Seorang suami yang mempunyai dua istri, namun keduanya baik-baik saja tidak ada masalah.
Istri pertama sakit-sakitan dan tidak di karuniai anak, sementara Istri kedua di karuniai seorang putra.
Akan tetapi Sang Suami tidak puas dengan dua Istri, Dia masih tergoda wanita lain.
Akhirnya Dia jatuh dalam pelukan wanita jahat dan serakah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Asmarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7 Ibu Mertua
Saat ini Nara masih di Jakarta, dia menghubungi Ibu mertuanya yang di Jogja.
Bara bilang katanya kangen Eyang, sekarang lagi di Jakarta di rumah Mba Aura, lantas sang Ibu pun malemnya langsung meluncur ke Jakarta.
Bi Ijah pun udah pulang dari mudiknya, pagi ini Bi Ijah masak pepes ikan, aku sama Mba Aura ikut membantunya di dapur.
Hari ini hari minggu, Mas Nando bangun siang karena libur ngga ngantor. Bara pun masih betah di sini, pagi-pagi sekali Bara ikut Mang Ujang bersih-bersih halaman.
Sebuah keluarga yang bisa di bilang bahagia, aku sebagai istri kedua sangat menghormati Mba Aura sebagai istri pertama, aku menikah sama Mas Nando atas ijin Mba Aura dan juga Ibu.
Tapi kenapa Mas Nando seolah kurang puas dengan pelayanan kami, dulu dia begitu penyayang, romantis dan selalu perhatian, adil dalam berbagi kasih sayang ataupun materi.
Apakah pengaruh perempuan bin*l itu sangat kuat, hingga mampu merubah Mas Nando, dia sekarang acuh lebih suka keluar sementara kami di tinggal begitu saja.
Sakit...tak pernah kurasakan sebelumnya, sejak kehadiran perempuan itu semuanya berubah.
" Itu ada suara mobil di depan Bi...apa Ibu udah sampai," Nara berjalan ke depan melihat siapa yang datang.
Nara membuka pintu," Ibu, udah sampai...sama siapa Bu, Dino atau Pak Jaka?" tanyaku.
" Sama Dino, tuh..." Ibu menunjuk ke arah Dino yang sedang buka bagasi mobil.
Dino adalah adik dari Mas Nando, kalau Pak Jaka itu supir pribadi Ibu.
Kami masuk ke dalam kumpul di ruang tengah, sementara Mas Nando sendiri belum turun dari kamarnya.
" Mentang-mentang hari minggu jam segini belum bangun, ngga malu sama Bara yang sedari tadi udah kemana-mana," gerutuku dalam hati.
" Ibu mau istirahat dulu atau mau mandi dulu, biar aku siapkan semuanya," Mas Nandonya belum bangun Bu masih di atas," Mba Aura menujuk kamar Mas Nando.
" Masya Allah...jam segini Nando belum bangun, tumben sekali dia, kenapa sekarang jadi anak males," jawab Ibuku sambil menaiki tangga.
" Mamaah...Bala di gigit cemut takit Mah," Bara berlarian sambil nangis.
" Hallo Bara ku, udah gede nih...makin ganteng aja kaya Om ya," Dino memeluk Bara yang sedang menangis.
" Mana yang sakit sayang, sini tiupin Om," Dino meniup-niup tangan Bara.
" Mana Eyang Om, dali tadi Bala ngga liat," tanya Bara.
" Eyang lagi bangunin ayah," jawabku.
Tidak lama kemudian Mas Nando turun bersama Ibu, pagi ini kami sarapan pagi bersama.
Setelah selesai kami ngumpul di ruang tengah, banyak hal yang kita bahas, salah satu di antaranya perkembangan Perusahaan yang Nando kelola.
Aku tak sedikitpun bercerita tentang kelakuan Mas Nando akhir-akhir ini.
Ada saatnya aku ngobrol dari hati ke hati sama Ibu.
Semoga kedatangan Ibu mampu merubah suasana yang dari kemarin sepi dan hambar.
Aku di Jakarta bakalan lama sebelum kasus Mas Nando selesai.
****
Hari libur yang indah buat Lina, dia bersantai dengan teman-temannya, shoping adalah hobbynya.
Lina mengajak temennya shoping, Dela sama Elsa adalah sahabat karibnya.
Mereka berkililing Mall tanpa ada rasa takut ATM nya kurang, karena Nando rutin mengisi biaya Lina tiap minggu.
Barang mewah branded sekarang mampu dia beli.
Tidak sengaja Mereka berpapasan sama Karin, dia itu adiknya Alex.
Lina cuek, dia jalan melewati Karin...Lina juga takut kalau dia memberitahu Alex dengan perubahan yang sekarang, Lina dan Alex juga tidak tau kalau Lina hamil.
Karena sasaran Lina adalah Nando, dia akan mengaku hamil di depan Nando bahwa janin yang ada di dalam rahimnya adalah anaknya.
" Betapa busuk hati Lina "
" Itu kan Mba Lina, sekarang dia kaya, belanja barang branded semua ngga kaya dulu, tapi kenapa dia sombong sekali," batin Karin.
" Ahh itu bukan urusanku, mau nyupang kek, mau ngrampok kek itu urusan dia," Karin berlalu pergi.
Setelah selesai belanja, mereka makan di lantai bawah...Dela sama Elsa mereka ikut seneng belanja grartis dapet traktiran makan gratis pula.
" Lin, berapa sih isi ATM kamu kok kaya sumur ngga pernah habis," tanya Dela.
" Kalian ngga perlu tau yang penting bisa ikut menikmati isi ATM Ku," jawab Lina.
" Kenapa kamu ngga minta beli mobil aja sama bos Mu itu, pasti di beliin Lin.
Lina mengernyitkan dahinya," Iya juga ya...Ok akan aku coba minta.
Hari udah sore, mereka akhirnya pulang, dalam perjalanan Lina terus memikirkan apa yang Dela barusan omongin, yaa...aku akan minta mobil ke Mas Nando.
Lina sampai di rumah, mandi...lalu bersantai.
Lina agak ragu mengambil ponsel yang ada di hadapannya, Lina mengetik pesan untuk Nando.
" Mas, bisa ke rumahku sebentar?
Tidak butuh waktu lama pesan itu sudah terbaca dan langsung ada balasannya.
" Aku lagi ada Ibu di rumah, bagaimana kalau nanti malam aku kesitu," balasan pesan Nando.
" Ok, siap..." Yess...aku harus tampil cantik dan seksi malam ini.
****
" Bu, Nando pergi dulu sebentar ada urusan penting," Nando berpamitan.
Aku menatapnya penuh curiga, aku ga percaya kalau Mas Nando pergi ada urusan penting. Sekarang kamu lepas dari pengawasanku Mas, tapi jangan harap kamu akan aman.
" Keliatannya Ibu sudah mulai ngantuk, Ibu istirahat dulu aja di kamar, dari tadi belum istirahat, atau Ibu mau tidur sama Bara?
" Ya udah, kalau kalian belum mengantuk Ibu tidur duluan," Ibu berlalu dari hadapan kami.
Sebenarnya aku ingin sekali ngobrol sama Ibu Mba, tapi kelihatannya Ibu sangat capai jadi, aku tunda dulu.
" Mba Aura tidak curiga dengan perubahan Mas Nando yang sekarang,? " Ku beranikan tanya ke Mba Aura.
" Aku pasrah aja Ra, kalau kamu mau selidiki silahkan aku ngga bisa bantu apa-apa, aku bantu jagain Bara aja di rumah.
Keduanya saling berpelukan, diantara mereka tidak ada saling sakit, mereka saling mengerti satu sama lain.
" Baiklah Mba, aku akan hati-hati menyelidiki Mas Nando, aku takut ketauan sebelum aku tau yang sebenarnya.
****
Nando tiba di rumah kontrakannya Lina, mobil sudah terpakir.
" Tok...tok...Assalamu'alaikum..."Nando mengetuk pintu rumah Lina.
" Wa'alaikumussalaam, iya sebentar...
Terdengar suara sahutan dari dalam rumah.
" Mas Nando,? Lina pura-pura kaget.
" Silahkan masuk, mau minum apa Mas...?
" Apa aja lah," jawab Nando.
Kali ini Lina tidak memasukan obat dalam minuman Nando, karena Nando sudah jatuh dalam pelukannya.
" Mas..." Lina duduk di samping Nando.
" Emm...Mas cape, mau aku pijitin," nada Lina yang merayu.
" Boleh...kamu cantik sekali malam ini, " Nando memegang kepala Lina, mengecup bibirnya ya ranum.
" Mas...aku ingin Mas Nando tidur di sini malam ini, bisa kan Mas," Lina bersandar di dada Nando dengan manja.
" Tapi Ibu lagi di rumah, pasti menungguku pulang, gini aja aku temani kamu malam ini tapi aku tetep pulang, takut Ibu menungguku.
" Baiklah, yang penting Mas Nando mau nemenin aku,"
" Cuaca malam ini cukup dingin, kita ke kamar aja yuk Mas," ajak Lina dengan manja.
" Kamu tuh ya bisa aja, bikin jantung ini berdetak tak beraturan.
Nando benar-benar sudah lupa sama keluarganya, dulu yang romantis penuh kasih sayang kini hilang tak berbekas.
Mereka masuk ke kamar, Mereka bercumbu sebelum permainan di mulai...Nando melepaskan pakaian Lina satu demi satu. Perpaduan kulit mereka menghangatkan suasana, menikmati malam dengan iringan desahan...lenguhan satu sama lain.
Stempel kepemilikan Nando membekas di mana-mana, Lina begitu agresif menguasai permainan, Nando pun mengikuti irama yang di mainkan Lina.
" Mas, apa kamu menikmati, emm...ahh..." mulut Lina merancau tak karuan.
" Tentu saja aku menikmati," jawab Nando.
" Mas...aku ingin punya anak darimu," bisik Lina di telinga Nando.
Mereka semakin liar menguasai malam, hingga lenguhan panjang mengakhiri pergulatan mereka.
Tubuh mereka masih bersatu, perlahan Nando mencabut senjatanya dan berbaring di samping Lina.
" Sekarang Kamu benar-benar sudah jatuh, sebentar lagi aku akan memilikimu seutuhnya, kamu harus menyingkirkan istri-istrimu yang lain," ucapnya dalam dalam hati.
Lina tiduran di atas dada Nando," Mas, aku cape bolak-balik naik taksi terus, Mas jemput aku ya kalau mau berangkat ke Kantor, atau....Mas beliin aku mobil biar Mas ngga cape jemput aku terus," rayu Lina, karena tujuan Lina malam ini adalah minta di beliin mobil.
" Baiklah, besok aku carikan kamu mobil," jawab Nando.
" Cup...cup...cup...terima kasih Mas," Lina mendaratkan beberapa kecupan ke wajah Nando.
" Aku harus pulang Lin, pasti Ibu sudah menungguku di rumah," Nando bangun dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya yang beserakan di lantai dengan buru-buru.
Malam ini Lina bahagia bukan main, besok dia di belikan mobil.
Perlahan namun pasti aku akan mengeruk semua hartamu Nando, kamu itu bod*h..." Lina tertawa menang menatap kepergian Nando.
****
Sementara Ibu sudah menunggu Nando di ruang tengah," Sudah hampir jam 12 malam Nando belum pulang juga, kemana dia...katanya cuma sebentar."
Nara sudah memberitahu Ibu perihal Nando yang banyak berubah, semoga Ibu bisa memberikan nasihat yang baik dan di terima Nando secara baik-baik pula.
Suara mobil memasuki halaman rumahnya," pasti itu Nando, Ibu bangkit dari duduknya mengintip keadaan di luar.
Terlihat Nando berjalan ke arah rumah.
" Jeklek, jejlek ," Ibu membuka konci pintu rumah dan membukanya.
" Ibu belum tidur," sapa Nando sembari mencium tangan Ibunya.
" Kenapa jam segini baru pulang, kemana aja kamu?"
" Dari rumah temen Bu, ada kepentingan mendadak," jawab Nando gugup sambil mengusap rambutnya dengan kedua tangannya.
" Maafkan aku Ibu, terpaksa aku berbohong," ucapnya dalam hati.
" Sini Nak duduk dekat Ibu, ada sesuatu yang ingin Ibu sampaikan," Ibu mengajak Nando duduk di sebelahnya.
" Di Dunia ini tidak ada yang sempurna, karena sempurna hanyalah milik Allah, begitu juga dengan keluarga yang kamu miliki...Aura sakit-sakitan dan tidak bisa memberikan kamu keturunan, hingga kamu minta ijin Aura sama Ibu untuk menikahi Nara...dari Nara kamu di kasih seorang putra yang sangat lucu, tampan dan cerdas seperti kamu.
Jadi, Ibu minta sayangi mereka jangan kecewakan dan jangan kamu sakiti hatinya.
Nando tertunduk diam mendengarkan Ibunya, pikiran Nando berjalan ke masa lalunya, bahwa Ibu benar...kenapa aku tidak bersyukur dengan semua itu, tapi aku sudah jatuh cinta sama Lina.
Dia mampu memuaskan aku.
Nando tidak sadar bahwa apa yang dia rasakan itu bukan cinta tapi nafsu.
Kamu akan menyesal, setelah kamu tau kebusukan Lina.
Lanjut ngga nih, jangan lupa subscribe dan vote love nya ya.
andai dirimu nikahbdg nando dgn siri, harta ygvdiberikan nando ke kamu, jd harta gono gini istri yg sah sexara afama dan negara.
jd perkawinan dgn suri, tdk punya kekuatan hukum apapun.
Sudah tua kan ?
Waktu Nando selingkuh dgn Lina umurnya diatas 40 th. 23 tahun kemudian berarti sudah di atas 60th.
Hena teman sekolah Nando.
Masih melacur...