NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Di sudut ballroom yang kini mulai sepi, Iris Montgomery berdiri terpaku di balik pilar marmer. Matanya memerah, menatap nanar ke arah kepergian Hades dan Percy. Tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya menancap tajam ke telapak tangan, meninggalkan rasa sakit yang teramat sangat. Seluruh rencana yang ia susun dengan susah payah, membangun skandal palsu, memamerkan gaun mewahnya, hingga mencoba merebut perhatian sang miliarder hancur berkeping-keping dalam satu malam hanya karena kehadiran wanita mungil bergaun merah darah tersebut. Rasa benci dan amarah bergemuruh di dadanya, bersumpah bahwa permainan ini belum berakhir.

​Sementara itu, di halaman depan Hotel Plaza, udara malam Manhattan terasa dingin ketika Hades menggandeng Percy menuju barisan mobil limusin hitam yang telah bersiap. Sebelum mereka memasuki pintu mobil, Hades berhenti sejenak, menolehkan kepalanya ke arah Tyche Vance yang berdiri di samping mereka.

​"Dionisos," panggil Hades dengan suara dingin tanpa menoleh. "Antarkan Tyche pulang sekarang."

​Dionisos langsung membungkuk hormat. "Baik, Tuan."

​Tyche membuka mulutnya hendak melayangkan protes atas pengusiran halus tersebut, namun sebelum ia sempat bersuara, Hades meliriknya sekilas dengan tatapan tajam berapi-api. "Dan kau, Tyche... tidak ada bantahan."

​Tyche menghela napas panjang pasrah, mengangkat kedua tangannya menyerah. Ia tahu betul, membantah ucapan sang penguasa Sterling sama artinya dengan mencari masalah besar. "Baiklah, Tuan Besar," gerutu Tyche pelan, lalu melangkah menuju mobil pengawal terpisah yang dibukakan oleh Dionisos.

​Di dalam kabin belakang mobil lapis baja yang mewah dan kedap suara, suasana berubah menjadi jauh lebih tenang. Lampu kota Manhattan berkedip-kedip melewati kaca jendela yang diguyur sisa embun malam.

​Percy menyandarkan kepalanya yang terasa penat langsung pada dada bidang Hades. Ia mendengarkan detak jantung suaminya yang berirama tenang, sementara jemari lentiknya dengan santai memainkan kancing jas hitam yang dikenakan sang suami.

​Beberapa saat berlalu dalam keheningan, sebelum Percy mendongakkan kepalanya, menampilkan sepasang mata amber yang berbinar penuh harap dan dua lesung pipi manis yang kembali tercetak di pipinya.

​"Hades..." bisik Percy manja, suaranya terdengar lembut dan merajuk.

​Hades menunduk, menatap sang istri dengan sebelah alis terangkat. Tangan besar pria itu dengan telaten merapikan helaian rambut panjang berwarna chesnut brown milik Percy. "Ada apa, Ma chérie? Masih ada yang mengganggumu?"

​"Aku lapar..." cicit Percy lirih, mengerucutkan bibir kecil ranumnya. "Tadi aku sama sekali belum sempat mencicipi makanan apa pun di gala itu karena ada lalat pengganggu yang merusak suasana."

​Hades mendengus geli mendengar sebutan 'lalat pengganggu' yang ditujukan untuk Hefaistos. "Lalu, apa yang kau inginkan sekarang, hm?"

​Percy semakin merapatkan tubuhnya, jemarinya semakin aktif memutar-mutar kancing jas Hades sambil memasang wajah paling memelas. "Bolehkah kita berhenti di tempat makan cepat saji? Aku sangat ingin burger dan kentang goreng, please... aku benar-benar ngidam, hmmm? Boleh ya, suamiku yang paling tampan?"

​Hades memejamkan matanya sejenak, menghela napas pasrah. Seorang pengusaha sukses bernilai miliaran dolar, penguasa imperium bisnis global, kini harus melunak hanya karena permintaan konyol istrinya yang ingin makan fast food di tengah malam buta. Namun, melihat binar penuh harap di mata amber Percy, pertahanan Hades runtuh begitu saja. Ia tidak pernah bisa menolak apa pun yang diminta oleh wanita itu.

​Hades mengecup puncak kepala istrinya pelan. "Baiklah. Pindahkan rute ke restoran cepat saji terdekat di Manhattan," perintah Hades kepada pengemudi di sekat depan.

​Percy bersorak girang di dalam mobil, menepuk-nepuk tangannya antusias, membuat sang singa dingin hanya bisa menggelengkan kepala pelan, menikmati setiap detik kebahagiaan kecil yang dibawa oleh sang ratu di dalam sangkar cinta mereka.

Mobil limusin lapis baja hitam milik Hades perlahan memasuki area parkir sebuah restoran cepat saji 24 jam yang terkenal di jantung kota Manhattan. Begitu kendaraan berhenti sempurna di depan pintu kaca restoran yang terang benderang, pintu belakang langsung dibukakan oleh pengawal terdepan.

​Namun, sebelum Percy melangkah turun, wanita mungil itu terlebih dahulu merapikan gaun merahnya sejenak, lalu menoleh ke arah dua mobil pengawal di belakang yang juga ikut mematikan mesinnya. Dengan gerakan tangan yang anggun namun tegas, bak seorang ratu yang sedang menitahkan titah kepada para prajurit dan rakyatnya, Percy membuka kaca jendela pembatas dan memanggil seluruh pengawal serta sopir yang bertugas malam itu.

​"Kalian semua, turun!" seru Percy dengan nada ceria namun penuh wibawa. "Masuk ke dalam sekarang!"

​Para pengawal berbadan tegap dan para sopir pribadi yang terbiasa bersiaga dengan ekspresi kaku mendadak saling berpandangan, tampak bingung dengan instruksi tidak biasa tersebut.

​"Nyonya..." salah seorang kepala pengawal mencoba melangkah maju dengan ragu. "Tugas kami adalah berjaga di luar dan mengamankan area sekitar..."

​"Tidak ada penjagaan di luar malam ini!" potong Percy tegas, menyunggingkan senyuman manis dengan dua lesung pipi yang tercetak jelas. "Kalian semua ikut masuk. Pesan apa saja yang kalian inginkan burger, ayam goreng, kentang, es krim, borong semuanya! Aku tahu kalian kelelahan dan kelaparan karena harus mengekoriku sepanjang hari ini."

​Di balik sifatnya yang hobi membuat onar, keras kepala, dan kerap kali menjadi sumber utama sakit kepala bagi para staf, Percy memiliki hati yang teramat tulus. Ia sangat menyadari bahwa setiap kekacauan, pelarian konyol, dan kehebohan yang ia ciptakan selalu berujung pada lembur melelahkan bagi orang-orang yang bekerja untuk suaminya. Bagi Percy, memperlakukan mereka dengan baik adalah bentuk tanggung jawab kecil lagipula, mentraktir seluruh staf restoran cepat saji tidak akan membuat kekayaan imperium Sterling berkurang bahkan satu sen pun.

​Tidak heran jika sebagian besar sopir, pengawal, hingga pelayan di mansion sangat menyukai keberadaan Nyonya besar mereka.

​Saat Percy melangkah turun dari limusin, langkahnya kembali terhenti di area parkir ketika ia melihat seorang tukang parkir paruh baya dan seorang pemulung tua yang duduk termenung di sudut trotoar dingin Manhattan. Tanpa ragu sedikit pun, Percy menghampiri mereka dengan senyuman paling hangat.

​"Kalian berdua, ayo masuk ke dalam!" ajak Percy ramah, menyeret pelan lengan mantel sang pemulung tua. "Pesan makanan apa saja yang kalian mau di dalam, dan kalian boleh membungkus sebanyak yang kalian inginkan untuk dibawa pulang!"

​Kedua orang itu terperanjat kaget, menatap wanita bergaun merah mewah di hadapan mereka dengan mata terbelalak tak percaya.

​Di dalam mobil, Hades Sterling bersandar santai di kursi belakang. Pria dingin itu mendengus geli, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tulus yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun di dunia luar. Melihat bagaimana istrinya memperlakukan orang-orang di sekitarnya dengan begitu dermawan dan penuh empati membuat Hades semakin jatuh cinta sedalam-dalamnya. Burung kecilnya bukan hanya sekadar pembuat kekacauan Percy adalah kehangatan di tengah dunia Hades yang kelam.

​Begitu mereka semua melangkah masuk ke dalam restoran cepat saji yang seketika berubah menjadi riuh rendah, Percy berjalan lurus menuju meja kasir. Para pegawai kasir yang tadinya bersiap melayani pembeli malam dengan wajah mengantuk mendadak terperanjat melihat rombongan pria berjas hitam dipimpin oleh seorang wanita cantik bergaun desainer haute couture.

​Percy menatap sang kasir utama dengan mata amber yang berbinar riang.

​"Dengar ya," kata Percy dengan penuh semangat. "Buka seluruh menu terbaik kalian malam ini. Catat pesanan untuk semua orang di belakangku dari pengawalku, tukang parkir di luar, sampai kakek pemulung itu!"

​Percy tidak berhenti di situ. Ia menoleh ke arah seluruh pegawai restoran yang kini terpaku di balik meja counter. "Dan untuk kalian semua, para pegawai yang bekerja lembur malam ini! Ikutlah memesan apa saja yang kalian mau, masukkan ke dalam daftar tagihanku, dan kalian boleh membungkus makanan sebanyak-banyaknya untuk dibawa pulang keluarga kalian!"

​Suasana restoran seketika pecah oleh sorak-sorai gembira para pegawai dan pengawal.

​Di ambang pintu masuk, Hades berdiri melipat tangan di dada sambil menyandarkan bahunya pada kusen pintu. Sepasang mata kelabunya menatap sang istri yang tengah tertawa lepas membagikan instruksi makanan, dikelilingi oleh orang-orang yang tersenyum lebar karenanya.

​Hades menghela napas pelan, merogoh saku jasnya untuk mengeluarkan dompet kartu hitam tanpa batas limit, lalu melangkah mendekati kasir dengan seringai tipis menghiasi wajah tampannya. Ma chérie miliknya benar-benar tahu cara menguasai dunia bukan dengan kekejaman atau kekuasaan mutlak seperti suaminya, melainkan dengan kekacauan manis dan kebaikan hati yang membuat siapa pun bertekuk lutut di bawah pesonanya.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!