Di depan layar dia adalah milik semua orang, tapi di belakang layar, dia hanya milikku. Kamila.
Seharusnya 3 tahun lalu, Kamila tidak mengambil keputusan ini. Menemui seorang aktor terkenal, memohon agar dia memberinya pekerjaan. Salahnya dia memilih untuk menyetujui perjanjian pada malam itu. Hingga akhirnya dia terjebak dengan Razka Aditama Fernandez, seorang aktor terkenal yang semua orang tahu.
Hanya menjadi seorang simpanan, apa yang bisa dia harapkan? Cinta? Hubungan serius? Apa itu mungkin dalam kehidupannya ini?
"Hubungan ini hanya sebatas saling menguntungkan antara aku dan kamu"
Kalimat itu menjadi pembatas atas perasaannya, seharusnya memang seperti itu. Tapi nyatanya, Kamila telah melewati batas dirinya sendiri. Hidup bersama selama 3 tahun, membuatnya perlahan melihat sisi lain dari Razka.
Tapi, apa mungkin Razka mempunyai perasaan yang sama atau dia tetap menganggapnya sebagai seorang simpanan saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berita Berkencan
Berpelukan di atas tempat tidur dengan tubuh yang sama-sama polos, hanya tertutup selimut tebal. Ya, mereka baru saja melakukan kegiatan malam.
"Aku ingin punya anak, pasti lucu sekali kalau di rumah ini ada anak kecil" ucap Kamila tiba-tiba.
Razka sedikit tertegun dengan ucapan Kamila, bahkan selama 3 tahun bersama, mereka tidak pernah membahas soal anak. Karena nyatanya mereka tidak pernah menikah, hanya jadi pasangan saling menguntungkan. Dan sekarang mereka bersama dengan cinta, namun masih belum sejauh itu.
"Kenapa tiba-tiba membahas seorang anak?"
Kamila menggeleng pelan, dia sendiri bingung kenapa dirinya berpikir untuk mempunyai anak di saat hubungan mereka saja tidak pernah jelas. Perasaan cinta memang sudah saling terucap, tapi tentang kejelasan hubungan masih di ambang keraguan.
"Tidak, hanya tidak sengaja membayangkan saja ada seorang anak di antara kita. Pasti seru"
"Mempunyai anak tidak semudah yang di bayangkan, sebaiknya kita nikmati saja dulu waktu berdua. Karena aku belum siap untuk itu"
Kamila mengangguk tanpa mengatakan apapun lagi. Hanya berharap semuanya tetap berjalan baik-baik saja. Hubungan ini entah akan berakhir seperti apa, namun untuk sekarang hanya menjalani apa yang sedang terjadi, tentang bagaimana ke depannya, mereka tidak akan memikirkannya dulu.
"Tidurlah, jangan banyak berpikir. Bukannya besok harus bekerja"
"Hmm, kamu benar" ucap Kamila yang semakin erat memeluk Razka. Setidaknya malam ini keduanya hanya saling memberikan pelukan hangat yang nyaman. "Hari ini sudah terlewati, untuk besok semoga lebih baik"
Mereka tidur dengan berpelukan, menikmati suasana malam yang hening di balik selimut. Saling memberikan kenyamanan satu sama lain. Membiarkan malam terlewati dan besok langsung beraktivitas kembali.
*
"Mil, tolong laporan keuangan yang aku berikan untuk proyek di kota X sudah kamu periksa 'kan?" tanya Novi.
"Sudah, sebentar aku kirim ya"
"Oke, terima kasih. Soalnya mau langsung di serahkan ke Bos"
"Iya, sebentar"
Pekerjaan Kamila berjalan baik, di kelilingi orang-orang baik juga. Ternyata dia memilih lepas dari seorang penata rias, dan menggunakan sertifikat kelulusan untuk bekerja, bukan sesuatu hal yang buruk. Meski harus meninggalkan pekerjaan yang sudah lebih dari 3 tahun dia naungi, tapi memilih untuk melangkah ke sesuatu berbeda, adalah hal yang memberikan banyak pengalaman.
Saat jam istirahat, tiba-tiba Randy datang ke meja kerjanya. Duduk di kursi depan meja kerja Kamila. "Mil, ada yang ingin aku tanyakan padamu. Tapi, kamu harus menjawab jujur dan tidak marah padaku"
Kamila langsung menatap Randy dengan lekat, cukup bingung dengan apa yang akan pria itu katakan padanya. "Ada apa? Kenapa aku harus marah, memangnya apa yang ingin kamu tanyakan?"
Randy membuka ponselnya, menunjukan satu foto pada Kamila. "Aku tidak sengaja melihat ini, apa kamu bisa menjelaskan?"
Kamila terdiam, menatap Randy dengan terkejut. Dalam foto itu ada Kamila yang sedang masuk ke dalam mobil Razka, dengan pria itu yang membukakan pintu mobil untuknya. Di sini yang jelas terlihat adalah wajah Razka, bukan wajah Kamila. Tapi, Randy bisa tahu jika itu Kamila. Dia mengenal postur tubuh dan pakaian kerja yang di pakai oleh Kamila.
"Randy, kamu mendapatkan foto ini darimana?"
"Sudah tersebar di internet pagi ini. Bahkan aku saja terkejut, tapi kamu tenang saja, wajah kamu sama sekali tidak terlihat jelas. Tidak ada yang tahu, tapi aku jelas tahu dari pakaian dan postur tubuh kamu. Itu beneran kamu 'kan, Mil?"
Kamila terdiam, dia mengambil ponselnya dan membuka sosial media yang sudah cukup lama tidak dia buka. Berita yang di sebutkan oleh Randy barusan, langsung muncul di beranda.
"Aktor ternama Razka Aditama, di ketahui sedang pergi menjemput seorang wanita. Di duga mereka memang sedang berkencan"
Kamila melihat kometar, semuanya menyudutkan sang aktor dan juga wanita yang ada di foto. Ada juga yang mendukung dan mendoakan, semuanya seperti terbelah menjadi dua kubu.
Seharusnya kalau sudah punya pacar, jangan mau di anggap cinlok dengan lawan mainnya.
Padahal chemistry sudah dapat banget sama Victoria. Ah, kenapa mengecewakan.
Sebenarnya itu urusan pribadinya mau berkencan dengan siapa pun. Kita sebagai penggemar hanya harus mendukungnya.
Semua komentar benar-benar menjadi dua kubu, ada yang mendukung dan memaklumi, ada juga yang menyudutkan karena merasa kecewa dengan angan mereka sendiri.
"Kapan berita ini muncul?"
"Tadi pagi, makanya aku langsung bertanya padamu. Jadi, itu benar kamu?"
Kamila terdiam, ingin menyangkal tapi Randy jelas tahu itu adalah dirinya. Kamila tidak bisa berbohong apapun lagi. "Ya, itu memang aku Ran. Tapi tolong jangan beritahu siapa pun ya. Jangan bilang siapa-siapa kalau di foto itu adalah aku"
"Iya, aku tahu. Makanya aku bertanya padamu dulu, ingin memastikan jika dugaanku tidak salah"
Kamila menghela napas panjang, situasi saat ini mungkin sangat tidak stabil. Apalagi Razka sedang syuting film terbaru, dan sebentar lagi akan gala premiere. Ini akan menghambat semuanya, apalagi sebuah scandal seperti ini.
"Mil, aku tidak akan bertanya lagi jika memang kamu tidak ingin menjelaskan apapun tentang ini. Aku akan diam, menunggu sampai kamu siap bercerita. Kalau pun kamu tidak siap, aku tidak akan memaksa"
Kamila menggigit bibir bawahnya, bahkan sekarang pikirannya hanya di penuhi dengan rasa takut dan cemas. Berpikir bagaimana kalau sampai identitas dirinya ketahuan, tentang foto wanita itu diketahui semua orang. Maka semuanya akan hancur.
Seorang penata rias yang tidak jelas asal usulnya, menjadi simpanan seorang aktor, pasti akan menjadi berita besar. Reputasi Razka juga akan dipertaruhkan.
"Terima kasih Ran, kamu sudah memahami. Tapi, untuk saat ini tolong jangan bilang siapa pun. Aku pasti cerita kok, tapi tidak sekarang dulu"
"Iya Mil, aku paham"
*
Kamila pergi ke Kantin Perusahaan, mendengar orang-orang yang berbisik dengan berita Razka yang sedang tersebar saat ini.
"Gak nyangka sih kalau sebenarnya Razka Aditama sudah punya pacar. Padahal cocok banget sama Victoria"
"Tapi, aku gak yakin itu pacarnya dia. Bisa aja 'kan cuma simpanan? Biasanya para aktor suka gitu, punya wanita simpanan untuk main-main saja"
"Benar juga, sepertinya memang begitu"
Kamila memejamkan matanya, berusaha untuk menghilangkan rasa cemas dan takut dari apa yang terjadi. Kamila berusaha untuk terlihat biasa saja, padahal jantungnya benar-benar berdebar kencang sekali.
Bagaimana keadaan dia sekarang? Apa semuanya baik-baik saja? Berita ini akan mempengaruhi semuanya.
Bersambung