Impian Amara untuk bersatu dengan kakak angkatnya akhirnya terwujud juga. Keduanya terikat dalam sebuah pernikahan yang disatukan oleh Abi mereka sendiri.
Sayangnya, Apa yang Amara bayangkan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Dalam pernikahan ini, Hanya Amara yang menginginkannya. Tapi tidak dengan Fadli Adiputra. Dia tidak pernah menginginkan pernikahan ini sama sekali.
Sikap perhatian yang selalu Fadli berikan berubah menjadi sikap dingin tanpa alasan.
Amara sadar, Bahwa dia bukan pilihan pria itu..
Hingga pada akhirnya, Amara mundur dalam pernikahannya.
Apakah Fadli bahagia atas kemunduran Amara? Atau justru terkurung dalam penyesalan?
•••••
"Kalau pernikahan ini tidak bertahan atas pilihan Abi.. Nanti, Aku akan pertahankan pernikahan ku atas pilihanku sendiri..." Amara Alfhatunnisa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Para Titisan Akbar Rafasya Maulana
Seorang pria tampan turun dari kendaraan roda empatnya. Pria itu meletakkan jas khususnya dibahu lalu segera masuk kedalam rumah mewah nya.
Pria itu adalah Gabriel, Pria yang berprofesi sebagai seorang kapten pilot itu pulang karena tugasnya yang kali ini telah selesai.
Mumpung ada waktu, Ia menyempatkan diri untuk pulang. Karena lusa, Dia harus kembali dikarenakan ada penerbangan.
Langkah kaki kakak kembaran Ghazi itu panjang dan lebar. Raut wajahnya tampak sangat serius sekali. Tujuannya kali ini adalah kamar sang adik kembarnya. Sepertinya, Pria yang memiliki paras wajah serta usia yang sama dengannya itu berada disana.
Brak!!
Gabriel membuka pintu kamar Ghazi dengan sedikit kasar. Adik kembarnya yang tengah sibuk dengan laptopnya itu hanya melirik saja..
"Waalaikum salam.." Ucap Ghazi yang menyindir Gabriel karena masuk tanpa mengucapkan salam. Gabriel menghela nafas panjang..
"Assalamualaikum...
"Waalaikum salam.. Gitu aja susah banget.. " Kata Ghazi, Pria itu masih duduk diatas sofa kamarnya. Sepuluh jarinya sibuk menari diatas keyboard laptop yang ia pandang sejak tadi.
"Tugasmu sudah selesai?"
Gabriel duduk disebelah sang adik. Pria itu melihat tugas apa yang sedang dikerjakan oleh Ghazi saat ini.
"Ya, Aku baru saja terbang ke Australia..
"Enak sekali jadi kau, Ya? Bisa jalan-jalan setiap hari.." Gabriel terkekeh.
"Ya, Jadi aku saja..
"Heh.. Aku sudah terlanjur nyaman dikantor.. " Gabriel menatap sang adik dari samping.
"Aku segera ingin pulang, Dan ingin segera sampai rumah karena aku mendengar kabar tidak mengenakan disini.." Ghazi melirik kakaknya.. Ia meletakkan laptopnya yang sejak tadi ia pangku itu diatas meja. Ghazi meraih secangkir kopi kemudian menyeruputnya.
"Tanpa dijelaskan pun kau sudah tahu.. Firasat kita tidak pernah meleset. " Gabriel mengangkat salah satu sudut bibirnya.
"Sejak awal aku sudah menduganya.. Dia tidak mau dengan pernikahan ini.." Ghazi hanya tersenyum miring. Video tentang Fadli yang rela berbohong pada adiknya demi bisa jalan dengan wanita lain telah tersebar luas.
Kabar tersebut juga sampai dimata dan telinga Gabriel. Makanya, Pria itu ingin segera pulang dan memastikan yang sebenarnya.
Mereka tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti adiknya, Termasuk Fadli sendiri. Mereka tahu kalau Fadli adalah kakak Mereka, Abi dan Ummanya merawat Fadli sejak pria itu berusaha dua tahun.
Tapi bukan berarti mereka akan membiarkan Fadli menyakiti adik mereka. Terlebih Amara adalah putri bungsu keluarga ini yang sangat mereka sayangi. Apapun risikonya, Si kembar yang tampan ini tidak akan tinggal diam.
"Bukankah Abi punya pilihan waktu itu.. Kenapa diterima? Aku paling benci pria yang tertele-tele dan linglung seperti dia.." Ghazi tidak menjawab. Ia bangkit, Pria itu membuka laci lalu meraih sesuatu..
"Apa itu? Surat cerai?.." Ghazi meletakkan kertas tersebut diatas meja. Memperlihatkan surat tersebut pada kakaknya.
"Bukan.. Tapi surat pembatalan pernikahan. Anggap saja pernikahan Amara dan Fadli tidak sah dan dianggap tidak ada sama sekali.. Tapi aku juga telah menyiapkan surat cerainya.. Karena rumah tangga Amara dan Kak Fadli tidak bisa dipertahankan lagi. Selain surat-surat ini, Masih ada banyak bukti yang akan membuat Kak Fadli tak mampu mengelak lagi..
Gabriel menatap saudara kembarnya itu...
"Kenapa menatapku seperti itu?
"Bukannya surat cerai itu harus ada buku Nikahnya ya? Dan bagaimana bisa kau mendapatkan semua itu.. Dan untuk pembatalan perkawinan? Bukannya tidak ada suratnya.. " Ghazi terkekeh..
"Memangnya apa yang tidak bisa aku dapatkan?" Gabriel mengangguk-anggukan kepalanya. Ya.. ya.. Jangan remehkan pria yang satu ini. Apapun pasti dengan cepat bisa didapatkan. Lagipula apa yang tidak bisa mereka miliki.
"Dengar, Kalau pembatalan perkawinan ini tidak dijadikan lembaran penting. Kak Fadli akan mengelak.. Aku sengaja membuat dua-duanya sekalian sama buktinya..." Gabriel menepuk pundak saudaranya itu.
"Kau memang yang terbaik.. Aku mana bisa begini.." Ghazi mengangkat salah satu sudut bibirnya.
"Kau bisanya hanya jalan-jalan...
...****************...
"Jangan ikut campur.. Selama adik kalian masih sanggup menghadapinya sendiri.. Lebih baik diam.." Ghazi dan Gabriel hanya diam saja. Sayangnya diamnya mereka bukan karena mendengarkan ucapan Abi nya. Melainkan sibuk dengan benda pipihnya masing-masing.
"Kalian dengar?" Gabriel dan Ghazi saling pandang lalu sama-sama mengangkat kedua bahunya.
"Abi sedang bicara dengan kalian..
"Ya, Kami mendengarnya Abi.. Tenang saja, Aku tidak pernah ikut campur kok.." Ucap Gabriel. Mereka tahu bahwa Abinya tidak akan bisa membenci seseorang walaupun orang itu pernah menyakitinya. Itu orang lain, Apalagi Fadli yang pria itu rawat sejak usia dua tahun.
"Kau tidak ikut campur.. Tapi adikmu?" Ghazi mengangkat sebelah alisnya.
"Awalnya Ghazi tidak mau ikut campur Bi.. Tapi Amara sendiri yang minta bantuan.. Lagipula, Fadli sudah sangat keterlaluan. Sebagai seorang kakak kita tidak rela Amara disakiti..." Abi Rafa menghela nafas.
"Abi juga Sebenarnya kecewa atas apa yang telah Abi dengar. Tapi Abi yakin, Amara bisa melewatinya.. Dia bukan wanita yang gampang ditindas. Jangan pernah meremehkan titisanku.. Karena siapapun yang berani membuat masalah, Sudah dipastikan akan tahu akibatnya..." Abi Rafa tahu, Semuanya dia tahu. Bahkan dia adalah orang yang pertama tahu. Tapi dia tidak akan sepenuhnya menyalahkan Fadli. Fadli seperti itu karena belum sadar saja.
Sebagai seorang ayah, Abi Rafa tidak akan menyadarkannya. Biarkan saja Fadli sadar akan sendirinya. Karena percuma, Mau berusaha seperti apapun kalau orang sudah buta dia tidak akan mendengarkan nasihat orang lain, Sekalipun nasihat itu dari orangtuanya maupun saudaranya. Biarkan saja Fadli tahu sendiri fakta tentang keluarga itu. Untuk sementara ini Abi Rafa angkat tangan dulu..
"Kalaupun Fadli dan Amara gagal dalam pernikahan ini. Anggap saja mereka bukan jodohnya. Tapi, Meskipun mereka gagal.. Bukan berarti Fadli bisa bersama dengan wanita itu...
Abi Rafa memang bukan orang sembarangan. Siapa Lidya dan seluk beluk keluarganya dia tahu. Tapi Abi Rafa tidak mau ikut campur.. Biarkan semuanya terbongkar dengan sendirinya. Karena Abi Rafa ingin dia dan keluarganya bersih tanpa harus ada tuduhan apapun. Termasuk ikut mencari tahu tentang keluarga Lidya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Amara duduk santai diruang tamu seraya menonton film di laptopnya. Mumpung Fadli belum pulang, Wanita itu bisa leha-leha.
Ceklek...
Pintu utama terbuka, Fadli pulang dengan keadaan yang lesu. Melihat suaminya pulang, Amara segera bangkit. Ia mengambil benda persegi panjang itu kemudian membawa laptopnya masuk ke kamarnya.
"Dek..
Langkah Amara terhenti tanpa menoleh kebelakang.
"Kenapa kamu akhir-akhir ini terkesan menghindar kalau ada kakak?.." Amara menghela nafas panjang.
"Bukan ngehindar.. Tapi aku capek. Kalau ujungnya kita ketemu terus yang dibicarakan cuma masalah kemarin atau wanita itu.. Mending aku yang ngalah.." Setelah mengatakan itu, Amara masuk kedalam kamarnya meninggalkan Fadli yang masih berdiri disana.
"Benar kata Bibi.. Dia muak padaku..
•
•
•
TBC
aduuuh siap2 deh km tinggal di hotel prodeo ,, selain tuntutan Amara ,, sekaligus tuntutan dr pihak hotel ,,
tuh liat fadliu wanita pilihan mu ,, sungguh luar binasa 🤣😁
heh jalang, siap-siap kamu dan keluarga kamu masuk penjara dan jadi gembel 🤣🤣🤭🤭
hayo tamatlah riwayatmu Lidya
dan kamu Fadli siap siap datang kepengadilan untuk pembatalan pernikahan. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 senangnya hatiku melihat mereka berdua terpojok