NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍


Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?

Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.

Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Ambang Perpisahan

"Selesai, buka matamu. Semoga kau suka, Ning'er."

Perlahan, aku membuka kelopak mataku. Di hadapanku, Hou Juntian tersenyum lembut—sebuah pemandangan yang jarang kulihat dari sosok jenderal yang biasanya begitu kaku dan penuh otoritas. Di cermin, aku melihat kalung giok yang sangat indah melingkar manis di leherku, berkilau memantulkan cahaya lampu ruangan.

"Tian-ge, perhiasan ini cantik sekali. Terima kasih," ucapku tulus, terkesima dengan detail ukirannya yang rumit.

Cup!!

Tanpa ragu, aku mendaratkan ciuman singkat di pipinya. Hou Juntian seketika terdiam, matanya melebar sejenak karena kejutan yang tidak terduga itu. Detik berikutnya, seringai khas sang predator kembali menghiasi wajahnya.

"Kau benar-benar nakal, Ning'er. Apa hukuman tadi petang belum cukup memuaskan untukmu, atau kau justru ingin kita melanjutkannya lagi?" bisiknya dengan nada rendah yang sarat akan godaan.

Wajahku seketika memanas. "Bagus sekali, kau Hou Juntian. Pinggangku rasanya sudah mau patah karena melayani dirimu dan Mo Jiu, dan sekarang kau justru ingin meminta lebih? Benar-benar kasar!" gerutuku sambil memukul bahunya dengan kesal. Ia justru tertawa lepas, menikmati betapa mudahnya ia memancing emosiku. "Hahaha... aku hanya bercanda, Ning'er. Jangan marah!" bujuknya dengan tawa yang masih tersisa.

**

Sementara itu, di lingkungan istana yang megah, suasana justru terasa sangat kontras. Putra Mahkota berdiri di tengah aula, menatap ayahnya dengan tatapan penuh determinasi yang tak tergoyahkan. Ia baru saja membujuk Kaisar untuk mengeluarkan dekrit pernikahan dengan Tang Anning.

"Ayahanda, hamba mohon, hamba ingin meminta dekrit pernikahan dengan Putri Tang Zhen," ucap Putra Mahkota dengan suara yang bergetar menahan emosi.

Kaisar yang duduk di atas singgasana emasnya terdiam lama, matanya menyipit saat menatap putra satu-satunya itu. "Kau itu Putra Mahkota, pewaris takhta masa depan. Mengapa kau justru ingin menikahi putri dari jenderal kepercayaanku? Tidakkah kau tahu tanggung jawab besar yang kau pikul?"

Putra Mahkota bersujud, dahinya menyentuh lantai dingin aula. "Ayahanda, Putra Anda mencintai Putri Tang Zhen sejak kecil. Hamba hanya ingin menikah dengannya. Untuk takhta masa depan, hamba bahkan rela melepaskannya jika memang itu harga yang harus dibayar."

Kaisar tertegun. "Kau benar-benar anak bodoh."

"Ayahanda, hamba tidak ingin menjadi pria yang pengecut dan tidak berani memperjuangkan cintanya sendiri. Hamba mohon restu, karena hamba yakin Putri Tang Zhen adalah kunci perubahan takdir di masa depan."

Melihat ketulusan yang luar biasa itu, Kaisar akhirnya menghela napas panjang lalu mengangguk. "Baiklah, itu baru puteraku. Ayahanda akan memberikan dekrit pernikahanmu besok, tepat setelah Putri Tang Zhen resmi bercerai dengan putra Klan Shen."

"Terima kasih, Ayahanda. Semoga panjang umur, seribu tahun!" Dengan perasaan bahagia yang meluap-luap, Putra Mahkota meninggalkan balairung dengan langkah ringan. Di dalam hatinya, sebuah janji terucap, A-ning, tunggu kedatanganku.

Keesokan harinya, suasana di kediaman Jianwu terasa mencekam. Orang tua Shen Changge telah tiba, dan aku menyambut mereka di aula utama sebelum kami berangkat menuju istana untuk menyelesaikan urusan perceraian.

"Ayah Mertua, Ibu Mertua, apa kabar kalian?" sapaku hormat kepada kedua orang tua Shen Changge.

"Salam, Putri Tang," jawab mereka seraya menunduk dalam, tampak sangat tidak nyaman dengan statusku yang kini jauh lebih tinggi.

"Ayah, Ibu, bangunlah. Jangan terlalu formal," ucapku sambil merangkul mereka. "Mari masuk, Ayah, Ibu."

Aku menggiring mereka ke aula utama di mana Mo Jiu, Hou Juntian, dan Shen Changge sudah menunggu. Suasana ruangan terasa berat. Aku menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara, "Ayah, Ibu, maafkan menantumu ini yang mungkin dirasa kurang adil terhadap Shen Changge."

Hua Lingxi, ibu Shen Changge, menatapku dengan mata berkaca-kaca. "Haiya, Ning'er, kau tidak salah sama sekali. Anak nakal itu yang tidak tahu membalas budi. Kau adalah putri yang baik, dan Changge memang pantas mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya."

Aku menunduk, merasakan sesak di dada. "Ayah, Ibu, keputusan ini sudah bulat. Menantu akan menceraikan Shen Changge. Menantu merasa Shen Changge memang tidak pernah benar-benar mencintaiku sejak awal."

Seketika, suara Shen Changge memecah keheningan dengan nada yang penuh keputusasaan. "Aku tidak mau bercerai darimu, Ning'er! Dengarkan aku, semua itu karena Yu Rou yang memanipulasiku. Ning'er, kumohon, berikan aku satu kesempatan lagi!"

Shen Changge yang menolak untuk bercerai,namun aku tetap kokoh dengan keputusan yang ku buat.

"Maaf, aku tidak bisa memberimu kesempatan lag.Jika bukan aku yang kau sakiti mungkin aku masih bisa memberimu kesempatan tapi kau telah mengingkari janji suci pernikahan kita."

Aku menatapnya dengan pandangan dingin. Di balik kesedihannya yang tampak nyata, aku tahu bahwa segalanya sudah terlambat. Hubungan yang rusak tidak akan semudah itu diperbaiki, terutama ketika kepercayaan sudah terkikis habis oleh kebohongan yang berlarut-larut. Pertarungan sebenarnya untuk kebebasanku akan dimulai hari ini di istana.

1
Seven Wann
karakter fl nya terlalu menye menye
Xue Lian: aduh kak... author baru pertama kali nulis karakter fl nya menye-menye...lain kali author buat karakter nya lebih badas ya🤭🤭
total 1 replies
Xue Lian
Hai...reader!!!

Terimakasih yang sudah spam like.

author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.

author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.

bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".

pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰

ditunggu ya😍
Xue Lian
Hai, para Readers! 👋🥰

Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.

Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖

Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.

Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨

Salam manis,

Author Diah Nation29 🌸
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!