NovelToon NovelToon
Danu, Kejarlah Aku

Danu, Kejarlah Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Dokter / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

"Kamu yang menginginkan pernikahan ini. Jadi jangan salahkan aku setelah aku tidur denganmu. Besok aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai!"

Kalimat itu bagaikan petir yang menyambar hatiku. Ijab kabul baru saja dilontarkan oleh lelaki yang kucintai sejak dulu, Danu Saliyo.

Aku tidak pernah menyangka, menjadi istrinya justru membuatku harus berbagi suami dengan wanita yang dicintainya.
Hingga akhirnya aku memilih berhenti mencintai Danu.

Namun, semua tak berjalan sesuai keinginanku, sekarang waktunya ia mengejarku.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Malam pertama penuh luka

Semua terasa bagai mimpi buruk bagiku. Lelaki yang kusukai telah mengucapkan kalimat sakral, membuat dirinya kini bertanggung jawab penuh atas diriku. Namun, hal itu sama sekali tidak menghadirkan kebahagiaan.

Dahulu, aku bermimpi dipinang oleh lelaki pujaanku bak seorang putri meskipun secara sederhana. Mencintai dan dicintai, dipuja dan memuja, tapi mimpi itu kini sirna. Lelaki yang berada di sisiku justru memandangku bak musuh yang siap menyerang.

Aku meratapi nasibku. Kejadian dua jam lalu setelah acara ijab kabul selesai dan aku dibawa ke hotel terus berputar di kepala. Mata sembabku masih terasa berat akibat tak henti-hentinya meneteskan air mata.

"Dasar jalang! Kamu jelas-jelas tahu besok aku akan menikah dengan Belinda. Bisa-bisanya kamu menjebakku dalam ijab kabul yang tak seharusnya aku ucapkan?"

Suara lantang Danu menggema di setiap sudut ruangan. Ia baru saja mendorongku kasar ke atas ranjang, tempat yang seharusnya menjadi saksi bisu kebahagiaannya bersama Belinda besok. Namun, saat itu Danu tidak peduli lagi pada apa pun.

"Apa ini yang kamu inginkan?"

Danu memelototiku dengan sorotan mata penuh amarah, lalu meluapkan emosinya dengan memperlakukanku secara kasar tanpa memedulikan penolakanku.

Melihat tindakannya, air mataku makin deras mengalir. Sungguh, setelah bertahun-tahun berteman dengannya, baru kali ini Danu memperlakukanku seperti orang asing. Aku baru melihat wujud asli kemarahannya.

Ya Tuhan, apa yang sudah kulakukan? Apa aku bisa kembali ke situasi awal? Harusnya aku tidak terbawa emosi hingga membuat lelaki itu benar-benar membenciku.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Menyesal saat ini tidak ada gunanya.

"Danu, tidak seharusnya kamu menyalahkan semua kejadian ini padaku. Aku sudah memperingatkanmu, kan?"

Sebisa mungkin aku mencoba melawan. Aku tidak ingin dijadikan kambing hitam, meskipun usahaku terasa sia-sia. Ucapanku justru semakin memancing amarahnya. Tanpa belas kasihan, ia memaksakan kehendaknya padaku malam itu.

Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh hingga membuatku berkeringat dingin. Aku menggigit bibir kuat-kuat untuk menahan rasa sakit sembari menatap sosok yang kini menguasai tubuhku. Dibandingkan rasa sakit fisik yang kuderita, luka di hatiku jauh lebih menganga.

Danu kembali melotot tajam. Sorot mata itu benar-benar menyampaikan rasa bencinya padaku.

"Apa kamu bilang? Memperingatiku? Pada dasarnya kamu sudah merencanakannya! Aku tidak pernah mencintaimu dan kamu sangat tahu itu. Tapi kamu justru menggunakan cara picik untuk mendapatkanku. Wajahmu yang sok memelas di depan semua warga tadi... aku sangat membencinya!"

Ia menutup wajahku dengan kain pakaianku, meluapkan amarahnya tanpa membiarkanku membela diri.

"Wanita tidak tahu diri! Aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku, apa itu masih kurang? Kamu terlalu serakah! Kutegaskan padamu, selamanya aku tidak akan menganggapmu sebagai istriku. Bahkan saat ini, aku menganggapmu sebagai Belinda!"

Danu mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik, "Belinda, tubuhmu begitu nikmat."

Darahku mendidih mendengarnya. Aku tidak masalah diperlakukan kasar, toh, secara hukum dia sudah menjadi suamiku. Namun, aku tidak terima tubuhku dijadikan pelampiasan amarah sembari ia menyebut nama wanita lain.

"Apa kamu benar-benar menganggapku jalang?" tanyaku menahan sesak.

"Iya, jalang rendahan yang tak pantas berada di sekelilingku!"

Jalang rendahan. Kalimat itu menusuk kesadaranku. Saat aku benar-benar kembali dari ingatan tadi, aku meraba kasur dan melirik ke bawah, menemukan noda darah tercetak di sana. Malam pertama yang seharusnya manis, kini berubah menjadi pukulan paling menghancurkan dalam hidupku.

Tak lama sosok pria yang sudah menyandang sebagai suamiku datang. Aku meliriknya sekilas lalu suara terdengar di telingaku.

"Kamu sudah bangun?" tanyanya dingin saat ini ia baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Rambutnya masih basah, menyisakan air yang menetes.

Aku segera mengalihkan pandangan. Hinaan yang dilontarkannya semalam membuat hatiku membeku dan terasa mati. Namun, ia terlihat sangat tidak peduli.

"Hari ini aku tetap menikah dengan Belinda. Kamu tetap di sini atau pergi saja, karena aku sama sekali tidak ingin melihatmu atau mengacaukan acaraku," ujar Danu.

"Apa? Kamu mau tetap menikah?"

Aku terkejut. Meskipun aku sudah menyiapkan diri jika suatu saat ia menikahi wanita pujaannya, aku tidak menyangka ia akan melakukannya tepat setelah meniduriku.

"Kamu yang menjebakku dalam pernikahan ini. Jadi jangan salahkan aku jika setelah menidurimu, aku akan menikahi wanita yang kucintai. Lagipula ini sudah direncanakan," tukasnya dingin.

Mataku memperhatikan Danu yang sibuk mengenakan tuksedo hitam dengan dasi kupu-kupu. Rasanya aku ingin mencegahnya. Bukankah ada ajaran yang mengatakan agar cukup dengan satu istri jika tidak mampu berlaku adil? Aku yakin Danu tidak akan pernah bisa berlaku adil. Seharusnya merajut kehidupan bersama istri yang sudah sah jauh lebih baik, bukan?

Namun, sayangnya, cinta Danu pada Belinda seolah sudah tidak bisa dikendalikan.

"Terserah padamu. Jika menuduh dan menjadikanku kambing hitam bisa membuatmu senang, lakukan saja. Aku sudah tidak peduli!"

Aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, meninggalkan Danu yang masih terpaku di tempat. Beberapa saat setelah aku berada di dalam, terdengar suara pintu kamar tertutup. Setelah itu, semuanya kembali hening.

Aku berdiri di depan cermin. Wajahku terlihat begitu asing, seolah perempuan yang menatap balik dari sana bukan diriku yang sebenarnya.

"Dia benar-benar mau menikahi Belinda? Apa yang harus aku lakukan?" tanyaku lirih pada bayanganku sendiri.

Bekas kepemilikan Danu masih terlihat jelas di leher hingga bahuku. Aku menatapnya beberapa saat, lalu menghela napas panjang.

Kenapa lelaki itu bisa begitu kejam?

Aku menarik sudut bibirku, merasa konyol dengan sisa-sisa harapan yang ternyata masih kusimpan untuknya.

1
sutiasih kasih
harusnya km brsyukur blm mnyentuh belinda ..... bisa jdi belinda sdh trjangkit pnyakit krna seringnya di celup bnyk laki".....
Mariatul
baper aku Thor. mau nangis iya, mau meledak pun iya. 😁😁
sutiasih kasih
jalang sesungguhnya siapa danu???
sutiasih kasih
double up dunk thor😘😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, udah proses
total 1 replies
sutiasih kasih
10 th.... gmn klo dinda hamil ankmu danu.....
ap km g makin nyesel tuh.... sdh brp ratus kata mnyakitkn yg km tancapkn ke hati dinda...
sutiasih kasih
pede amat kau danu....
Dinda ingin tetap waras.... & tak prlu km sibuk mncarinya.... krna itu tak perlu...
smoga sja... dimasa mndatang dinda mndpt jodoh lelaki yg terbaik...
sutiasih kasih
nungguin upnya thor😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: ini lagi ngetik kak, sabar ya. 🤭🙏
total 1 replies
Annisa Lupiyanah
bagus ceritanya
sutiasih kasih
mksutnya.... Dinda sdh pergi dri hidupmu.... yg artinya Dinda jga sdh mnjadi mantan istrimu Danu....
sesuai yg km ktakn.... klo Dinda prgi berrti km sdh mnceraiknnya....
tak prlu kepengadilan agama.... toh km cm nikah siri sm Dinda....
sutiasih kasih
lnjut thor...
up bnyak bnyak😘😘
sutiasih kasih
lanjut up thor.... jgn lama"...
sutiasih kasih
kok lm g update...🤔🤔
sutiasih kasih
jgn dunk ghina.... jgn lgi km meminta dinda untuk mnerima danu lgi....
km.g tau kejamnya danu mmprlakikn dinda.... bhkn mulut danu tak segan mngatakn hal yg keji trhdp dinda...🙄🙄
sutiasih kasih
lanjut up bnyak" thor...😘😘
sutiasih kasih
danu.... ap yg sdh km ktakn ke dinda....
seenteng... dan segmpang itu kta keramat km ucpkn kedinda....
jgn prnh lgi km mngusik hidup dinda.... krna dinda bukan lgi bagian dri hidupmu..... krna dinda sdh km jandakn🙄🙄
Inarrr Ulfah
si ghina tau klo si belinda punya selingkuh an,, jgn2 selingkuhan si belinda. teman nya gihna🤣danu aja yg bodoh,, nanti klo dinda. pergi ke perbatasan baru nyaho
sutiasih kasih
smoga ada inisiatif dinda untuk merekam duo psangan selingkuh...
untuk dinjadikn senjata.... saat si belinda mnindasnya...
sutiasih kasih
lnjut... double up thor😘😘
sutiasih kasih
nyatanya cm tmbuh dinda yg bisa mmbuatmu bergairah danu....
mulutmu sll mnghina dinda tidak berharga..... tpi nyatanya km yg prtama mnikmatinya.....
justru belinda yg tak ada harganya.... krna sdh dinikmati laki" lain.... ntah sdh berapa ratus kali di pake...
sutiasih kasih
nungguin upnya...
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: iya kak, maaf hari ini libur dulu besok seperti biasa jam 6 baru up ya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!