Namanya CINTA. Gadis cantik dan mandiri yang bekerja sebagai staff di salah satu Bank Swasta
Tanpa sengaja saat berlibur bersama teman-teman kantornya di Bali, CINTA bertemu dengan JACKSON. Pria tampan yang sangat percaya diri dan mengklaim bahwa Cinta adalah miliknya sejak mereka pertama kali bertemu.
Bisakah Jackson meyakinkan Cinta, bahwa Cinta pandangan pertama itu benar adanya ?
Apakah Cinta akan percaya pada Jackson, pria egois yang terkenal playboy ?
Lalu bagaimana jika Cinta tiba-tiba menghilang dari pandangan Jackson ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 . Reward ke Bali
Saat ini empat sekawan sedang berada di dalam mobil Rere yang menuju ke salah satu Mall .
Mereka berniat untuk memberi beberapa outfit yang pas digunakan saat bepergian ke Pantai.
Tadi saat briefing pagi dikantor, ada pengumuman kalau divisi mereka mendapatkan reward liburan ke Bali weekend nanti selama 3 hari 2 malam karena mereka sudah achieve target tri wulan.
Sejak diumumkannya reward itu, Wulan langsung saja mengabarkan ke Rayyan, pacarnya yang memang tinggal di Bali.
Wulan bahkan sedari pagi sudah mewanti- wanti ketiga sahabatnya kalau mereka harus beli outfit baru yang pas untuk di pakai ke pantai.
Disinilah mereka saat ini, di salah satu Mall besar yang ada di Jakarta.
Mereka berempat berjalan menuju salah satu toko yang menjual macam-macam outfit pantai .
" Eh kalian tau gak, salah satu sahabat pacar Gue itu pemilik Mall ini loh ", kata Wulan.
" Wahh sultan dong pacar Lu ", Rere mengomentari .
" Bukan pacar gue yang sultan, tapi sahabatnya ", Wulan menegaskan
" Tapi Lan, kok nama pacar kamu Sultan, bukannya nama pacar kamu Ray ? " Sofi bertanya dengan wajah polosnya .
" Astaga Wulan... Lu udah ganti pacar lagi ", Kini Sofi malah teriak heboh .
" Duh nih anak lemotnya gak ketulungan.... terserah Lu dah ", jawab Wulan kesal.
Rere dan Cinta hanya tertawa saja.
Mereka berempat masih memilih-milih pakaian .
" Eh Cin, tumben Lu gak diintilin si Ricko ", tanya Rere
" Tadi dia mau nganterin sih, tapi Gue nolak.Yah iya masa dia mau Gue ajak ikut kita beli ginian ", jawab Cinta sambil menunjuk ke arah bikini seksi yang lagi Ia pegang .
" Ha ha ha ha ", rere hanya tertawa .
" Tapi bener-bener yah si Ricko... kayaknya Bucin banget ama Lu ", Wulan ikut berkomentar .
" Tapinya juga Gue belum bisa nerima kebucinan dia " , jawab Cinta lagi .
" Cin, Lu mau gak gue kenalin ama sahabat pacar Gue , ya kali aja yang ini bisa menarik perhatian Lu ", tanya Wulan.
" Kalau kenalan aja bolehlah.. tapi Gue gak mau kalau ada hal selain kenalan aja ", Cinta menerima tawaran Wulan.
" Sipp lah ", Wulan menyetujuinya.
" Soal ' yang lainnya' bisalah diatur nanti " Wulan terkekeh dalam hati .
Sudah hampir dua jam mereka mengelilingi Mall, masuk dari satu toko ke toko yang lain. Sampai akhirnya cacing diperut mereka serasa berdemo minta diberi makan.
Mereka berempat memilih makan di salah satu Resto yang menyediakan Japanes Food yang sedang viral , lokasinya berada di seberang mall.
Bukan hanya menyediakan hidangan jepang, tapi suasana resto itu juga dibuat semirip mungkin dengan resto di jepang.
terdapat ruangan-ruangan kecil hingga besar yang didalamnya terisi meja dan beberapa bantal sebagai alas duduk.
Begitupun dengan pelayannya juga memakai baju khas jepang .
Empat sekawan itu memilih ruangan kecil yang pas untuk mereka berempat. Saat menunggu pesanan mereka, Cinta pamit hendak ke toilet.
Dari dalam bilik toilet Cinta mendengar ada suara orang yang membuka pintu bilik toilet lain dengan kasar, kemudian diikuti dengan suara rintihan yang terdengar lirih.
Cinta sedikit hawatir mendengar itu, Ia pun mempercepat kegiatannya saat itu .
Saat ia keluar dari bilik toilet, betapa Cinta terkejut melihat seorang wanita paruh baya sedang bersandar di dinding dan memegangi kepalanya sambil sesekali merintih menahan sakit.
Tas wanita itupun sudah tergeletak jatuh ke lantai.
Cinta bergegas menghampiri wanita paruh baya itu,
" Bu... Ibu... apa Ibu baik- baik aja ? aku bisa bantu apa Bu ? ", tanya Cinta panik.
" Su... su.. suamiku ", jawab wanita itu pelan dan terbata-bata .
Cinta segera berlari keluar memanggil bantuan, untunglah salah seorang karyawan resto tersebut ingat dimana ruangan Wanita paruh baya tersebut.
Karyawan resto itu segera memanggil suami Ibu itu, sedang Cinta menemani wanita itu sambil memeluk dan sesekali mengusap pundaknya.
Tak lama seorang pria paruh baya masuk dan langsung menggendong wanita itu keluar. Saat Cinta juga ingin kembali ke ruangan tempat sahabatnya menunggu, Ia melihat Tas Ibu yang tadi tertinggal.
Cinta menyusul keluar resto namun sayang mobil Bapak dan Ibu tadi sudah pergi.
Salah satu karyawan Resto memberitahu Cinta kalau tadi Ia mendengar Ibu itu akan dibawa Rumah Sakit XX .
Cintapun meminjam mobil Rere untuk berangkat kerumah sakit sendiri karena ketiga temannya sudah memulai kegiatan makan mereka.
\* Di Rumah Sakit XX
Sesampainya di Rumah sakit, cinta langsung menuju ke IGD.
Setelah bertanya kepada suster, akhirnya Cinta diarahkan ke ruangan VVIP rumah sakit itu di lt. 18.
Cinta mengetuk perlahan pintu , kemudian tak lama pintu dibuka dari dalam oleh seorang pria yang menggunakan setelan jas warna hitam.
Cinta meminta ijin untuk bertemu dengan wanita yang tadi cinta ketahui bernama Lastri Haryono.
" Permisi Pak, bisa saya bertemu dengan Nyonya Lastri Haryono ? "
" Mohon maaf, ada keperluan apa ? " tanya Pria itu.
" Ini saya mengantarkan Tas Nyonya Lastri yang tertinggal di toilet resto ", jawab Cinta menjelaskan.
Ia lalu dipersilahkan masuk dan menemui Kedua pasangan paruh baya itu.
" Permisi Pak, Bu ... ini saya ingin mengantar Tas ibu yang tertinggal di toilet resto . " cinta kembali menjelaskan maksud kedatangannya .
" Oh iya Terimakasih . Nama kamu siapa? Kamu karyawan resto yah ? " tanya Bapak itu.
" Bukan Pak, Nama saya Cinta, saya juga pengunjung resto yang kebetulan menemukan Ibu di toilet sedang kesakitan ", Cinta memperkenalkan dirinya.
" Saya Haryono Hendrawan . terimakasih yah Cinta kalau kamu tidak cepat menolong istri saya, saya tidak tahu gimana jadinya " katanya sambil memberikan kartu namanya pada Cinta.
" Siapa Pi ? ", terdengar suara Ibu Lastri lirih bertanya pada suaminya.
" Mami... ini Cinta yang tadi nolongin mami di toilet resto ", Ibu lastri lalu tersenyum ke arah cinta dan juga dibalas senyuman oleh cinta.
" Gimana keadaan Ibu, udah baikan ? " tanya Cinta berempati
" Alhamdulillah udah baikan. tadi vertigo saya sedikit kambuh Nak Cinta. Makasih yah kamu udah nolongin ", jawab Bu Lastri.
Mereka sempat berbincang beberapa hal . Sebelum cinta pamit undur diri, Cinta juga sempat memberikan kartu namanya kepada Bu Lastri, karena Bu Lastri bersikeras ingin membalas kebaikan Cinta .
" Cinta itu cantik yah Pi, Baik lagi anaknya. Sopan juga sama orang tua ", Ucap Bu Lastri pada suaminya setelah memastikan Cinta telah keluar dari ruang rawatnya.
" Iya Mi... jujur lagi anaknya. Buktinya dia bela belain nyusul ke Rumah sakit untuk bawain tas mami ", Pak Haryono menyetujui ucapan istrinya.
" Nanti kalau mami udah sehat kita undang Cinta kerumah yah untuk makan malam ",
" Rasanya mami ingin kenal dekat sama anak itu ", ucap Bu Lastri
" Hemm.. mami fokus istirahat aja dulu , biar sehat baru deh bisa undang Nak Cinta makan malam " perintah pak haryono.
Diperjalan menuju kembali ke resto jepang untuk menjemput ketiga sahabatnya,
Cinta masih memandangi kartu nama Pak Haryono.
" Haryono Grup.... Haryono Grup..... " Cinta bergumam sendiri
" Kayaknya aku pernah dengar... dimana yah? "
Cinta memutar otaknya untuk mengingat-ingat dimana Ia pernah mendengar kata ' Haryono Grup '
Setelah menjemput ketiga sahabatnya, merekapun langsung pulang ke apartemen dengan Cinta yang masih mengemudikan mobil.
.
.
.
. To be Continue
author note :
* Ada yang kenal gak ama Pak Haryono dan Bu lastri ? ayoo acungkan tangan kalau kenal . hehehe
please..tq.../Pray/
ikut bahagia thor..
lanjut...
cinta tulusmu akan menyembuhkan segala luka yg ada pada Cinta...
sampai harus ada yg berharap lbh padamu,baru kamu sadar...bahwa ada udang di balik mie...hehehe....
lanjuut...
kini ku berdoa,semoga beliau tenang dan bahagia disana bersama pencipta nya...
parah parah..../Facepalm/