NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

‎Meja makan besar di rumah orang tua Raga tertata rapi dengan berbagai hidangan lezat, aroma masakan khas yang selalu mengingatkan Risa pada kehangatan keluarga. Memang sudah menjadi jadwal rutin setiap bulan, mereka selalu diundang untuk makan malam bersama.

‎‎"Risa," suara Mama Rima terdengar lembut namun penuh sarkas, sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya, "Kamu sudah berumur tiga puluh tahun, Nak. Lima tahun itu bukan waktu yang sebentar. Tetangga, teman-teman Raga, semuanya sudah punya dua atau tiga anak, bahkan ada yang sudah masuk sekolah. Kok kamu masih saja belum ada tanda-tanda hamil juga sih,"

‎‎Tangan Risa yang sedang memegang sendok seketika terasa kaku. Dia menundukkan wajah, berusaha menahan rasa perih yang langsung menyeruak di dada. Sudah biasa memang, tapi rasa sakit itu tidak pernah hilang, meskipun ia tahu sepenuh hati bahwa ini semua bukan kesalahannya.

‎‎"Maaf, Ma… Kami memang sedang berusaha," jawab Risa pelan, berusaha menjaga nada bicaranya tetap sopan.

‎‎"Berusaha apa lagi?" potong Mama Rima cepat, matanya menatap tajam ke arah Risa. "Dulu kan kamu sendiri yang bilang, dokter bilang katanya kamu yang ada masalah, kamu yang mandul, tidak bisa mengandung. Itu fakta, kan? Kamu memang tidak bisa memberi cucu untuk Mama, tidak bisa memberi penerus untuk keluarga kami. Kasihan sekali anakku ini, sudah susah payah membangun karir, sukses, tapi malah dapat istri yang tidak sempurna seperti kamu."

‎‎Kata-kata itu keluar begitu saja, keras dan jelas, membuat suasana meja makan seketika menjadi hening. Papa Reza hanya diam menunduk, tidak berani menengahi, sementara Risa bisa merasakan mata semua orang tertuju padanya, penuh rasa iba atau bahkan penghakiman. Rasa panas menjalar di sudut matanya, ia berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh disana.

‎‎Namun, belum sempat Risa menjawab, tangan hangat segera menggenggam tangannya yang dingin dan gemetar. Sebuah suara tegas, berat, dan penuh kekuasaan segera terdengar, memotong semua ucapan ibunya.

‎‎"Ma, tolong bicara dengan sopan. Risa itu istriku, dan aku tidak suka Mama menghinanya seperti itu."

‎‎Itu suara Raga. Suami yang selama ini ia lindungi dengan sepenuh jiwa.

‎‎Raga menatap tajam ke arah ibunya, wajahnya terlihat serius dan tidak senang. Ia menarik tangan Risa agar lebih dekat kepadanya, seolah sedang melindungi harta paling berharga yang ia miliki.

‎‎"Risa istri yang sangat baik, Ma. Dia wanita yang sempurna bagiku. Dia yang mendukungku dari nol, dia yang menemaniku susah senang, dia yang mengurus rumah dan hidupku dengan sangat baik. Masalah anak itu urusan Tuhan, Ma. Bukan berarti karena belum punya anak, maka Risa jadi wanita yang buruk atau kurang sempurna. Bagiku, Risa sudah segalanya. Aku tidak butuh apa-apa lagi selama aku punya dia."

‎"Tapi keluarga kita butuh penerus, Raga. Kalau dia tidak berguna, buat apa dipertahankan?!" seru Mama Rima dengan nada meninggi, wajahnya memerah menahan emosi. "Kamu itu anak tunggal! Siapa nanti yang akan meneruskan nama besar keluarga kita? Siapa yang akan mewarisi semua yang sudah Papa dan Mama bangun? Dia? Wanita yang tidak bisa melahirkan ini? Mustahil! Kamu seharusnya cari wanita lain, wanita yang sehat, wanita yang bisa memberimu banyak anak, bukan hanya diam saja seperti dia!"

‎‎Kata-kata itu semakin tajam, menusuk tepat ke ulu hati Risa. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, berusaha menahan isak tangis yang hampir keluar.

‎‎Wajah Raga semakin mengeras, tatapannya tajam menusuk ibunya, napasnya terdengar memburu karena menahan amarah.

‎‎"Cukup, Ma! Aku tidak mau dengar kata-kata itu lagi!" bentak Raga, suaranya bergema keras di ruang makan itu. "Risa bukan barang yang bisa dibuang atau diganti sesuka hati! Dia istriku, wanita yang aku nikahi dan aku janjikan akan kujaga seumur hidupku. Aku tidak akan pernah menggantikannya dengan siapa pun, hanya karena alasan konyol seperti itu! Penerus keluarga bukan hanya soal darah dan keturunan, Ma! Yang paling penting adalah kesetiaan dan kasih sayang, dan itu semua sudah aku dapatkan penuh dari Risa!"

‎‎Ia menjeda ucapannya, lalu menatap ibunya dengan tatapan dingin.

‎‎"Kalau Mama masih terus menghina dan menyakiti Risa, maaf… mulai sekarang kami akan jarang sekali datang kesini. Aku tidak akan membiarkan istriku dipermalukan di rumah orang tuaku sendiri."

‎‎Mama Rima terbelalak kaget, tidak menyangka anak kesayangannya itu berani menentangnya sekeras itu. Ia hendak membantah lagi, tapi melihat wajah Raga yang sungguh-sungguh marah, mulutnya terkatup rapat, hanya bisa mendengus kesal sambil memutar bola matanya dengan sinis.

‎Raga kembali menoleh, menatap Risa dengan tatapan lembut yang hangat.

‎‎"Maaf ya, Sayang… Kamu baik-baik saja kan?" bisik Raga pelan, hanya terdengar oleh Risa.

‎‎Risa mengangguk cepat, sambil menyeka air matanya dengan senyum bahagia.

‎‎"Aku baik-baik saja, Mas. Terimakasih… terimakasih sudah selalu membelaku,” jawab Risa dengan suara bergetar karena haru.

"‎‎Selama aku ada, tidak ada seorang pun yang boleh menyakiti kamu, bahkan ibuku sendiri sekalipun,” balas Raga lembut, lalu mengecup kening istrinya itu di hadapan orang tuanya.

‎‎Pemandangan itu membuat Mama Rima terdiam seribu bahasa, wajahnya memerah karena malu dan kalah, lalu ia mendengus kesal dan kembali makan dengan diam.

‎‎-

-

‎‎Dalam perjalanan pulang di dalam mobil, Raga kembali menggenggam tangan Risa, sesekali mengusapnya dengan lembut.

‎‎"Maafkan Mama ya, Sayang. Dia memang begitu, kadang mulutnya tajam tanpa berpikir panjang. Tapi kamu jangan ambil hati, ya. Bagiku, kamu tetap istri terbaik di dunia," ucap Raga lembut, sambil menatap jalanan di depannya.

‎‎Risa tersenyum bahagia, menyandarkan kepalanya di bahu bidang suaminya.

‎‎"Tidak apa-apa, Mas. Aku sudah terbiasa. Yang penting kamu ada disini, percaya padaku, dan juga mencintaiku. Itu sudah cukup bagiku. Selama kita saling mencintai, masalah apapun pasti bisa kita lewati bersama," jawab Risa dengan suara penuh ketulusan.

‎‎Sesampainya di halaman rumah, Raga mematikan mesin mobil. Suasana hening sejenak, sampai suara notifikasi pesan masuk terdengar jelas dari arah saku jaketnya.

‎‎Raga mengeluarkan ponselnya, wajahnya seketika berubah kaku saat melihat siapa yang mengirimkan pesan. Dia memalingkan wajah dan tubuhnya sedikit ke samping, seolah sengaja menghalangi pandangan Risa. Jarinya bergerak cepat di layar, rahangnya mengeras, dan sorot matanya berubah gelisah.

‎‎Risa yang melihat itu hanya diam, merasa ada yang tidak beres namun tidak berani bertanya. Belum sempat ia membuka mulut, Raga sudah kembali menoleh.

‎‎"Sayang… maaf banget ya," ucap Raga sambil mengusap pelan punggung tangan Risa, "Tadi ada pesan dari kantor. Ada laporan penting yang ada kesalahan data, harus segera diperbaiki dan dikirim malam ini juga. Kalau tidak, besok proyek besar kita bisa gagal. Aku harus kembali ke kantor sekarang."

‎‎Hati Risa seketika memberat. "Sekarang, Mas? Kan sudah larut malam, kita baru saja sampai…"

‎‎"Aku juga tidak mau, Sayang. Tapi ini darurat, berat sekali konsekuensinya kalau diabaikan," potong Raga cepat, "Kamu masuk duluan ya, istirahatlah. Aku usahakan cepat selesai dan segera pulang buat nemenin kamu."

‎‎Risa menatap wajah suaminya, ia tidak mau menjadi istri yang egois, yang menghalangi pekerjaan suami demi kepentingan pribadi. Dengan berat hati Risa akhirnya mengangguk pelan, menelan rasa kecewa yang mengganjal di dada.

‎‎"Baiklah, Mas. Hati-hati di jalan ya. Jangan memaksakan diri," ucap Risa lembut, lalu perlahan membuka pintu mobil dan turun ke halaman.

‎‎Ia berdiri disana, menatap mobil itu berputar balik, lalu melaju cepat keluar dari pagar rumahnya hingga akhirnya menghilang di tikungan jalan yang gelap. Baru saja ia hendak berbalik menuju pintu rumah, suara notifikasi pesan masuk kembali terdengar, kali ini dari ponsel yang ada di tangannya.

‎‎Risa mengerutkan kening, lalu membuka pesan itu. Tidak ada nama pengirim, nomornya pun tidak dikenal. Isi pesan itu membuat darah di tubuhnya seketika berhenti mengalir, bulu kuduknya meremang, dan jantungnya berdegup kencang tidak karuan.

‎‎[ Ikuti mobil suamimu sekarang, dan kamu akan tahu rahasia besar yang selama ini dia sembunyikan rapat-rapat di belakangmu.]

-

-

-

Bersambung...

1
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
eeeeeeeaaaaaaa ee ee eaaaaaa eeeeeaaaaa 🤣🤣🤣🤣
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
gak say biar icik bos yang langsung turun tangan 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!