NovelToon NovelToon
ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda
Popularitas:724
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Asisten Duda CEO Tajir Melintir

Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.

Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.

Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.

Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rahasia elena hart

Fajar menyingsing di atas langit New York.

Namun pagi itu tidak membawa ketenangan.

Di penthouse Wesley, tidak seorang pun benar-benar tidur.

Galaxy duduk sendirian di ruang kerja sejak dini hari.

Di hadapannya tergeletak foto-foto lama, surat peninggalan Elena Hart, dan chip data yang diberikan Adrian.

Semua potongan teka-teki itu masih belum membentuk jawaban yang utuh.

Yang terus terngiang di benaknya hanyalah ucapan Leonard.

"Wanita yang kau cintai mungkin adalah alasan keluargamu hancur."

Galaxy mengepalkan tangannya.

"Tidak..."

"Aku tidak akan mempercayainya sebelum melihat bukti."

Di balkon penthouse, Grizella memandang matahari yang mulai muncul di balik gedung-gedung pencakar langit.

Ia menggenggam kalung peninggalan ibunya.

Benda kecil itu terasa hangat di telapak tangannya.

"Apa yang sebenarnya Ibu sembunyikan?"

Suara langkah kaki terdengar dari belakang.

Galaxy berdiri di sampingnya.

"Kau belum tidur?"

Grizella menggeleng pelan.

"Bagaimana mungkin saya bisa tidur setelah semua yang terjadi?"

Galaxy memahami perasaannya.

Ia pun merasakan hal yang sama.

"Aku akan pergi ke rumah lama Elena."

kata Galaxy.

Grizella langsung menoleh.

"Saya ikut."

"Tidak."

Jawaban Galaxy cepat dan tegas.

Grizella mengembuskan napas panjang.

"Lagi?"

Galaxy menatapnya.

"Leonard mungkin sedang menunggu."

"Justru karena itu saya tidak bisa membiarkan Anda pergi sendirian."

Galaxy hampir membalas.

Namun akhirnya ia menyerah.

"Baik."

"Tapi apa pun yang terjadi, kau tetap di dekatku."

Grizella tersenyum tipis.

"Itu sudah menjadi kalimat favorit Anda."

Galaxy tidak membantah.

Beberapa jam kemudian...

Mobil hitam milik Galaxy berhenti di depan sebuah rumah tua bergaya klasik di pinggiran New York.

Rumah itu tampak kosong.

Halamannya dipenuhi dedaunan kering.

Jendela-jendelanya tertutup rapat.

"Ini rumah Elena?"

tanya Grizella.

Alexander mengangguk.

"Di sinilah ibumu tinggal sebelum menghilang."

Grizella menatap rumah itu dengan mata berkaca-kaca.

Untuk pertama kalinya...

ia berdiri di tempat yang pernah menjadi rumah ibunya.

Mereka masuk perlahan.

Udara di dalam terasa lembap.

Perabotan tua masih tersusun rapi.

Seolah pemilik rumah hanya pergi sebentar.

Grizella berjalan menuju ruang keluarga.

Di atas rak kayu terdapat sebuah foto.

Foto Elena Hart sedang menggendong bayi.

"Itu saya..."

bisiknya.

Galaxy berdiri di belakangnya.

Tatapannya melembut melihat Grizella menyentuh bingkai foto itu dengan hati-hati.

Adrian tiba-tiba berhenti di depan perapian.

"Ada sesuatu di sini."

Ia menggeser sebuah lukisan tua.

Di baliknya tersembunyi sebuah brankas kecil.

Alexander mengerutkan kening.

"Brankas ini tidak pernah ada dalam catatan keluarga."

Adrian memegang kalung yang dibawa Grizella.

"Coba gunakan kalung itu."

Grizella memasukkan liontin ke lubang kunci.

Klik...

Brankas terbuka.

Di dalamnya terdapat beberapa dokumen, sebuah buku harian tua, dan sebuah kaset video.

Semua orang saling berpandangan.

Galaxy mengambil buku harian itu.

Di halaman pertama tertulis:

"Catatan Elena Hart. Hanya boleh dibaca oleh Grizella dan Galaxy."

Galaxy dan Grizella saling menatap.

Lagi-lagi...

nama mereka berdua tertulis dalam peninggalan Elena.

Namun sebelum Galaxy membuka halaman pertama...

Dari luar rumah terdengar suara ban mobil mengerem.

Aaron yang berjaga di luar segera berbicara melalui alat komunikasi.

"Tuan!"

"Kita tidak sendirian."

Galaxy langsung menoleh ke arah jendela.

Beberapa mobil hitam berhenti di depan rumah.

Dan orang-orang berpakaian hitam mulai turun satu per satu.

Mereka bukan polisi.

Bukan juga anak buah Leonard yang pernah mereka lihat.

Di dada mereka terdapat lambang seekor mahkota hitam.

The Black Crown akhirnya datang sendiri.

Suara pintu mobil yang dibanting bergema di halaman rumah tua Elena Hart.

Aaron mengintip dari balik tirai jendela.

Wajahnya langsung berubah tegang.

"Tuan Galaxy."

"Mereka mengepung seluruh rumah."

Galaxy berjalan mendekati jendela.

Di luar, belasan pria berpakaian hitam berdiri membentuk lingkaran.

Lambang The Black Crown terpampang jelas di dada mereka.

Di tengah barisan itu berdiri seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahun dengan setelan hitam elegan.

Tatapannya tajam.

Penuh wibawa.

"Siapa dia?"

tanya Grizella.

Alexander menarik napas pelan.

"Itu..."

"Selena Ashcroft."

"Ketua baru The Black Crown."

Galaxy mengerutkan kening.

"Bukankah Adrian pemimpin mereka?"

Adrian menggeleng.

"Aku mundur bertahun-tahun lalu."

"Setelah itu Selena mengambil alih."

Adrian menatap ke luar jendela.

"Dia jauh lebih berbahaya daripada Leonard."

Bel rumah berbunyi.

Ting... tong...

Tak seorang pun bergerak.

Beberapa detik kemudian terdengar suara Selena dari luar.

"Galaxy Wesley."

"Aku tidak datang untuk berperang."

"Aku hanya ingin berbicara."

Galaxy tersenyum tipis.

"Orang-orang yang datang dengan puluhan pengawal biasanya tidak ingin sekadar berbicara."

Selena tertawa kecil.

"Kalau begitu anggap saja ini bentuk kehati-hatianku."

Grizella menggenggam kalung peninggalan Elena.

"Apa yang harus kita lakukan?"

Galaxy menatapnya.

"Kita dengarkan."

"Tapi jangan percaya begitu saja."

Alexander dan Aaron mengangguk.

Pintu rumah akhirnya dibuka.

Selena melangkah masuk dengan anggun.

Tidak ada rasa takut sedikit pun di wajahnya.

Tatapannya langsung tertuju kepada Grizella.

"Jadi..."

"Kau benar-benar mirip ibumu."

Grizella menatap balik.

"Anda mengenal ibu saya?"

Selena tersenyum tipis.

"Sangat mengenalnya."

Galaxy melangkah ke depan.

"Langsung saja."

"Apa tujuanmu datang?"

Selena memandang Galaxy.

"Kau memang tidak suka membuang waktu."

"Aku datang untuk menawarkan kerja sama."

Semua orang terdiam.

"Kerja sama?"

ulang Galaxy.

Selena mengangguk.

"Serahkan buku harian Elena."

"Dan aku akan menghentikan semua serangan terhadap Wesley Corporation."

Galaxy langsung menjawab.

"Tidak."

Jawabannya tegas.

Tanpa ragu.

Selena tidak tampak marah.

Ia justru tersenyum.

"Jawaban yang sudah kuduga."

"Lalu bagaimana kalau aku menambahkan satu informasi?"

Galaxy tetap diam.

Selena menoleh kepada Grizella.

"Ibumu tidak dibunuh."

Grizella membeku.

"Apa?"

"Elena Hart masih hidup."

Ruangan mendadak sunyi.

Grizella merasa napasnya tercekat.

"Tidak mungkin..."

Alexander pun terlihat terkejut.

"Itu mustahil."

Selena mengangkat bahu.

"Kalian boleh percaya."

"Atau tidak."

"Tapi hanya aku yang tahu di mana Elena berada."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Grizella.

"Ibu..."

Galaxy segera menggenggam tangan Grizella.

Jemarinya yang hangat membuat Grizella sedikit lebih tenang.

Galaxy menatap Selena.

"Kalau itu benar..."

"Buktikan."

Selena mengeluarkan sebuah foto.

Foto itu memperlihatkan seorang wanita yang wajahnya sangat mirip dengan Elena.

Meski tampak lebih tua, tidak mungkin Galaxy dan Grizella salah mengenalinya.

Grizella menutup mulutnya.

"Itu..."

Galaxy mengambil foto tersebut.

Ia memperhatikannya dengan saksama.

Belum ada bukti bahwa foto itu asli.

Namun jika benar...

Berarti selama ini Elena masih hidup.

Selena melangkah menuju pintu.

"Besok malam."

"Datanglah ke Pulau Black Haven."

"Bawa buku harian Elena."

"Kalau tidak..."

"Kalian tidak akan pernah bertemu dengannya."

Setelah mengatakan itu, Selena pergi.

Mobil-mobil hitam perlahan meninggalkan halaman rumah.

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Galaxy menatap foto di tangannya.

Kemudian ia melihat Grizella yang masih memandangi pintu dengan mata berkaca-kaca.

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu...

Galaxy memeluk Grizella dengan lembut.

"Tidak peduli apa yang terjadi."

"Aku akan membawamu menemukan ibumu."

Grizella menutup matanya.

Untuk sesaat, ia membiarkan dirinya bersandar pada pria yang selama ini selalu berusaha kuat di hadapannya.

Namun tanpa mereka sadari...

Di lantai atas rumah tua itu...

Seseorang diam-diam sedang mengawasi mereka dari balik celah dinding rahasia.

Galaxy masih memeluk Grizella ketika Aaron berlari masuk dari halaman.

"Tuan!"

"Ada sesuatu yang tidak beres."

Galaxy segera melepaskan pelukannya.

"Apa yang terjadi?"

Aaron menunjuk ke arah lantai atas rumah tua itu.

"Salah satu sensor gerak menangkap keberadaan seseorang."

Semua orang langsung waspada.

Alexander mengerutkan kening.

"Rumah ini seharusnya kosong."

Adrian menggeleng pelan.

"Tidak..."

"Elena selalu membuat jalan rahasia."

"Kalau ada seseorang di sini, berarti dia tahu rumah ini lebih baik daripada kita."

Galaxy memberi isyarat kepada Aaron dan dua petugas keamanan.

"Kalian periksa sisi timur."

"Aku ke lantai atas."

Grizella langsung berdiri.

"Saya ikut."

Galaxy menatapnya.

"Tidak."

Grizella menghela napas.

"Galaxy."

"Saya sudah lelah disuruh menunggu."

"Kalau ini tentang ibu saya, saya berhak ikut."

Galaxy menatap mata Grizella beberapa saat.

Lalu mengangguk pelan.

"Baik."

"Tetap di belakangku."

Mereka menaiki tangga kayu tua yang berderit di setiap langkah.

Lorong lantai dua dipenuhi debu.

Di ujung lorong terdapat sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka.

Galaxy mendorong pintu itu perlahan.

Kosong.

Namun di lantai terlihat jejak sepatu yang masih baru.

"Ada orang di sini."

bisik Aaron.

Grizella memperhatikan rak buku tua di sudut ruangan.

"Aneh."

Galaxy menoleh.

"Apa?"

"Rak ini..."

"Debunya berbeda."

Galaxy mendekat.

Benar.

Bagian bawah rak tampak lebih bersih, seolah baru saja digeser.

Galaxy dan Aaron mendorong rak itu bersama-sama.

Grrrkk...

Di baliknya terdapat sebuah pintu rahasia.

Alexander menutup matanya sejenak.

"Elena..."

"Kau benar-benar menyembunyikan semuanya."

Pintu rahasia terbuka menuju lorong sempit.

Di ujung lorong terdapat sebuah ruangan kecil.

Ruangan itu dipenuhi foto-foto.

Foto Grizella sejak bayi.

Foto Elena.

Bahkan...

Foto Galaxy saat pertama kali menjadi CEO.

Grizella bergidik.

"Selama ini..."

"Ada yang mengawasi kita."

Galaxy memperhatikan setiap foto.

Sebagian diambil bertahun-tahun lalu.

Sebagian lagi tampak sangat baru.

Artinya...

Seseorang masih aktif menggunakan ruangan ini.

Di atas meja terdapat sebuah pemutar kaset tua.

Di sampingnya ada secarik kertas.

"Untuk Grizella. Dengarkan sebelum terlambat."

Grizella menatap Galaxy.

Galaxy mengangguk pelan.

Aaron memasukkan kaset yang ditemukan di dalam brankas.

Suara berdesis memenuhi ruangan.

Lalu terdengar suara seorang wanita.

Lembut.

Hangat.

"Jika kau mendengar rekaman ini..."

"Berarti kau sudah cukup dewasa untuk mengetahui semuanya."

Air mata Grizella langsung mengalir.

"Itu..."

"Itu suara Ibu."

Semua orang terdiam.

Suara Elena kembali terdengar.

"Grizella, maafkan Ibu."

"Ibu tidak pernah meninggalkanmu karena tidak mencintaimu."

"Ibu pergi karena seseorang di keluarga Wesley menjual rahasia kita kepada The Black Crown."

Galaxy langsung menatap Alexander.

Alexander tampak sama terkejutnya.

Elena melanjutkan,

"Musuh terbesar kalian bukan orang di luar keluarga."

"Tetapi seseorang yang selama ini memakai nama Wesley."

Ruangan menjadi sunyi.

Tiba-tiba...

Dor!

Sebuah tembakan menghancurkan jendela ruangan rahasia.

Semua orang spontan berlindung.

Aaron langsung menarik Grizella ke balik meja.

Galaxy berdiri di depannya, melindungi Grizella dengan tubuhnya.

Beberapa peluru kembali menghantam dinding.

"Dor! Dor! Dor!"

"Penembak jitu!"

teriak Aaron.

Galaxy melihat ke luar jendela.

Di kejauhan, di atas gedung tua seberang jalan, berdiri seorang pria dengan senapan laras panjang.

Sebelum menghilang, pria itu mengangkat alat komunikasi dan berkata pelan,

"Target ditemukan."

"Operasi Pulau Black Haven dimulai."

Galaxy mengepalkan tangannya.

Ia sadar...

Undangan Selena ke Pulau Black Haven bukan sekadar pertemuan.

Melainkan awal dari perang yang sesungguhnya.

Sementara Grizella menggenggam liontin peninggalan ibunya dengan erat.

Di dalam hatinya hanya ada satu tekad.

Apa pun risikonya...

Ia akan menemukan Elena Hart dan mengakhiri semua rahasia yang menghancurkan hidup mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!