Kisah tentang kehidupan seorang Penguasa Dunia Hitam dan Penguasa Dunia Nyata
.....
VALERIE VALENTINO adalah pewaris asli dari darah mafia NIEL BLOOD. wanita anggun nan cantik tapi memiliki jiwa raja iblis di dalam dirinya.
ALEXANDER J DOMINIC adalah seorang pengusaha sukses dan juga pemimpin dari mafia miliknya yang bernama DEMON BLOOD.
_ _ _
slurrrppp.... ( Vale meminum darahnya sendiri )
" hmmm ... memang benar kata kakek tidak ada yang lebih nikmat dari darah seorang NIEL sejati " ucap Vale sambil tersenyum setelah meminum darahnya sendiri.
" MATA DIBALAS MATA - DARAH DIBALAS DARAH - NYAWA DIBALAS NYAWA "
perkataan yang selalu Vale lontarkan kepada musuh sebelum ia menghabisi nyawa musuhnya itu.
akankah Vale bisa menghabisi seluruh musuhnya dan akan berakhir bahagia bersama dengan Alex ?
ikutilah perjalanan cinta mereka dan lihatlah bagaimana seorang wanita cantik berubah menjadi seorang iblis yang akan memusnahkan setiap musuhnya !
WARNING 21+
IG : ayu.as20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 Apartemen
Lanjutan
" hahhh.... sudahlah percuma ngmong sama kamu " ucap Vale lalu ia melihat ke arah jam yang ada di tangannya. waktu masih menunjukkan pukul 5 sore.
" apa tidak ada pembantu disini ? " tanya Vale
" tidak kalau aku ada ... mereka akan datang bersih-bersih disaat aku berani ke kantor " ucap Alex
" tunggu sebentar " ucap Vale sambil berjalan keluar kamar itu. meninggalkan Alex yang berbaring di sana.
Vale pun berjalan ke arah dapur dan membuka kulkas yang ada di sana ternyata isinya full dari daging, sayur dan buah serta susu tersedia disana. kemudian ia menggelung rambutnya asal ke atas menyisakan anak rambutnya namun justru membuatnya semakin cantik. walaupun kemeja yang digunakan sudah rusak karena ia ambil sebagian tadi namun tidak mengurangi kadar kecantikan nya.
ia pun mengambil beberapa daging yang ada di dalam kulkas tersebut lalu mulai mencucinya. kemudian ia mengambil beberapa bahan yang ia gunakan untuk membuat steak daging sapi.
karena memang ia bisa memasak dan sering membuat steak tersebut maka tak heran ia bisa membuat nya tak membutuhkan waktu yang lama.
setelah berkutat di dapur kini steak daging sapi buatannya sudah jadi tak lupa dengan tambahan kentang goreng.
saat ia berbalik badan ternyata Alex sudah berdiri tak jauh dari tempatnya sambil bersandar pada dinding.
iapun membawa makanan tersebut ke meja makan yang tak jauh dari dapur tersebut.
" sejak kapan kamu di situ ? " tanya Vale
" sejak kamu mulai memasak tadi " jawab Alex sambil berjalan ke arah meja makan tersebut. kemudian ia duduk disana.
" bukankah kamu belum bisa jalan ? " tanya Vale
" pelan-pelan" jawab Alex
" oh .... ya sudah makanlah aku akan pulang sekarang " ucap Vale. Alex pun menatap Vale seolah ia tak rela membiarkan Vale pergi.
" tidakkah kau mau mandi dulu ? lihatlah penampilan mu sekarang ? " tanya Alex
seketika ia sadar akan penampilan nya saat ini.
" tapi aku tidak ada ganti " ucap Vale
" mandilah dulu sebentar lagi pakaianmu akan datang " kata Alex.
Vale pun hanya diam menatap tajam Alex
" aku sudah menelfon butik langganan mama ku sebentar lagi pasti akan sampai " ucap Alex. tak selang beberapa detik kemudian terdengar bel pintu berbunyi.
ting tong ....
" buka lah .... itu pasti orang butik " kata Alex.
kemudian Vale pun berjalan ke arah pintu dan membukanya. tak lama kemudian Vale kembali membawa sebuah paper bag di tangannya.
" kalau begitu aku mandi dulu " ucap Vale sambil berjalan masuk ke dalam kamar Alex untuk segera membersihkan diri di dalam kamar mandi.
sedangkan Alex kini menikmati steak buatan Vale tersebut.
" hm.... delicious " ucap Alex. lalu ia pun menghabiskan makanan tersebut.
sambil menunggu Vale , Alex pun menelpon Dallas lagi menggunakan telepon rumah karena tadi waktu di dalam mobil Vale, ia belum sempat menyelesaikan pembicaraannya mereka mendapat serangan mendadak.
" Halo tuan " ucap Dallas
" cepatlah kesini sekalian bawa Erick juga biar dia memeriksa lukaku " ucap Alex
" baik tuan " ucap Dallas. kemudian Alex mengakhirinya panggilannya.
tak lama kemudian pintu kamarnya terbuka. Alex pun menoleh ke arah pintu kamarnya.
" cantik " gumam Alex. walaupun tidak memakai pakaian yang sexy namun ia terlihat sangat cantik.
" hm .... makasih bajunya " ucap Vale sambil berjalan kearah Alex.
" no , aku yang harusnya berterimakasih atas bantuan mu hari ini " kata Alex
" sama-sama.... kalau begitu aku pulang dulu karena sudah jm 7 sebelum terlalu malam. " ucap Vale
" biar di antar oleh sopir ku " kata Alex
" no no thank you .... aku bisa sendiri lagipula tidak jauh .... hanya 30 menit dari sini " kata Vale
" benarkah ? " tanya Alex
" ya " Jawab Vale
" ya sudah hati-hati ... sorry aku gak bisa antar kamu sampai bawah " kata Alex
" it's okay ... no problem " ucap Vale. kemudian Vale mulai berjalan menuju keluar. namun baru beberapa langkah Alex pun memanggil nya.
" Ale ? " panggil Alex
" hm ?? " jawab Vale sambil membalikkan badannya.
" bisakah kita ketemu lagi lain waktu ? " tanya Alex.
" we'll see .... okay bye Al " ucap Vale sambil tersenyum lalu berjalan menuju pintu dan akhirnya ia pun menghilang dari pandangannya.
Alex pun tersenyum mendengar panggilan Vale untuknya itu.
Alex pun menelpon pengawalnya yang ada di sekitar apartemen ini.
" ya tuan " ucap pengawalnya.
" ikuti wanita yang baru keluar dari apartemen ini dan pastikan dia sampai di rumahnya. ingat jangan sampai ia mengetahui nya. " perintah Alex.
" baik tuan " jawab pengawalnya. lalu Alex pun mengakhiri panggilannya.
setengah jam kemudian
pintu apartemen Alex pun terbuka memperlihatkan Dallas masuk bersama dengan Erick, sahabat sekaligus dokter pribadi nya.
" selamat malam tuan " sapa Dallas
" hmm... " jawab Alex.
" wah ..... ternyata kamu juga bisa tertembak ya Lex ... haha " ejek Erick.
" bosan hidup loe ? " ucap Alex.
" hehehehe.... sorry sorry .... sini aku lihat dulu " ucap Erick sambil mendekati Alex.
kemudian Erick mulai memeriksa luka yang sudah di balut perban tersebut.
" siapa yang membantumu ini ? jahitannya rapi seperti jahitan seorang dokter " ucap Erick .
" someone " Jawab singkat Alex
" wah wah ..... aku semakin penasaran saja " ucap.erick.
kemudian Erick memberikan resep kepada Dallas agar bisa segera di tebus di apotek terdekat.
setelah itu Erick duduk di sofa samping Alex kemudian mengobrol seputar bisnis mereka. tak lupa Dallas mengambil beberapa minuman untuk mereka.
di tengah-tengah obrolannya Alex teringat sesuatu.
" Dallas, lusa kita pergi mengunjungi BLUE MOON" ucap Alex
" baik tuan " jawab Dallas
" itu club' terbesar yang ada di sini kan ? milik dari seorang bernama Arga ? " tanya Erick.
" hm ... " jawab Alex
" dengar-dengar yang bernama Arga itu mempunyai sahabat-sahabat yang sangat penting dan berpengaruh di Indonesia " kata Erick.
" benarkah ? " tanya Alex
" ya... mereka terdiri dari 4 orang. pertama ARGA WIJAYA pemilik club' BLUE MOON dan beberapa hotel yang ada di Indonesia. kedua DANIEL VALENTINO anak pertama dari tuan ALBERT VALENTINO yang merupakan pemilik dari VALENTINO COMPANY. ketiga DAVID FERNANDEZ anak semata wayang dari tuan FERNANDEZ pemilik salah satu maskapai penerbangan nasional. dan terakhir adalah ALVIN LEONARDO adalah anak dari pemilik rumah sakit terbesar di Indonesia dan ia adalah seorang dokter ahli bedah di rumah sakit itu. sekaligus ia adalah dokter pribadi dari keluarga VALENTINO. " jelas Erick.
" oh .... lalu apa kamu kenal dengan.seorang yang bernama Valerie Valentino ? " tanya Alex.
" siapa yang tidak mengenalnya. ia adalah adik dari Daniel itu. dengar-dengar ia baru pulang dari London beberapa waktu lalu karena peristiwa yang menewaskan mantan tunangan nya. karena itu ia pergi ke London demi memenangkan diri sambil merintis usaha sendiri. apa kamu pernah dengar perusahaan di bidang perhiasan yang bernama VALE DIAMOND ? " tanya Erick
" jelas lah ... itu adalah perusahaan yang berdiri baru beberapa tahun namun sudah sukses sampai memiliki cabang di beberapa negara " jawab Alex
" bingo ..... itu punyanya si adik dari Daniel. hebat bukan ? padahal ia baru berusia 25th " ucap Erick.
" ngomong-ngomong bagaimana kamu bisa tahu semua ini ? " tanya Alex.
" aku berteman lama dengan Alvin itu. mungkin sudah sejak masih kuliah sampai sekarang " Jawab Erick.
" oh .... " ucap Alex
" by the way 2 Minggu lagi ada acara HUT Valentino company ke-50th apa kamu di undang ? " tanya Erick.
sedangkan Alex menatap Dallas.
" iya tuan anda mendapatkan undangan dari perusahaan tersebut. " ucap Dallas.
" kalau begitu kita berangkat bersama saja " tawar Erick.
" terserah " Jawab Alex
" baiklah.... aku pulang dulu .... besok aku ada pasien " ucap Erick sambil beranjak dan berjalan menuju keluar apartemen.
" saya juga permisi dulu tuan " ucap Dallas.
" hmm .... " ucap Alex. ia pun juga beranjak dari sofa kemudian berjalan menuju kamarnya untuk segera membersihkan diri dan tidur.
...
sementara di mansion Vale
setelah mobil yang di kendarai nya telah sampai, Vale pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk berganti dengan pakaian santainya. kemudian setelah itu ia keluar kamar menuju lantai bawah mencari keberadaan mamanya dan Angel.
namun sesampainya di bawah, ia tidak menemukan yang ia cari. kemudian pak Adi pun menghampiri nya.
" ada yang bisa saya bantu nona ? " tanya pak Adi
" dimana mama dan Angel ? " ucap Vale
" nyonya dan nona Angel belum pulang nona tapi tadi saya mendapat laporan dari pengawal mereka sedang berada di perjalanan. " ucap pak Adi
" baiklah " jawab Vale. kemudian pak Adi pamit undur diri karena akan menyiapkan makan malam untuk mereka sedangkan Vale lebih memilih untuk duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu kedatangan mereka.
tak selang beberapa waktu kemudian terdengar deru mobil yang berhenti di depan rumahnya. terlihat mama dan Angel berjalan beriringan menuju ke dalam rumah di susul beberapa pengawal membawakan belanjaan dari mama dan Angel tersebut.
" val ? " panggil mamanya saat sampai di dalam rumah dan melihat Vale sedang duduk di sofa ruang tamu. kemudian mama dan Angel pun menghampiri Vale dan ikut duduk disana.
" udah pulang kamu Val ? " ganti Angel yang bertanya kepada Vale.
" udah kok " jawab Vale
" val, kau tahu ? tadi aku ketemu musuh kita dulu ... aishhh ..... merusak mood ku saja " ucap Angel sambil menghempaskan tubuhnya bersandar ke sofa.
" mama ke atas dulu ya " ucap mama
" iya ma " ucap Vale dan Angel bersamaan.
setelah mamanya tidak ada mereka pun melanjutkan pembicaraan tadi.
" siapa ? " tanya Vale
" siapa lagi kalau bukan Jessica cs " ucap Angel
" oh .... apa kau berkelahi dengan mereka ?" tanya Vale
" cihh ... pengennya begitu tapi gak mungkin juga berkelahi di mall " jawab Angel
" hahaha .... ada apa dengan mereka ? apa mereka menginginkan sesuatu sampai-sampai menemuimu disana ? " tanya Vale
" mereka mengundang kita karena ada acara reuni SMA tapi itu di lakukan di BLUE MOON. " kata Angel
" hahaha bukankah itu tempat punyanya kak Arga ? " tanya Vale
" iya " jawab Angel
flashback on
di toilet mall
disaat Angel sedang membenahi dandanannya di dalam toilet ia di hampiri oleh 4 orang wanita. mereka adalah Jessica , Cynthia , Bella dan Sandra.
" wah wah .... bukankah ini adalah Angel Richard ? " kata Cynthia pada teman-temannya.
sedangkan Angel yang melihat dari pantulan kaca di depannya hanya menghembuskan nafas kasarnya karena memang sejak dulu setiap melihat wajah mereka hanya bisa memancing amarahnya. apalagi dimana ada mereka pasti akan terjadi pertengkaran bahkan bisa jadi perkelahian.
" iya nih ..... sepertinya masih sama saja seperti dulu ... " timpal Bella.
" dimana temanmu yang satu lagi itu ? bukankah dimana ada dia selalu ada kamu ?? apa kamu sudah tidak di butuhkan lagi oleh nya ? " sindir Jessica.
" aishhh ..... mau apa kalian ? " tanya Angel to the point' sambil membalikkan badannya menghadapi keempat musuhnya sambil melipat kedua tangannya di depan.
" hahaha ..... santai saja ... kebetulan saja kita berjumpa disini, gue mau bilang kalo Sabtu ini ada acara reuni SMA di BLUE MOON. jangan lupa untuk datang .. bilangin sama Vale juga " ucap Jessica
" gue gak janji... lihat aja ntar " jawab Angel lalu pergi meninggalkan mereka di dalam toilet sana.
" pasti mereka merencanakan sesuatu " gumam Angel curiga.
kemudian ia menghampiri mamanya dan melanjutkan kegiatannya tadi.
flashback off
" itu berarti 3 hari lagi " ucap Vale.
" iya " jawab Angel.
" kalo begitu lusa kita datangi club'nya kak Arga sekalian melihat apa yang akan direncanakan mereka " ucap Vale
" iya ... kurasa memang mereka merencanakan sesuatu. aku heran kenapa dari dulu sampai sekarang mereka selalu mencari masalah dengan kita .... hahh menyebabkan sekali " ucap Angel sebal.
" hahahaha tenang saja .... kita ikuti saja permainannya. " kata Vale .
" oke ... ya sudah aku mau mandi dulu bentar lagi makan malam " ucap Angel seraya beranjak meninggalkan Vale duduk di sofa sendiri.
...
setelah makan malam
kini mereka sekeluarga sedang bersantai duduk di ruang tamu sambil bercengkrama bersama. terdengar sesekali gelak tawa dari mereka karena tingkah laku Angel dan Shaka yang selalu tidak pernah bisa akur.
tak selang beberapa menit kemudian handphone Vale bergetar.
Drrrttt..... Drrrttt.... Drrrttt
terlihat nomor baru masuk sedang memanggilnya.
Vale pun mengeryitkan dahinya. ia berpikir siapa yang sedang menelepon nya padahal tidak sembarang orang yang mengetahui nomor pribadinya.
karena biasanya kalau ada client atau teman pasti ia akan memberikan nomor telepon Angel. ia pun tidak mengangkat panggilan tersebut.
namun beberapa detik kemudian handphone itu bergetar kembali dengan tampilan nomor yang sama dengan tadi.
Vale pun mengangkat panggilan itu. namun ekspresi nya berubah ketika mengenali suara dari orang di seberang sana.
" halo " ucap Vale
" hallo Ale sayang " ucap sang penelepon.
.... TBC ....