NovelToon NovelToon
OVER THE AGE

OVER THE AGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:342
Nilai: 5
Nama Author: siput

Namanya yang terkenal sebagai ketua geng Tunas Bangsa, Theo Bramansya cowok paling di takuti di wilayahnya,
Usia: 19 tahun
Tinggi: 190 cm
Berat: 82 kg

Penampilan: Tinggi, tegap, bahu lebar, kulit putih bersih, rahang tegas, hidung mancung, alis tebal, mata tajam dan dingin, rambut hitam sedikit berantakan. Tatapannya sering terlihat malas dan mengintimidasi. Memiliki tubuh atletis karena sering mengendarai motor dan berkelahi.

Kepribadian: Dingin, cuek, keras kepala, dominan, percaya diri, sulit didekati, dan tidak mudah menunjukkan emosi. Dia jarang tersenyum dan lebih sering menjawab singkat. Tidak suka basa-basi dan tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Dia adalah ketua geng motor yang cukup disegani. Berani, nekat, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia tidak takut pada siapa pun dan tidak suka diperintah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

Semua orang melihat tertuju pada eca dengan tajam eca yang malu segera mengambil tensi di dekatnya, tiba-tiba alex menyela dengan mengatakan bahwa eca adalah pacarnya.

" maaf bapak guru, eca ini pacar saya" sahut alex

Sontak eca sedikit terkejut mendengar ungkapan alex secara tiba-tiba mengakuinya sebagai pacar. Eca yang tau kondisi semakin tertekan ingin segera menyudahinya tanpa dia sadari ia justru mengucapkan pengakuan yang membuat theo semakin marah.

"ah...maaf ini adik saya, memang agak sembarangan kalau ngomong..hehe"

"Siniin tangan lo, jangan bergerak" sambil memegang tangan theo

Kata

"adik"

yang meluncur dari bibirnya saja sudah cukup membakar telingaku, tetapi pengakuan kurang ajar Alex barusan benar-benar meledakkan sisa kendali diriku. Seluruh aula seolah mendadak hening, tercekik aura pekat yang membuncah dari balik dadaku. Urat-urat di pelipisku berdenyut keras menahan amarah yang mendidih seketika.

Kuhantamkan telapak tanganku ke atas meja hingga deretan botol antiseptik bergetar, lalu melangkah maju mengikis jarak dengan dokter sok pahlawan itu. Sorot mataku menghunus lurus ke arah Alex, mengabaikan tatapan syok dari puluhan pasang mata yang menonton di sekeliling kami.

"Pacar?"

dengusku sinis, nada suaraku begitu rendah dan berbahaya hingga membuat beberapa siswa di barisan depan sontak mundur teratur. Tanganku terulur mencengkeram kerah kemeja Alex dengan cengkeraman baja, memaksanya menatap tepat ke bola mataku.

"Punya nyawa berapa lo berani pasang klaim murahan di depan muka gue, hah? Mulut sampah lo mau gue permak sekarang juga?"

Alex tak gentar dan tak takut dengan ancaman theo, alex sambil tersenyum sini menantang balik theo.

"kalau bukan gue pacarnya lalu siapa? Lo?"

"Jangan mimpi, gue suka sama siput"

Eca yang kesusahan memisahkan mereka di campur rasa malu karena seisi aula menatap penuh bisik-bisik pada kami bertiga.

"Theo tenang dulu, turunin dulu tangan lo, nggak enak di lihat banyak orang kayak begini" sahut eca sambil memegang tangan theo

Tantangan dokter sok tahu itu justru menyiram bensin ke bara api yang sejak tadi menyengat dadaku. Desisan peringatan dari perempuan di sampingku sama sekali tak kuindahkan; rasa gengsi dan amarah telanjur menguasai akal sehat.

Alih-alih gentar, sorot mataku kian menajam, menusuk langsung ke bola mata pria di depanku

tanpa keraguan sedikit pun.

Dengan sentakan kasar, kubanting cengkeramanku hingga tubuhnya terhuyung ke belakang membentur meja dorong perlengkapan medis.

Suara benturan logam bergema nyaring, membuat bisik-bisik di seisi ruangan seketika terkunci rapat.

"lo sadar diri biar lo yang nggak bermimpi,"

desisku dingin, merendahkan vokal agar hanya kami bertiga yang merasakan pekatnya ancaman itu. Langkahku bergeser, berdiri menjulang tepat di hadapannya sembari menarik pergelangan tangan perawat ceroboh itu ke belakang punggungku secara posesif.

"Bukan urusan lo siapa gue buat dia. Tapi dengar baik-baik, jangan pernah pasang nama lo di dekat cewek ini lagi, atau seragam dokter lo gue robek di tempat."

Kutolehkan kepala sedikit ke belakang, menatapnya dengan rahang terkatup kaku.

"Kemas barang-barang lo sekarang. Kita cabut."

Alex tak gentar menghadapi theo ia lalu bangun dan menarik tangan eca.

"eca..gue suka sama lo dan sebelum theo datang mengganggu hubungan akrab kita"

"Jangan jadikan dia sebagai pengganggu gue dan lo ca" sahut alex

Eca yang semakin panik menahan mereka membuat ia semakin kesal dengan perlakuan mereka berdua.

"Sumpah ya..kalian berdua bisa stop nggak?"

"Lagi pemeriksaan loh ini"

1
Mawarresa
eca berani bangett🤣
Renjana
tinggalin jejak dulu,
hadir kak, mampir juga ya😊
Siput: thank u udh mampir kak
total 1 replies
atikah@72
sama-sama kak, sukses selalu🫰
atikah@72
ceritanya bagus lanjutkan Thor. jgn lupa mampir ya di aku buat silaturahmi. makasih 🫰
Siput: trimakasih kak support sistemnya😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!