NovelToon NovelToon
Istri Kontrak CEO Lumpuh

Istri Kontrak CEO Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Panti asuhan "Lentera Kasih" akhirnya menjadi satu-satunya tempat yang bersedia menerimanya. Di sana, di antara keterbatasan dan hidangan seadanya, Kirana tumbuh menjadi gadis yang kuat dan sangat cerdas. Buku-buku tua di perpustakaan panti menjadi teman setianya. Kirana belajar dengan giat, menyerap ilmu pengetahuan dengan ketajaman berpikir yang mengagumkan. Ia tahu, hanya dengan pendidikan ia bisa mengubah takdirnya.

​Namun, kecerdasannya saja tidak cukup untuk membayar biaya masuk universitas. Mimpinya untuk berkuliah di jurusan Kedokteran—cita-cita yang terinspirasi dari keinginan menyembuhkan luka dan menyelamatkan nyawa—membentur dinding tebal bernama biaya. Malam ini, dengan sisa-sisa keberanian yang ia kumpulkan selama berminggu-minggu, Kirana memutuskan untuk mendatangi rumah masa kecil ayahnya. Ia tidak meminta warisan atau kemewahan; ia hanya berharap ada sedikit keajaiban dan rasa iba di hati sang nenek agar mau membiayai pendidikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam di Kediaman Utama Wijaya

​Jarum penunjuk waktu di dasbor mobil mewah itu tepat menunjukkan pukul tujuh malam. Sedan hitam ber-Cat mengilap yang dikemudikan oleh Pak Eko membelah jalanan kota yang basah oleh sisa gerimis, lalu perlahan memasuki gerbang besi raksasa berukir lambang keluarga Wijaya. Di balik gerbang itu, terbentang halaman luas dengan air mancur megah di tengahnya serta bangunan utama berupa rumah besar bergaya klasik Eropa yang memancarkan kemewahan abadi.

​Di dalam kabin mobil, Kirana duduk dengan jemari yang saling bertaut erat di atas pangkuannya. Ia mengenakan dress midi elegan berwarna rose gold beraksen renda halus yang disiapkan khusus oleh Rian—gaun anggun yang membuat kecantikannya terpancar natural tanpa berlebihan. Meskipun Rian sempat menenangkannya tadi sore, debar di dada Kirana tetap tak bisa dibohongi.

​Rian, yang duduk di sampingnya, melirik sekilas ke arah sang istri. Tanpa bersuara, pria berjas rapi itu mengulurkan tangan kanannya, menggenggam jemari Kirana yang dingin dengan erat. Sentuhan hangat itu seolah menyalurkan ketenangan, membuat Kirana menoleh dan mendapati senyuman tipis penuh keyakinan dari suaminya.

​"Ingat, tetaplah berada di sisiku," bisik Rian lembut.

​Mobil akhirnya berhenti tepat di depan teras utama. Para pelayan segera membukakan pintu. Rian dengan sigap—dan secara natural, tanpa memperlihatkan kepalsuan sanduaranya di luar—memindahkan tubuhnya ke kursi roda yang disiapkan pengawal, sementara Kirana turun mendampinginya.

​Begitu pintu ganda kayu jati berukir di hadapan mereka terbuka lebar, riuh suara percakapan dari dalam ruangan langsung menyambut indra pendengaran mereka.

​Kediaman utama malam ini tampak sangat hidup. Di ruang tamu utama yang luas berlapis permadani persia, para paman (om), bibi (tante), serta para sepupu Rian telah berkumpul melingkar. Suasana keluarga besar yang tampak hangat di permukaan itu seketika meredup saat roda kursi Rian memasuki ruangan.

​Semua mata tertuju ke arah pintu masuk. Tatapan mereka tidak hanya menatap Rian, melainkan langsung terpaku pada sosok gadis muda bergaun rose gold yang berdiri anggun di samping kursi roda tersebut.

​Di antara kerumunan keluarga itu, berdiri seorang wanita paruh baya dengan busana desainer kelas atas dan perhiasan berlian yang berkilau di lehernya. Dialah Shinta, ibu tiri Rian. Senyuman tipis tersungging di bibir wanita itu, namun sorot matanya menyiratkan ketajaman dan rasa ingin tahu yang besar.

​Bagi Rian, kehadiran Shinta selalu membawa memori kelam masa lalu. Ibu kandung Rian telah tiada ketika Rian baru berusia lima tahun—wanita hebat itu gugur dalam kebakaran tragis di sebuah hotel demi menyelamatkan nyawa Rian kecil dari kobaran api. Tak lama setelah tragedi itu, sang ayah menikah lagi dengan Shinta, yang kini memegang pengaruh cukup kuat di dalam struktur keluarga besar Wijaya.

​"Wah... lihat siapa yang akhirnya datang membawa kejutan," suara Shinta memecah keheningan, bernada manis namun terdengar sarat akan sindiran terselubung. Ia melangkah mendekati Rian dan Kirana dengan anggun. "Rian, cucu kesayangan Eyang. Katanya kamu mendadak membawa pulang seorang istri? Kenapa terburu-buru sekali? Sampai-sampai kami para keluarga inti tidak pernah mendengar kabar perkenalan sebelumnya."

​Suasana di ruangan itu mendadak menegang. Para sepupu dan paman Rian mulai berbisik-bisik, menatap Kirana dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan menilai, seolah menguliti harga diri gadis panti asuhan tersebut dalam sekali lihat.

​Namun, di tengah tatapan penuh intimidasi itu, Rian mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Auranya mendadak berubah dingin dan mendominasi, menepis segala keraguan yang coba ditanam oleh ibu tirinya.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Rian and Kirana
Ariany Sudjana
ah ga seru, masak orang sekaliber Rian, ga bisa mengungkap keterlibatan Shinta juga?
Iffanaya 😽
kamu jg harus hati² jg sama Shinta ya Rian
Ryuu
baguuus
Ryuu
Semangat nulis nya sayang😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!