NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua: Pengantin Pengganti Sang Mafia

Kehidupan Kedua: Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Penyesalan Keluarga
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Serena mati tersambar petir saat bermain hujan di tengah malam karena bosan, Serena berpikir dia akan ke alam baka. Siapa sangka jiwa Serena malah masuk ke tubuh seorang gadis bernama Serena juga, seorang gadis malang yang dikorbankan keluarganya sebagai pengganti kakaknya untuk menikahi seorang mafia kejam untuk melunasi hutang.

Sebagai seorang pecinta dunia mafia, Serena sangat menikmati hidupnya didunia baru ini. Serena berencana akan memikat hati mafia kejam itu hingga jatuh ke pelukannya.

Bagaimana kehidupan Serena di dunia ini, apakah Serena mampu meluluhkan hati sang mafia? Ataukah Serena malah menjadi mainan mafia itu sendiri?. Stay tune!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata Makan Tuan

Serena memutuskan untuk memasak sup bening sebagai menu penghangat tubuh. Dengan cekatan, ia memasukkan potongan zukini, lobak, dan sedikit wortel ke dalam panci, mencampurkan sayuran-sayuran itu secara acak hanya sebagai pemanis warna saja. Meskipun bentuknya terlihat sederhana, ia sangat yakin rasanya tidak akan terlalu buruk, setidaknya sebelum ia berniat berbuat usil.

​Sambil mengaduk isi panci, Serena menoleh sekilas ke arah meja makan terbuka. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat Sergio duduk tenang sambil fokus menatap layar tablet di tangannya, mengabaikan keberadaannya.

​Seketika, ide usil muncul di kepala Serena. Ia mendengus pelan, lalu menyeringai licik.

​"Rasakan ini! Ini akibatnya karena menjadikan aku seorang pelayan daripada seorang istri," ucap Serena pelan setengah berbisik kepada dirinya sendiri.

"Padahal aku tadi sudah bersiap dan berniat membuat anak, eh, malah disuruh masak!"

​Tanpa rasa berdosa, Serena meraih botol lada hitam dan bubuk cabai merah super pedas dari rak dapur. Ia menuangkan lada dan bubuk cabai itu dalam jumlah yang sangat banyak ke dalam mangkuk sup hingga warna kuahnya berubah menjadi agak kemerahan. Ia melakukannya sebagai bentuk pelampiasan kekesalan karena batal melewati malam pertama dengan sang mafia tampan.

​Serena terkikik geli, menutup mulutnya agar tawanya tidak terdengar. "Satu suap saja pasti bakal bikin dia mencret seharian," batin Serena penuh kemenangan, membayangkan wajah dingin Sergio yang tersiksa nanti. Memikirkan hal itu saja sudah membuatnya tersenyum lebar saking bahagianya.

​Setelah matang, Serena menuangkan sup maut tersebut ke dalam mangkuk keramik yang elegan. Dengan langkah anggun dan senyuman manis yang dibuat-buat, ia berjalan mendekati meja makan.

​"Silakan dinikmati, Suami Mafia," ucap Serena dengan nada selembut sutra, lalu meletakkan mangkuk sup panas itu tepat di hadapan Sergio.

​Sergio mengalihkan pandangannya dari tablet. Pria itu menatap mangkuk di depannya lekat-lekat. Dari luar, kuah sup itu memang tampak biasa saja, tidak ada yang mencurigakan. Namun, Sergio bukanlah pemimpin organisasi kriminal sembarangan, ia memiliki pendengaran yang sangat tajam dan telah mengawasi setiap gerak-gerik Serena sejak tadi. Ia bahkan mendengar dengan jelas setiap kata gumaman dan ancaman kecil yang diucapkan istrinya saat meracik sup neraka tersebut.

​Sergio mendongak, menatap Serena dengan sorot mata biru terang yang memancarkan seringai dingin.

​"Makanlah!" ucap Sergio tiba-tiba, mendorong mangkuk sup itu kembali ke hadapan Serena.

​Serena yang tadinya tersenyum puas langsung melotot kaget. Jantungnya mendadak copot.

"Kok aku? Kan kamu yang mau makan, Tuan?" tanya Serena panik, berusaha menutupi kegugupannya.

​"Sejak kapan aku mengatakan ingin makan?" balas Sergio dengan nada datar namun penuh dominasi.

"Aku hanya mengatakan, masakkan sesuatu, dan sekarang... makanlah!" perintahnya mutlak.

​Serena menelan ludahnya susah payah. "Ya ampun, senjata makan tuan!" batinnya menjerit histeris.

Yang benar saja, ia harus memakan sup buatan tangannya sendiri yang sudah dicampur cabai sekilo?! Kalau ia memakannya, bisa-bisa ia langsung mati kepedasan sebelum sempat menikmati hidup keduanya di dunia menakjubkan ini.

​"A... aku sebenarnya sudah sangat kenyang, Suami Mafia," tawar Serena dengan senyum paling melas yang ia miliki, mencoba mengelak.

"Umm... Bagaimana kalau kamu saja yang makan? Sup ini kaya rempah lho, bagus untuk kesehatan lambung..."

​"Makan, Serena!" potong Sergio tajam, suaranya naik satu tingkat, memancarkan aura dingin yang langsung mencengkeram udara di sekitar mereka. Tidak ada bantahan.

​Serena menatap Sergio dengan tatapan mata cokelatnya yang memohon, seolah berkata, "Tolong ampuni aku, aku janji tidak akan nakal lagi." Namun, wajah Sergio tetap sedingin es, menuntut kepatuhan mutlak.

​Dengan tangan yang sedikit bergetar dan terpaksa, Serena mengambil sendok. Ia meniup sup itu perlahan, berharap keajaiban datang. Dengan mata terpejam setengah dan hati yang meratap, ia menyuapkan satu sendok penuh sup maut itu ke dalam mulut kecilnya.

​Serena terdiam kaku seketika. Untuk sedetik, ia tidak merasakan apa-apa. Namun, beberapa detik kemudian...

​"BWWAAAHHH! PEDASSS!" teriak Serena histeris sambil melompat kecil di tempat.

​Wajah cantiknya seketika berubah merah padam menjalar hingga ke leher. Lidahnya terasa terbakar hebat seolah baru saja menelan lahar gunung berapi. Ia benar-benar merasakan akibat dari perbuatannya sendiri, senjata makan tuan yang sesungguhnya!.

​Serena panik bukan kepalang. Ia langsung berputar arah, berniat berlari menuju kulkas untuk mencari air dingin atau susu cair guna meredakan api di dalam mulutnya.

​Namun, sebelum kakinya melangkah jauh, sebuah tangan kokoh tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat, lalu menarik tubuhnya kembali hingga terduduk di pangkuan sang suami.

​"Mau ke mana, Nyonya Ziegler?" bisik Sergio tepat di dekat telinganya dengan suara rendah yang terdengar sangat berbahaya namun menghanyutkan.

​"Lepas... hiks... pedas banget! Lidahku mau copot!" merintih Serena, air mata sungguhan kini mulai mengalir deras di sudut matanya karena rasa pedas yang teramat menyiksa. Ia terbatuk-batuk kecil, wajahnya basah oleh air mata dan keringat dingin.

​Sergio sama sekali tidak bergeming. Pria itu justru menikmati setiap detik penderitaan kecil yang dirasakan oleh istrinya. Ia mengangkat dagu Serena menggunakan jari telunjuknya, memaksa gadis itu menatap langsung ke dalam mata birunya yang tajam.

​"Inilah akibatnya jika kamu berani mencoba bermain-main dan berniat jahat padaku, Serena," ucap Sergio dengan nada dingin yang menusuk tulang.

"Dan percayalah, apa yang kamu rasakan hari ini bahkan belum ada apa-apanya dibandingkan hukuman yang akan kudapatkan kalau kamu mencoba mengulanginya lagi."

​Serena terisak pelan, hidungnya memerah, menatap Sergio dengan pandangan memelas penuh penyesalan.

"Iya... aku minta maaf... ampun, Tuan Mafia yang paling tampan dan bijaksana... pedas banget, tolong beri aku minum..." rengeknya putus asa.

​Sergio menatap wajah Serena yang tampak begitu menyedihkan namun tetap terlihat menggemaskan di matanya. Sudut bibir pria itu akhirnya terangkat membentuk senyuman miring yang misterius.

​"Baiklah, hukuman percobaan selesai untuk malam ini," ucap Sergio mengalah. Ia kemudian mengambil gelas berisi air es di dekatnya, lalu mendekatkan bibir gelas itu ke bibir Serena.

"Minumlah, dan jangan pernah coba-coba meracuni suamimu sendiri lagi, paham?"

​Serena tanpa pikir panjang langsung meneguk rakus air es yang diberikan Sergio, meredakan sensasi terbakar di lidahnya, sementara Sergio hanya bisa menggelengkan kepala pelan, merasa bahwa memiliki istri seunik Serena akan membuat hari-hari ke depannya jauh dari kata membosankan.

Bersambung...

Lagian ada-ada aja pake mau ngerjain Sergio, kena batunya kan.🤣

1
Ita Putri
kasihan nasib Callum setelah ini....jangan terlalu kejam hukum Callum nya sergio
It's me Ri🥕: Kayaknya bakalan di bunbun dehh🙏😭
total 1 replies
Mia Camelia
seru banget ngliat tingkah polos serena🤭
Mia Camelia
sergio bisa lembut juga 🤭
Dessy Rinda
klo serenanya jago nela diri sm nembak keren kak thor🤭😁🙏
Dessy Rinda: siiippp
total 2 replies
Mia Camelia
mampir thor🤭
cerita nya bagus thor, pliss jangan di hapus lgi kya 2 judul yg kemarin itu ya😔🤭🤔
Dessy Rinda: semangat nulisnya kk thor,semoga di berikan ide2 cemerlang sehat2 ya kak💪👍
total 2 replies
Sumawita
saya suka dengan cerita nya bagus bangett 🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!