Ferya gadis cantik berambut hitam, bermata indah dengan tatapan teduhnya. Dia tumbuh menjadi gadis ceria penuh dengan senyum, untuk menutupi sebuah rahasia dan sifat aslinya.
Dia memiliki kekasih bernama Andrian yang memiliki dendam besar dibalik cinta palsunya. Untuk membuat Ferya hancur dua hari sebelum hari pernikahannya dia dijebak oleh adik dan kekasihnya sendiri,yang membuatnya menunjukan sifat aslinya yang dingin dan angkuh.
Suatu hari pertemuanya dengan seorang pria yang memaksanya membuka hati untuk menerima cinta tulusnya mengubah segalanya. Hingga sebuah tragedi kelam di masalalu terbongkar membuatnya pergi lalu kembali dengan penyesalan dan harapan akan sebuah cinta.
Mari ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Pertama
Restoran xxx
Disebuah ruang vip, terlihat seorang pria sedang menunggu seseorang. Dia mulai terlihat kesal, karena dia sudah menunggu selama tiga puluh menit tetapi orang yang ditunggu tidak datang. Saat dia berdiri dan ingin melangkahkan kakinya keluar ruangan, tiba - tiba pintu terbuka dan datanglah sosok yang dia tunggu - tunggu.
"Selamat siang, maaf terlambat tadi dijalan sedikit macet." ucap Ferya sopan dengan wajah datar nya.
"Hmm..... Siang. Kau tau kedislipinan adalah yang paling perusahaan kami utama kan." ucap pria tersebut.
"Maaf sekali lagi tuan, ini tidak akan terjadi lagi." jawab Ferya kali ini dengan senyum paksa.
"Baiklah, perkenalkan saya Arzan Rafeyfa Farizqy CEO dari Fafizqy Grup." ucap Rafey dengan mengulurkan tangannya.
"Saya Alferya Stevriya Wijaya, CEO dari GN Wijaya." ucap Ferya menerima uluran tangan Rafey.
"Baik mari kita makan siang terlebih dahulu," ucap Rafey
"Tapi kita disini untuk meeting kan," ucap Ferya
"Iya, tapi bukankah nona telah melakukan kesalahan dengan datang terlambat jadi mari kita makan dulu." balas Rafey santai
"Hmm baiklah," ucap Ferya dengan datar
Mereka pun melakukan makan siang sambil berbincang- bincang.
"Nona Ferya apakah anda sudah memiliki pasangan," tanya Rafey dengan bahasa formal nya.
"Tidak,, emm maksudku belum," jawab Ferya
"Bagaimana jika kita menjadi sepasang kekasih mulai sekarang," ucap Rafey
"Uhhukkk...... Uhhukkk.......Uhhhuk...... Apa yang anda katakan," ucap Ferya menatap tidak percaya ke arah Rafey.
"Kita menjadi sepasang kekasih supaya kita bisa melakukan bisnis lebih mudah," jawab Rafey santai.
"Apa yang anda katakan, saya kesini untuk melakukan meeting bukan menjadi kekasih anda." ucap Ferya yang mulai kesal.
"Yah ini juga demi keuntungan perusahaan kita bukan," jawabnya dengan santai
Brakk.... Ferya menggebrak meja karena kesal dengan kata - kata Rafey.
"Kau pikir aku ini apa? Yang bisa kau permainkan dengan mudah." bentak Ferya
Bukannya takut Rafey malah tersenyum. Baru kali ini dia menemui gadis yang sangat berani, bahkan tidak ada gadis yang berani membentaknya. Biasanya para gadis akan selalu berusaha membuatnya terpesona.
"Wah wah santai sedikit nona muda, saya hanya mencoba bernegosasi." ucap Rafey sedikit menggoda
"Hey anda pikir saya ini wanita murahan yang biasa anda mainkan seenaknya," bentak Ferya
"Tenang nona ini demi keuntungan bersama, jika anda tidak mau saja juga tidak akan memaksa. Tetapi kontrak perusahaan kita bisa saya batalkan," ucap Rafey dengan santai.
"Terserah saya tidak peduli, saya tidak butuh rekan kerja seperti anda. Permisi tuan, saya harap kita tidak akan pernah bertemu lagi." ucap Ferya lalu melangkahkan kakinya pergi.
"Menarik juga, dia adalah wanita pertama yang bertemu denganku mampu mengatakan kata - kata yang kasar dan membentak ku. Kita pasti bertemu lagi" batin Rafey dengan menyunggingkan senyumnya.
Perusahaan GN Wijaya
"Pria aneh membuat kontrak saja harus dengan menjadi kekasih, apa keinginannya sebenarnya. Benar- benar gila dia." gerutu Ferya sambil memasuki perusahaan. Hingga membuat seluruh karyawan memandang bingung ke arah bos nya itu, karena tadi pagi dia sangat cuek dan angkuh kini malah terlihat gila.
Saat Ferya tersadar dari apa yang dia lakukan, kini wajahnya berubah datar kembali.
"Ekkhhhmmm..... Kenapa kalian melihat saya seperti itu, kembalilah bekerja sana" ucap Ferya tegas, yang sontak membuat mereka tersadar dan kembali ketempatnya.
Saat memasuki ruang kerjanya, sontak Ferya terkejut melihat dua orang yang sangat tidak ingin dia temui.
"Hay kakak, kau baru kembali," ucap Reinsya dengan senyum mengejek.
"Hmm.... Ada apa?" tanya Ferya to the point.
"Kakak besok aku akan foto preweeding jadi aku mau kau yang memilih tempat yang bagus untukku." ucap Reinsya
"Aku sibuk kau tanya saja pada kak Stevan," ucap Ferya cuek.
"Tapi kau kan punya selera yang bagus," ucap Reinsya
"Tidak, aku tidak punya waktu untuk hal tidak penting itu," ucap Ferya dengan dingin.
"Sudahlah sayang tidak perlu dipaksa jika dia tidak mau. Kita bisa memilihnya sendiri, mungkin dia masih cinta padaku dan dia iri karena gagal menjadi nyonya Andrian Prasetya." ucap Andrian sinis
"Hmm iya mungkin saja, maafkan aku kakak aku lupa bahwa kau mantan kekasih calon suamiku," ucap Reinsya dengan tatapan kasihan
" kalau tidak ada keperluan lagi pergilah sana," ucap Ferya cuek.
"Baiklah kami pergi," ucap Reinsya lalu melangkahkan kakinya pergi diikuti oleh Andrian.
Arrrrrgggggggghhhhhhh............
"Kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang mengalami semua ini?" teriak Ferya frustasi sambil melemparkan barang - barang di ruangannya.
masa iaya lansg judge pengkhianat aja... hanya karena satu adegan yang blm tentu adalah alami ... itu rekayasa okey ...