NovelToon NovelToon
Mantan Suami Istri

Mantan Suami Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: TK

Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seven

Vote sebelum membaca 😘

.

.

Arion turun dari mobilnya sambil mengumpat, sial mobil yang sedang di kendarainya itu mogok, padahal Ia ingin cepat sampai di rumah. Dengan malas pria itu duduk di salah satu bangku yang ada di samping trotoar. Sempat terdiam sesaat melihat seorang anak laki-laki memakai masker yang duduk di sampingnya. Arion merasa familiar, tapi siapa ya?

"Jemput aku di jalan Hayam Wuruk, mobilku mogok. Jangan lama!"

Arion berdecak merasa hari ini sangatlah sial, jujur badannya sudah lelah, Ia butuh istirahat.

Pria itu memijat dahinya yang berdenyut sakit, hm sepertinya Ia akan sakit, badannya pun sudah panas dingin.

"Paman mau minum?"

Menoleh ke samping saat mendengar itu, melihat anak laki-laki tadi yang menyodorkan botol air mineral padanya. Dengan ragu Arion menerima itu, tak lupa mengucapkan terima kasih. Selesai minum, Ia kembali menatap anak itu.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

"Hah? Ya paman yang saat itu membantuku di toilet restoran."

"Ah iya benar, pantas saja aku merasa familiar dengan wajahmu, hanya saja kau pakai masker." Kekeh Arion.

Entah kenapa ada suatu perasaan senang saat bersama anak itu, aneh memang. Padahal jujur Arion tak terlalu menyukai anak-anak, tapi disisi anak laki-laki ini membuatnya nyaman.

"Kamu sedang menunggu siapa?"

"Mama, dia sedang membeli kue."

"Oh."

Kembali diam karena tak tahu harus berkata apa lagi, sifat anak itu sangat dingin jadi membuat suasana canggung. Sebenarnya Arion juga merasa sifatnya tak jauh beda dari anak ini, dingin dan cuek. Hm entah kenapa mereka terlihat sama, tapi dalam umur yang berbeda.

"Paman kenapa?"

Arion menoleh terkejut mendengar anak itu yang lebih dulu mengajaknya mengobrol.

"Oh mobilku mogok, padahal aku ingin cepat sampai rumah."

Sedangkan Finn hanya tersenyum sekilas mendengar itu, anak itu kembali mengecek jam tangannya. Kemana Mamanya ya? Perasaan wanita itu sudah lumayan lama pergi. Finn merasa bosan, apalagi Ia merasa kepalanya sangat pusing. Sehingga hari ini memakai masker.

"Kamu tidak papa?"

Finn menggeleng, "Tidak."

"Dahimu berkeringat, apa kamu sakit?"

Menyeka keringat di dahinya, ah ternyata benar, "Em tidak, aku baik-baik saja."

Arion mengangguk sekilas, kenapa Ia merasa khawatir ya melihat wajah anak itu? Mungkin jika maskernya dibuka, Ia bisa melihat jelas wajah tampan anak itu. Ya tampan, sepertinya.

"Tuan maaf saya terlambat, mari."

Mengangguk sekilas pada supirnya yang telah sampai, sekali lagi Arion melihat anak yang duduk di sampingnya.

"Kamu mau pulang kemana? Biar aku antar."

"Tidak apa-apa, aku sedang menunggu Mama. Terima kasih."

Tersenyum tipis, Arion lalu berdiri. Awalnya Ia ragu, tapi entah kenapa tangannya terulur sendiri mengusap rambut anak itu.

"Siapa namamu?"

"Finn Kailli."

***

"Sayang kamu gak apa-apa?"

Finn membuka matanya menoleh sekilas pada Arabelle yang duduk di sampingnya, "Hm." Dehemnya lalu kembali menutup mata.

Sedangkan Ara merasa aneh, tangannya terulur memegang dahi anak itu, dan betapa terkejutnya Ia saat merasa dahi putranya panas.

"Sayang kamu sakit?"

"No Mom, i'm okey," bisik Finn sambil tetap menutup mata, kepalanya Ia sandarkan di kaca bus.

Ara menghembuskan nafasnya berat, rasanya susah sekali mendekati Finn. Padahal anak itu putranya sendiri, Finn terlalu menutup diri dengannya. Entah kenapa itu membuatnya khawatir, lihat saja bahkan anak itu tak suka mengungkapkan keadaannya ini yang sedang sakit. Tahu begitu lebih baik tadi mereka tak jalan-jalan saja.

Ibu dan anak itu turun di halte dekat apartemen, dan Ara dengan sigap langsung menggandeng tangan putranya. Kasihan bahkan tangan Finn hangat.

"Mau Mama gendong?"

"No Mom, aku udah besar."

"Tapi kamu lagi sakit."

"Gak usah, aku kuat kok," bisik Finn sambil tersenyum tipis pada Ibunya.

Mengusap rambut anak itu pelan, lalu mereka kembali berjalan bersama.

Saat sampai apartemen Finn langsung masuk ke kamar, sepertinya ingin langsung istirahat.

Sedangkan Ara masuk ke kamarnya terlebih dahulu, sebelum kembali ke dapur untuk membuat sup. Karena Finn kurang suka bubur, maka sebagai gantinya saat sakit, wanita itu pasti akan membuatkan sup bening.

Ketika masuk ke kamar Finn, terlihat anak itu terbaring di kasur. Putranya sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, dan itu membuatnya bangga.

"Sayang makan dulu, terus minum obat. Nanti tidur lagi."

Finn mengangguk lalu menyender di kepala ranjang. Dengan telaten Ara menyuapi putranya sayur, setelah habis tak lupa Finn meminum obat penurun panas.

Setelah melihat putranya sudah terlelap, Ara keluar kamar. Ini masih jam tujuh malam, Ia juga belum makan tapi tidak nafsu makan.

Sepertinya besok Ara akan ijin tak masuk kerja, mau bagaimana lagi, kasihan jika Ia meninggalkan Finn yang sedang sakit sendiri di apartemen.

***

Dan ternyata keesokan harinya Ara malah masuk kerja. Bukan keinginannya, tapi atas paksaan Finn.

Anak itu mengatakan tak apa jika di tinggalkan sendiri di apartemen, awalnya Ia menolak keras tapi Finn tetap memaksanya. Katanya tidak ingin mengganggu pekerjaannya hanya karena sakit. Sebagai gantinya Ara meminta pada Nenek Naomi, tetangga apartemennya untuk menjaga Finn.

Dari pagi sampai siang, Ara merasa heran karena belum melihat batang hidung pria menyebalkan itu. Keluar ataupun masuk ruangan tak melihat, sebenarnya kemana si brengsek itu?

"Hari ini Pak Arion tidak masuk kerja, dia sedang sakit."

Ara mengangkat kepalanya, melihat seorang pria tampan yang berdiri didepan meja kerjanya sambil tersenyum manis.

"Oh saya tidak tahu."

"Benarkah? Apa dia tak memberitahumu? Bukankah kau sekertarisnya ya?"

"Iya, sepertinya dia lupa."

"Oh."

Ara tersenyum sekilas lalu kembali menundukan pandangannya, uh kenapa Ia gugup ya melihat pria itu?

"Perkenalkan namaku James."

Ragu-ragu Ara pun membalas jabatan tangan itu, "Namaku-"

"Arabelle."

Wanita cantik itu tentu saja terkejut, kenapa pria itu mengetahui namanya? Padahal mereka baru bertemu.

"Tentu saja aku tahu siapa sekertaris pemilik perusahaan ini, jangan tanya, kau sudah terkenal di sini," ucap James.

Sedangkan Ara tersenyum malu-malu, uh apa pria itu sedang menggombalinya ya?

Pedenya kau, pikirnya.

"Mau makan siang bersama?" tawar James.

"Em boleh."

Ara pun mengikuti James masuk ke dalam lift, ruangannya terdapat dilantai atas sedangkan kantin ada dilantai paling bawah.

"Kamu mau makan apa?"

"Aku ingin baso dan jus mangga saja."

"Baiklah, aku pesan cappucino satu ya," ucap James pada pelayan itu.

Setelah melihat pelayan itu pergi, Ara menatap heran pria yang duduk di depannya, "Kamu gak makan?"

"Tidak, aku tak biasa makan siang."

"Ah ternyata kamu bohong ya, katanya mau makan bersama tapi hanya pesan minuman saja."

James tertawa kecil melihat wajah wanita itu yang terlihat sebal padanya, tapi Ia juga tahu jika wanita bernama Arabelle itu hanya berpura-pura kesal saja padanya.

"Tidak apa, melihatmu makan saja sudah membuatku kenyang."

"Baiklah."

 

Jangan lupa cek profil aku ya, di sana banyak cerita baru yang seru. Semoga kalian suka ❤

                                       

1
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Ray Aza
sifat dasar cowok itu pemburu bukan yg diburu. dr masih cindil sdh diintilin trs yg ada bikin ilfeel. ksh ruang dan waktu utk finn, kl mmg finn pny rasa sm kamu pasti dia akan kehilangan dan berusaha nyari kamu. tp kl finn ga ada rasa juga ya sudah. tutup buku cari yang baru. cinta boleh bodoh jangan, jgn prnh maksa perasaan ujung2nya km yg akan terluka.
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
USWA ,: sejauh ini hanya ini yg paling jauh bang...
total 1 replies
Ce Habibah
ara kamu jngn egois dong kasihan fin biarlah dia merasa kasih sayang orang lain (papanya)selain mamanya
Alif
jahat betul fin sama tasya ya.. klo memang g mau sama lila minimal fin g macarin teman dekatnya, bgt jg tasya kamu kan sahabatnya knpa kamu terima teman macam apa kamu tasya hnya krna cwok kamu tega sama sahabatmu
Mezuke Holee
Luar biasa
Mezuke Holee
Lumayan
reiga1911
mantap
Ria Dardiri
menarikkk
Alanna Th
aq jg tdk brjdh dg cinta prtmq yg kandas n mmalukn 😵😥💔💔
Alanna Th
pasti bgt, shg lilia pth hati doble", akhirnya mmbw hatiny yg hancur k aussie. stlh lilia pergi, barulh finn mrasa khilangan 🤔😱😰
Alanna Th
skrg tgl 7-7'23 , thor aq baca yg k 3 x nya 👍😘😍😂🤣💗😉
Alanna Th
sdh prnh baca, tp lupa critanya n kpn bacanya. mo baca ulang, thor 🤔👍👍👍😍😂🤣
Aranel T: Hehe mantap Kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Menarik lanjuut
RithaMartinE
sukaa visualnnya 😍😍
@azza
novel romantis
Nuranita
wah bocil ini....emg minta d ungsikan ke palestina kayake
Nuranita
aqila and michael.....lebih seru kyake
Nuranita
deep conversation..nih bocil akhirx luluh juga......good girl
Nuranita
bocil reseh ini mah....
.
Nuranita
alysiax kurang cantik thor.....maaf y.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!