Raja Iblis Vorthar adalah penguasa seluruh wilayah kegelapan yang ditakuti oleh para dewa dan manusia. Setelah perang besar yang memakan korban tak terhitung, ia akhirnya dikalahkan dan dikurung selama ribuan tahun. Namun, kutukan para dewa tak mampu menghapus keberadaannya sepenuhnya.
Saat terbangun kembali, Vorthar tidak lagi berada di istana kegelapan yang megah. Ia terlahir kembali sebagai seorang anak biasa di dunia manusia yang damai dan penuh dengan para kultivator yang menganggap kekuatan kegelapan sebagai hal terlarang. Dengan ingatan dan kekuatan dasar yang masih tersimpan, ia harus menavigasi dunia yang memandangnya sebagai musuh.
Tanpa teman dan dengan banyak musuh yang mengincar nyawanya, Vorthar mulai menapaki jalan kembali menuju puncak kekuatan. Ia tidak hanya ingin memulihkan kekuatannya sebagai Raja Iblis, tetapi juga mencari tahu rahasia di balik perang kuno yang menghancurkan dunianya. Dalam perjalanannya, ia akan bertemu dengan sekutu yang tak terduga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulaiman1927, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sistem kultivasi baru
Hari-hari pertama menjadi murid di Sekte Angin Bayangan sangat berbeda dari apa yang Ryn alami di desa. Di sini, tidak ada kedamaian dan kesederhanaan. Segalanya berpusat pada kekuatan, kompetisi, dan kemajuan.
Setiap pagi, murid-murid bangun sebelum matahari terbit untuk melakukan latihan fisik yang berat. Mereka berlari mengelilingi bukit, mengangkat batu raksasa, dan melakukan gerakan pertarungan dasar berulang-ulang hingga tubuh mereka lelah namun kuat.
Setelah latihan fisik, mereka masuk ke ruang kelas untuk mempelajari teori dan teknik kultivasi. Di sini Ryn mempelajari secara mendalam tentang sistem yang berlaku di seluruh Aetheria.
Sistem kultivasi dibagi menjadi sepuluh tingkatan utama, dan setiap tingkatan dibagi lagi menjadi tiga tahap awal, menengah, dan akhir:
1. Tingkat Awal – Memahami cara menarik energi alam ke dalam tubuh dan membangun dasar.
2. Tingkat Pemula – Mampu mengendalikan energi dan menggunakan teknik dasar.
3. Tingkat Ahli – Energi menjadi lebih padat dan bisa digunakan untuk serangan pertahanan yang lebih kuat.
4. Tingkat Master – Menguasai berbagai teknik dan bisa mengubah bentuk energi.
5. Tingkat Raja – Energi memiliki kualitas khusus dan bisa mempengaruhi lingkungan sekitar.
6. Tingkat Kaisar – Menjadi sangat kuat dan dihormati di seluruh wilayah.
7. Tingkat Dewa Rendah – Memiliki kekuatan yang melebihi pemahaman manusia biasa.
8. Tingkat Dewa Tengah – Bisa menciptakan dan menghancurkan dengan mudah.
9. Tingkat Dewa Tinggi – Hampir setara dengan kekuatan sejati.
10. Tingkat Pencipta – Kekuatan tertinggi yang hanya dimiliki oleh beberapa orang sepanjang sejarah.
Selain itu, ada juga pembagian berdasarkan jalur kekuatan: Jalur Cahaya, Jalur Angin, Jalur Bumi, Jalur Api, Jalur Air, dan jalur-jalur lainnya.
"Jalur Cahaya adalah yang paling dihormati," jelaskan guru mereka, seorang penatua bernama Penatua Ren. "Karena ia dianggap paling murni dan sesuai dengan kehendak alam semesta. Tapi itu tidak berarti jalur lain itu buruk. Setiap jalur memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing."
Ryn mendengarkan dengan seksama dan mencatat semua hal di buku catatannya. Ia memahami bahwa meskipun ia menggunakan jalur yang berbeda—Jalur Kegelapan—ia bisa menyesuaikannya agar sesuai dengan sistem ini. Ia tidak perlu menolak apa yang diajarkan di sini, melainkan menggunakannya sebagai alat untuk memperkuat dirinya sendiri.
Latihan di sekte sangat keras. Setiap murid harus berjuang tidak hanya melawan alam, tapi juga melawan sesama murid. Ada persaingan yang halus namun terus-menerus untuk mendapatkan perhatian penatua dan sumber daya yang lebih baik.
Kairon, pemuda yang sempat mengejeknya, sering menjadi pengganggu. Ia sering sengaja menghalangi Ryn saat latihan, atau membuat lelucon tentang asal-usul Ryn yang tidak jelas.
"Hei, anak baru," kata Kairon suatu hari saat mereka sedang latihan teknik serangan. "Kamu hanya mendapat tempat karena bakat, bukan karena kemampuan. Lihat aku, aku sudah mencapai Tingkat Ahli Tahap Pertama sejak enam bulan lalu. Apa yang sudah kamu capai?"
Ryn berhenti bergerak dan menatap Kairon dengan tenang. "Saya masih belajar. Dan saya percaya bahwa kemajuan tidak bisa dibandingkan hanya dengan waktu."
"Kata-kata yang bagus, tapi kita lihat saja nanti," jawab Kairon sambil tersenyum sinis. "Di Ujian Tahunan nanti, aku akan menunjukkan perbedaan antara bakat dan kenyataan."
Ryn tidak menjawab lagi. Ia tahu bahwa pembuktian akan datang nanti, bukan dengan kata-kata. Ia hanya perlu terus berlatih dan memperkuat dirinya.
Berbeda dengan murid lain yang hanya mengandalkan teknik yang diajarkan oleh sekte, Ryn menggabungkan apa yang ia pelajari di sini dengan teknik kuno yang diberikan oleh Zarathos. Ia menggabungkan struktur energi alam yang diajarkan di kelas dengan kekuatan gelapnya yang murni. Hasilnya adalah energi yang jauh lebih kuat dan fleksibel daripada siapa pun yang ada di antara murid-murid baru.
Setelah sebulan berada di sekte, Ryn sudah mampu menembus ke Tingkat Pemula Tahap Kedua, sementara murid-murid lain masih berada di Tingkat Awal atau baru saja masuk ke Tingkat Pemula. Hal ini membuat penatua-penatua mulai memperhatikannya dengan lebih serius.
"Anak bernama Ryn itu sangat luar biasa," kata Penatua Ren kepada penatua lainnya. "Dalam waktu singkat ia sudah berkembang jauh lebih cepat dari rata-rata murid. Tapi ada sesuatu yang aneh pada energinya. Terasa familiar, tapi saya tidak bisa mengingat pernah melihatnya sebelumnya."
Zarathos yang kadang datang mengunjunginya di luar jam pelajaran hanya tersenyum dan berkata, "Jangan biarkan mereka menebak asal-usulmu. Teruslah tumbuh, dan suatu hari nanti semua akan terungkap dengan sendirinya."
Suatu hari, saat jam pelajaran teori selesai, Ryn berjalan ke perpustakaan sekte. Di sana ia menemukan banyak buku kuno yang berisi sejarah dunia dan catatan tentang berbagai jenis kekuatan.
Saat ia sedang membaca sebuah buku tentang sejarah Perang Kuno, ia menemukan sebuah bagian yang membuat jantungnya berdetak kencang.
"...Perang besar terjadi tiga ribu tahun lalu. Di saat itu, seorang pemimpin bernama Vorthar muncul dan memerintah wilayah kegelapan dengan kekuatan yang tak tertandingi. Ia dikatakan memiliki kekuatan yang setara dengan Tingkat Dewa Tinggi. Para Dewa yang memegang kekuasaan saat itu merasa terancam, sehingga mereka bersatu untuk melawannya. Setelah pertempuran yang berlangsung berbulan-bulan, Vorthar akhirnya dikalahkan dan jiwanya diasingkan ke alam reinkarnasi..."
Ryn menutup buku itu perlahan. Matanya berbinar. Ia menemukan bukti nyata tentang dirinya sendiri di tempat yang tidak disangka-sangka.
"Jadi memang benar," bisiknya dalam hati. "Aku bukan sekadar orang biasa. Aku adalah Vorthar, Raja Iblis yang telah kembali."
Di saat yang sama, seseorang berdiri di belakangnya.
"Kamu tertarik pada sejarah masa lalu?"
Ryn menoleh dan melihat Penatua Ren berdiri di sana dengan senyum lembut.
"Ya, Penatua. Saya hanya ingin memahami sejarah dunia ini dengan lebih baik," jawab Ryn dengan tenang.
Penatua Ren mendekat dan melihat buku yang sedang dibaca Ryn. "Buku itu berisi banyak cerita, tapi banyak yang sudah dipalsukan atau diubah oleh pihak Persekutuan Dewa agar mereka terlihat sebagai pemenang yang benar. Jangan terlalu percaya pada apa yang tertulis di sana, anak muda. Selalu pertanyakan kebenaran di balik cerita tersebut."
Kalimat itu membuat Ryn semakin yakin bahwa Penatua Ren mungkin memiliki pengetahuan yang lebih banyak daripada yang ia tunjukkan.
"Terima kasih atas nasihatnya, Penatua," jawab Ryn.
Penatua Ren menepuk bahu Ryn dan berjalan pergi. "Teruslah belajar, Ryn. Aku merasa bahwa kamu akan menjadi seseorang yang sangat penting bagi sekte ini di masa depan. Tapi ingatlah, kekuatan tanpa hati yang baik hanya akan membawa kehancuran."
Malam itu, Ryn kembali ke asrama dengan pikiran yang penuh. Ia semakin yakin bahwa jalannya benar. Ia akan belajar dari sekte ini, ia akan menjadi kuat, dan suatu hari nanti, ia akan mengungkapkan kebenaran yang telah disembunyikan selama ribuan tahun.