HIATUS!!
Riyani Apriliani~
Riyani adalah anak yang populer dikampusnya. Dia sangat cantik dan juga pintar karna itu dia sangat populer dan di sukai satu kampus. Saat ini dia sedang menjalani kuliah Semester akhir, Di umurnya yang masih muda yaitu 20 tahun. Di umurnya yang masih muda dia sudah di jodohkan dengan Anak dari teman lama kakeknya yang sudah di sepakati sejak mereka masih bayi. Riyani sangat terkejut bahwa dia akan dinikahkan padahal ia belum selesai kuliah. Apalagi dia gak tau siapa calon suaminya...
Reza Putra Wijaya~
Reza adalah Presedir di perusahaan Wijaya. Ia anak tertua di keluarga wijaya yang terkenal dingin dan tegas. Namun, ia bukan hanya seorang presedir tetapi ia juga seorang dosen yang terkenal killer dan sadis. Ia adalah seseorang yang akan di jodohkan dengan riyani. Maka dari itu ia memilih menjadi dosen di tempat kuliah riyani.
Apa yang akan terjadi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Feby Merisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Pukul 08:20 pagi riyani terbangun tanpa sehelai benang di tubuhnya. Ia hanya di tutupi selimut, disebelahnya ada sesosok pria berwajah tampan dan berbadan kekar yaitu reza suaminya. Riyani terbangun dalam pelukan reza, ia membentuk pulau pulau di dada bidang reza. Reza pun yang terbangun karna ulah riyani hanya berpura pura tidak merasakannya.
Riyani juga naik menatap wajah reza yang sangat tampan, ia tersenyum senyum dan mengelus wajah reza yang tampan itu. Saat riyani memainkan pipi reza, reza pun terbangun dan tersenyum. Hal itu membuat riyani langsung memalingkan wajahnya, ia merasa malu.
Malu maluin banget sih lu riyani. batin riyani
" Loh kenapa malu? Suami sendiri ini" Goda reza, reza menarik riyani agar menatapnya. Riyani hanya menundukan kepalanya karna masih sangat malu.
" Loh ko nunduk sih sayang, sini dong liat aku" Ucap reza tertawa kecil. sambil menata rambut riyani.
" Mas apa apaan sih!!" Ucap kesal riyani karna dari tadi reza terus menggodanya.
" Iya iya gak lagi sayang... jangan ngambek gitu dong" Ucap reza sambil mengelus pipi riyani.
" Awas mas aku mau siap siap buat kuliah" Ucap riyani.
" Gak usah masuk kelas sayang kita tidur lagi aja" Ucap reza manja.
" Gak, guru nya galak bisa bisa nilai aku kecil kalau gak masuk" Ucap riyani.
" Siapa yang berani memarahi istri reza putra wijaya!! liat aja aku remuk mukanya" Ucap reza sedikit meninggikan nada bicaranya.
" Siapa lagi kalau bukan kamu mas!!" Ucap riyani ingin beranjak dari tempat tidur. Tapi ia malah teriak kesakitan di bagian selangkangannya.
" Aw... mas... sakiiiiit... akh..." teriak riyani langsung mengagetkan reza yang sedang bersandar.
" Sayang kamu kenapa?" Tanya reza panik
" Gak tau mas... tiba tiba selangkanganku sakit" Ucap riyani
" Oh... itu karna kita baru melakukannya semalam sayang, sini aku gendong" Ucap reza langsung mengangkat riyani.
" Mas aku bisa jalan sendiri!!" Ronta riyani.
" Tadi katanya sakit... udah diem!" Tegas reza. riyani pun terdiam.
Sesampainya di kamar mandi riyani diturunkan perlahan oleh reza. Setelah reza menurunkan riyani, reza tidak keluar dari kamar mandi malah ikut membuka bajunya.
" Maaaaas kenapa gak keluar!!!" Teriak riyani.
" Ya mau mandilah" Ucap reza santai.
" Yaudah nanti abis aku mandi maaas" Kesal riyani.
" Gak usah kita mandi bareng aja biar cepet"
" Maaaas!!"
Riyani tidak bisa menolak keinginan suaminya itu, riyani pun mengiyahkan ajakan suaminya. Reza dan riyani sudah 1 jam di dalam kamar mandi. Apa yang ditakutkan riyani terjadi, reza meminta mereka mengulangi adegan semalam di dalam kamar mandi. Riyani tidak bisa menolak keingiinan suamianya, jika ia menolak maka ia akan berdosa telah menolak keinginan suaminya.
Selesai mandi riyani dan reza pun keluar dari kamar mandi. Riyani terlihat sangat lesu dan tidak berdaya, karna kekuatan reza yang terlalu kuat itu berjalan pun riyani susah.
" Sayang kamu gak usah ke kampus dulu ya" Perintah reza.
" Nggak mas aku mau ke kampus!" Rengek riyani.
" Kalau kata aku gak boleh, berarti gak boleh!!" Tegas reza.
" Tapi..." Ucapan riyani terpotong.
" Aku gak suka mengulangi perkataanku!" Ucap dingin reza. Riyani pun meniyakan perkataan reza, karna takut reza marah padanya.
Selesai berganti baju riyani bertanya tanya di dalam hatinya.
Loh kok gak pake jas yang akun sediakan. batin riyani.
" Mas kok gak pake baju yang udah aku sediain sih?" Tanya riyani.
" Gak" Ucap singkat reza.
" Kenapa?"
" Aku gak bakal ke kantor" Ucap reza.
" Hari ini kita pindah yah ke rumah kita aja, jangan disini"
" Iya mas" Jawab riyani.
Mereka pun turun ke bawah untuk sarapan. Karna semua keluarga riyani sudah sarapan, jadi tinggal mereka berdua saja yang belum sarapan.
Selesai makan reza dan riyani berpamitan ke pada mama dan papa riyani. Karna mereka akan pergi kerumah reza. Riyani yang sudah membereskan barang barangnya langsung di bawa oleh kevin kedalam bagasi mobil.
Di perjalanan tidak ada yang berbicara reza fokus dengan Hp nya sambil mengelus wajah riyani. Dan riyani tertidur pulas di bahu reza. Sesampainya di rumah reza riyani pun dibangunkan oleh reza.
" Sayang... bangun...." Ucap reza lembut.
" Hmm? Iya mas" Jawab riyani dengan suara serak.
Riyani dan reza pun masuk kedalam rumah yang amat mewah Bak istana.
" Mas rumahnya Mewah banget.... Ini rumah mas?" Tanya riyani yang masih terpesona.
" Iya sayang... kamu suka?"
" Suka mas" Senyum riyani.
" Yuk, kita masuk"
" Iya"
Sesampainya didalam riyani melihat lihat isi rumah itu dari ujung ke ujung semua ia lihat.
Setelah melihat lihat riyani sangat kagum dengan keindahannya. Tapi mata riyani tertuju pada satu ruangan. yaitu ruangan bar mini yang ada di rumah itu.
" Mas kamu minum minuman kaya gini!!!" Bentak riyani.
" Iya tapi itu dulu sayang.... sebelum aku nikah sama kamu" Ucap reza.
" Mas kamu tau gak ini tuh dilarang oleh agama!! Gak bagus buat kesehatan!!" Ucap riyani meninggikan suaranya.
" Iya aku tau sayang... tapi aku cuma buat ngilangin kelelahan abis kerja doang kok"
Riyani langsung pergi meninggalkan reza dengan kesal. Karna reza mungkin masih minum minuman seperti itu dibelakangnya nanti.
" Sayang Dengerin aku dulu!" Ucap reza lembut sambil menggenggam lengan riyani.
" Apaan sih mas" Ucap riyani meronta.
" Jangan marah ya..." Ucap reza
" Gimana aku gak marah! Kamu minum minuman seperti itu tanpa mempedulikan kesehatan dan larangan agama mas!" Bentak riyani perlahan meneteskan air matanya
" Jangan nangis dong sayang... aku gak suka liat kamu nangis kaya gini, aku janji gak bakal minum minum lagi... kamu jangan nangis lagi yah" Pinta reza sambil memeluk tubuh riyani.
" Kamu pegang kata katamu mas!" Ucap riyani.
" Iya sayang, Sekarang kita kekamar yah" Ajak reza hanya dibalas anggukan oleh riyani.
***
VOTE!! Penting LIKE and KOMEN Sebanyak banyaknya! Jadikan FAVORIT+❤! Ayo ayo! Sekarang jangan nanti nanti! Ayo buruan aku Hitung 1,2,3! Makasih♥
seru Novelnya
mangkin seru aja nich, cepetsn up nya thor semangat ya 😊
resikinya akan kamu tuai reza ksian kan riyani