21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#7
"Apa apaan bapak, nanti ada orang lain yang melihat kita, saya tidak mau di bilang perusak hubungan orang. "
"Syuut, diam!?"
"Lepasin Pak, kita mau kemana,,!?"
Di mana sih dewi, , , temannya lagi kesusahan malah ngilang. Batin Sinara yang tidak habis pikir dengan temannya yang satu itu.
Dewi memang menghilang entah kemana, setelah meliht Sinara dengan mesra bersama Pak Erik. Ia pikir temannya itu tidak mau di ganggu, jadi dia menghilang. tapi Sinara merasa saat ini, nyawanya akan habis di tangan Pak Erik.
Masih di sela-sela aktivitas orang-orang
yang masih meliukkan tubuh mereka,
Pak Erik menyeret Sinara keluar dari ruangan yang sangat bergema itu.
"Sakit Pak lengan saya, tolong lepasiin,
saya bisa jalan sendiri,!!" Kesalnya dengan suara meninggi.
"Masuk, , , "
Masih dengan wajah kesalnya Sinara terpaksa masuk juga kedalam lift.
"Bapak mau bawa saya ke mana!?Jangan mendekat, tolongg.," Nada memohon,Pak
Erik yang dengan cepat sudah mengunci tubuh Sinara kedinding lift, membuatnya bukan kepalang di bawah tubuh Pak Erik.
Ya tuhan, seandainya lelaki di hadapan
ku ini belum beristri mungkin aku adalah satu-satunya wanita terbahagia di dunia.
Oh tuhan, Aroma tubuhnya yang maskulin khas dengan tubuhnya ini membuat ku melayang-layang ke angkasa.
"Heii,,,!?" Tangan Pak Erik melambai-
lambai ke arah wajah Sinara. sedangkan
si empunya baru tersadar dari lamunanya sendiri.
"Stop memandangi saya., saya tau saya memang tampan tapi jangan gitu-gitu juga kali mandanginnya." Nada mengejek.
Bapak ini bukan hanya pendiam atau pun ketus saja tapi juga tingkat kepercayaan dirinya sangat amat tinggi.
"Bapak stop, jangan mendekat."
"Memangnya tidak boleh,suka-suka saya mau berdiri di mana, ini tempat umum asal kamu tahu saja! "
Ni orang lama-lama ngeselin ya.
"Tapikan ini terlalu dekat pak, nanti kalo ada yang melihat kenal dengan bapak, atau pun saya gi mana, ,!?sedangkan bapak sudah beristri. "
Dengan pelan pengucapan terakhir Sinara,.tapi, masih terdengar oleh Pak Erik.
"Jangan panggil saya bapak, kalo di
luar kantor., panggil saya dengan
sebutan Erik saja, atau sayang dan
jangan membawa-bawakan tentang
istri di hadapan saya., kamu mengerti!? "
"Sayang, , memang bapak siapanya
saya.,!? tapikan bapak memang sudah beristri." Ketus Sinara. .
"Cup,, Kalo kamu membantah, dan menyebutkan yang saya larang,saya tidak segan-segan mencium kamu."
"Tapi kenapa pa ehh,Erik, apa masalahnya,!? " jangan menciumi saya, saya tidak suka,.kamu memang bos saya, dan kamu memang sudah beristri."
"Cup,," Pak Erik tidak segan-segan ******* bibir sinara lagi dan lagi, Sinara yang emosi memukul-mukul dada Pak Erik.
"Ahhh hahhh, , , Suudah cukupp," Dengan penekanan. "Saya tidak mau kamu memperlakukan saya seperti ini., saya
punya harga diri, saya tidak mau menganggu suami orang, jadi tolonggg jangan seperti ini. tolong lepasin saya. saya mau pulang."
Sinara mau keluar lift yang sudah berpas- pasan liftnya sampi ke parkiran.
"Tunggu Sinara, , !?" Pak Erik dengan cepat menarik lengan Sinara yang sudah di ambang pintu keluar.
"Apa lagi sih, , kurang mengerti dengan ucapan saya, saya punya harga diri, dan saya tidak mau berhubungan dengan laki-laki sudah beristri." Dengan lantang Sinara menjelaskan.
"Cup.,karna kamu mengatakan yang saya
larang" Wajah tanpa bersalah.
Mata Sinara membola, tidak habis pikir dengan tingkah bosnya ini yang sudah kekanak-kanakan.
Apa maksudnya dengan dia begini, apa
dia tidak tau aku sangat tersiksa..?! perlu
dia ketahui aku memang menyukainya,
tapi tidak mungkin begini, aku tau diri.
dengan dia begini membuat aku semakin menginginkannya.
"Stop, jangan kekanak-kanakan, saya mau pulang jadi tolong lepasin tangan saya. !?"
Sinara yang membalikkan tubuhnya untuk menjauh dari Pak Erik itu, dengan sigaf Pak Erik menarik lagi lengan Sinara. Sinara memejamkan matanya.
"Saya menyukai kamu Sinara. "
Mata Sinara membola tidak percaya yang
barusan ia dengar.
Like😘😘