Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Pertanyaan malam tadi membuat Dirga tidak bisa tidur dengan nyenyak..
Malam tadi..
Dirga menatap Asha dengan wajah datar
" Kamu baca kan perjanjiannya? Kalau kamu di larang pacaran selama menjadi sekretaris saya ? "
" Kalau saya melanggar ? "
" Kamu harus resign "
" Resign?? "
" Ya karena kamu melanggar kontrak kerja, dan kalau kamu mengundurkan diri kamu juga tau kan kalau kamu harus membayar denda? "
Asha menghela nafasnya kasar
" Ya kalau begitu saya nggak bisa punya pacar dong ? "
" Kalau nanti Pak Dirga punya pacar dan nikah, masa saya masih sendiri aja "
Asha memasang wajah cemberutnya
" Sudah malam, saya mau istirahat "
" Kamu juga istirahat, sudah malam "
Dirga pun meninggalkan Asha begitu saja..
Dirga masuk kedalam kamar, membuka foto dirinya dan Asha yang masih tersimpan rapih di galerinya
" Bagaimana saya mau menikah dengan perempuan lain, Sha "
" Kalau hati saya saja masih memilih kamu "
Dirga terus memikirkan Asha sepanjang malam
Lebih tepatnya, dengan siapa Asha akan berpacaran?
Apakah dengan Naufal ??
Hingga tanpa sadar Dirga tertidur dengan pikirannya yang kacau
Tok.. To.. Tok...
Dirga menoleh kearah pintu kamarnya
Dengan cepat Dirga turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya
" Ya " Dirga membuka pintunya
" Pak Dirga, baru bangun ? "
" Enggak, kenapa ? "
" Pak ini sudah jam 7, bukannya kita harus segera ke kantor ? "
" Jam 7 ? "
" Iyah "
Dirga langsung mengambil ponsel dari tangan Asha..
Dan benar saja, jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat 10 menit
" Kamu kenapa nggak bangunin saya, Asha ? "
" Loh saya pikir Pak Dirga sudah bangun "
Dirga langsung menutup pintu kamarnya, dan Asha memandangi pintu itu dengan wajah bingung
" Tumben banget dia kesiangan "
Asha turun ke bawah menyiapkan sarapan untuk Dirga
Setelah lima belas menit, Dirga turun dari kamarnya
Asha pun menghampiri Dirga yang sedang kerepotan
" Sini saya bantu pasang dasi Pak "
Asha pun langsung merapikan dasi milik Dirga..
Dengan jarak dekat seperti ini, membuat jantung Dirga terus berdebar-debar
" Sudah selai " ucap Asha namun Dirga masih melamun sambil menatap Asha
" Pak.. Pak Dirga "
" Pak Dirga mikirin apa ? " Asha menepuk pelan lengan Dirga
" Kamu " jawab Dirga tanpa sadar
Begitu sadar apa yang ia ucapkan, Dirga langsung mengubah raut wajahnya
" Maksudnya kamu itu harusnya punya inisiatif, kalau pukul 6 saya belum keluar dari kamar artinya saya belum bangun "
Ucap Dirga yang kemudian pergi begitu saja..
Asha pun semakin bingung
" Kenapa jadi aku yang salah "
Asha mengambil kotak makan dan tasnya segera ia menghampiri Dirga
Asha pun masuk kedalam mobil Dirga, pria itu sudah duduk di depan kemudianya
" Ini sarapan Pak Dirga "
Dirga menoleh
" Nanti saya makan di kantor "
" Baik pak "
Namun perut pria itu tidak bisa diajak bekerjasama..
Baru saja ia mengemudikan mobilnya, perutnya berbunyi dengan kencang
" Makan sekarang aja kalau lapar Pak "
" Saya lagi nyetir, kamu nggak lihat ? "
" Mau saya suapin ? "
Dirga diam beberapa detik..
" Kalau kamu nggak keberatan, boleh "
Asha tersenyum..
Ia membuka kotak makan yang ada ditangannya, kemudian mengambil sepotong roti bakar yang sudah ia siapkan untuk Dirga
Asha pun menyuapi sepotong roti itu kedalam mulut Dirga, dan Dirga menyantap roti itu
" Kamu sudah sarapan ? " tanya Dirga
" Sudah Pak "
Sepotong demi sepotong roti itu masuk kedalam mulut Dirga..
Setelah roti itu habis, Dirga meneguk air yang juga sudah Asha siapkan..
Asha menatap jalan yang cukup padat, semua orang berlomba-lomba untuk cepat sampai di tempat tujuan mereka
Diantara para pengendara lainya, ada Asha dan Dirga yang juga terjebak dalam kemacetan pagi ini.
Suara klakson saling bersahutan dari para pengendara lainnya..
Dirga memutar lagu di mobilnya untuk memecahkan keheningan..
Setelah menempuh perjalanan, mereka pun tiba di kantor
Asha berjalan tepat di belakang Dirga, seperti biasa Asha akan berjalan lebih cepat untuk mengimbangi langkah kaki Dirga
Selama berada di dalam lift pun tidak ada percakapan diantara mereka, hingga pintu lift terbuka
Dirga segera masuk kedalam ruangannya, begitu juga dengan Asha
Saat Dirga masuk kedalam ruangannya, disana sudah ada Reza yang menunggu Dirga diruangannya
" Jam berapa ini Pak Dirga, kenapa terlambat ? " ucap Reza
Dirga melempar permen kearah Reza
" Ngapain lo pagi-pagi disini ? "
" Godain lo lah pastinya, gimana kemarin berduaan sama mantan ? "
" Nggak gimana-gimana "
" Nggak seru banget lo Dir, harusnya lo memanfaatkan waktu buat nanya soal tujuh tahun yang lalu Dir "
Dirga tak menjawab, ia langsung membuka laptopnya
Sedangkan Reza, ia masih asik menggoda sahabatnya itu.
Diruangan Asha keluar untuk mengisi air di gelasnya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Kevin.
" Pagi, Asha "
" Pagi Dokter Kevin "
" Dokter, bisa bicara sebentar ? "
Kevin diam beberapa saat, kemudian ia mengangguk kecil
" Boleh Sha "
" Sebentar, saya taruh gelas dulu ya "
Asha masuk kedalam ruangannya untuk meletakkan gelasnya..
Setelah itu ia mengajak Kevin untuk berbicara empat mata di kantin kantor
Setelah memesan minuman, mereka berdua pun mulai berbicara serius
" Kamu mau ngomong apa Sha ? "
" Sebelumnya, saya mau ngucapin makasih ke Dokter Kevin "
" Kevin aja, Sha biar akrab. Kamu mau makasih apa ?"
" Hmm, makasih karena kamu ga cerita ke Dirga "
Kevin mengangguk sambil tersenyum
" Aku menghargai kamu, Sha walaupun Dirga itu sahabat aku "
" Karena aku tau, aku ga berhak ikut campur untuk menjelaskan semuanya "
" Kamu yang lebih berhak buat jelasin semuanya ke Dirga, Sha "
Asha menunduk
" Walaupun Dirga tau semuanya, nggak ada harapan buat aku dan Dirga kembali kayak dulu Vin "
" Aku dan Dirga itu udah beda, ya sebenarnya dari dulu pun juga udah beda sih "
" Tapi Dirga itu masih cinta sama kamu, Asha "
" Selama ini dia nggak pernah buka hatinya buat siapapun "
" Mau sampai kapan kamu rahasiakan semuanya Sha ? "
" Sampai waktunya tepat Vin "
" Sampai Dirga nemuin kebahagian dia "
Kevin tersenyum pahit
" Kebahagian Dirga itu sama kamu Asha "
Asha mengangkat wajahnya dan menatap Kevin..
Dirga keluar ruangan untuk mencari Asha..
Namun ia tak menemukan Asha disana
Dirga mencoba menghubungi telpon Asha, namun Asha meninggalkan ponselnya diatas meja
Dirga meraih ponsel itu..
Dirga melihat beberapa notif di layar ponsel itu..
Sebuah panggilan tak terjawab dari dirinya sendiri
Dirga tersenyum tipis saat melihat nama dirinya di kontak Asha..
" Masih sama seperti dulu "
Namun tak lama senyum itu pudar, saat satu pesan masuk dari Naufal
[Naufal : Sha, nanti gue jemput buat makan siang bareng ya. Ada yang mau gue obrolin penting "
Dirga menegerutkan keningnya
" Apa yang mau Naufal omongin ? Penting ? Apa dia mau ngajak Asha pacaran ?" ucap Dirga masih dengan menatap ponsel Asha