NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:844
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembukaan restoran.

"A ... A ... apa .. "

Zane terburu-buru menarik jarinya dari mulutku. Dia menyembunyikan jarinya ke dalam saku. Wajahnya memerah dan tersipu. Ekspresi tubuhnya kaku.

Aku berpura-pura datar tanpa ekspresi menatapnya. Seolah aku kecewa.

"Sorry ... itu reflek. "

"Oke .. hanya saja ... " Zane memutus Kata-katanya.

Zane tampak malu-malu di depanku, dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tak lama dia menggandeng tanganku dan mengajakku pulang. Aku tersenyum simpul menyambutnya. Sambil berjalan melangkah meninggalkan Mall, aku terus menatap wajah Zane dengan tulus. Padahal di dalam hatiku merencanakan satu niat yang penuh kebusukan.

"Akan kuberikan kasih sayang yang akan memenuhi hatimu Zane, tapi setelah itu aku akan menghancurkannya berkeping-keping. Sebagaimana hatiku hancur melihat jenazah kakakku waktu itu, seperti itu pula kau akan menerima kehancuran." Batinku menggema oleh dendam

Tiga hari kemudian.

Tiba Waktunya bagiku untuk meresmikan kantor baru yang aku pinta dari organisasi. Aku membuka restoran kecil yang menyediakan berbagai masakan barat. Beranggotakan anggota tim ku sendiri, tentu saja Nova menempatkan diri sebagai pelayan utama, sedangkan Rendy sebagai koki. Mike masih berada di balik layar, entah kapan aku akan bertemu dengannya, sampai saat ini masih belum memiliki kesempatan.

 Sedangkan dua anggotaku yang lain menyamar sebagai kasir dan salah satunya petugas kebersihan.

 Pagi itu sangat cerah, sinar matahari menusuk tulang wajahku dengan lembut. Aku menengadahkan wajah sambil menutup mata.

"Kak Isha ... hari ini akan menjadi sejarah baru dalam hidupku ... mulai dari restoran ini, aku akan membalas satu persatu orang yang menyebabkan kematianmu." Ucapku dalam hati.

Aku berdiri di depan pintu, aku bersiap membuka restoran baru milikku yang di berikan asosiasi. Walaupun itu hanyalah kedok, namun bagiku itu adalah rumah untukku kembali. Di dalam restoran aku sudah membuat kamar rahasia untuk tempat kami berkumpul membahas misi.

Setelah restoran itu kuresmikan, tak kusangka ternyata anggota keluarga Starling benar-benar datang untuk pertamakalinya. Tapi aku tak menduga, yang datang hanyalah Zane dan Aldric.

Sementara Markus dan Caspian tidak ikut bersama mereka. Ya mungkin saja mereka mempunyai kesibukan tersendiri. Dokter itu sangat sibuk, terutama si CEO dingin itu, aku malah ingin sekali cepat-cepat menaklukkannya, namun masih belum memiliki kesempatan dan waktu yang pas.

"Kalian hanya berdua? Dimana dua saudara kalian yang lain?" Tanyaku membuka percakapan.

"Ah... mereka punya agenda masing-masing. " Kata Zane ketus.

"Ya ... kami berdua ini pengangguran yang bebas, tidak seperti mereka." Sambung Aldrik.

"Oke ... tidak masalah... lagi pula ini hanya pembukaan restoran kecil, bagaimana mungkin seorang dokter ternama dan seorang ceo membuang waktunya kesini. Ayo masuk!" Ujarku.

Aldrik dan Zane datang dengan tampilan yang gagah dan casual, tentu saja pengawal pribadi mereka tetap ikut. Walaupun aku sedikit risih, dengan mereka, tapi Zane mengerti dengan keresihanku. Dia meminta mereka menunggu di luar pintu. Sedangkan aku memberikan kode mata kepada anggota timku untuk tetap waspada.

 Seluruh area restoran sudah ditanami kamera tersembunyi dan juga alat penyadap suara di tiap-tiap bawah meja customer. Bukan tak punya privasi, itu bertujuan untuk menjaga jaga. Siapa tahu akan ada seseorang penting yang datang dan membicarakan hal yang patut didengar dengan telinga panjang.

 Semua persiapan sangat matang telah di rencakan selama dua hari terakhir. Tentu saja, karena ini adalah Restoran Badan Intelijen internasional. Sebuah organisasi yang bergerak untuk menumpas kejahatan super yang didirikan langsung oleh menteri pertahanan.

Tidak hanya keluarga Starling, hari ini yang datang meresmikan restoranku juga Pak Jojo dan tentunya Mr Cp. Mereka berpakaian biasa layaknya pelanggan biasa, supaya tidak dikenali. Mr CP sedikit merubah wajahnya, ia menambahkan beberapa kumis yang tebal dan juga janggut yang sangat panjang. Sementara Pak Jojo berpenampilan layaknya orang kantoran biasa.

Untuk menghilangkan kecurigaan Zane dan Aldrik, aku tetap menyambut mereka masuk ke dalam restoran ku, dan menempatkan mereka di sudut kursi tepat bersebrangan dengan kedua cucu Starling itu.

Tak lama, datang lagi seseorang dari asosiasi yang tak lain adalah pak menteri pertahanan. Beliau menyamar sebagai pekerja serabutan yang kelaparan. Penampilannya kucel, bagai tak terurus.

Aku yang mengenali beliau buru-buru menyambut dan mencarikan tempat duduk. Aku menempatkannya di meja barisan kedua dekat dengan Aldrik dan Zane. Asosiasi benar-benar menganggap serius kasus yang ku tangani ini, sampai pak menteri datang sendiri melihat dua cucu Starling di restoran milikku.

"Selamat datang di restoran baru kami, tamu yang terhormat silahkan melihat-lihat menu andalan kami. Jika sudah menentukan pilihan silahkan isi daftar pesanan di atas meja."

Aku berdiri di samping pak menteri sambil memegang buku pesanan. Pak menteri tersenyum sambil melirik ke arah Aldrik.

"Ini orang miskin dari mana sih? kok bisa-bisanya masuk ke restoran yang baru dibuka. Irish... Apa kau tidak takut kalau usahamu ini akan bangkrut? Pelanggan pertama harus yang royal. Ini pertanda buruk," ucap Aldrik menghina.

 Aku hanya menggeleng kecil mendengar perkataan itu lalu berjalan menghampirinya.

"Manusia itu ditakdirkan hidup setara, boy. Hanya saja, terkadang ada beberapa orang yang memang hidupnya diberkahi dengan harta yang banyak, kekuasaan yang berlimpah, penampilan yang bagus dan juga ilmu pendidikan yang tinggi. Sama sepertimu, menyandang nama Starlings membuat kau di segani banyak orang. Jadi, gunakanlah kepintaranmu untuk melihat situasi. Jangan mudah merendahkan orang lain, roda itu berputar, bisa jadi besok kau berada di posisinya."

Seketika hacker itu merasa tidak enak, dia merasa menyesal dengan kata-katanya.

"Maaf ... "

"Apa ... maaf ... bukankah informasi yang kuterima anak kecil ini sangat sombong. Dia minta maaf setelah ku ceramahi?" batinku merasa tak percaya.

 Aku lalu meminta Nova untuk melayani Pak Jojo dan mr Cp. Sementara aku malah sibuk mendekati kedua anggota Starling.

"Aku menyiapkan makanan istimewa di restoran kami, dan aku akan memasak nya sendiri untuk kalian. "

"Benarkah? Apa itu masakan kampung halamanmu?"

"Bukan ... itu Calpin Steak. Masakan barat pertama setelah perang Jepang dan Amerika. Aku akan membuatnya versi diriku sendiri." Ucapku serius.

"Baiklah ... aku sangat menantikan steak yang berbeda... sedikit berair tapi gurih, lembut, tapi ada cita rasa wine di dalam nya."

Kata Aldrik membual.

"Oke ... sesuai keinginanmu, tuan!"

 Zane tak berhenti menatapku yang saat ini mengenakan baju pelayan restoran serba putih. Sementara dari sudut kursi yang lain, Pak Jojo dan mr melihat langsung bagaimana caraku berinteraksi dengan mereka.

Berselang waktu sekitar tujuh menitan aku membawa beberapa potong steak di dalam piring yang ku masak sendiri. Aku meletakkan piring itu kehadapan Zane, Aldrik, dan dua meja lain dari asosiasi.

Aldrik melongo. Daging bakar ala Barat yang ku sajikan benar-benar persis seperti bualannya. Berair, gurih, tampak sangat lembut, dan aroma wine dan madu yang sangat menyengat di hidung.

"Aku memasaknya sendiri, ini khusus aku buat untukmu, Aldrik. Kalau kau merasa ini enak, akan aku jadikan menu utama."

"Steak yang di buat secara spontan dengan tekhnik yang asal, tidak mungkin enak."

Zen tersenyum. "Jangan dengarkan dia, dia hanyalah anak kecil yang tidak pernah diperhatikan oleh orang tuanya. Jadi bicaranya sembarangan. "

"Jangan mengungkit-ungkit masa laluku, kau sama saja. Bukankah kau sangat menginginkan kasih sayang yang berlebihan sehingga membuat kau kecanduan tinju."

"Oke oke cukup! jangan bertengkar." Teriakku pelan tapi tak menghentikan perdebatan mereka.

"Kau juga sama ... kau meminta sesuatu yang aneh, bahkan kau sendiri belum pernah memakan steak seperti itu, kan?"

"Makanan mana yang belum pernah ku makan?"

"Kau hanya tau memakan perempuan, hacker sialan!"

 Aku mencoba menengahi perdebatan konyol mereka. Aku menepuk jidatku yang mungil. Tamu restoranku melirik ke arah kami. Pak Jojo melihatku tajam. Aku menarik nafas panjang sebelum berkata-kata.

"Jangan bertengkar di dalam restoranku. Jika kalian berisik dan menganggu pelanggan yang lain, silahkan keluar." Pekikku telak.

Seketika kedua orang itu terdiam.

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!