. "Kautahu sendiri bagaimana kemampuanku, Neji. Jarak jauh adalah duniaku. Tidak peduli seberapa besar kipasnya, dia tidak akan bisa menangkis seribu bilah besi yang datang dari segala arah sekaligus."

Lee menoleh, menatap Tenten dengan pandangan yang hangat. "Semoga sukses, Tenten! Tunjukkan pada mereka bahwa keindahan sejati dari seorang kunoichi Konoha terletak pada presisi senjatanya!"

"Tentu saja, Lee! Tonton saja dari atas sini!" Tenten melompat melewati pagar pembatas balkon dengan lincah, mendarat di lapangan bawah dengan pose yang sangat anggun.

Di seberangnya, Temari melangkah turun dengan santai, menyeret kipas raksasanya di atas lantai batu hingga mengeluarkan suara gesekan besi yang memilukan telinga. Ekspresi wajahnya tampak sangat meremehkan, matanya menyapu tubuh Tenten dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Kunoichi Konoha... mari kita lihat berapa lama kamu bisa bertahan sebelum senjata-senjata mainanmu itu berterbangan kembali ke wajahmu sendiri."

Hayate Gekko berdiri di antara mereka berdua, memegang sapu tangan kecil di depan mulutnya. "Uhuk... jika kedua peserta sudah siap... babak kedua... dimulai!"

Tenten tidak membuang waktu satu detik pun. Dia melompat mundur sejauh lima meter, tangannya dengan kecepatan luar biasa membuka gulungan segel pertamanya di udara. Dengan satu sentakan chakra yang bersih, asap putih mengepul masif, memunculkan belasan bilah kunai dan shuriken yang melesat dengan formasi melengkung, mengincar titik-titik vital di tubuh Temari.

"Formasi sayap burung... teknik yang bagus untuk mengunci ruang gerak," gumam Neji dari balkon atas, matanya mengikuti jalannya bilah besi tersebut melalui bantuan Byakugan.

Namun, Temari bahkan tidak memindahkan kakinya dari posisi semula. Dia hanya menggeser sedikit pegangan kipas raksasanya, membuka lipatan pertama yang memperlihatkan satu bintang ungu di permukaannya. Dengan satu kibasan horizontal yang kuat, sebuah gelombang angin bertekanan tinggi tercipta, dengan mudah membelokkan arah seluruh kunai Tenten hingga menancap tidak beraturan di dinding-dinding batu aula.

"Hanya segini?" Temari memicingkan matanya, sebuah senyuman mengejek menghiasi bibirnya. "Senjatamu terlalu ringan, Konoha. Anginku bahkan tidak perlu bekerja keras untuk menerbangkannya."

Tenten menggertakkan giginya, merasa tertantang oleh kesombongan lawannya. Dia melompat tinggi ke udara, memposisikan dirinya tepat di bawah langit-langit aula yang remang-remang. Dari balik pakaiannya, dia mengeluarkan dua gulungan segel terbesar yang dia miliki, melemparkannya ke kiri dan ke kanan hingga gulungan itu berputar membentuk spiral raksasa di udara.

"Soryu: Tensasai! (Naga Kembar: Bencana Seratus Senjata)" Tenten berteriak kencang, kedua telapak tangannya memancarkan chakra biru yang pekat untuk mengendalikan segel tersebut.

Dari dalam gulungan spiral itu, ratusan—bahkan ribuan—jenis senjata tajam mulai dari kunai, kawat, rantai besi, hingga pedang pendek meluncur turun seperti hujan badai baja yang siap mencacah apa saja di bawahnya. Suara desingan logam yang bergesekan dengan udara menciptakan senandung kematian yang mengerikan, memenuhi seluruh ruangan aula dengan gema besi yang memekakkan telinga.

Naruto yang melihat dari balkon seberang sampai melotot tak percaya. "Wah! Luar biasa! Kak Tenten benar-benar menembakkan gudang senjata dari langit!"

Di tengah-tengah hujan baja tersebut, Temari akhirnya membuka lipatan ketiga dari kipas raksasanya—tiga bintang ungu kini terlihat sepenuhnya. Aura chakra elemen angin di sekeliling tubuhnya mendadak meledak dengan intensitas yang sangat masif, memutar udara di sekitarnya menjadi sebuah tornado mini yang mengamuk.

"Ninpou: Kamaitachi! (Seni Ninja: Angin Pemotong Tali)"

BOOOOOOMMMM!

Sebuah badai angin topan berskala ruangan meledak dari kipas Temari. Kekuatan tekanan anginnya begitu luar biasa hingga tidak hanya membelokkan senjata-senjata Tenten, melainkan menerbangkannya kembali ke atas dengan kecepatan dua kali lipat, menggores dinding dan menghancurkan langit-langit kayu aula hingga menjadi serpihan kecil.

Tenten yang masih berada di udara tidak memiliki tempat untuk bertumpu. Tubuhnya terperangkap di dalam pusaran angin tajam tersebut, pakaian ninjanya mulai robek di beberapa tempat karena goresan angin yang menyerupai silet gaib. Dengan satu kibasan terakhir dari Temari, tubuh Tenten terlempar keras ke belakang dan jatuh tak berdaya tepat di atas permukaan kipas besi Temari yang telah ditutup kembali.

Tenten tergeletak pingsan dengan luka goresan di sekujur tubuhnya, darah segar mulai merembes di atas lantai batu yang dingin.

"Uhuk... pemenang... Temari dari Sunagakure," Hayate mengumumkan dengan nada lemas yang konstan.

Temari mendengus, bersiap untuk melempar tubuh Tenten yang tidak berdaya itu ke atas tumpukan senjata tajam di bawahnya sebagai bentuk penghinaan terakhir. Namun, sebelum kipasnya sempat bergerak, sebuah bayangan hijau sudah mendarat dengan kecepatan yang tidak masuk akal di sampingnya.

Lee berdiri di sana, tangan kanannya dengan lembut namun kokoh menyangga punggung Tenten, sementara mata bulatnya menatap lurus ke arah Temari dengan kedalaman pandangan yang membuat kunoichi Suna itu secara instan menarik langkahnya mundur satu langkah karena insting bahayanya berteriak kencang.

"Pertarungan sudah selesai," kata Lee, suaranya terdengar sangat tenang namun membawa beban intimidasi yang luar biasa di dalam ruangan yang mendadak menjadi senyap tersebut. "Jangan melampaui batas kebaikan yang diberikan oleh aturan ujian ini."

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!