NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertubi-tubi

Tiyas menghela nafas panjang.

"Sabar, yas. Semua ini sudah berlalu. Untungnya bapakmu sudah mengambil keputusan yang benar. Kalau tidak, kamu pasti sudah kemakan omongan si mokondo itu." Ujar Indri sambil mengusap lengan Tiyas.

Zain dapat melihat kepergian Ridho yang nampak penuh emosi. Terlintas tanya dalam hatinya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun ia tetap bersikap tenang.

Setelah ibu-ibu selesai mencuci piring, mereka berpamitan pulang. Tiyas mengucapkan Terima kasih dan membawakan sisa kue yang masih ada untuk mereka. Ibu Indri dan Indri masih menemani Tiyas. Ummi pun mengajak Tiyas untuk ngobrol.

"Nak Tiyas, saya selaku orang tuanya Zain mau meminta maaf atas kesalahan Zain. Kami yakin Zain tidak sengaja melakukannya. Dan kami tahu Zain sangat menyesal dengan kejadian ini. Zain akan bertanggung jawab terhadap hidup nak Tiyas. Dia akan membiayai nak Tiyas sampai nak Tiyas menikah nanti."

"Saya menyadari ini juga kelalaian kami, bu. Tapi seandainya anak ibu berhati-hati, mungkin hal tersebut tidak terjadi."

Ummi tidak tahu harus menjawab apa. Ia takut semakin melukai hati Tiyas.

"Tiyas, ini sudah jalan takdir dari Allah. Ikhlaskan semuanya. Bapakmu sudah tenang di sana. Bibi juga yakin mas nya itu sudah berhati-hati. Namun kalau sudah takdir, apa pun bisa terjadi." Sahut Ibu Indri.

Ummi bersyukur ada orang yang mau membantunya.

"Tapi Tiyas sendirian, bi. Tiyas nggak punya siapa-siapa. " Ujar Tiyas dengan suara yang bergetar karena menahan tangis.

Lagi-lagi ummi tidak tahan melihatnya.

"Nak, kalau kamu mau ikut saja dengan saya. Saya akan menganggapmu anak sendiri."

Ucapan tersebut sontak keluar dari mulut ummi dengan tulus.

Tiyas mematung.

Lalu mana mungkin Tiyas langsung mengiyakan ajakan orang yang baru dikenalnya.

Terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah Tiyas. Empat laki-laki yang berada di bawah tenda langsung menoleh ke arah mobil yang datang.

"Kusno." Ujar Ayah Indri.

Ternyata yang datang adalah paman Tiyas bersama istrinya.

"Kusno, akhirnya kamu datang. Ke mana saja kamu selma ini? Kakakmu sudah 7 hari yang lalu meninggal." Tegur Ayah Indri.

Paman Tiyas sempat berjabat tangan dengan tiga orang yang lain.

"Aku sibuk, Pur. Mana Tiyas? "

"Di dalam."

Paman Tiyas dan istrinya melangkah ke dalam.

Melihat kedatangan pamannya, Tiyas sangat senang. Ia langsung mencium punggung tangan paman dan bibi'nya.

"Kenapa paman baru datang?"

Lagi-lagi air mata Tiyas tidak dapat dibendung. Ia seakan ingin mengadu kepada pamannya. Kusno tidak berkutik saat Tiyas memeluknya. Ia bahkan tidak mengulurkan tangannya untuk membalas pelukan itu. Bibinya pun tidak bersuara. Ia hanya memperhatikan keduanya.

Ummi, Indri dan Ibunya keluar untuk memberi ruang kepada mereka.

"Sudah, Tiyas. Jangan menangis. Ini sudah takdir. Kamu sudah dewasa, jadi kamu harus tahu yang sebenarnya. " Ujar Pamannya seraya melepas pelukan Tiyas.

Tiyas berusaha menghapus air matanya dan menahannya agar tidak keluar lagi.

"Psman dan bibi pasti belum makan. Makan dulu ya."

"Tidak perlu, kami sudah makan. Duduklah, dan dengarkan paman mau bicara. "

Tiyas pun mematuhi perintah pamannya.

"Tiyas, karena bapakmu sudah meninggal jadi kamu harus tahu kebenarannya. Sebenarnya paan dan bapakmu bukan saudara kandung."

Tiyas terkejut mendengarnya. Namun ia masih ingin mendengarkan ucapan paman selanjutnya.

"Bapak dan ibuku dulu belum bisa punya anak. Jadi mereka mengambil bapakmu di panti asuhan sebagai anak adopsi. Setelah mengadopsi bapakmu, dua tahun kemudian ibuku mengandung, dan lahirlah aku sebagai anak satu-satunya."

"Apa.... kenapa Bapak tidak pernah cerita? Aa bapak tidak tahu mengenai kebenaran ini?"

"Bapakmu tahu segalanya. Mungkin dia takut."

"Maksud paman?"

"Rumah dan tanah ini adalah peninggalan orang tuaku. Hanya ini yang mereka punya. Sebagai anak angkat bapakmu tidak punya hak atas warisan. Akulah yang berhak."

Duarr...

Kepala Tiyas seakan mau pecah. Ucapan sang paman seakan memberi tanda buruk baginya. Ia bingung dengan semua ini.

"Kamu mengerti maksudku, kan?"

Sontak Tiyas menggelengkan kepalanya.

"Ck... rumah dan tanah ini milikku. Surat-suratnya juga ada padaku. Jadi selama ini kalian hanya numpang."

"Tidak... tidak mungkin... "

Suara Tiyas cukup keras sehingga orang-orang yang berada di luar mendekat ke pintu, namun tidak masuk ke dalam.

Paman pun menunjukkan surat tanah dan bangunan tersebut kepada Tiyas. Tiyas pun membacanya. Memang selama ini bapaknya tidak pernah membahas soal surat-surat tersebut.

Tiba-tiba Tiyas tersungkur di lantai. Ia masih belum percaya dengan semua ini. Cobaan datang bertubi-tubi dalam hidupnya. Ia tidak menyangka kedatangan pamannya bukan untuk berbela sungkawa, malah membahas warisan dan merampas segalanya.

"Tiyas, setelah 40 hari bapakmu, kamu bisa meninggalkan rumah ini. Karena rumah ini akan kami jual. Atau kalau kamu sanggup membelinya silahkan."

Tiyas tidak lagi angkat bicara. Hatinya sudah hancur.

Paman dan bibi'nya pun pamit pulang. Tiyas tidak menjawabnya.

"Kusno, apa yang terjadi?" Tegur Ayah Indri.

"Jangan ikut campur!"

Paman dan bibi pun langsung naik ke dalam mobil.

Sedangkan Tiyas langsung menangis histeris.

"Bapak.... bapak.... kenapa bapak nggak bawa Tiyas saja! Bapak... Tiyas nggak ingin hidup lagi. "

Indri dan ibunya langsung menghampiri Tiyas dan menahannya.

"Tiyas Tiyas... ada apa?".

Tiyas menangis meraung di lantai.

Ummi mengambilkan minum untuknya.

"Istigfar, nak. Ayo diminum dulu."

Tiyas menggelengkan kepalanya.

"Ya Allah... kenapa harus aku?" Lirihnya.

Ummi melirik ke arah abi. Mereka saling pandang.

"Minum dulu, nak. Tidak ada masalah tanpa jalan keluar. Siapa tahu kami bisa membantumu." Ujar ummi sambil mengusap air mata Tiyas.

Entah mengapa sentuhan tangan ummi membuat Tiyas sedikit lebih tenang.

Akhirnya Tiyas bisa menghentikan tangisnya. Lalu ia bercerita soal pamannya.

Mendengar cerita Tiyas, mereka cukup terkejut. Terlebih keluarga Indri. Dulu memang kakek dan nenek Tiyas adalah orang baru di kampung itu. Jadi mereka tidak tahu cerita yang sebenarnya.

"Kurang ajar si Kusno. Datang bukannya ikut berbela sungkawa tapi malah bikin suasana semakin terpuruk. Nggak kasihan apa sama Tiyas. " Sahut Ayah Indri.

"Iya, nggak punya rasa kemanusiaan." Sahut Ibu Indri.

"Yas, jadi setelah 40 hari bapakmu kamu harus meninggalkan rumah ini?"

Tiyas mengangguk.

"Ya Allah.... lalu kamu akan ke mana, yas? "

Tiyas menggelengkan kepala karena ia sendiri bingung.

Zain masih belum angkat bicara. Ia masih meyakinkan hatinya.

"Nak, tawaran Ibu masih berlaku. Ikutlah bersama kami. Saya akan mengadopsimu." Ujar ummi.

Tentu saja Tiyas langsung menolak. Apa lagi ia teringat kepada nasib bapaknya sebagai anak adopsi.

"Baik, kalau kamu tidak mau ikut dengan kami sebagai anak adopsi. Ikutlah sebagai anak menantu." Sahut abi.

Semua orang cukup terkejut dengan ucapan abi.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sri Supriatin
Eeh tanggung thot🤭🤭😄😄
Faidah Ida
akhirnya unboxing jg..... 😄😄😄
Karsa Sanjaya
kapan nih kisah zean
Novita Sari
mas zain unboxing... update double thor...
Valen Angelina
akhirnya bersambung... bsoknya uda selesai 😂😂😂
Yusmala Nursari
semakin panas nih
Yusmala Nursari
Bagus ceritanya
Sri Supriatin
Lanjuuut thor 👍👍👍
secret
cerita authorr yang selaluu ringann tp baguusssss, toppp
Faidah Ida
Dag Dig Dug ser..... 😄

maju Zain pantang mundur.. hehehehe
secret
duuhh duhh kewajiban apaa tuchh🤭😂
dewi rofiqoh
Kewajiban yang mana mas zain?
Sri Supriatin
Eeh di gantung jadi nunggu besok dong thor🤭🤭🤣🤣
Novita Sari
otw unboxing..
Teh Euis Tea
eeehhh zain udah kasih kode tuh yas, ayo gasken berpahala loh yas 🤭🤭🤭🤭🤭
Valen Angelina
wkwkwkw ada yg gak tahan lagi 🤭🤭🤭🤭
betriz mom
menunggu keseruan para sepupu berkumpul beserta opa haris dan oma Raisya🤗😍🙏
secret
otewe yaa bang Zain nafkah satunyaaa😂
dewi rofiqoh
Baru nafkah lahir ya, nafkah batinnya on the way🤭🤭🤭
Bunda RH: nafkah batin lebih banyak dr nafkah lahir 🤭
total 1 replies
Novita Sari
mas zain dah gak sabar mau unboxing....lanjut thor...
Bunda RH: iya tapi masih malu-malu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!