Merupakan lanjutan dari Novel Ustadz Idaman, yang akan menceritakan kehidupan Kakak Adik yang memiliki sifat yang sangat berbanding terbalik, dimana Akhtar yang mewarisi sifat Abinya yang kaku, dingin, dan datar, sedangkan Afkar mewarisi sifat Mommynya yang pecicilan dan tidak bisa diam.
Serta menceritakan bagaimana kehidupan mereka setelah pernikahan, apakah mereka mampu mempertahankan pernikahan mereka walaupun banyak godaan yang datang atau mungkin malah sebaliknya ?
PENASARAN.....?
yuk langsung di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 8
" Mohon maaf Bu, saya benar-benar tidak tau " kata karyawan tersebut.
" Ibu, Ibu, lo pikir kita Ibu-ibu " kata Della kesal.
" Sabar Dell, oiyyaa Mbak bisa ditunjukkan ruangannya di mana ? " kata Ila.
" Mari saya antar " kata karyawan tersebut.
" Nah ini ruangan Pak Akhtar dan sebelahnya ruangan Pak Afkar " kata Karyawan tersebut sopan.
" Makasih Mbak " kata Ila.
Baru saja Della ingin masuk keruangan Akhtar tanpa disengaja dia hampir saja menabrak Afkar yang ingin keluar dari ruangan tersebut.
" Ehhhh busettt, hampir aja gue nabrak " kata Afkar.
" Ishhhh lo apaansih masuk-masuk ruangan suami gue " kata Della kesal.
" Dihhhh galak bener Bu " kata Afkar yang belum menyadari kedatangan Ila.
" Ihhhh kenapa sih orang-orang pada manggil gue Ibu, emang muka gue udah kayak Ibu-ibu " kata Della sewot.
Baru saja Afkar ingin menimpali ucapan Della, namun terhenti karena kedatangan Akhtar.
" Apaansih ribut-ribut " kata Akhtar datar.
" Sayang......" kata Della yang langsung memeluk Akhtar manja.
" Kenapa hmmm ? " kata Akhtar sambil membalas pelukan Della.
" Lebayyyy " kata Afkar sinis.
" Mas Afkar " kata Ila, sehingga membuat Afkar langsung beralih menatap Ila.
" Ehhhhh ternyata sayangnya aku ada di sini " kata Afkar sambil mengecup pipi Ila singkat.
" Lebayyyyy " kata Della sambil menirukan gaya bicara Afkar.
" Kamu ngapain kesini ? " kata Akhtar.
" Nihhh bawain kamu makan siang " kata Della sambil menunjuk bekal yang dibawanya.
" Yaudah yokkk masuk " kata Akhtar sambil melingkarkan tangannya di pinggang Della, sehingga membuat Afkar juga melakulan hal yang sama.
" Ihhh lo ngapain masuk sini Kak ? " kata Della saat melihat Afkar ikut masuk keruangan Akhtar.
" Makan rame-rame lahhh supaya lebih enak, kalau cuman berdua mahh sepi, boleh kan Bang ? " kata Afkar yang diangguki oleh Akhtar.
" Widihhhh masakan Istri gue wangi bener dahhh " kata Afkar ketika membuka makanan yang dibawa Ila.
" Punyaku juga wangi kan Mas ? " kata Della yang hanya dibalas deheman oleh Akhtar.
" Sepertinya rasanya kurang meyakinkan " kata Afkar menyindir Della.
" Ihhhh apaansih udah pasti enaklah masakan gue " kata Della.
Baru saja Afkar ingin menimpali, namun terhenti karena ucapan Ila.
" Issshhh nggak boleh gitu ahhh " kata Ila, sehingga membuat Afkar cengengesan.
" Nggak asin lagi kan ? " kata Akhtar ragu.
" Nggak kok cobain ajaa, dijamin ueeennakkkk " kata Della, sehingga membuat Akhtar langsung mencoba makanan buatan istrinya.
" Gimana ? " kata Della antusias.
" Enak Dell, enak banget malah makasih yaaa " kata Akhtar.
" Sama-sama Mas " kata Della senang.
" Hmmm pasti enakan masakan istri gue, ini mahh dari bentukannya nggak usah diragukan lagi " kata Afkar sambil memakan makanan dari Ila.
" Omay tu the gatttt, kok asin kaliii ini makanan " kata Afkar dalam hati.
" Rasanya gimana ? " kata Ila.
" Duhhhh kalau gue bilang keasinan, gue pasti malu banget sama Bang Akhtar dan Della kan tadi gue udah muji-muji makanan istri gue, tapi kalau gue bilang enak maka perut gue akan tersiksa untuk menghabiskan makanan ini " kata Afkar dalam hati.
" Kok diam ? nggak enak yaa ? " kata Ila cemas.
" Daripada gue diejek habis-habisan sama Della, mending gue bilang enak aja. yaaa sekalian nutupin aib istri tercinta gue " kata Afkar dalam hati.
" Beuuuuuhhh ini mahh bukan enak lagi Yang, tapi uenanaaakk banget " kata Afkar.
" Alhamdulillah " kata Ila senang.
" Minta dikit dong Kak, gue jadi penasaran sama rasanya " kata Della, sehingga membuat Afkar buru-buru menyingkirkan tangan Della dari makanannya.
" Nggak boleh nanti habis, makan punya lo sendiri dong " kata Afkar.
" Mas Afkar nggak boleh gitu ahhh, kan makanannya lumayan banyak juga " kata Ila.
" Nggak boleh sayang, ini cuman untuk aku seorang " kata Afkar kekeh dengan pendiriannya.
" Kan bisa berabe kalau Della sampai nyobain " kata Afkar dalam hati.
" Isshhh dasar pelit " sinis Della.
" Udah-udah mending makan yang ini aja " kata Akhtar sambil menyuapi Della.
" Makasih sayang " kata Della yang diangguki oleh Akhtar.
" Sayang kamu nggak laper kan ? " kata Afkar.
" Nggak kok, sebelum kesini tadi aku udah makan duluan sama Mbak dirumah " kata Ila.
" Makan masakan yang ini ? " kata Afkar.
" Nggak, makan masakan Mbak " kata Ila yang diangguki oleh Afkar.
" Emang kenapa Mas ? " kata Ila.
" Ahhhh nggak papa, soalnya kalau aku harus suapin kamu lagi jatah makanan aku berkurang " kata Afkar.
" Bilang aja pelit, sama istri aja kok pelitnya minta ampun " kata Della.
" Dihhh nyahut aja nihh orang " kata Afkar sambil menutup tempat bekalnya.
" Yukkk sayang ke ruangan aku, kita pacarannya di sana aja bhayyyy " kata Afkar sambil menarik tangan Ila keluar.
" Assalamu'alaikum " kata Ila.
" Wa'alaikumsalam " kata Della dan Akhtar bersamaan.
" Uhhhh dasar nyebelin " kata Della.
" Udah ahhhh kamu kan tau sendiri Afkar orangnya gimana " kata Akhtar.
" Hmmm untung aja jodohnya Della itu Mas Avatar " kata Della sambil bergelayut manja dilengan Akhtar.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
ehh lgsg tamat.