NovelToon NovelToon
Menjadi Pelayan Di Rumah Mantan

Menjadi Pelayan Di Rumah Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mantan
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

FOLLOW IG : @LALA_SYALALA13

Demi membiayai pengobatan adiknya yang sakit-sakitan dan melunasi hutang peninggalan orang tuanya, Raina Angela rela melupakan masa lalunya sebagai anak orang kaya dan pergi jauh dari ibu kota.

Lima tahun kemudian dia mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di sebuah rumah mewah ibu kota. Tanpa disadari, mansion tempatnya bekerja adalah milik keluarga Noah Raja Rajendra yaitu mantan kekasih yang terpaksa Raina tinggalkan secara kejam lima tahun lalu dengan alasan orang ketiga, demi menyelamatkan masa depan pria itu.

Pertemuan tak terhindarkan membenturkan kembali rasa bersalah Raina dengan kebencian serta luka mendalam Noah yang telah berubah menjadi manusia es.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukkkk baca yaaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu...

Raina mendongak menatap langit pagi yang makin terang. Air mata menetes pelan di sudut matanya.

'Satu babak baru telah dimulai,' batin Raina seraya menghapus air matanya.

'Aku selamat untuk pagi ini. Tapi rumah ini terlalu sempit untuk menyembunyikan rahasia besar selamanya.' gumamnya dalam hati dan ketakutan, namun dimana lagi dia bisa mendapatkan gaji yang tinggi untuk pengobatan sang adik.

Raina menegakkan tubuhnya kembali, membuang rasa takutnya, lalu melangkah mantap menuju tangga utama untuk menjalankan tugasnya membersihkan lantai dua yaitu tempat di mana bayang-bayang masa lalunya dan masa kini saling bertabrakan.

Deru mesin mobil Noah yang menjauh menandakan lantai dua kini sepenuhnya aman. Raina menarik napas panjang, menguatkan mentalnya, lalu menaiki tangga melingkar membawa troli pembersih kecil yang disiapkan Mbok Sri.

Tugas pertama dimulai dari area koridor, kemudian berlanjut ke ruang kerja Noah yang semalam sempat dia datangi sebentar. Raina membersihkan rak-rak buku yang menjulang tinggi, mengelap bingkai kaca, dan menyapu karpet dengan amat hati-hati. Tatapannya sebisa mungkin menghindari bingkai foto di atas meja kerja yaitu foto dirinya yang dicoret tinta hitam karena setiap kali meliriknya, ulu hatinya terasa seperti ditikam.

Setelah ruang kerja selesai, langkah Raina tertuju pada pintu besar di sebelahnya yaitu kamar pribadi Noah Raja Rajendra.

Dengan tangan bergetar, Raina memutar gagang pintu kayu jati tersebut. Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan kamar tidur yang amat luas berdesain minimalis modern.

Dominasi warna abu-abu gelap, hitam, dan putih memberikan kesan maskulin, elegan, namun sangat dingin. Ranjang berukuran king size tertata rapi dengan seprai abu-abu polos.

Raina melangkah masuk, mulai mengganti sarung bantal dan merapikan permukaan tempat tidur. Tepat saat dia sedang merapikan nakas di samping tempat tidur, matanya menangkap sebuah laci kayu yang tidak tertutup rapat.

Di dalam laci tersebut, tampak sebuah kotak beludru berwarna biru tua yang agak kusam di bagian sudutnya.

Raina terpaku. Tangannya seolah bergerak sendiri, ditarik oleh kenangan masa lalu. Dengan hati-hati, Raina menarik laci itu dan meraih kotak beludru tersebut. Saat penutupnya dibuka, napas Raina mendadak tercekat di tenggorokan.

Di dalam kotak itu terbaring sebuah gantungan kunci ukiran kayu berbentuk dua bilah daun saling mengapit dengan inisial huruf 'R & N' yang terukir agak amatir.

Itu adalah hadiah ulang tahun buatan tangan yang Raina berikan kepada Noah enam tahun lalu saat mereka masih berkuliah dimana hadiah sederhana yang Raina buat sendiri selama seminggu penuh sebagai tanda cinta untuk Noah, walau bukan barang mewah namun itu dia buat sendiri dengan sepenuh hati.

"Kamu... kamu belum membuangnya, Noah?" bisik Raina lirih. Air mata hangat menetes tanpa bisa ditahan, jatuh tepat di atas permukaan kotak beludru itu.

Raina memegang dadanya yang sesak luar biasa. Mengapa Noah masih menyimpan barang sepele dari wanita yang dianggapnya telah mengkhianatinya? Apakah di balik rasa benci yang pekat itu, masih ada secercah luka yang tak pernah sembuh?

"Raina! Raina!"

Suara panggilan Mbok Sri dari arah koridor luar mendadak memecahkan lamunan Raina. Dengan panik, Raina menyapu air matanya, menutup kotak beludru itu, menyimpannya kembali ke dalam laci nakas, dan merapikan posisi laci seperti semula.

Raina keluar kamar dengan tergesa-gesa. "Iya, Mbok Sri! Ada apa?"

Mbok Sri berdiri di lorong luar dengan wajah sedikit cemas. "Na, tolong bersihkan cangkir kopi Tuan Muda di meja kerjanya ya. Tadi Mbok lihat masih ada sisa sedikit. Setelah itu kamu bisa turun buat makan siang sama Lio. Mbok mau bantu Nyonya menyiram tanaman di taman depan." ucap Mbok Sri minta tolong kepada Raina.

"Baik, Mbok Sri. Biar Raina yang bereskan di dalam," jawab Raina berusaha tersenyum tenang.

"Iya, jangan lama-lama ya, Na. Takutnya nanti Tuan Muda pulang sore dan nggak suka ada barang kotor ditinggal," pesan Mbok Sri sebelum berjalan menuju tangga.

Raina mengangguk pelan. Dia melangkah kembali ke dalam ruang kerja Noah untuk mengambil cangkir kopi di meja. Namun, ketika Raina baru saja memegang gagang cangkir porselen itu, suara langkah kaki tergesa-gesa yang amat berat dan berwibawa terdengar membentur lantai marmer koridor luar.

Tuk! Tuk! Tuk!

Jantung Raina serasa berhenti berdetak seketika. Langkah kaki itu... terlalu cepat dan tegas untuk ukuran Mbok Sri atau pelayan lainnya.

"Mana berkas analisis akuisisi itu, Nakula?!" suara berat, dingin, dan sarat akan kekesalan bergema di koridor.

"Seingat saya Tuan Muda membawanya tadi pagi, tapi mungkin tertinggal di meja kerja lantai dua waktu Tuan Muda meninjau ulang sebelum berangkat," suara Nakula menimpal cepat dari arah belakang.

Raina membeku di tempat. Seluruh darah di tubuhnya serasa tersedot habis. Pucat pasi.

'Noah... Noah pulang di siang hari?!' batinnya dengan panik.

Ketakutan luar biasa menyergap jiwa Raina. Dia panik setengah mati. Tatapannya menyapu seluruh ruangan, mencari tempat untuk bersembunyi. Namun ruang kerja yang luas itu tidak memiliki lemari besar atau tirai tebal yang bisa menyembunyikan tubuhnya secara sempurna.

Sebelum Raina sempat melangkah menuju pintu belakang menuju balkon, gagang pintu utama ruang kerja diputar kasar dari luar.

Klek!

Pintu terbuka lebar. Sosok tinggi tegap berkemeja putih dengan dasi hitam yang sedikit dilonggarkan melangkah masuk dengan wajah keruh penuh ketegangan bisnis. Dialah Noah Raja Rajendra, didampingi Nakula yang berjalan tepat di belakangnya.

"Cari di meja utama, Nakula. Kita cuma punya waktu dua puluh menit sebelum rapat susulan dimulai..." ucap pria itu terjadi.

Ucap memotong Noah terhenti seketika.

Langkah kaki Noah mendadak membeku di ambang pintu. Mata elangnya yang tajam dan dingin mengunci lurus pada sesosok wanita berseragam apron abu-abu yang berdiri kaku di samping meja kerjanya, memegang cangkir kopi dengan kedua tangan yang bergetar hebat.

Hening.

Atmosfer di dalam ruangan berpendingin udara itu mendadak berubah mencekam, seolah oksigen di dalamnya terkuras habis. Suara detak jarum jam dinding terdengar seperti dentuman keras yang menghantam gendang telinga.

Raina menundukkan kepalanya dalam-dalam, berusaha keras menyembunyikan wajahnya di balik selapis poni dan helaian rambut. Namun, keberadaan paras, postur tubuh, dan aura yang amat dikenal itu tak bisa dibohongi.

Mata Noah membelalak. Manik matanya berguncang hebat. Keangkuhan dan aura dingin yang biasanya menyelimuti wajah tampan itu runtuh seketika, digantikan oleh rasa terkejut yang teramat sangat, disusul oleh gelombang kemarahan pekat yang membakar dadanya dari dalam.

"Kamu..." suara Noah keluar, rendah, serak, dan bergetar hebat oleh emosi yang tertahan.

Nakula yang berada di sebelah Noah mengerutkan dahi bingung, menatap bosnya lalu beralih menatap pembantu baru di depan mereka.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
mimief
lah kocak,lu yg menyakiti tapi merasa disakiti. lu yg kasar tapi malah merasa tapi lu yg berasa ditampar
makanya jadi orang jangan digedein s gengsinya...
makan tu gengsi
Felycia Fernandez
Dan Lio jadi kambing conge liat kalian berdua berantem 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Gengsi digedein Noah
Mei TResna Rahmatika
wkwk noah gengsi mengakui dia jemput emang pengin berdua sama raina🤣
mimief
perasaan baru buka mata baca,eh udah kelar🥹🥹🥹
mimief: mauu bangett,tag othor...ayooo gas Thor 😍🤣
total 4 replies
Siti Solihah
mulai mulai...🤭😂
Felycia Fernandez
Ternyata mama Noah bisa menerima Raina tanpa rasa dendam yang pernah membuat anaknya menderita
mimief
aakkkhhh..aku yg baper Thor 🫣😍😍
mimief
Wkwkwkw...cie yg mulai perhatian. mulut..tu tnggal lemesin. jangan judes judes. ga singkron sama perbuatan nya 🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Bagaimana penyelidikan tentang Rania , sudah ada keterangan.Ternya Ny Leonora tidak menentukan gab antara pembantu dan majikan.Beliau memanusiakan orang tanpa memandang status sosialnya
Siti Solihah
cie cieee.....mencair juga akhirnya...🤭🤣
Yunita Azzahrah
baca 1 eps cuma 1 menit 🤣 harus nunggu 24 jam deh 🫠
semangat author yah
Lala_Syalala: maafkan ya kak hehe,,, aku lagi proses buat bab besok jadi jangan lupa buat terus pantengin ceritanya 🙏🙏😊😊🤗🤗🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Aysah Meta
Awas ketahuannn😅 si akang kembali gengsi,buat ngakui.
sunaryati jarum
Semoga Ny Eleanor menerima Rania
Siti Solihah
🤭🤭🤭 Noah kamu ketahuan perhatian sama wanita...😅
EmakKece
Moga2 emaknya Noah, gak jahat 😭
Mei TResna Rahmatika
ayoo nyonya Eleanor calon mantu mu di depan mata🤭
sunaryati jarum
Sekarang bilang yang sangat menyakitkan tapi setelah tahu kebenarannya hanya Penyesalan akan rasa bersalah yang kau rasakan
Ratna Dhera Juhana
bikin noah cari bukti doong ceritanya selama 5 lalu.. noah kan banyak uang nya🤭
Oma Gavin
sakarepmu noah ngeles aja terus jgn sampai kamu luluh teruskan balas dendam mu jgn berhenti sampai raina koma atau mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!