NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benci jadi cinta (bab 11) rumah yang bernama kamu

Hari-hari berlalu dengan perlahan namun penuh kehangatan. Seminggu sudah berlalu sejak keajaiban itu terjadi. Yuna semakin membaik setiap harinya. Wajahnya perlahan kembali berseri, warnanya kembali merona, dan senyumnya yang manis tak pernah absen menghiasi ruangan rumah sakit itu.

Marco tak pernah sekalipun meninggalkannya sendirian. Dia bahkan menunda seluruh urusan pentingnya, menyerahkannya kepada orang kepercayaannya. Bagi seluruh dunia, dia mungkin masihlah Qing yang ditakuti. Tapi di ruangan kecil ini, dia hanyalah seorang lelaki yang paling bahagia sekaligus paling bersyukur — suami yang mencintai istrinya lebih dari nyawanya sendiri.

Pagi itu, sinar matahari masuk lembut melalui tirai jendela. Yuna sedang duduk bersandar di ranjang, sedang membaca buku yang dibawakan Yona kemarin. Pintu terbuka pelan. Marco masuk membawa nampan berisi sarapan hangat. Dia terlihat segar, matanya berbinar lembut saat melihat Yuna tersenyum menyambutnya.

"Selamat pagi, cahayaku," sapanya lembut, meletakkan nampan di meja samping ranjang, lalu duduk di tepi tempat tidur, mengusap lembut punggung tangan Yuna. "Bagaimana perasaanmu hari ini?"

"Jauh lebih baik. Terutama karena kamu ada di sini," jawab Yuna pelan, suaranya sudah jauh lebih kuat dan jernih. Dia menatap Marco lekat-lekat, seakan ingin mengingat setiap garis wajah lelaki itu. "Kamu terlihat lelah, Marco. Kamu belum tidur nyenyak sejak aku dirawat, kan?"

Marco tersenyum tipis, merapikan rambut Yuna yang sedikit berantakan. "Bagiku, melihatmu tersenyum adalah istirahat terbaik. Tak ada yang lebih menenangkan jiwaku selain melihatmu baik-baik saja di depanku."

Dia mengambil semangkuk sup hangat, meniupnya perlahan sebelum menyuapinya ke mulut Yuna dengan penuh kehati-hatian dan kasih sayang. Setiap gerakannya begitu lembut, begitu sabar — hal-hal yang dulu tak pernah ada dalam kamus hidupnya.

"Terima kasih, Marco. Untuk semuanya," ucap Yuna di antara suapan itu. "Terima kasih sudah tidak menyerah padaku."

Marco berhenti sejenak, meletakkan mangkuk perlahan di meja. Dia menggenggam kedua tangan Yuna, menatap matanya dalam-dalam dengan tatapan yang begitu tulus dan dalam.

"Tidak, sayangku. Akulah yang harus berterima kasih padamu. Terima kasih sudah bertahan. Terima kasih sudah kembali padaku. Kau tahu... saat nafasmu berhenti saat itu, rasanya seperti bagian dari jiwaku ikut mati bersamamu. Kau mengajariku arti hidup, Yuna. Kau mengajariku bahwa menjadi kuat bukan berarti harus selalu sendirian. Bahwa mencintai bukanlah kelemahan, tapi kekuatan terbesar yang dimiliki seseorang."

Dia mencium punggung tangan Yuna dengan lembut.

"Aku tidak akan pernah lagi membiarkanmu merasa kesepian. Aku tidak akan pernah lagi membiarkanmu terluka. Selama aku bernapas, kamulah yang terpenting di hidupku. Selamanya."

Mata Yuna berkaca-kaca, namun kali ini bukan karena sedih — melainkan karena bahagia yang meluap-luap. Dia tersenyum lebar, lalu perlahan merangkul pinggang Marco, menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu, mendengarkan detak jantungnya yang kini berdetak tenang dan damai. Marco memeluknya erat namun lembut, mencium keningnya nya dengan penuh rasa syukur yang tak terlukiskan.

Sore harinya, Yona dan Jisoo datang membawa bunga dan buah-buahan. Mereka tertawa riuh saat melihat Yuna sudah jauh lebih segar. Suasana ruangan itu penuh canda dan tawa — kehangatan yang dulu tak pernah terbayangkan akan ada di dekat sosok Marco yang dulu begitu dingin.

"Kamu benar-benar berubah ya, Marco," kata Jisoo sambil tersenyum melihat cara Marco memperhatikan Yuna dengan tatapan yang tak terpisahkan.

Marco menatap Yuna, lalu tersenyum tulus — senyum yang begitu hangat dan memikat. "Aku tidak berubah. Aku hanya akhirnya menemukan alasan untuk bahagia."

Beberapa hari kemudian, dokter memberikan izin pulang. Hari kepulangan Yuna bukanlah sekadar pulang ke sebuah bangunan mewah — melainkan pulang ke sebuah rumah yang akhirnya terasa seperti rumah sesungguhnya.

Sesampainya di rumah, Marco memapah Yuna masuk dengan hati-hati. Dia sudah menyiapkan semuanya — kamar yang lebih terang, tanaman hias yang indah di jendela, dan ruangan yang penuh kehangatan. Tidak lagi ada tembok dingin yang memisahkan mereka. Tidak lagi ada aturan yang menyakitkan. Semua ruangan di rumah itu kini terbuka untuknya, karena hati Marco pun sudah terbuka sepenuhnya.

Malam itu, mereka duduk berdampingan di balkon, menatap langit yang bertabur bintang. Marco melingkarkan lengannya di bahu Yuna, dan wanita itu menyandarkan kepalanya di bahu kekar lelaki yang dicintainya itu.

"Dulu aku pikir rumah itu adalah tempat kita tinggal," bisik Yuna pelan. "Tapi sekarang aku tahu... rumah itu adalah orang yang kita cintai. Dan rumahku ada di sisimu, Marco."

Marco mencium keningnya dengan lembut, matanya memancarkan kebahagiaan yang utuh.

"Dan kamulah seluruh duniaku, Yuna. Dari sekarang, sampai akhir hayatku. Benci yang pernah ada di antara kita telah berubah menjadi cinta yang tak akan pernah pudar. Dan tak ada apa pun di dunia ini — bahkan bahaya terbesar sekalipun — yang akan memisahkan kita lagi. Aku berjanji."

Di bawah cahaya rembulan yang lembut, dua hati yang dulu terpisah dan penuh kebencian kini menyatu tak terpisahkan. Perjalanan mereka masih panjang, bahaya mungkin masih mengintai di luar sana. Tapi selama mereka berdua saling memegang tangan, menghadapi dunia bersama-sama... tak ada yang mustahil.

Karena cinta sejati memang mampu mengubah segalanya — bahkan kebencian yang terdalam sekalipun.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!