Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman
"Baiklah.Saya tidak bisa berlama-lama karena masih banyak yang ingin dinikahkan.Apa bisa dimulai Pak,"penghulu yang berdiri setelah melihat jam tangan jadulnya.
"Baiklah,saya sudah bersedia."
Asisten Rayyan segera mengambil kursi lipat modern yang ia bawa dan meretangkanya di depan sisi samping ranjang Bu Ella.Sementara Ara tetap duduk disamping tempat tidur Ibunya.Dan disamping Ara. Dirga juga duduk saat kursi sudah direntangkan oleh asisten Rayyan.
"Baiklah kita mulai saja."setelah
mengucap kalimat janji suci pernikahan menghadap saksi yaitu penghulu dan Bu Ella.
"Alhamdulilah.Kalian sudah sah menjadi suami-istri.Ibu mau Dirga mencium kening Ara."
Ara yang tertunduk lemas menjadi semakin lemas tapi ia berusaha membahagiakan Ibunya.Walau baginya Ibu itu selalu membuatnya kesal.Tapi baru pertama dan awal lembaran baru mengukir seyuman Ibunya.Mungkin doa dan apa yang diberikan Ibu adalah hal yang baik untuk kebaikan seorang anak gadisnya.
***
Sementara di karidor belakang rumah selebriti terkenal ini sedang memainkan ponsel dengan membanting ponselnya ke kolam renang dengan kesalnya.Seharusnya yang sedang berjalan secara diam-diam adalah dirinya.Tapi harus melihat perempuan yang ada di foto ini.
"Kak Kev."
Salena mencari Kevin yaitu Kakak laki satu-satu Selena yang merawatnya hingga ia dibesarkan.Orangtua mereka sedang ada di Amerika karena kesibukan di Negara seberang sana.
"Hm,Salena.Lain kali jangan teriak-teriak.Kamukan cantik sayang."
Kevin yang bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek mendekat ke Adiknya.
"Sial.Mengapa kamu memakai celana pendek lagi!"
Selena membalikkan tubuhnya yang hanya memakai kaus kutang dan celana pendek membuat Kakaknya tergoda.
"Kak.Ingat aku tidak mau kamu memperlakukanku sebagai wanitamu.Dan ingat aku sangat mencintai Dirga dia orang lain.
Sedangkan kita Adik Kakak.Mustahil jika kita menikah dan memiliki hubungan."
Selena tidak dapat lagi melampiaskan kekesalanya hingga ia terjebak saat Kevin yang bertelanjang dada mendekatinya hingga mentok ke dinding.Karena dirumah hanya merekalah berdua saat ini.Salena ingin menelepon seseorang agar ada yang menolongnya.
"Aku sudah menaruh cinta kepadamu.Tapi kamu sudah tidak waras.Mengapa Adik dan Kakak tidak boleh menikah.Mana syaratnya,aaaa."
Saat mengelus pipi Selena,Selena ingin menghindar dan jijik terhadap Kakaknya yang baginya sudah gila.Dan membentaknya,jangan gila kamu.Kamu satu darah denganku.Geram Selena mendorong tubuh Kevin.Sempat terjadi kesulitan saat Selena keluar.Untunglah dia bisa keluar dan mengambil kunci mobil dan mengunci pintu rumahnya agar Kevin tidak mengejarnya.
Setelah keluar dari dari komplek Selena menangis tersedu-sedu.Ia tidak bisa melihat jalanan.Ponselnya juga sudah rusak pastinya karena ia kesal melihat berita orang yang ia sukai jalan dengan gadis yang tidak pernah ia kenali kecuali dirinya.Selena memakai kecamata hitam yang besar dan menumpang duduk di warung minuman untung kebutuhan bajunya banyak di mobil.Selena tampil memakai syal berbulu berwarna ungu.
"Mbak.Saya pesan es jeruk satu."
Selena memang sudah terbiasa minum dan makan diluar lokasi kerjanya jika malam bersama Dirga dengan menyamar.
"Baik Mbak."
Selena membetulkan kecamatanya lalu dengan waspada agar netizen atau paparizi tidak ada yang memotretnya atau mengawasinya.
"Ini Mbak.Mbak kok kaya saya kenal ya.Tapi gaya Mbak kaya artis luar negeri."
Selena menjadi lebih waspada dan agak gugup tapi ia mencoba untuk tenang agar tidak disangka dia memang artis.
"Bukan Mbak.Mbak salah hahaha.Mana mungkin saya artis.Saya cuma numpang lewat aja diwilayah ini."
Selena yang bergetar tanpa basa-basi tenang dan santai.
Setelah selesai menghambiskan minuman es jeruk.Selena meminjam ponsel pada pemilik warung minuman itu.Ia menghubungi manejernya agar membantunya dalam situasi ini.Selesai menyudahi telepon bersama manajernya.Selena naik mobil dan meninggalkan area warung minuman itu.
***
"Baiklah.Selamat Pak,Bu.Kalo begitu boleh saya minta foto gak Pak?"penghulu mengeluarkan ponselnya untuk meminta foto.
Aku yang termenung menjadi lebih binggung,aku ini bodoh atau bagaimana.Jika dilihat dan didengar tadi sore Dirga bilang ada paparizi sekarang penghulu minta foto.Binggung.
"Terima kasih Pak Dirga.Saya pengemar berat Pak Dirga juga hehehe." penghulu memulai memotret mereka berdua.
"Terima kasih Pak."penghulu terseyum lebar sehingga Dirga masih tidak menyakinkan penghulu pergi.
"Tunggu.Ingat jangan beritahu berita mengenai saya menikah.
Jika kamu menyebarkanya.Keluargamu sudah aku identifikasi jenazahnya."
"Baik...lah."penghulu yang ketakutan segera pergi.
"Ibu....,"
Saat Dirga mengatarkan penghulu ke luar kamar tiba-tiba suara teriakkan Ara memanggil Ibunya membuat Dirga berbalik masuk ke kamar.Awalanya mau membeli makanan tadi karena dengar Ara teriak Dirga jadi ikut panik.
"Mas.Tolong panggil dokter."
Aku mendekat kepada Ibuku memeluknya dan meminta maaf karena aku bukan anak yang bisa membahagiakannya.
Ibuku semakin tidak berdaya saat aku memeluknya erat seolah susah untuk ditinggal pergi.Mana ada seorang anak mau ditinggal oleh kedua orangtuanya sama seperti diriku yang malang diwarnai takdir dan garis hidup yang kelam.Sedangkan Dirga berusaha memencet tombol untuk memanggil dokter.Setelah dokter datang Dirga dan Ara menunggu di luar ruangan perawatan Bu Ella.Tanpa berbicara.
Sungguh hina diriku,tidak menyenangkan Ibu.
Tapi aku akan berusaha apa yang Ibu bilang.
Walau suatu hari aku bisa mencintai pria itu atau tidak.Yang penting aku bisa menjaganya,
merawatnya juga sama dengan para suami atas amanah Ibu padaku tadi.Ya Allah lindungilah Ibu hamba,dan sembuhkanlah penyakitnya.
Aku belum siap kehilangan dirinya.Walau Ibu bilang aku sudah tumbuh menjadi dewasa bagiku, Ibu bukan orang yang tua.
Setelah merenung lama dan bersandar di dinding Ara yang melihat Dirga menyusul dokter langsung lah ia juga menghampiri dokter.
"Bagaimana Ibu saya dokter?"aku mendesak Dirga dan mendesak dokter.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi Tuhan berkehendak lain,saya turut berduka cita.Bu,Pak."
Saat disela obrolan dokter tubuhku lemas tidak dapat untuk penolakan.
Dirga yang melihatku melampiaskan emosiku langsung menangkap tubuhku.Kepalaku semakin berputar penglihatanku samar-samar dan aku tidak tahu apa yang terjadi saat ini.Dirga yang panik melihat Ara pingsan langsung ia mengendongnya dan menaruhnya ke kamar perawatan sebelah kamar Bu Ella.
"Dok.Tolong beri dia obat bius agar dia tidur.Sepertinya dia tidak tidur semalaman karena dia juga baru sadar dari kritis."
Dirga memberitahu dokter baru yang bukan dokter Ara tadi pagi yang memeriksanya berbeda orangnya sekarang.
"Obat bius terlalu berbahaya karena tekanan darahnya terhambat.Jika dia mengamuk saya akan beri Pak,"
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋