Aturan Nomor 1: Jangan pernah jatuh cinta dengan dosen sendiri.
Aturan yang dibuat Kila sendiri, dan kemudian dia langgar di detik berikutnya.
Kehidupan kampus Kila yang tadinya membosankan, berubah total setelah dosen baru itu masuk.
Tiba-tiba penuh dengan hal-hal mendebarkan. Bimbingan yang bikin jantung mau copot, jemputan mobil hitam di gerbang kampus, sampai makan malam canggung di mana dia dipanggil "calon mantu".
Dosen baru itu adalah Pak Rhaegar. Dosen dingin kayak kulkas, dan... orang yang paling Kila hindari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ziziyuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Di dalam mimpinya, Kila sedang boncengan lagi. Siang yang panas, tangannya memeluk erat. Nyaman.
Tapi kok kemeja yang ia peluk rapi banget? Wanginya bukan parfum sahabatnya.
Kila mengintip dari belakang helm. Yang membawa motor bukan sahabatnya. Yang membawa motor memakai kacamata. Dan saat ia menoleh, senyum gingsul itu terlihat.
Pak Rhaegar.
Kila langsung terbangun. Duduk di atas kasur, napasnya ngos-ngosan.
"GILA! Kenapa jadi dia! Ya Tuhan, kenapa jadi Pak Rhaegar yang aku peluk!" Ia menutup muka dengan bantal. Mukanya merah padam.
Belum sempat hilang rasa malunya, HP Kila berbunyi nyaring.
"Halooo, ada apa nelpon? Ganggu orang tidur aja," kata Kila masih berusaha mengatur napas.
"Bangun dong cantik, udah sore gini masih aja tidur," kata suara yang sudah sangat ia hafal di seberang sana.
Kila melirik jam di ponselnya. Ternyata ia sudah tertidur selama 3 jam.
"OMG!!! udah sore ternyata," kata Kila terkejut.
"Makanya kalau tidur tuh ingat bangun, kalau nggak bangun-bangun kan repot, hahaha," goda Elvano mengejek.
"Kalau nggak bangun-bangun meninggal dong," jawab Kila manyun.
"Oiyya jadi lupa kan tadi mau bilang apa, kamu nggak sibuk kan?" Elvano tiba-tiba jadi serius.
"Nggak sih, emang kenapa?" tanya Kila sedikit penasaran.
"Temenin aku main futsal yuk, nanti malam."
"Hmmmm boleh, jam berapa?" jawab Kila mengiyakan ajakannya tanpa pikir panjang.
"Mulainya jam setengah 8 sih, tapi kalau kamu beneran mau ikut aku jemput kamu jam 7. Tapi ini serius? Biasanya kalau aku ajakin nggak pernah mau, tumben-tumbenan," kata Elvano tidak percaya.
"Yahh itung-itung salam perpisahan, hehehe," jawab Kila.
"Maksudnya? Jangan bercanda dong, memangnya kamu mau kemana, kamu mau ninggalin aku? Ihhh jahat banget," kata Elvano dengan nada sedih dan khawatir yang dibuat-buat tapi terdengar tulus.
"Hehehe, kan mulai besok libur, jadi rencananya tuh aku mau pulang ke rumah orang tua aku," jelas Kila.
"Astagaaaa, aku pikir kamu mau kemana, kirain kamu udah mau nikah terus ikut suami ke mana gitu, dan ninggalin aku dengan kejombloanku yang mendarah daging," balas Elvano lega.
"Hahaha, suami dari hongkong? Ya udah kabarin aja kalau udah otw ke rumah."
"Siap tuan putri, yeayyy asyik nihh, nanti aku main ada yang nonton. Ya udah sampai ketemu nanti cantik," kata Elvano bersemangat sekaligus mengakhiri panggilan telepon.
***
Terdengar suara motor berhenti di depan rumah Kila. Terlihat seorang laki-laki di atas motornya, senyumnya merekah lebar melihat Kila keluar dari pagar.
"Udah siap?" kata Elvano.
"Udah dong," kata Kila sambil menutup pagar rumah dan naik ke motor Elvano.
Setelah sampai di lapangan futsal, Elvano pun bersiap-siap untuk bermain. Selama permainan berlangsung, Kila duduk di pinggir lapangan menyaksikannya dengan antusias. Beberapa kali Elvano melambaikan tangan dan melempar senyum ke arah Kila, membuat teman-teman satu timnya meledeknya habis-habisan.
Seperti biasa, Elvano bersikap seperti seorang pacar alih-alih menjadi sahabat. Kila yang mendapat perlakuan seperti itu, hanya bisa tersenyum malu. Bohong kalau ia tidak merasa bahagia dan membuat hatinya berbunga-bunga, tapi lagi-lagi ia sadar bahwa itu hanya bagian dari sikap manis Elvano kepada sahabatnya, tak lebih dari itu.
Permainan pun selesai dan tim Elvano menang dengan skor telak, 6-1. Elvano menghampiri Kila di pinggir lapangan diikuti teman satu timnya yang masih ngos-ngosan.
"Kamu nggak bosan kan? Sorry lama," kata Elvano dengan ekspresi bersalah.
"Nggak, seru kok, lagian ini kali pertama aku liat kamu main kan?" jawab Kila sambil menyodorkan botol minum.
"Ini siapa? Pacar kamu?" tanya salah satu teman timnya Elvano, menatap Kila dengan penasaran.
"Dia bukan pacar aku, dia sahabat aku," jawab Elvano cepat.
"Emmmmm, jadi boleh kenalan dong, kan bukan pacar kamu juga," timpal temannya lagi, tidak mau menyerah.
"Kenalan aja, tapi kalau dia gigit kamu jangan salahkan aku yah, hehehe," goda Elvano.
"Emang kamu pikir aku apaan? Sejak kapan aku suka gigit orang," protes Kila tak terima sambil memukul lengan Elvano pelan.
Setelah berkenalan singkat, teman-teman Elvano pun pamit pulang lebih dulu, meninggalkan mereka berdua di lapangan.
"Teman kamu ganteng-ganteng yah?" kata Kila setelah melihat mereka sudah cukup jauh.
"Ihhh ganjen banget sih, emang kegantengan aku nggak cukup?" kata Elvano dengan wajah cemberut tapi menggemaskan.
"Hehehe becanda kok, kamu udah lebih dari cukup kok," kata Kila sambil mengelus kepala Elvano yang masih berkeringat.
Mereka berjalan keluar menuju tempat parkir motor.
Sebelum menyalakan mesin motornya, Elvano mengeluarkan jaket dari tasnya dan memakaikannya ke Kila dengan lembut.
"Pakai dulu, takut kamu masuk angin," katanya dengan nada penuh perhatian yang membuat jantung Kila berdebar pelan.
Begitulah Elvano, berasa punya pacar padahal nyatanya cuma sahabat.
"Yaudah ayo pulang. Eh kita mampir kafe dulu ya, lapar nih," kata Elvano sambil langsung memegang tangan Kila menuntunnya ke motor.
Motor Elvano melaju membelah keramaian malam. Sesampainya di kafe langganan mereka, mereka masuk dan memesan makanan.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka mengobrol santai. Ketawa-ketiwi, saling ledek, sampai Kila lupa kalau siang tadi ia habis dimarahi Pak Rhaegar dan mimpi aneh tentang dosen itu.
Baru saja makanan datang dan Kila hendak menyuap,
Pintu kafe terbuka. Lonceng kecil di atas pintu berdenting.
Masuk seseorang dengan kemeja rapi yang lengannya digulung sampai siku. Kacamata yang familiar. Dan senyum gingsul yang siang tadi baru saja Kila mimpikan lagi ia peluk erat di atas motor.
Kila langsung keselek. Batuk-batuk.
Ya Tuhan.
Pak Rhaegar?
ayok ada dibaca🤭