NovelToon NovelToon
My Husband The Mafia

My Husband The Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nabilah Tisyana

Takdir adalah kuasa Tuhan yang kerap membawa manusia menyusuri jalan berliku. Bagi Ruby Anastasya, rumah yang seharusnya menjadi tempat terhangat untuk pulang justru terasa begitu sesak dan menyiksa. Ironi menyelimuti hidupnya ketika orang tua yang mestinya menjadi pelindung utama, tega mengorbankan masa depannya demi tumpukan uang—melemparnya tanpa belas kasihan ke dalam neraka dunia. Di tengah luka dan impian yang dihancurkan, sanggupkah Ruby bertahan dan menemukan secercah kebahagiaan yang layak ia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabilah Tisyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.

‎Tubuh kecil Ruby yang kuyup dan menggigil tak mampu bertahan lagi. Serangan air es di malam itu, berpadu dengan luka lebam dan fisik yang belum pulih, membuat daya tahan tubuhnya ambruk total. Malam itu juga, Ruby dilarikan ke rumah sakit privat dan harus menjalani perawatan intensif akibat mengalami hipotermia berat serta infeksi paru-paru.

‎Satu minggu berlalu, namun mata gadis itu masih enggan terbuka. Ruby terbaring kaku di atas ranjang rumah sakit dengan berbagai selang menempel di tubuhnya, tenggelam dalam koma yang tak pasti.

‎Sementara itu, di ruang kerja mansionnya, Kavano melempar gelas kristal ke dinding hingga hancur berkeping-keping. Pria itu frustrasi setengah mati.

‎Bagi Kavano, fakta bahwa Ruby menolak melayaninya, bahkan lebih memilih pingsan dan kritis daripada menyentuhnya adalah sebuah tamparan keras bagi harga dirinya. Pria ternama yang selalu dipuja banyak wanita itu merasa dipermalukan oleh seorang gadis jaminan lima puluh miliar.

‎"Brengsek!" geram Kavano, mencengkeram rambutnya sendiri sambil menatap kosong ke sudut ruangan.

‎Ia tidak mencemaskan keselamatan Ruby karena rasa cinta, melainkan karena keangkuhannya yang terancam. Mainan barunya belum sepenuhnya tunduk, dan fakta bahwa gadis itu berani menolaknya hingga jatuh kritis benar-benar membakar emosi Kavano sampai ke puncak tertinggi.

‎....

‎Di lain tempat, jauh dari riuk pikuk tengah kota, suasana dingin mencekam menyelimuti sebuah bangunan tua terbengkalai yang tak pernah dijamah orang. Dari luar, tempat itu tak lebih dari sekadar reruntuhan sepi, namun di dalamnya... jeritan kesakitan dan bau amis darah menggema pekat menembus dinding-dinding beton yang berlumut.

‎Seorang pria berdiri tegap di tengah remang-remang lampu gantung. Setelan jas mewahnya bersih tanpa setitik pun noda, berkontras tajam dengan pria paruh baya yang kini tersungkur bersimbah darah di hadapannya.

‎Tatapan mata pria itu amat dingin, hampa, tanpa sedikit pun keraguan.

‎"T-tolong... ampun..." ratap pria yang tergeletak di lantai, merangkak memohon belas kasihan.

‎Pria tegap itu tidak menjawab. Ia hanya menyalakan pemantik api, menyesap rokoknya perlahan, lalu menghembuskan asapnya ke udara. Di dunia bawah tanah, namanya adalah sebuah kegelapan yang dihindari semua orang. Ia kejam, tak tersentuh, dan sangat mematikan. Begitu banyak musuh yang berniat menghancurkannya, bahkan tak sedikit keluarga terdekatnya yang telah menjadi korban aksi balas dendam berdarah dari para rival bisnis gelapnya.

‎Namun, di balik kekejamannya yang tak bertepi, pria ini punya prinsip mematikan. ia tidak pernah menyentuh orang yang tidak bersalah. Bagi dirinya, bisnis gelap ini bukanlah sekadar kejahatan, melainkan tempat di mana ia mengeksekusi dan memberi hukuman setimpal bagi orang-orang serakah, licik, dan kotor yang tak tersentuh oleh hukum formal.

‎"Kau mencuri uang Panti asuhan dan mengorbankan ratusan nyawa demi menambah menumpuk harta," bisik pria itu dengan suara berat yang mengintimidasi.

"Hukumanmu sudah jatuh hari ini."

‎*DOR!*

‎Satu tembakan membungkam ruangan itu seketika. Pria itu menyapu pandangan dingin ke arah para anak buahnya yang menunduk patuh penuh rasa takut.

‎Siapa sangka, pria yang bagai iblis di bangunan kosong ini adalah sosok yang sama yang selalu menghiasi sampul majalah bisnis internasional. Di luar sana, di bawah kilatan kamera, ia dikenal sebagai pengusaha paling berpengaruh dan populer seorang taipan muda berparas tampan yang menguasai jaringan properti serta konglomerasi terbesar di dunia. Keangkuhan dan aura dinginnya justru membuat seluruh kota tunduk dan mengaguminya, tanpa pernah tahu sisi kegelapan membara yang tersembunyi di balik senyum tipisnya.

‎Asap tipis mengepul dari rokok yang terselip di antara jemarinya. Pria itu bersandar santai di kursi kulit mahoni di balik meja kerjanya yang megah. Ruangan berdesain interior mewah itu hening, hanya didominasi suara denting jarum jam dan sapuan angin malam dari luar jendela kaca besar yang menampilkan panorama lampu-lampu kota.

‎Sang pengawal setia melangkah mendekat dengan gestur tubuh yang penuh rasa hormat. Tanpa mengucapkan separtikel kata pun yang tak perlu, ia meletakkan sebuah map dokumen tebal berwarna hitam di atas meja, tepat di samping cangkir kopi bosnya.

‎"Informasi target berikutnya, Tuan," ujar pengawal itu dengan suara bernada rendah dan tegas. "Orang yang harus Anda beri hukuman."

‎Pria itu menegakkan posisi duduknya. Tangan tegapnya terulur membungkus map tersebut, lalu membukanya perlahan. Sorot mata elangnya menyusuri lembar demi lembar berkas, membaca setiap baris kalimat dan deretan angka yang tertera di sana.

‎Seketika, matanya tertuju pada sebuah foto pria paruh baya berpenampilan rapi dengan senyum formal yang menempel di sudut bibirnya. Pria yang sangat ia kenali seorang tokoh terpandang dan cukup populer di kalangan elite pengusaha kota.

‎Alis tebalnya bertaut. Ada kilat dingin yang perlahan berkilat di balik iris matanya yang tajam. Pria itu menyandarkan kembali punggungnya, tidak menyangka bahwa sosok kenalan yang selama ini menampilkan citra sebagai orang terpandang dan baik hati ternyata menyimpan kebusukan yang amat pekat.

‎Di dalam dokumen itu tercatat rapi bagaimana pria paruh baya tersebut diam-diam melakukan manipulasi keuangan, menilap uang perusahaan, hingga nekat memutar uang Dolar dalam transaksi kotor. Lebih menjijikkannya lagi, demi melunasi tumpukan utangnya dan memanjakan sang anak tercinta, ia tega menukarkan seorang wanita baik-baik demi dijadikan jaminan dan budak nafsu bagi pria kaya berdarah dingin.

‎"Ternyata di balik senyum ramahnya... dia cuma seekor bangkai," bisik pria itu dengan suara amat dalam dan mencekam. Jarinya mengetuk-ngetuk permukaan meja marmer, menandai awal dari kehancuran target barunya.

‎Pria itu menutup map hitam di tangannya dengan gerakan lambat namun penuh penekanan. Bisnis kotor ini bukanlah hal baru yang ia pilih sendiri, melainkan warisan berdarah dari keluarganya yang sudah diturunkan kepadanya sejak ia masih remaja.

‎Sejak usia muda, ia sudah dididik untuk berhadapan dengan bahaya, bertahan hidup di antara pengkhianatan, dan memimpin imperium tersembunyi yang ditenun oleh para leluhurnya. Warisan nama besar nenek moyangnya begitu kuat dan legendaris sebuah dinasti yang namanya saja sudah cukup membuat para petinggi dunia bawah tanah bergidik ketakutan karena reputasi kekejaman yang tak terbayangkan.

‎Meski nyawa keluarganya kerap menjadi taruhan dalam setiap pergerakan, ia selalu berhasil menjalankan setiap tugas dengan perhitungan yang teramat presisi dan tanpa cela. Ia melangkah di garis batas antara hidup dan mati dengan kecerdasan yang mematikan.

‎Di mata dunia luar, eksekusi-eksekusi berdarah yang dilakukannya sering kali disalahartikan sebagai bentuk persaingan bisnis yang haus kekuasaan atau sekadar permainan kejam seorang penguasa gila. Namun, tak seorang pun benar-benar paham. Bagi pria itu, eksekusi dan tindakan tegasnya bukan demi keuntungan pribadi, apalagi pelampiasan rasa haus darah.

‎Semua itu adalah bentuk eksekusi keadilan tersembunyi demi menjaga keseimbangan dan membantu para koleganya yang terdesak oleh kelicikan orang-orang rakus. Di balik kekejaman yang menakutkan itu, ia berdiri sebagai benteng terakhir yang mengeksekusi mereka yang merasa dirinya berada di atas hukum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!